Anda di halaman 1dari 66

Obat Sistem Reproduksi dan Genitalia

disusun oleh :
drg. Rani Devayanti, MM
Obat-Obatan Pada Kehamilan
Dipengaruhi oleh :
1. Kemampuan obat menembus sawar uri
2. Saat paparan
3. Jumlah obat
4. Penyakit yang diderita
5. Kerentanan genetik
Penggunaan Obat Pada Ibu Hamil
1. Hindari obat selama trisemester pertama ketika janin
paling rentan terhadap teratogen
2. Jangan gunakan kombinasi obat
3. Gunakan dosis terendah yang masih memungkinkan,
dalam waktu yang sependek mungkin
4. Gunakan terapi topikal bila ada
5. Gunakan obat hanya apabila manfaatnya lebih besar
daripada resikonya
Terapi pada Persalinan Prematur
(Preterm Labor)
1. Bed Rest
2. Tokolitik
3. Antibiotika bila ada infeksi
4. Persalinan, bila gagal terapi konservatif
Terapi pada Persalinan Prematur
(Preterm Labor)
Pedoman:
1. Tidak ada obat tokolitik "first line" yang jelas untuk mengatur
persalinan prematur
2. Keadaan klinis dan preferensi dokter harus menjelaskan
pengobatan
3. Antibiotik tidak memperpanjang masa gestasi dan harus
ditambahkan profilaksis Streptococcal kelompok B pada pasien
yang akan melahirkan
4. Baik pengobatan dengan obat tokolitik maupun tokologi akut
berulang memperbaiki hasil perinatal; tidak harus dilakukan
sebagai praktik umum
5. Obat-obatan yang bersifat tokolitik dapat memperpanjang
kehamilan selama 2 sampai 7 hari, yang memungkinkan
pemberian steroid untuk memperbaiki kematangan paru janin
dan pertimbangan transportasi ibu ke fasilitas perawatan tersier
Tokolitik
adalah obat yang digunakan untuk mencegah terjadinya kelahiran prematur /
kontraksi uterus

No Obat Tokolitik Keterangan


1 Agonis β-2 Terbutalin, salbutamol
adrenergik
2 NSAID Indometasin
3 Magnesium sulfat
4 Isoxsuprin ? Tidak direkomendasikan
5 Progesteron ? 17-hydroxyprogesterone (17-OH progesterone or 17OHP
6 Kortikosteroid ? Pencegahan RDS (membrane hyaline disease) :
betametason, deksametason
Rangsang NSAIDs
Gangguan pada Membran Sel

Fosfolipid Membran

Fosfolipase
Asam Arakidonat

Lipooksigenase Siklooksigenase

Hidroperoksid Endoperoksid (PGG2/PGH2)

Leukotrien PGE2, PGF2, PGD2PGI2 Tromboksan A2


Obat-Obatan Pada Saat Persalinan
No Pada Persalinan Medikasi Contoh
1 Oksitoksik
2 Induksi abortus karena alasan medis
3 Induksi persalinan pada akhir kehamilan
4 Cegah perdarahan post partum 1. Oksitoksin
2. Alakaloid Ergot 1. Metilergometrin
2. Metilergonovin

3. Prostaglandin 1. Misoprostol
2. Karboprost
4. Antiprogestin Mifepristone
Penggunaan Obat Pada Ibu Menyusui
• Efek langsung pada janin serta efek pada volume ASI

