Anda di halaman 1dari 6

Briefing tgl 10 januari 2018

Penyiapan obat UDD dan Pelayanan Informasi


Obat
Penyiapan Obat dengan sistem Unit Dose
Dispensing (UDD)
• UDD adalah suatu sistem distribusi obat ke
pasien rawat inap dimana obat diberikan oleh
farmasi ke pasien (atau perawat) sudah terbagi
menjadi dosis sekali konsumsi / minum.
• Tujuan utama:
- Mengurangi resiko terjadinya kesalahan obat
- Mengurangi keterlibatan perawat dalam
penyiapan obat
• Keuntungan:
- Pasien hanya membayar obat yang dikonsumsi saja
- Mengurangi retur obat ke Farmasi selama pasien dirawat
inap
- Menekan jumlah stock yang beredar di pasien rawat inap
- Mempersingkat waktu penyiapan obat di ruang perawat

Dalam proses UDD obat dikemas diberi etiket dan


diletakkan dalam wadah / plastik dengan warna berbeda
untuk mempermudah perawat dalam memberikan obat
sesuai waktu yang ditentukan dan untuk menghindari
kesalahan dalam jadwal penyerahan obat.
Peresepan Obat Rawat Inap
• Peresepan sudah menggunakan elektronik
resep, dimana dokter akan meresepkan untuk
kebutuhan selama 3 – 4 hari. Farmasi
melakukan entry resep pada awal resep
diterima. Untuk pemakaian hari berikutnya,
dilakukan pengisian di form penggunaan obat
dengan cara mengklik setiap obat yang akan
disiapkan sesuai tanggal penyiapan.
Pelayanan Informasi Obat
• Memberikan informasi terkait obat, rekomendasi yang
akurat dan terkini kepada tenaga kesehatan atau
keluarga pasien dengan tujuan untuk mencapai terapi
obat yang rasional.
• Kegiatan PIO ada 2 macam :
• A. PIO aktif yaitu kegiatan menyediakan informasi cetak
untuk pasien, perawat, dokter atau profesi kesehatan
yang lain jika diperlukan.
• B. PIO pasif yaitu menerima pertanyaan dari tenaga
kesehatan baik secara lisan maupun verbal.
• Setiap pertanyaan terkait obat, dari dokter, perawat atau tenaga kesehatan lain,

didokumentasikan dengan mencatat :

• - pertanyaan

• - jawaban

• - petugas yang menyelesaikan pertanyaan

• - literatur yang digunakan

• - berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan

• Di akhir bulan dilakukan rekap pertanyaan yang masuk ke farmasi.

• Bentuk kegiatan pelayanan informasi obat juga dapat berupa pembuatan leaflet,

brosur terkait obat dengan topik tertentu dan setiap 2 bulan sekali ganti topik.

Leaflet diberikan untuk pasien yang membutuhkan dan bisa juga disediakan di

tempat pengambilan obat dan ruang konseling.