Anda di halaman 1dari 39

MATERI PEMBELAJARAN :

IZIN USAHA

KELAS : XI - 1
A. Pengertian Izin Usaha
Izin usaha adalah suatu bentuk persetujuan
atau pemberian izin dari pihak yang
berwenang atas penyelenggaraan kegiatan
usaha yang dilakukan oleh perorangan
maupun suatu badan
B. Tujuan Izin Usaha
1. Agar pemerintah dapat memberikan
pembinaan, pengarahan, dan
pengawasan dalam kegiatan usaha

2. Agar pemerintah dapat menjaga


ketertiban dalam usaha, serta
menciptakan kemerataan kesempatan
berusaha
C. Macam – Macam Izin Usaha
Di Indonesia, pendirian usaha diatur dalam
undang –undang yaitu melalui Peraturan
Daerah (Perda) maupun peraturan dari Dinas
– Dinas terkait dengan bidang usaha yang
dijalankan :

1. Usaha Perdagangan memerlukan Surat Izin


Usaha Perdagangan (SIUP) dari Dinas
Perdagangan
2. Usaha Kepariwisataan memerlukan Surat
Izin Kepariwisataan dari Dinas Kebudayaan
dan Pariwisata

3. Usaha Jasa Konstruksi memerlukan Surat


Ijin Usaha Jasa Konstruksi dari Dinas
Pekerjaan Umum
4. Usaha bidang Industri memerlukan Surat
Izin Usaha Perindustrian dari Dinas
Perindustrian
Izin usaha yang dikeluarkan
pemerintah sangat banyak, diantaranya
adalah :

1. Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

Surat Izin Tempat Usaha (SITU) merupakan


pemberian izin tempat usaha kepada
seseorang atau badan usaha yang tidak
menimbulkan gangguan atau kerusakan
lingkungan di lokasi tertentu.
Surat Izin Tempat Usaha (SITU) harus
diperpanjang atau didaftarkan setiap lima
tahun sekali.
• Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dikeluarkan
oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat
• SITU harus dimiliki oleh perusahaan
perseorangan, Perseroan Komanditer (CV),
Perseroan Terbatas (PT).
Jadi setiap perusahaan yang ada perlu dan
harus mengurus Surat Izin Tempat Usaha
(SITU) demi keamanan dan kelancaran
usahanya
Syarat-syarat yang tertuang dalam SITU
Dalam kegiatannya perusahaan harus
memenuhi tata tertib atau menaati kewajiban
dalam SITU, diantaranya :

a. Keamanan, meliput alat pemadam


kebakaran, keamanan penyimpanan
barang-barang yang mudah terbakar,
mengikuti peraturan yang ada dalam
undang-undang Keselamatan Kerja dll.
b. Kesehatan, meliput perlengkapan P3K,
menyediakan tempat pembuangan
sampah, mencegah kemungkinan
pencemaran lingkungan, dll

c. Ketertiban, ikut menjaga ketertiban


lingkungan, mengikuti peraturan yang
berlaku dll

d. Memenuhi syarat-syarat lain.


