Anda di halaman 1dari 39

Obat Antibiotik

disusun oleh :
drg. Rani devayanti, MM
Pengertian Obat Antibiotik
• Antibiotik adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang
dihasilkan oleh bakteri ataupun jamur
• Tujuan utama penggunaan antibiotik :
– Untuk meniadakan infeksi
– Namun semakin luasnya penggunaan antibiotik sekarang ini justru
semakin meluas pula timbulnya infeksi baru akibat penggunaan
antibiotik yang tidak rasional

• Antibiotik adalah segolongan senyawa baik alami maupun sintetik, yang


mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di
dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri

• Antibiotik adalah suatu zat yang dibuat oleh organisme hidup, terutama
fungi dan bakteri, yang dapat menghambat atau mematikan bakteri atau
fungi yang dianggapnya lawan
Fungsi Antibiotik
1. Sebagai pemacu pertumbuhan merupakan
kebutuhan sekunder
2. Pengobatan penyakit infeksi
– Antibiotik yang banyak digunakan dalam
pengobatan antara lain :
– Penicilin, golongan amino glikosida (mencakup
streptomycin, gentamycin, kanamycin,
paramomycin dan neomycin), chloramphenicol,
tetracyclin, golongan makrolida dan fungistatika
3. Dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga
digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau
transforman
Latar Belakang Obat Antibiotik
• Antibiotik awalnya ditemukan Alexander
Fleming pada 1928 dan dinamakan penicillin G

• Awalnya secara tidak sengaja kapang tumbuh


di sediaan bakteri pada cawan petri yang lupa
dibersihkan

• Di bagian tumbuhnya kapang itu bakteri tidak


ada yang berkembang, kondisi ini
menstimulasi Alexander melakukan penilitian
dan dari sanalah ditemukan antibiotik
Karasteristik Obat Antibiotik
• Karakteristik suatu antibiotik yaitu memiliki
aktivitas :
1. Menghambat (bakteriostatik) mikroorganisme
patogen atau
2. Membunuh (bakterisid) mikroorganisme
patogen
• Antibiotik dalam dosis tepat akan mampu
secara aktif membunuh bibit penyakit dan
mempunyai indeks terapi yang relatif aman
Sejarah Antibiotika
Penggolongan Antibiotika
No Penggolongan Antibiotik Golongan
1 Berdasarkan Luas Efektif Kerjanya Antibiotika Spektrum Luas
(broad spectrum)
Antibiotika Spektrum Sempit
(narrow spectrum)
2 Berdasarkan Sifatnya Bakteriostatik
Bakterisid
3 Berdasarkan Struktur Kimianya Penisilin
Aminoglikosida
Fluoroquinolon
Peptida
Makrolida
Tetrasiklin
Sulfonamida
Diaminopirimidin
Penggolongan Antibiotik berdasarkan
Mekanisme Kerjanya :
No Antibiotik Berdasarkan Keterangan
Mekanisme Kerjanya
1 Inhibitor sintesis dinding sel bakteri Mencakup golongan Penicillin, Polypeptide
dan Cephalosporin
2 Inhibitor transkripsi dan replikasi Mencakup golongan kuinolon
3 Inhibitor sintesis protein Mencakup banyak jenis antibiotik, terutama
dari golongan Macrolide, Aminoglycoside,
dan Tetracycline
4 Inhibitor fungsi membran sel Misalnya ionomycin, valinomycin
5 Inhibitor fungsi sel lainnya Seperti golongan sulfa atau sulfonamida
6 Antimetabolit Misalnya azaserine
Penggolongan Antibiotik berdasarkan
Struktur Kimianya :
No Antibiotik Berdasarkan Keterangan
Struktur Kimia
1 Aminoglikosida Diantaranya amikasin, dibekasin, gentamisin, kanamisin,
neomisin, netilmisin, paromomisin, sisomisin,
streptomisin, tobramisin.
2 Beta-Laktam Diantaranya golongan karbapenem (ertapenem,
imipenem, meropenem), golongan sefalosporin
(sefaleksin, sefazolin, sefuroksim, sefadroksil, seftazidim),
golongan beta-laktam monosiklik, dan golongan penisilin
(penisilin, amoksisilin)
3 Glikopeptida Diantaranya vankomisin, teikoplanin, ramoplanin dan
dekaplanin
4 Polipeptida Diantaranya golongan makrolida (eritromisin, azitromisin,
klaritromisin, roksitromisin), golongan ketolida
(telitromisin), golongan tetrasiklin (doksisiklin,
oksitetrasiklin, klortetrasiklin)
5 Polimiksin Diantaranya polimiksin dan kolistin
Penggolongan Antibiotik berdasarkan
Struktur Kimianya :
No Antibiotik Berdasarkan Keterangan
Struktur Kimianya
6 Kinolon (fluorokinolon) Diantaranya asam nalidiksat, siprofloksasin, ofloksasin,
norfloksasin, levofloksasin, dan trovafloksasin
7 Stretogramin Diantaranya pristinamycin, virginiamycin, mikamycin, dan
kinupristin-dalfopristin
8 Oksazolidinon Diantaranya linezolid dan AZD2563
9 Sulfonamida Diantaranya kotrimoksazol dan trimethoprim
10 Antibiotika lain yang seperti kloramfenikol, klindamisin dan asam fusidat
penting
Penggolongan Antibiotik berdasarkan
daya kerjanya :
1. Bakterisid :
• Antibiotika yang bakterisid secara aktif membasmi bakteri
• Termasuk dalam golongan ini adalah penisilin, sefalosporin,
aminoglikosida (dosis besar), kotrimoksazol , polipeptida,
rifampisin, isoniazid dll