Dipengaruhi oleh :
1. Cara pemberian obat
2. Dosis dan frekuensi pemberian obat
3. Karakteristik obat
4. Frekuensi dan volume ASI
5. Usia dan tingkat maturitas bayi
Penggunaan Obat Pada Ibu Menyusui
1. Nilai kebutuhan obat
2. Pilih obat yang terbukti aman bagi bayi
3. Pilih terapi lokal
4. Hindari kombinasi
5. Pilih yang BM (berat molekul) tinggi dan tidak
menembus sawar darah-otak
6. Jadwalkan pemberian obat pada ibu
7. Awasi efek samping obat pada bayi
Jenis Kontrasepsi
No Jenis Pria Wanita
Kontrasepsi
1 Operasi Vasektomi Tubektomi
2 Alat Kondom IUD / AKDR
3 Obat Hormon Kelamin untuk
wanita
1. Oral
2. Parenteral
3. Implantasi
Kontrasepsi Hormonal
No Jenis Kontrasepsi Keterangan
1 Kontrasepsi Oral • Tipe Kombinasi
• Tipe Sekuensial
• Mini Pill
• Morning After Pill
2 Kontrasepsi Suntik Kombinasi
Progesteron
3 Kontrasepsi Implant
Hormon Kelamin
No Esterogen Progesteron
1 Endogen : Endogen :
1. Estriol Progesteron
2. Estron
3. Estradiol
2 Sintetik : Sintetik :
1. Diestilbestrol 1. Noretindron
2. Etinilestradiol 2. Norgestrel
Jenis dan Cara Penggunaan
Kontrasepsi Oral
No Kontrasepsi Oral Keterangan
1 Tipe Kombinasi Isi esterogen dan progesterone
2 Tipe Pil Mini Isi hanya progesterone
3 Tipe Sekuensial 2 minggu esterogen + 1 minggu
kombinasi
4 Pil Pasca Kontrasepsi emergensi
Senggama /
Morning After Pil
Mekanisme Kerja Kontrasepsi
1. Menghambat gonadotropin (FSH, LH0
sehingga menghambat ovulasi
2. Pengentalan secret endoserviks
3. Mempengaruhi pH endoserviks
4. Mengganggu keseimbangan esterogen-
progesterone sehingga menggangu nidasi
5. Mengganggu pergerakan tuba Falopi
Kontrasepsi Suntikan
1. Depo medroksi progesterone asetat (DMPA) –
tiap 12 minggu
2. Noristeron / Noretindron enatat (Neten) –
tiap 8 minggu
3. DMPA + estradiol sipionat – tiap 4 minggu
Implantasi
Kontrasepsi implantasi dipasang di subkutan
pada bagian volar lengan atas

Jenis Kontrasepsi Implantasi :


1. Norplant-6  levonorgestrel efektif untuk 5
tahun
2. Implanon-1  ketodesogestrel efektif untuk 3
tahun
Farmakodinamik Kontrasepsi
No Farmakodinamik Keterangan
1 Ovarium Gangguan Fungsi
2 Uterus Progestin – atrofi endometrium estrogen – hipertrofi
myometrium
3 Tuba Falopi Perubahan aktivitas
4 Serviks Progestin menyebabkan secret serviks lebih kental
dan keruh
5 Kelenjar payudara Gangguan laktasi
6 Siklus Haid Amenore, spotting
7 Hepar Gangguan fungsi, icterus
8 Metabolisme Resistensi insulin, gula darah naik
karohidrat
9 Metabolisme Gangguan koagulasi darah, agregasi trombosit
Protein
10 Metabolisme Lemak Perubahan lipoprotein darah
Efek Samping Kontrasepsi
No Efek Samping Kontrasepsi
1 Berat badan naik
2 Gangguan siklus haid
3 Perubahan endometrium, myometrium
4 Gejala seperti DM
5 Tekanan darah naik
6 Hiperpigmentasi
7 Retensi air, udem
8 Gangguan koagulasi darah
9 Kolesterol meningkat
10 Varises
11 Sakit kepala, migren
12 Jerawat
Kontraindikasi Kontrasepsi
No Kontraindikasi
1 Efek samping yang berat
2 Dekompensasio kordis
3 Keganasan terutama pada saluran
reproduksi dan payudara
4 Gangguan fungsi hepar
Terapi Endometriosis
Endometriosis
• Keadaan ketika sel-sel endometrium berpindah dari uterus
(dinding rahim) ke anggota tubuh lainnya
• Suatu gangguan pada jaringan yang biasanya melapisi
rahim tumbuh di luar rahim

Terapi Endometriosis
1. GnRH Agonis : Leuprilid, nafarelin, goserelin
2. Progestin : medroksiprogesteron asetat, noretindron
asetat
3. Kontrasepsi Oral
4. Danazol
5. Inhibitor Aromatase : Letrozol
Terapi Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB) /
Perdarahan Uterus Disfungsional (PUD)
Terapi Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB)
Perdarahan uterus abnormal yang di dalam maupun di luar siklus
haid yang semata-mata disebabkan gangguan fungsional
mekanisme kerja hipotalamus-hipofisis-ovarium-endometrium
tanpa kelaian organic alat reproduksi