Misalkan menjaga keindahan lingkungan,
mengutamakan tenaga kerja dari
lingkungan sekitar dll.
Langkah-langkah untuk mendapatkan Surat
Izin Tempat Usaha (SITU), yaitu sebagai
berikut :
• Membuat surat izin tetangga
• Membuat surat keterangan domisili
perusahaan
Dokumen yang diperlukan untuk membuat
Surat Izin Tempat Usaha (SITU), antara lain :
a. Fotocopy KTP permohonan
b. Foto permohonan ukuran 3 x 4 cm
sebanyak 2 buah
c. Formulir isian lengkap dan sudah
ditandatangani
d. Fotocopy pelunasan PBB tahun berjalan
e. Fotocopy IMB (Izin Mendirikan Bangunan)
f. Fotocopy sertifikat tanah atau akta tanah
g. Denah lokasi tempat usaha
h. Surat pernyataan tidak keberatan dari
tetangga ( Izin Tetangga ) yang diketahui
RT / RW
i. Izin sewa atau kontrak
j. Surat keterangan domisili perusahaan
k. Fotocopy akta pendirian perusahaan dari
notaris
l. Berita acara pemeriksaan lapangan
2. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
Surat Izin Usaha Perdagangan ( SIUP )
adalah surat izin untuk dapat melakukan
kegiatan usaha perdagangan yang
dikeluarkan instansi Pemerintah melalui
Dinas Perindustrian dan Perdagangan sesuai
dengan tempat atau domisili perusahaan.
SIUP dapat di berikan kepada para
wirausaha baik perseorangan, CV, PT,
BUMN, firma, ataupun koperasi.
SIUP dapat diklasifikasikan menjadi :
• SIUP Kecil
Perusahaan Kecil dengan modal dan
kekayaan bersih dibawah atau kurang dari
Rp 200. 000.000,-
• SIUP Menengah
Perusahaan menengah dengan modal dan
kekayaan bersih antara Rp 200.000.000,-
s/d Rp 500.000.000,-
• SIUP Besar
Perusahaan Besar dengan modal dan
kekayaan bersih diatas Rp 500.000.000,-
Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk
pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
antara lain :
a. Fotocopy akta notaris pendirian perusahaan
b. Fotocopy SK Pengesahan Menkumham
c. Fotocopy NPWP
d. Fotocopy KTP pemilik
e. Fotocopy Surat Izin Tempat Usaha ( SITU )
f. Fotocopy Kartu Keluarga
g. Fotocopy surat keterangan domisili perusahaan
h. Fotocopy surat kontrak atau sewa
i. Foto direktur utama atau pimpinan perusahaan
ukuran 3 x 4
j. Neraca perusahaan
Kewajiban Pemilik SIUP, antara lain :
a. Melaporkan ke Dinas Perdagangan yang
menerbitkan SIUP, apabila perusahaan tidak
lagi melakukan kegiatan perdagangan
disertai dengan pengembalian SIUP
b. Melaporkan kepada Dinas perdagangan jika
perusahaan membuka cabang / perwakilan
maupun penutupan cabang / perwakilan
c. Pengusaha wajib memberikan informasi
tentang perusahaan apabila diperlukan oleh
pihak – pihak yang berwenang
Beberapa keuntungan dengan memiliki SIUP
adalah :
a. Mendapat jaminan perlindungan hukum
untuk kelangsungan dan kepastian usaha
b. Mempermudah dalam proses pengajuan
kredit kepada perbankan / lembaga
keuangan
c. Bukti memiliki dan menjalankan usaha bila
akan melakukan kerjasama dengan pihak
ketiga
d. Mendapat prioritas pembinaan dari instansi
pemerintah yang menangani pembinaan
usaha kecil.
3. Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP )
NPWP merupakan suatu sarana dalam
adminitrasi perpajakan yang dipergunakan
sebagai tanda pengenal diri atau identitas
wajib pajak.

Sebagai pengusaha, pemilik perusahaan


diwajibkan mendaftarkan sebagai Pengusaha
Kena Pajak ( PKP ) dan akan diberikan
Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
( NPPKP ).
Pihak yang wajib mendapatkan wajib pajak /
NPWP :
1. Setiap badan yang menjadi subjek pajak
penghasilan (PT,CV, Firma, BUMN/BUMD,
Persekutuan/Perorangan,dan lain-lain)

2. Setiap Perorangan / Pribadi dengan


penghasilan bersih telah melebihi
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
Fungsi NPWP adalah :
a. Untuk mengetahui identitas wajib pajak
b. Untuk menjaga ketertiban dalam
pembayaran pajak
c. Sebagai sarana pengawasan administrasi
perpajakan.
4. Membuat Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Tanda Daftar Perusahaan ( TDP ) adalah daftar


catatan resmi sebagai bukti bahwa perusahaan
atau badan usaha telah melakukan wajib daftar
perusahaan sesuai dengan ketentuan
perundang – undangan.