2. Bakteriostatik :
• Antibiotika bakteriostatik bekerja dengan mencegah atau
menghambat pertumbuhan bakteri, TIDAK MEMBUNUHNYA,
sehingga pembasmian kuman sangat tergantung pada daya tahan
tubuh
• Termasuk dalam golongan ini adalah sulfonamida, tetrasiklin,
kloramfenikol, eritromisin, trimetropim, linkomisin, makrolida,
klindamisin, asam paraaminosalisilat, dll
Penggolongan Antibiotik berdasarkan
daya kerjanya :
• Manfaat dari pembagian ini dalam pemilihan
antibiotika mungkin hanya terbatas, yakni :
1. Pada kasus pembawa kuman (carrier), pada
pasien-pasien dengan kondisi yang sangat
lemah (debilitated)
2. Pada kasus-kasus dengan depresi imunologik

• Tidak boleh memakai antibiotika


bakteriostatik, tetapi harus bakterisid
Penggolongan antibiotik berdasarkan
spektrum kerjanya :
1. Spektrum Luas (BROAD SPECTRUM / aktivitas luas) :
• Antibiotik yang bersifat aktif bekerja terhadap banyak jenis mikroba
yaitu bakteri gram (+) dan gram (-)
• Contoh : antibiotik dalam kelompok ini adalah sulfonamid,
ampisilin, sefalosforin, kloramfenikol, tetrasiklin, dan rifampisin

2. Spektrum Sempit (NARROW SPECTRUM / aktivitas sempit) :


• Antibiotik yang bersifat aktif bekerja hanya terhadap beberapa jenis
mikroba saja, bakteri gram (+) atau gram (-) saja
• Contoh :
• Gram (+) : eritromisin, klindamisin, kanamisin, hanya bekerja
terhadap mikroba gram-positif
• Gram (-) : streptomisin, gentamisin, hanya bekerja terhadap kuman
gram-negatif.
Penggolongan Antibiotik berdasarkan Penyakitnya :
1. Golongan Penisilin
No Penisilin Keterangan
1 Dihasilkan oleh fungi Penicillinum chrysognum.
2 Spektrum Aktif terutama pada bakteri gram (+) dan beberapa gram (-)
3 Indikasi Obat golongan ini digunakan untuk mengobati infeksi pada saluran
napas bagian atas (hidung dan tenggorokan) seperti sakit
tenggorokan, untuk infeksi telinga, bronchitis kronik, pneumonia,
saluran kemih (kandung kemih dan ginjal
4 Contoh Ampisilin dan Amoksisilin
Untuk meningkatkan ketahanan thp b-laktamase : penambahan
senyawa untuk memblokir & menginaktivasi b-lactamase
Misalnya Amoksisilin + asam klavulanat, Ampisilin + sulbaktam,
Piperasilin + tazobaktam
5 Efek samping Reaksi alergi, syok anafilaksis, kematian, gangguan lambung & usus
Pada dosis amat tinggi dapat menimbulkan reaksi nefrotoksik dan
neurotoksik
Aman bagi wanita hamil & menyusui
Penggolongan Antibiotik berdasarkan Penyakitnya :
2. Golongan Sefalosporin
No Sefalosporin Keterangan
1 Dihasilkan oleh Fungi Cephalosporium acremonium
2 Spektrum Spektrum kerjanya luas meliputi bakteri gram (+) dan (-)
3 Indikasi Obat golongan ini barkaitan dengan penisilin dan digunakan untuk
mengobati infeksi saluran pernafasan bagian atas (hidung dan
tenggorokan) seperti sakit tenggorokan, pneumonia, infeksi telinga,
kulit dan jaringan lunak, tulang, dan saluran kemih (kandung kemih
dan ginjal)
4 Contoh Sefradin, Sefaklor, Sefadroksil, Sefaleksin, E.coli, Klebsiella dan
Proteus
Penggolongan Antibiotik berdasarkan Penyakitnya :