Terapi Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB) :


1. Pastikan tidak ada kehamilan
2. Kontrasepsi oral kombinasi 4x sehari selama 7 hari
3. Progestin untuk DUB anovulatorik
Terapi pada Menopause
Pengertian Menopause
• Penurunan alami pada hormone reproduksi ketika seorang
wanita mencapai usia 40-50an, masa berakhirnya siklus
menstruasi

• Hotflash (gejala yang sering timbul pada menopause) :


1. Kloridin
2. Estrogen (hati-hati kanker endometrium)
3. Estrogen + progesteron (hati-hati kanker payudara)
Terapi pada Menopause
Terapi Osteoporosis pada Menopause :
1. Konsumsi kalsium
2. Bifosfonat (Aledronat, risedronat)
3. Raloksifen
4. Kalsitonin
Terapi Androgen
Pengertian Androgen
Adalah hormon steroid yang merangsang atau
mengontrol perkembangan atau pemeliharaan
karakteristik laki-laki dengan mengikat reseptor
androgen yang juga merupakan pendukung
aktivitas organ seks pria dan pertumbuhan
karakteristik seks sekunder laki-laki
Terapi Androgen
Terapi Androgen :
1. Gangguan produksi testosteron :
 Insufiensi testis
 Hipogonadisme
 Keterlambatan pertumbuhan
2. Osteoporosis pria
3. Kontrasepsi pria

Obat Pilihan pada Terapi Androgen :


• Metiltestosteron, testosteron, fluoksimesteron, danazol dan nandrolon
Indikasi Terapi Anti Androgen
Indikasi Terapi Anti Androgen :
1. Kanker prostat
2. Hirsutisme
3. Pubertas prekoks
4. Alopesia
5. Akne

Obat Pilihan pada Terapi Anti Androgen :


Finasterid, flutamid, siproteron, spironolakton, simetidin dan
ketokonazol
Penyakit Menular Seksual (PMS)
No Penyakit Menular Seks Keterangan
1 Infeksi Chlamydia Sebuah penyakit menular seksual yang
disebabkan oleh bakteri yang bernama
Chlamydia trachomatis
2 Herpes Simpleks Genitalis Infeksi menular seks pada alat kelamin, dapat
terjadi pada pria atau wanita yang disebabkan
oleh virus herpes simplex (HSV tipe 2)
3 Gonore (kencing nanah) Penyakit menular seks yang disebabkan bakteri
Neisseria Gonorrhoeae / Gonococcus
4 Sifilis (Raja Singa) Infeksi menular seks yang disebabkan bakteri
Treponema Pallidum
5 Genital Warts Infeksi menular seks yang disebabkan bakteri
Human Papilloma Virus (HPV)
6 Skabies (Kudis) Kutu kulit yang disebabkan oleh hewan
mikroskopis kecil yang disebut tungau / kutu
Obat-Obat Penyakit Menular Seksual
(PMS)
No Penyakit Menular Seks Terapi Obat
1 Infeksi Chlamydia Azitrhomisin dan doksisiklin, eritromisin,
sulfonamide
2 Herpes Simpleks Genitalis Asiklovir, valasiklovir, famsiklovir
3 Gonore (kencing nanah) Sefiksim, seftriakson, spektinomisin,
eritromisin, kuinolon
4 Sifilis (Raja Singa) Benzatin Penisilin G dosis tunggal untuk semua
stadium
Terapi alternatif apabila alergi penisilin :
doksisiklin, tetrasiklin, eritromisin
5 Genital Warts Pedofilin, trikolorsetat, 5-FU
6 Skabies (Kudis) Topikal : krim permetrin, lindane benzil
benzoat, krotiamit sulfur
Terapi Oral : ivermektin
Terapi Penyakit Menular Seksual (PMS)
1. GnRH Agonis : Leuprilid, nafarelin
2. Danazol
3. NSAID
Spironolakton
4. Bromokriptin
5. Antidepresan / Anti ansietas
Terapi Infertilitas
mengatasi kemandulan

