Anda di halaman 1dari 19

Marhaban Ya Ramadhan

Aplikasi Ru’yah Global


Metoda Syar’i Penetapan
Awal dan Akhir Ramadhan
Prosedur Penerapan
• Pada tanggal 29 Sya’ban umat Islam
melakukan pengamatan bulan baru (hilal) di
negeri mereka masing-masing, pada saat
matahari terbenam.
• Mereka yang tidak berhasil melihat hilal,
memonitor berita (Radio, TV, Internet, dll)
pada malam hari itu dari negeri-negeri yang
posisinya lebih di sebelah barat.
• Jika dalam pemantauan berita tersebut
diperoleh informasi yang terpercaya secara
syar’iy bahwa hilal telah terlihat dan belum
masuk waktu subuh, maka segera niat shaum
dan makan sahur.
• Jika berita hilal diperoleh setelah masuk waktu
subuh, maka pada hari itu belum bisa
berpuasa, meskipun sudah 1 ramadhan, dan
wajib mengqadha.
• Jika di negeri-negeri lain juga belum ada
informasi hilal, maka Sya’ban digenapkan 30
hari.
• Untuk akhir Ramadhan (1 Syawal): Jika dalam
pemantauan berita hilal diperoleh informasi
yang terpercaya secara syar’iy bahwa hilal
telah terlihat dan waktu sudah siang/sore,
maka puasa harus segera dibatalkan.
BB

0o 180o

15o
165o

30o
150o

45o 135o

60o 120o
90o
75o 105o
BT
Kendala Saat Ini
• Tidak ada institusi yang diakui bersama
memiliki wewenang dalam melalukan itsbat
(penetapan) awal/akhir ramadhan  Potensi
perbedaan selalu ada
• Harus ada Institusi pemersatu umat Islam
sedunia seperti yang diwariskan Rasulullah
SAW: Khilafah Islamiyah ‘ala Minhajin
Nubuwah
• Solusi sementara  Akses: www.hizbut-
tahrir.or.id
Data Astronomis Ramadhan 1430 H

• Ijtima’ (Konjungsi): Kamis, 20 Agust 2009, Pk.


17:02:40 WIB
• Ketinggian hilal di pelabuhanratu saat magrib:
-10 10’ 42,2’’
• Di Indonesia hilal belum terlihat pada malam
Jum’at (Kamis malam)
Alhamdulillahi
Rabbil ‘Alamim