Anda di halaman 1dari 50

Dr. Aef Permadi,M.Si.

Dr.Agus Heri Purnomo

SEKOLAH TINGGI PERIKANAN


JAKARTA
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti mata kuliah ini, taruna diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuan dibidang
teknis perikanan, manajemen, keuangan, dan ekonomi untuk melakukan analisis kelayakan usaha
perikanan.

I S I
 TEORI
 Pengertian dan ruang Kelayakan Usaha Perikanan
 Desain studi kelayakan
 Aspek pasar dan pemasaran produk perikanan
 Aspek Teknis dan Teknologis Produksi dibidang perikanan
 Aspek manajemen usaha perikanan
 Asepk keuangan usaha perikanan
 Aspek ekonomi usaha perikanan
 Model-model analisis dalam studi kelayakan

 PRAKTEK
 Studi kasus
PUSTAKA

 Chandra, P., 1980. Projects Preparation, Appraisal, and


Implementation. Tata Mc. Graw Hill, New Delhi.
 FAO. 1975. Guidelines For The Preparation of Feasibility
Studies. Rural Development Project. FAO. Rome.
 ______1972. Guidelines for The Preparation of Feasibility
Studies Agricultural Credit Project. Rural Development
Project. FAO-Rome.
 ______1967. Out Line For Propose to be Preseated For
Financing. FAO. Rome.
 Husnan, S. dan Suwarsono, 1994. Studi Kelayakan Proyek.
UPP-AMP-YKPN, Yogyakarta.
 Ibrahim, Y. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Rineka Cipta,
Jakarta
Pengertian Studi Kelayakan Proyek
 Penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek
(biasanya merupakan proyek investasi)
dilaksanakan dengan berhasil
 Arti terbatas: pihak swasta utk menilai ekonomis
suatu investasi
 Arti lebih luas: pihak pemerintah/lembaga non-
profit “menguntung” lebih relatif. Manfaat bagi
masyarakat (serap TK, pemanfaatan SDA,
penghematan/penambahan devisa)
Seseorang/pihak melihat suatu kesempatan
usaha, maka timbul pertanyaan
 Apakah kesempatan tsb bisa dimanfaatkan secara
ekonomis?
 Apakah kita bisa mendapatkan suatu tingkat
keuntungan yg cukup layak?

Rp..?
Bentuk Proyek
 Proyek besar/menengah (Pelabuhan Perikanan
Samudra, Area industri pengolahan ikan, pabrik
pengalengan ikan, surimi, fish nugget cold
storage, pabrik es, akademi usaha perikanan,
dll.)
 Proyek kecil:(toko olahan ikan, pengolahan
manisan rumput laut, ikan asin, bandeng tanpa
duri dll)
Aspek dalam studi kelayakan
 Manfaat finansial. Apakah proyek cukup untung
apabila diandingkan resiko proyek tsb?
 Manfaat ekonomi. Menunjukkan manfaat proyek tsb
bagi ekonomi makro suatu negara
 Manfaat sosial proyek bagi masyarakat sekitar
Aspek pasar
 Daya beli: besar, sedang, rendah
 Kebutuhan konsumen
 Trend
 Pendapatan
 Daya saing
Lembaga-lembaga yg memerlukan studi
kelayakan
 Investor
 Bank/kreditur
 Pemerintah
Aspek-aspek yg dipelajari
dlm studi kelayakan:
 Aspek pasar
 Aspek teknis
 Aspek keuangan
 Aspek hukum
 Aspek ekonomi negara
 Aspek dampak sosial
 Aspek dampak lingkungan
Aspek pasar/pemasaran pelajari
tentang:
 Permintaan: daerah, jenis konsumen,jenis produk,
perusahaan besar pemakai, proyeksi permintaan
 Suplai: dari dalam negeri or import, bgm perkembangan
masa lalu dan yad, produk pesaing, perlindungan
pemerintah
 Harga: perbandingan dgn harga import/produksi dlm
negeri, kecenderungan perubahan harga & bgm mana
polanya?
 Program pemasaran: strategi pemasaran, identifikasi siklus
kehidupan produk, pd tahap apa produk yg akan dibuat?
 Perkiraan penjualan yg bisa dicapai perusahaan, market
share yg bisa dikuasai perusahaan.
 Daya serap pasar
 Merupakan peluang pasar yg dpt dimanfaatkan dlm memasarkan hasil produksi dr usaha/proyek
yg direncanakan
 Utk melihat daya serap pasar thd produk yg dihasilkan dpt dilihat dari segi permintaan,
penawaran, market space serta market share
 Dari segi permintaan
 Permintaan atas dasar konsumsi per kapita
 Tahun Jumlah penduduk
 2003 100.000
 2004 150.000
 2005 200.000
 Pertumbuhan penduduk 5 tahun kedepan:
1
s n
r     1x100%
p
1
 200.000  6
r    1x100%  12,24%
 100.000 
 Tahun Jumlah penduduk
 2006 224.480 {200.000 + (12,24% x 200.000)
 2007 251.956 {224.480 + (12,24 % x 224.480)
 2008 dst
 2009 dst
 2010 dst
 Permintaan atas dasar jumlah konsumsi nyata

