Anda di halaman 1dari 20

SKIZOFRENIA

HASNAH VIVIANA
1510211002
Definisi
o Suatu deskripsi sindrom dgn variasi penyebab &
perjalanan penyakit yg luas, serta sejumlah akibat
yg tergantung pd perimbangan pengaruh genetik,
fisik & sosial budaya
o Pd umumnya ditandai o/ penyimpangan yg
fundamental & karakteristik dr pikiran & persepsi
serta o/ afek yg tidak wajar atau tumpul.
Kesadaran yg jernih & kemampuan intelektual
biasanya tetap terpelihara, walaupun
kemunduran kognitif tertentu & berkembang
kemudian
o Suatu gangguan psikosis kronik
o WHO : diagnosis ditegakkan berdasarkan
sedikitnya dua gejala: waham, halusinasi, bicara
kacau, pikiran kacau, perilaku kacau selama 1
bulan atau mengalami gejala negatif sedikitnya 1
tahun. Tanpa adanya penyakit organik,
ketergantungan/putus zat yg berkaitan dgn
alkohol atau obat-obatan. Bukan diakibatkan o/
peningkatan atau penurunan mood
Etiologi
o Multifaktor
o Genetik
o Lingkungan
o Neurokimia
o Perubahan struktur otak
Faktor Resiko
o Pencetus : stress, obat-obatan psikoaktif
o Kelompok yg rentan : lajang, riwayat keluarga
dgn skizofrenia
Epidemiologi
o Angka kejadian : 0,25-0,5%
oL:P=1:1
o Risiko seumur hidup : 0,7-0,9%
o Median usia awitan : laki-laki 28 tahun,
perempuan 32 tahun
Px Fisik
px status mental
o Penampilan & perilaku
o Bicara
o Mood
o Isi pikiran
o Waham-waham (delusi)
o Persepsi
o Kognisi
o Insight
Px Penunjang
o Darah : FBC (hitung darah lengkap), TFT (tes
fungsi tiroid), U&E (urea & elektrolit), B12 &
folat, VDRL (laboratorium rujukan penyakit
kelamin)
o Kadar obat : jika ada penyalahgunaan zat
o Jika t’dpt gejala/tanda neurologis atau jika
merupakan episode pertama : pencitraan &
EEG
o Px neuropsikologis u/ episode pertama
Klasifikasi
o Skizofrenia paranoid F20.0
o Skizofrenia HEBEFRENIK F20.1
o Skizofrenia katatonik F20.2
o Skizofrenia tak terinci (undifferentiated) F20.3
o Depresi pasca- Skizofrenia F20.4
o Skizofrenia residual F20.5
o Skizofrenia simpleks F20.6
o Skizofrenia lainnya F20.8
o Skizofrenia YTT F20.9
Skizofrenia Hebefrenik
Suatu jenis yg ditandai dgn inkoherensi yg sering,
melonggarnya asosiasi secara bermakna, atau
perilaku tak terorganisir yg mengganggu atau
tumpul, dan tidak memenuhi kriteria jenis
katatonik.
Tampilan yg mencakup gangguan ini mencakup
penarikan diri sosial ekstrim, menyeringai,
manerismus, kegemaran menatap ke dalam
cermin, cekikikan yg tidak pada tempatnya, serta
perilaku tak biasa lainnya
Gejala & Tanda
o 4A Bleuler
o Autistic thoughts (isi pikiran autistik) : dunia
fantasi didalam
o Affective incongruity (ketidakserasian afektif) :
misalnya, tersenyum saat menggambarkan
peristiwa yg sedih
o Associations loosened (asosiasi longgar) :
gangguan pikiran
o Ambivalence (ambivalensi) : perasaan-perasaan yg
berkonflik
o Kepribadian premorbid (pemalu & senang
menyendiri)
o Perilaku yg tidak b’tanggung jawab & tdk dpt
diramalkan, mannerisme (kecenderungan
menyendiri, perilaku menunjukkan hampa tujuan
& perasaan
o Afek dangkal & tidak wajar, sering disertai dgn
cekikikan atau puas diri, senyum sendiri atau
tinggi hati, tertawa menyeringai, mengibuli scr
senda gurau, keluhan hipokondriakal & ungkapan
kata yg diulang-ulang
o Proses pikir m’alami disorganisasi & p’bicaraan
yg tak menentu serta inkoheren
o Gangguan afektif & dorongan kehendak serta
gangguan proses pikir
o Perilaku tanpa tujuan & tanpa maksud
Management
Libatkan keluarga/pengasuh, krn mereka perlu
didukung & perlu diberikan edukasi mengenai
penyakitnya
1. Penilaian resiko : keinginan bunuh diri/
perlunya rawat inap/ ditahan b’dasarkan UU
kesehatan mental. P’dekatan program asuhan
melibatkan tim multidisiplin & seorang
koordinator perawatan u/ menindaklanjuti
pasien begitu dipulangkan
2. Terapi obat :
o Antipsikosis (oral/IM/depo), antikolinergik jk
t’dpt efek samping ekstrapiramidal
o Antidepresan jk tjd depresi
o Terapi augmentasi (tambahan) jika antipsikosis
saja tidak efektif : benzodiazepin (u/ sedasi
jangka pendek), karbamazepin, antidepresan
3. Psikologi : terapi perilaku kognitif u/ waham/
halusinasi menetap, terapi keluarga dgn
ekspresi emosi tinggi
4. Sosial/rehabilitasi : pusat-pusat sosial
5. Perawatan masyarakat : dokter umum, tim
kesehatan mental, tim krisis, tim penjangkau
yg t’percaya
Komplikasi
o Kerugian pribadi & sosial : rawat inap,
ketegangan pd hub, putus sekolah,
berhenti/kehilangan pekerjaan
o Bunuh diri : 10% meninggal akibat bunuh diri,
hingga 50% mencoba bunuh diri
Prognosis
Baik Buruk
 Usia awitan tua  Usia awitan muda
 Perempuan  Laki-laki
 Menikah  Tidak menikah
 Tidak ada riwayat keluarga  Ada riwayat keluarga
 Kepribadian tenang  Ada masalah kepribadian
 IQ tinggi  IQ rendah
 Ada pencetus  Tidak ada pencetus yg jelas
 Gejala positif  Gejala negatif
 Patuh dlm p’obatan  Kepatuhan p’obatan buruk
 Ekspresi emosi rendah  Ekspresi emosi tinggi
 Awitan akut  Awitan tiba-tiba
 Adanya komponen mood  Tidak ada komponen mood
o Skizofrenia paranoid: halusinasi/waham harus
menonjol
o Skizofrenia katatonik: strupor, gaduhgelisah, posisi
tubuh trtntu, negativisme, rigiditas, fleksibilitas cerea,
comman automatism
o Skizofrenia tak terinci (undifferentiated): tdk
memenuhi kriteria skizofrenia lainnya
o Depresi pasca- Skizofrenia:slm 12bln terkahir
skizofrenia, gejala skizofrenia masih ada, + gejala
episode depresif
o Skizofrenia residual: ada riwatyat1 episode psikotik,
gejala negative skizofrenia (berkurang kemampuan)
o Skizofrenia simpleks: gejala negative khas skizofrenia
residual, tanpa riwayat psikotik
o Skizofrenia lainnya
o Skizofrenia YTT