No Terapi Penyebab Keterangan


Infertilitas
1 Progestin Medroksiprogesteron, naferelin, asetat,
magestrol asetat, noretindron asetat
2 Androgen Derivat 17-etinilestosteron (Danazol)
3 Agonis GnRH Leuprolid, naferelin, goserelin
4 Induksi ovulasi Dengan klomifen, gonadotropin
(Repromex)
Referensi Lain – dibaca
Gangguan Sistem Reproduksi

disusun oleh :
drg. Rani Devayanti, MM
Indikator Sistem Reproduksi
1. Mendeskripsikan pengertian sistem
reproduksi
2. Menyebutkan macam-macam organ
reproduksi pada manusia
3. Menyebutkan gangguan sistem reproduksi
pada manusia beserta tanda gejalanya
4. Mendeskripsikan pengkajian pada syitem
reproduksi pada manusia
Definisi Reproduksi
• Adalah cara makhluk hidup untuk
menghasilkan individu baru yang memiliki
sifat sama dengan induknya

• Untuk mempertahankan / melestarikakan


jenisnya
Organ Reproduksi
No Jenis Keterangan
Kelamin
1 Pria Menghasilkan gamet jantan atau
spermatozoa / sperma dibentuk di testis
2 Wanita Menghasilkan sel telur (ovum) yang
dibentuk di dalam ovarium
Organ Reproduksi Pria
No Organ Reproduksi Pria
1 Vas deferen
2 Vasikula seminalis
3 Kelenjar prostat
4 Kelenjar cowperl
5 Penis
6 Skortum
7 Epididimis
8 Testis
9 Glan Penis
Organ Reproduksi Wanita

No Organ Reproduksi Wanita


1 Uterus
2 Cervix
3 Vagina
4 Klitoris
5 Labia Mayor
Gangguan Sistem Reproduksi Pada
Wanita

Gangguan Sistem Reproduksi Wanita :


1. Candidiasis / Keputihan
2. Gangguan Menstruasi
3. Kanker Genitalia
4. Endometriosis
5. Penyakit Infeksi
6. Kanker Genitalia
7. Endometriosis
8. Kanker Payudara
9. Fibroadenoma
1. Keputihan
Pengertian Umum Keputihan
• Penyakit kelamin pada vagina wanita, yaitu
berupa cairan berwarna putih kekuningan
atau putih kekelabuan

• Baik encer maupun kental, berbau tidak sedap

• Dan bisa menyebabkan rasa gatal


Hal-hal yang dapat mengakibatkan
Gangguan pada Alat Reproduksi Wanita:

Hal-hal yang dapat menyebabkan Gangguan


pada Alat Reproduksi Wanita, yaitu :
1. Bakteri
2. Virus
3. Jamur
4. Parasit
2. Gangguan Menstruasi

Gangguan Menstruasi terdiri dari :


1. Amenore primer dan
2. Amenore sekunder

1. Amenore Primer
• Adalah tidak terjadinya markhe (menstruasi) sampai usia
17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual
sekunder

2. Amenore Sekunder
• Adalah tidak terjadinya menstruasi selama 6 bulan atau
lebih pada orang yang telah mengalami siklus menstruasi
3. Kanker Genitalia
No Kanker Genitalia Keterangan
1 Kanker Genitalia • Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya,
kemungkinan disebabkan oleh iritasi dan infeksi virus
• Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi
2 Kanker Cervix • Adalah keadaan dimana sel-sel abnormal yang
tumbuh di seluruh lapisan epitel servix
• Penanganannya dengan mengangkat uterus, oviduct,
ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar
limfe
3 Kanker Ovarium • Kanker ovarium tidak memiliki gejala yang jelas
• Gejala dapat berupa :
1. Rasa berat pada panggul,
2. Perubahan fungsi saluran pencernaan atau
3. Mengalami pendarahan vagina yang abnormal
4. Endometriosis
Pengertian Endometriasis :
• Keadaan di mana jaringan endometrium terdapat di luar rahim,
yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau jalur di luar
Rahim

Gejala Endometriasis :
• Berupa nyeri perut, pinggang terasa sakit dan nyeri pada saat
menstruasi
• Jika tidak ditangani akan menyebabkan sulit terjadinya
kehamilan