No Penggolongan Keterangan
Sefalosporin
1 Generasi I • Aktif pada bakteri gram (+)
• Pada umumnya tidak tahan pada b lactamase
• Misalnya sefalotin, sefazolin, sefradin, sefaleksin,
sefadroksil
• Digunakan secara oral pada infeksi saluran kemih ringan,
infeksi saluran pernafasan yang tidak serius
2 Generasi II • Lebih aktif terhadap kuman gram (-)
• Lebih kuat terhadap blaktamase
• Misalnya sefaklor, sefamandol, sefmetazol,sefuroksim
3 Generasi III • Lebih aktif terhadap bakteri gram (-)
• Meliputi Pseudomonas aeruginosa dan bacteroides
• Misalnya sefoperazone, sefotaksim, seftizoksim, sefotiam,
sefiksim
• Digunakan secara parenteral,pilihan pertama untuk sifilis
4 Generasi IV • Sangat resisten terhadap laktamase
• Misalnya sefpirome dan sefepim
Penggolongan Antibiotik berdasarkan Penyakitnya :
3. Golongan Lincosamides
No Lincosamides Keterangan
1 Dihasilkan oleh Streptomyces lincolnensis
Bersifat bakteriostatis
2 Spektrum Spektrum kerjanya lebih sempit dari makrolida,
terutama terhadap gram positif dan anaerob
3 Indikasi Obat golongan ini dicadangkan untuk mengobati
infeksi berbahaya pada pasien yang alergi terhadap
penisilin atau pada kasus yang tidak sesuai diobati
dengan penisilin
Penggunaannya aktif terhadap Propionibacter acnes
sehingga digunakan secara topikal pada acne
4 Contoh Clindamycin (klindamisin) dan Linkomycin
(linkomisin)
Penggolongan Antibiotik berdasarkan Penyakitnya :
4. Golongan Tetrasiklin
No Tetrasiklin Keterangan
1 Dihasilkan oleh Diperoleh dari Streptomyces aureofaciens dan Streptomyces
rimosus
2 Spektrum Bersifat bakteriostatik pada pemberian iv dapat dicapai kadar
plasma yang bersifat bakterisid lemah
3 Mekanisme kerja Menggangu sintesis protein kuman
Spektrum kerjanya luas kecuali terhadap Pseudomonas dan
Proteus
4 Indikasi Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi jenis yang sama
seperti yang diobati penisilin dan juga untuk infeksi lainnya
seperti kolera, demam berbintik Rocky Mountain, konjungtivitis
mata dan amubiasis intestinal
Dokter ahli kulit menggunakannya pula untuk mengobati
beberapa jenis jerawat
Juga aktif terhadap Chlamydia trachomatis (penyebab penyakit
mata),leptopirae, beberapa protozoa
Penggunaannya untuk infeksi saluran nafas, paru-paru, saluran
kemih, kulit dan mata
5 Contoh Tetrasiklin, Klortetrasiklin, Oksitetrasiklin
6 Kontraindikasi Namun dibatasi resistensinya dan efek sampingnya selama
kehamilan
Penggolongan Antibiotik berdasarkan Penyakitnya :
5. Golongan Kloramfenikol
No Kloramfenikol Keterangan
1 Spektrum Bersifat bakteriostatik terhadap Enterobacter & S.
aureus berdasarkan perintangan sintesis polipeptida
kuman.
Bersifat bakterisid terhadap S. pneumoniae, N.
meningitidis & H. influenza
2 Indikasi 1. Obat golongan ini digunakan untuk mengobati
infeksi yang berbahaya yang tidak efektif bila
diobati dengan antibiotik yang kurang efektif
2. Penggunaannya secara oral, sejak thn 1970-an
dilarang di negara barat karena menyebabkan
anemia aplastis. Sehingga hanya dianjurkan pada
infeksi tifus (salmonella typhi) dan meningitis
(khusus akibat H. influenzae).
3. Juga digunakan sebagai salep 3% tetes / salep mata
0,25-1%
3 Contoh Kloramfenikol, Turunannya yaitu tiamfenikol
Penggolongan Antibiotik berdasarkan Penyakitnya :
5. Golongan Makrolida
No Makrolida Keterangan
1 Sifat Bersifat bakteriostatik
2 Spektrum Mekanisme kerjanya yaitu pengikatan reversible pada ribosom
kuman sehingga mengganggu sintesis protein
3 Indikasi 1. Penggunaanya merupakan pilihan pertama pada infeksi paru-
paru
2. Digunakan untuk mengobati infeksi saluran nafas bagian atas
seperti infeksi tenggorokan dan infeksi telinga, infeksi saluran
nafas bagian bawah seperti pneumonia, untuk infeksi kulit dan
jaringan lunak, untuk sifilis dan efektif untuk legionnaire (
penyakit yang ditularkan oleh serdadu sewaan)
3. Sering pula digunakan untuk pasien yang alergi terhadap
penisilin
4 Contoh Eritromisin, klaritomisin, roxitromisin, azitromisin, diritromisin
seperta spiromisin
Penggolongan Antibiotik berdasarkan Penyakitnya :
7. Golongan Kuinolon