Pendaftaran akta pendirian perusahaan dan


akta – akta perubahan harus dilakukan paling
lambat 30 hari setelah pengesahan dan
persetujuan Menteri Hukum dan HAM
Hal-hal yang perlu di daftarkan, antara lain :
• Akta pendirian perusahaan
• Akta perubahan anggaran dasar dan
laporan kepada Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia
• Akta perubahan anggaran dasar dan surat
persetujuan Mentri Hukum dan hak Asasi
Manusia Republik Indonesia.
Prosedur permohonan Tanda Daftar
Perusahaan ( TDP ) :
a. Permohonan Tanda Daftar Perusahaan ( TDP )
yang berupa PT dan yayasan harus
mendapatkan pengesahaan dan persetujuan
akta pendirian perusahaan dari Menteri
Hukum dan HAM terlebih dahulu.

b. Perusahaan mengambil formulir permohonan


Tanda Daftar Perusahaan ( TDP )
c. Perusahaan membayar biaya administrasi
pendaftaran TDP sesuai dangan SK Menteri
Perdagangan No.286/Kep/II/85.

d. Petugas kantor pendaftaran perusahaan


kemudian memeriksa dan meneliti seluruh
kelengkapan persyaratan, apabila memenuhi
persyaratan maka sertifikat Tanda Daftar
Perusahaan akan diterbitkan
Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk
pengurusan Tanda Daftar Perusahaan ( TDP )
antara lain:
 Untuk Perseroan Terbatas (PT), Persekutuan
Komanditer (CV) atau Firma (Fa) dan
Koperasi adalah sebagai berikut.
• Formulir Isian
• Fotocopy Akta Pendirian Perusahaan
• Fotocopy Pengesahan Akta
• Asli dan Fotocopy Pengesahaan Akta
Pendirian
• Fotocopy Surat Keterangan Domisili
Perusahaan
• Fotocopy Surat Izin Tempat Usaha
• Nomor Pokok Wajib Pajak
• Fotocopy SIUP
• Fotocopy KTP
• Fotocopy akta Pendirian dan Pengesahan
• Fotocopy KTP penanggung jawab
koperasi
• Bukti setor biaya administrasi
• Fotocopy paspor jika pemilik WNA
 Perusahaan Perorangan
• Formulr Isian
• Fotocopy Surat Keterangan Domisili
Perusahaan
• Fotocopy SIUP
• Fotocopy KTP penanggung jawab
• Fotocopy NPWP
• Fotocopy Surat Izin Tempat Usaha (SIUP)
• Membuat Nomor Rekening Perusahaan
5. Membuat Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (AMDAL)
Analisis Mengenai Dampak lingkungan
(AMDAL) adalah hasil kajian mengenai
dampak besar dan penting dari suatu
kegiatan usaha yang direncanakan terhadap
lingkungan hidup yang digunakan untuk
proses pengambilan keputusan mengenai
penyelenggaraan kegiatan usaha di
indonesia.
AMDAL digunakan untuk :
a. Memberikan masukan terhadap penyusunan
rencana pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup.
b. Memberikan informasi kepada masyarakat
tentang dampak yang muncul dari suatu
rencana usaha
c. Bahan informasi bagi perencanaan
pembangunan wilayah.
d. Membantu proses pengambilan keputusan
mengenai kelayakan lingkungan hidup dari
suatu rencana usaha
e. Memberikan masukan terhadap penyusunan
desain rinci teknis dari rencana usaha
Jenis usaha yang diperkirakan mempunyai
pengaruh besar terhadap keseimbangan
ekosistem diantaranya :
a. Jenis usaha pengolahan lahan
b. Jenis usaha eksploitasi daya alam
c. Jenis usaha yang hasilnya dapat
mempengaruhi lingkungan sosial dan budaya
d. Jenis usaha yang hasilnya dapat
mempengaruhi pelestarian kawasan
konservasi sumber daya alam dan atau
lingkungan cagar budaya
e. Jenis usaha proses dan kegiatan yang
pemanfaatanya secara potensial dapat
menimbulkan pemborosan, kerusakan dan
kemerosotan sumber daya alam
f. Jenis usaha introduksi jenis tumbuh-
tumbuhan, jenis hewan dan jasa renik
g. Jenis usaha pembuatan dan penggunaan
bahan hayati dan non hayati
h. Jenis usaha penerapan teknologi yang
diperkirakan mempunyai potensi besar untuk
memengaruhi lingkungan
i. Jenis usaha yang mempunyai resiko tinggi,
dan mempengaruhi pertahanan Negara.
Dokumen Yang Diperlukan Dalam
Pengurusan AMDAL

Dalam pengurusan AMDAL, dokumen yang


diperlukan adalah fotocopy NPWP, TDP, KTP,
SITU, dan denah lokasi perusahaan yang
dapat menimbulkan dampak negatif
terhadap lingkungan