Penanganan Endometriasis :
• dengan pemberian obat-obatan, laroskopi atau bedah laser
5. Penyakit Infeksi
No Penyakit Infeksi Keterangan
1 Vaginistis Gejala awal :
Infeksi vagina • Berupa keputihan disertai rasa gatal dan panas
Penyebab Vaginistis :
• Dapat berupa jamur, bakteri atau protozoa
2 Cervicitis Pengertian Cervicitis :
• Infeksi leher cervix atau leher rahim biasanya juga
vaginitis
Penyebab Cervicitis :
• Dapat disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur
Gejala Cervicitis :
• Ditandai dengan banyak pengeluaran lender dari
vagina
• Pendarahan di antara periode menstruasi yang normal
• Rasa sakit pada bagian bawah punggung
5. Penyakit Infeksi
No Penyakit Infeksi Keterangan
3 Cyslitis Pengertian Cyslitis :
• Adalah infeksi bakteri pada saluran kencing (uretra)
dan mudah menjalar ke kandung kencing atau vesika
urinaria karena uretra wanita lebih pendek dari
uretra pria

Gejala Cyslitis :
• Rasa ingin kencing terus menerus tetapi hanya sedikit
yang keluar
• Rasa sakit ketika kencing terutama di akhir proses,
kadang-kadang disertai darah, demam dan sakit
punggung merupakan tanda infeksi setelah menjalan
ke daerah ginjal

Penanggulangan Cylitis :
• adalah dengan Antibiotic dan banyak minum air putih
6. Kanker Payudara
Pengertian Kanker Payudara
• Yaitu tumor yang bersifat ganas
• Kanker payudara banyak terdapat pada wanita
yang telah menopause

• Pengobatan Kanker Payudara


• adalah dengan operasi, sinar radioaktif, dan
obat-obatan
7. Fibroadenema
Pengertian Fibroadenema
• Tumor yang bersifat jinak

Gejala Fibroadenema
• Berupa benjolan kenyal pada payudara

Pengobatan Fibroadenema
• Dengan operasi
8. Herpeks Simplex Genitalis
Pengertian Herpes Simplex Genitalis
• Merupakan gangguan pada bagian luar kelamin berupa
gelembung-gelembung berisi cairan
• Gelembung air diakibatkan karena infeksi virus herpes
simplex (HSV tipe 2)

Gejala Herpes Simplex Genitalis


1. Dapat berupa demam dan menimbulkan sensasi perih bila
tersentuh
2. Bila menginfeksi sampai bagian dalam organ intim wanita,
virus ini bisa menyebabkan nyeri sendi hingga rasa pegal
di area pinggang
8. Herpeks Simplex Genitalis

Pengobatan Herpes Simplex Genitalis :


• Obat antivirus : asiklovir

Pencegahan Herpes Simplex Genitalis :


• dilakukan dengan menjaga daerah organ intim
agar tidak terlalu lembab dan tetap bersih
Gangguan Pada
Sistem Reproduksi Pria
Pengertian Gangguan pada Sistem Reproduksi Pria :
• Merupakan gangguan yang terjadi pada alat / organ
reproduksi laki-laki akan menyebabkan terjadinya
gangguan pada sperma
• Gangguan ini menyebabkan seorang laki-laki menjadi
kurang subur bahkan bisa tidak subur

• Gangguan sperma tersebut biasanya terjadi pada :


1. Produksi sperma
2. Bentuk sperma
3. Faal spermanya
4. Fungsi spermanya
5. Transportasi spermanya
Gangguan Pada
Sistem Reproduksi Pria

Gangguan Sperma biasanya terjadi pada :


1. Produksi sperma
2. Bentuk sperma
3. Faal spermanya
4. Fungsi spermanya
5. Transportasi spermanya
Gangguan pada Sistem Reproduksi Pria,
Disebabkan oleh Hal-Hal Berikut Ini :

No Gangguan pada Keterangan


Sistem Reproduksi Pria
1 Hypospadia • Lubang keluar sperma / kencing pada laki-laki
di sebelah bawah biasanya ketika buang air
kecil alirannya tidak deras
2 Pseudohermaphrodite • Bentuk alat kelamin ganda (laki-laki dan
perempuan) tetapi tidak sempurna
• Vagina tidak sempurna (tidak memiliki lubang
vagina misalnya) atau tidak memiliki vagina
3 Micropenis • Penis kecil / tidak berkembang
4 Hipogonadisme • Merupakan penurunan fungsi testis yang
tidak disebabkan oleh gangguan interaksi
hormone, seperti hormone androgen dan
esterogen
A. Hipogonadisme