No Kuinolon Keterangan
1 Mekanisme Kerja Berkhasiat bakterisid pada fase
pertumbuhan kuman dengan
menghambat enzim DNA gyrase bakteri
sehigga menghambat sintesa DNA
2 Indikasi Digunakan untuk mengobati :
Sinusitis akut, infeksi kulit dan jaringan
kulit, infeksi tulang sendi, infeksi saluran
kencing, cystitis uncomplicated akut,
prostates acterial kronik, infeksi intra
abdominal complicated, demam tifoid
penyakit menular seks serta efektif untuk
mengobati anthrax inhalation
Penggolongan Antibiotik berdasarkan Penyakitnya :
Penggolongan Kuinolon

No Penggolongan Keterangan
Kuinolon
1 Generasi I Asam nalidiksat dan pipemidat
digunakan pada isk tanpa komplikasi
2 Generasi II Senyawa fluokuinolon
Misal siprofloksasin, norfloksasin,
pefloksasin, ofloksasin
Spektrum kerja lebih luas dan dapat
digunakan untuk infeksi sistemik lain
Zat-zat long acting : misal sparloksassin,
trovafloksasin da grepafloksasin
Spektrum kerja sangat luas dan meliputi
gram (+)
Penggolongan Antibiotik berdasarkan Penyakitnya :
8. Aminoglikosida
No Aminoglikosida Keterangan
1 Dihasilkan oleh fungi Streptomyces dan micromonospora
2 Spektrum Mekanisme kerjanya bakterisid, berpenetrasi pada
dinding bakteri dan mengikat diri pada ribosom dalam
sel
3 Indikasi Penggolongan Aminoglikosida Streptomisin dan
kanamisin-injeksi pada TBC juga pada endocarditis,
gentamisin, amikasin bersama dengan penisilin pada
infeksi dengan Pseudomonas, gentamisin, tobramisin,
neomisin juga sering diberikan secara topical sbagai
salep atau tetes mata telinga
4 Contoh Streptomisin, kanamisin, gentamisin, amikasin, neomisi
5 Efek samping kerusakan pada organ pendengaran dan keseimbangan
serta nefrotoksik
Penggolongan Antibiotik berdasarkan Penyakitnya :
a. Monobaktam

