Anda di halaman 1dari 14

Asuhan pada ibu bersalin kala II

Pemantauan ibu
His atau kontraksi harus selalu dipantau selama
kala II Persalinan karena selain dorongan
meneran pasien,Kontraksi uterus merupakan
kunci dari proses persalinan .beberapa kriteris
dalam pemantau kontraksi uterus pada kala II :
1) Frekuensi lebih dari 3 kali dalam 10 menit
2) Intensistas kontraksi kuat
3) Durasi lebih dari 40 detik
• Pada kala II kontraksi uterus menjadi lebih kuat dan
lebih cepat yaitu setiap 2 menit sekali dengan durasi
> 40 detik, dan intensitas semakin lama semakin
kuat. Karena biasanya pada tahap ini kepala janin
sudah masuk dalam ruang panggul, maka pada his
dirasakan adanya tekanan pada otot-otot dasar
panggul yang secara reflex menimbulkan rasa ingin
meneran, pasien merasakan adanya tekanan pada
rectum dan merasa seperti ingin BAB.
60 LANGKAH APN
Pemantauan janin saat bayi belum lahir dan
saat bayi lahir
Pemantauan janin
a. Saat bayi belum lahir
• Menentukan bagian terendah janin.
• Periksa DJJ setelah setiap kontraksi untuk
memastikan janin tidak menglami bradikardi
( 120 ),dilakukan setiap setengah jam.
b. Saat bayi lahir
• Segera setelah lahir , letakkan bayi diatas kain
bersih dan kering yang di siapkan pada perut
ibu .Bila hal tersebut tidak memungkinkan
maka letakan bayi dekat ibu ( diantara kedua
kaki atau disebelah ibu ) tetapi harus
dipastikan bahwa area tersebut bersih dan
kering.
KEBUTUHAN IBU DALAM KALA II

1. Dukungan fisik dan psikologis


2. Kebutuhan cairan dan nutrisi
3. Kebutuhan eliminasi
4. Posisi dan ambulasi dan
5. Pengurangan rasa nyeri.
1. Dukungan fisik dan psikologis
Dimulai sejak awal ibu mengalami
kehamilan. Dukungan fisik dan emosional
harus sesuai dengan aspek sayang ibu yaitu:
• Aman, sesuai evidence based dan
menyumbangkan keselamatan jiwa ibu;
• Memungkinkan ibu merasa nyaman, aman,
serta emosional serta merasa didukung
dan didengarkan;
• Menghormati praktek budaya, keyakinan
agama, ibu/keluarga sebagai pengambil
keputusan;
• Menggunakan cara pengobatan yang
sederhana sebelum memakai teknologi
canggih; dan
• Memastikan bahwa informasi yang
diberikan adekuat serta dapat dipahami
oleh ibu.
2. Kebutuhan cairan dan nutrisi
• Pemberian makan dan minum selama persalinan
merupakan hal yang tepat, karena memberikan
lebih banyak energi dan mencegah dehidrasi
(dehidrasi dapat menghambat kontraksi/tidak
teratur dan kurang efektif).
• Oleh karena itu, anjurkan ibu makan dan minum
selama persalinan dan kelahiran bayi, anjurkan
keluarga selalu menawarkan makanan ringan
dan sering minum pada ibu selama persalinan.
3. Kebutuhan eliminasi
• Pemenuhan kebutuhan eliminai selama
persalinan perlu difasilitasi agar membantu
kemajuan persalinan dan pasien merasa
nyaman. Oleh karena itu, anjurkan ibu untuk
bereliminasi secara spontan minimal 2 jam
sekali selama persalinan, apabila tidak
mungkin dapat dilakukan kateterisasi.
4. Posisi dan ambulasi
• Selama persalinan, pemilihan posisi dapat
membantu ibu tetap tenang dan rileks. Oleh
karena itu, berikan pilihan posisi persalinan
yang aman dan nyaman.
• Adapun posisi persalinan dapat dilakukan
dengan duduk/setengah duduk, merangkak,
berjongkok/berdiri, dan berbaring miring
kekiri.
5. Pengurangan rasa sakit
Pendekatan pengurangan rasa sakit menurut Varney’s
Midwifery, sebagai berikut:
• Adanya seorang yang dapat mendukung dalam persalina
• Pengaturan posisi
• Relaksasi dan latihan pernapasan
• Istirahat dan privasi
• Penjelasan mengenai proses/kemajuan/prosedur yang
akan dilakukan
• Asuhan diri
• Sentuhan
TERIMA KASIH