Hipogonadisme juga dapat menyebabkan :


Perubahan emosi dan mental

Ketika testosterone menurun setengah :

Laki-laki akan mengalami simptom seperti


wanita menopause, ini termasuk letih, kurang
keinginan
Tanda (Simptoms)
Hipogonadisme
Tanda (Simptoms) Hipogonadisme :
1. Disfungsi ereksi
2. Ketidak suburan
3. Penurunan pertumbuhan bulu badan dan
janggut
4. Pertambahan lemak dan penurunan kekuatan
otot serta osteoporosis
5. Penurunan besar atau kekenyalan buah zakar
6. Perkembangan jaringan buah dada
B. Kriptokidisme

Pengertian Kriptokidisme
• Merupakan kegagalan dari satu atau kedua testis
untuk turun dari rongga abdomen ke dalam
scrotum pada waktu bayi

Penanganan Kriptokidisme
• dapat dilakukan dengan pemberian hormon
human chorionic gonadotropin untuk
merangsang testosteron
C. Uretritis

Pengertian Uretritis
• Peradangan uretra dengan gejala rasa gatal
pada penis dan sering buang air kecil

Penyebab Uretritis
• adalah Chlamydia, trachomatis, ureplasma
urealyticum atau virus herpes
D. Prostatitis
Pengertian Prostatitis
• Adalah peradangan prostat yang sering disertai dengan
peradangan uretra

Gejala Prostatitis
• Berupa pembengkakan yang dapat menghambat uretra
sehingga timbul rasa nyeri bila buang air kecil

Penyebab Prostatitis
• Dapat berupa bakteri, seperti Eschericia coli
• Maupun bukan bakteri
E. Epididimitis
Pengertian Epididimitis
• Merupakan infeksi yang sering terjadi pada
saluran reproduksi pria

Penyebab Epididimitis
• adalah E.coli dan Chlamydia
F. Orkitis

Pengertian Orkitis
• Merupakan peradangan pada testis yang
disebabkan oleh virus parotis
• Jika terjadi pada pria dewasa dapat
menyebakan infertilitas
G. Anorkidisme
Pengertian Anorkidisme
• adalah penyakit di mana testis hanya
berjumlah satu atau tidak ada sama sekali
H. Hyperthropic Prostat
Pengertian Hypertropic Prostat
• adalah pembesaran kelenjar prostat yang
biasanya terjadi pada usia-usia lebih dari 50
tahun

Penyebab Hypertropic Prostat


• belum jelas diketahui
I. Infertilitas (Kemandulan)
Pengertian Infertilitas (Kemandulan)
• Yaitu ketidakmampuan menghasilkan
keturunan
• Infertilitas dapat disebabkan factor di pihak
pria maupun wanita
• Pada pria infertilitas  ketidakmampuan
mengfertilisasi ovum
I. Infertilitas (Kemandulan)
• Infertilitas (kemandulan) dapat disebabkan oleh :
1. Gangguan spermatogenesis, misalnya karena testis
terkena sinar radioaktif,terkena racun, infeksi atau
gangguan hormone
2. Tersumbatnya saluran sperma
3. Jumlah sperma yang disalurkan terlalu sedikit
Pengkajian Sistem Reproduksi

Tujuan Pengkajian Sistem Reproduksi :


1. Untuk mengetahui ciri-ciri normal alat
kelamin wanita
2. Untuk mengetahui aspek yang dikaji dalam
pengkajian alat kelamin wanita
3. Untuk mengetahui teknik inspeksi dan
palpasi dalam pengkajian alat kelamin wanita
4. Untuk mengetahui hasil pengakajian
Pengkajian Sistem Reproduksi
dilakukan pada
Pengkajian Sistem Reproduksi dilakukan pada :
1. Pasien wanita yang mengalami masalah dengan
kontrasepsi (KB)
2. Pasien wanita yang mengalami masalah dengan
infertilitas
3. Pasien wanita yang mengalami masalah kehamilan
4. Pasien wanita mengalami masalah menstruasi atau
menopause
5. Pasien wanita yang menderita penyakit tumor atau
kanker
Terima Kasih