No Monobaktam Keterangan
1 Dihasilkan oleh Chromobacterium violaceum
2 Spektrum Bersifat bakterisid dengan mekanisme
yang sama dengan golongan b-lactam
lainnya
3 Indikasi Bekerja khusus pada kuman gram (-)
aerob misal Pseudomonas, H. Influenza
yang resisten terhadap penisilinase
4 Contoh Aztreonam
Penggolongan Antibiotik berdasarkan Penyakitnya :
b. Sulfonamide
No Sulfonamide Keterangan
1 Mekanisme kerja mencegah sintesis asam folat dalam bakteri yang dibutuhkan oleh
bakteri untuk membentuk DNA dan RNA bakteri
2 Spektrum Merupakan antibiotika spectrum luas terhadap bakteri gram (+) dan
(-)
Bersifat bakteriostatik
3 Indikasi Kombinasi sulfonamide, trisulda (sulfadiazine, sulfamerazin dan
sulfamezatin dengan perbandingan sama), kotrimoksazol
(sulfametoksazol + trimethoprim dengan perbandingan 5:1),
Sulfadoksin + primetamin
Infeksi saluran kemih : kotrimoksazol
Infeksi mata : sulfasetamid
Radang usus : sulfasalazine
Malaria Tropicana : fansidar
Mencegah infeksi pada luka bakar : siver sulfadiazine
Tifus : kotrimoksazol
Radang paru-paru pada pasien AIDS : kotrimoxazol
4 Kontraindikasi Sebaiknya tidak digunakan pada kehamilan terutama trisemester
akhir : icterus hiperbilirubenia
Penggolongan Antibiotik berdasarkan Penyakitnya :
c. Vankomisin

No Vankomsin Keterangan
1 Dihasilkan oleh Dihasilkan oleh Streptomyces orientalis
2 Spektrum Bersifat bakterisid terhadap kuman gram
(+) aerob dan anaerob
3 Indikasi Merupakan antibiotik terakhir jika obat-
obat lain tidak ampuh lagi
Kombinasi Antibiotik
• Golongan antibiotik dapat diformulasikan dalam
bentuk tunggal maupun kombinasi

• Tujuan kombinasi ini antara lain :


1. Meningkatkan daya kerja dan spektrum kerja,
2. Menurunkan efek samping serta
3. Meminimalkan terjadinya resistensi

• Kombinasi yang tidak sesuai akan menurunkan


daya kerjanya
• Syarat kombinasi antibiotik ini haruslah dapat
tercampur secara fisik, kimia dan farmakologi
Pencampuran Antibiotik
No Pencampuran Antibiotik Keterangan
1 Tercampur secara fisik Artinya kedua antibiotik dapat tercampur secara
homogen
2 Tercampur secara kimia Saat antibiotik dicampurkan tidak terjadi reaksi kimia
yang merugikan di antar keduanya, yang biasanya
ditandai dengan perubahan warna yang berbeda dari
kedua warna produk, adanya endapan atau
tembentuknya gas
3 Tercampur secara Yaitu tidak terjadi interaksi antara kedua antibiotik
farmakologi yang menyebabkan turunnya potensi atau
meningkatnya efek samping atau toksisitas

• Alangkah lebih baiknya jika kita membatasi pencampuran


antibiotik yang dilakukan sendiri, tanpa pengetahuan yang
lengkap. Bukan sebuah keniscayaan jika kombinasi antibiotik
tidak tepat malah akan menurunkan potensi atau daya
kerjanya
Kombinasi Antibiotik
No Kombinasi Antibiotik
1 Pada infeksi campuran, misalnya kombinasi obat-obatan antikuman dan antifungi,
dua antibiotic dengan spectrum sempit (gram (+) dan (-)) untuk memperluas
aktifitas terapi
2 Basitrasin dan polimiksin dalam sediaan topical
3 Untuk memperoleh potensial, misalnya sulfametoksazol dengan trimethoprim
(kotrimoksazol) dan sefsulodin dengan gentamisin pada infeksi pseudomonas
4 Multidrug therapy (ZAT+3TC + ritonavir) terhadap AIDS juga menghasilkan efek
sangat baik
5 Untuk mengatasi resistensi, misalnya amoksisilin asam klavulanat yang
mengaktivir enzim penisilinase
6 Untuk menghambat resistensi, khususnya pada infeksi menahun seperti
tuberkulosa (rimfamisin +INH + pirazinamida) dan kusta (dapson+klofazimin
dan atau rimfamisin)
7 Untuk mengurangi toksisitas, misalnya trisulfa dan sitostatika, karena dosis
masing-masing komponen dapat dikurangi
Prinsip Pengobatan Antibiotik
Prinsip Pengobatan Antibiotik, yaitu :

1. Obat harus sesuai dengan jenis penyakit yang menyerang


Agar diperoleh efek pengobatan yang diinginkan

Contoh :
– Pengobatan dengan Ampicol atau Amoxitin untuk
mengatasi penyakit CRD tidak akan berhasil karena bakteri
penyebab CRD, yaitu Mycoplasma gallisepticum tidak
punya dinding sel sebagai reseptor Ampicol atau Amoxitin.
– Sebaiknya obat yang diberikan dari golongan tetrasiklin
seperti Doxyvet karena kemampuannya menghambat
sintesis protein pada reseptor M. gallisepticum (ribosom
30S)
Prinsip Pengobatan Antibiotik
2. Pemilihan rute pengobatan mencapai organ
sakit atau lokasi kerja
– Untuk meminimalisasi kemungkinan obat rusak
atau tereliminasi sebelum mencapai organ
target
– Untuk mengobati penyakit infeksi pernapasan
yang parah dan diinginkan efek segera, maka
rute parenteral (injeksi atau suntikan) menjadi
pilihan utama.
– Bila tidak tersedia sediaan parenteral, maka
sediaan oral (diminum) menjadi alternatif
pilihan
Prinsip Pengobatan Antibiotik

3. Obat mencapai kadar yang cukup


• Untuk menghasilkan efek pengobatan, obat
harus mencapai kadar efektif minimum atau
Minimum Inhibitory Concentration (MIC)
• Sebelum obat mencapai MIC obat tidak
akan bekerja menghasilkan efek pengobatan
Prinsip Pengobatan Antibiotik
4. Obat mampu bertahan dalam waktu yang cukup

• Secara alami, kadar obat di dalam tubuh akan berkurang dalam


jangka waktu tertentu (dieliminasi dari tubuh)

• Parameter yang berhubungan dengan kecepatan eliminasi obat,


yaitu waktu paruh

• Waktu paruh (T1/2) merupakan waktu yang diperlukan tubuh


untuk mengeliminasi obat sebanyak 50% dari kadar semula

• Obat dengan T1/2 pendek akan berada di dalam tubuh lebih


singkat dibanding dengan yang mempunyai T1/2 panjang

• Pada aplikasinya, obat dengan T1/2 pendek perlu diberikan


dengan interval waktu lebih pendek, misalnya diberikan 2-3 kali
sehari untuk mempertahankan kadar efektif di dalam darah
Prinsip Pengobatan Antibiotik
Oleh karena itu, saat melakukan pengobatan
kita harus tepat dalam :
1. Mendiagnosa penyakit
2. Memilih jenis obat
3. Menentukan rute pemberian obat (oral,
suntikan)
4. Dosis dan lama pemberian obat sesuai
dengan dosis dan aturan pakai yang
tercantum pada etiket atau leaflet
Aplikasi Antibiotik
• Beberapa hal yang harus dihindari saat proses
pengobatan agar daya kerja atau keampuhan obat
tetap optimal diantaranya :

1. Mencampur obat dengan desinfektan


karena dapat menurunkan potensi bahkan
merusak obat
2. Hindari penggunaan air dengan kualitas rendah
– Air minum dengan kesadahan tinggi akan
mengakibatkan terbentuknya senyawa
kompleks dengan tetrasiklin
– pH yang tinggi dapat menyebabkan Doxyvet,
Amoxitin maupun Trimezyn mengendap
– pH yang rendah akan mengendapkan
Respiratrek
Resistensi - terhadap Obat Antibiotik

• Timbulnya daya tahan kuman terhadap obat


• Resistensi kuman bisa massal oleh kuman yg
resisten
• Epidemi nosokomial di RS
Faktor Penyebab Terjadinya Resistensi
1. Pengobatan yg terlambat
2. Dosis terlalu rendah
3. Kuman adaptasi dengan obat
4. Pemberian Antibiotik tidak tepat sasaran
5. Keadaan fisik penderita terapi mendukung
terbentuknya kuman dengan cepat
Hipereaksi - terhadap Obat Antibiotik
1. Hipersensitifitas
2. Toksisitas
3. Super infeksi
4. Efek kumulasi
Terima Kasih