 Jumlah produksi setempat = 1.000.000


 Jumlah produksi yg masuk = 2.000.000
 jumlah = 3.000.000
 Jumlah produk keluar = 500.000
 Jumlah konsumsi nyata = 2.500.000
 Dari segi penawaran
 Apabila konsumsi nyata thd suatu produk tlh diketahui, pengisian permintaan dan penawaran dpt terjadi baik dr
dalam maupun dari luar daerah tsb
 Dgn mengetahui jumlah konsumsi nyata dan jumlah penawaran suatu produk, perbedaan antara konsumsi nyata
dgn penawaran adalah peluang yg dpt dimanfaatkan dlm pembukaan usaha baru. Apabila konsumsi nyata lebih
kecil dr jumlah produk yg ditawarkan berarti usaha tsb tdk mempunyai peluang utk didirikan
 Market space dan market share
 Market space adalah peluang paasar (market potensial) yg dpt dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan dan
market spaced terjadi apabila permintaan lebih besar dari penawaran
 Market share merupakan bagian yg dpt diambil oleh gagasan usaha/proyek yg direncanakan (dr market space yg
tersedia)
 Jumlah prnduduk = 1.000.000
 Konsumsi kapita = 7,5 kg/kap/th
 Jumlah permintaan = 1.000.000 x 7,5 kg/kap/th = 7.500.000 kg/th
 Produksi lokal = 2.000.000 kg
 Produksi luar daerah = 500.000 kg
 Jumlah = 2.500.000 kg
 Market space = 7.500.000 – 2.500.000 = 5.000.000 kg
 Apabila ada 5 perusahaan yg akan menanamkan modalnya dgn jumla produksi yg dibagi rata maka market share
ada adalah 5.000.000 : 5 = 1.000.000
 Kondisi pasar
 Rantai pemasaran
 Rantai pemasaran merupakan pola tata niaga mulai dr produsen sampai pd konsumen akhir
 Semakin panjang rantai pemasaran dr suatu produk yg dihasilkan cenderung semakin kecil margin yg
diterima produsen dan sebaliknya
 Margin pemasaran adalah selisih antara harga jual pd tingkat pengecer dgn harga jual pd tingkat produsen

h arg ajualpengecer
MP   1x100%
h arg ajualprodusen
cth : ikansegardinelayan  3.000 / kg
dipedagangpasar  9.000 / kg
9.000
MP   1x100%  200%
3.000
 Penetapan harga
 Dgn menentukan keuntungan: cth: biaya produksi per unit produk = Rp 300 dan keuntungan yg ingin
peroleh sebesar 30 % maka harga jual per unit:

biayaproduksiperunit 300
h arg ajual    428,57
1 m arg in 1  30
100 100
 Dgn anggaran biaya produksi
 Biaya bahan baku
 Biaya tenaga kerja langsung
 Biaya overhead pabrik(biaya bahan penolong, listrik, TK tdk langsung, pemeliharaan, asuransi dll)
Peramalan dgn trend linear (time series):
Data time serie permintaan udang dunia (bukan data sebenarnya)

Jumlah udang
Tahun
(ton) (Y)
1990 50
1991 53
1992 60
1993 62
1994 64
1995 69
1996 74
1997 80
1998 80
1999 87
2000 90
Jumlah
Buat pers. Trend linear & gambarkan kurvanya !
Tahun Jumlah udang (ton) X XY X2
(Y)
1990 50 -5 -250 25
1991 53 -4 -212 16
1992 60 -3 -180 9
1993 62 -2 -124 4
1994 64 -1 -64 1
1995 69 0 0 0
1996 74 1 74 1
1997 80 2 160 4
1998 80 3 240 9
1999 87 4 348 16
2000 90 5 450 25
Jumlah 442 110
Rata2 69.91
a  Y  69,9

b
 XY i i

442
 4,018
X
2
i
110

Pers grs trend Y = 69,9 + 4,018X


Ramalan permintaan udang dunia tahun 2001 = Y=69,9 + 4,018(6)= 69,9 + 24,109=
94,018 artinya ramalan permintaan udang dunia tahun 2001 sebesar 94,108 juta ton

Utk menarik grs trend hanya perlu 2 titik. Misalnya X=0 dan X=5
X=0 Y=69,9 + 4,018 (0) = 69,9
X=5 Y=69,9 + 4,018 (5) = 69,9 + 20.090 = 90
Kemudian ditarik grs lurus melalui 2 titik koordinat (0), (69,9) dan (5), (90)
Juta ton

100

80

60

40

20

1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001
Aspek Teknis
 Aspek teknis dilakukan setelah evaluasi aspek
pemasaran suatu usaha perikanan memiliki
kesempatan memadai utk jangkauan waktu yg
cukup panjang
 Aspek teknis berkenaan dgn proses pembangunan
usaha pengolahan perikanan secara teknis dan
pengoperasiannya setelah usaha tsb selesai
dibangun
 Dapat sebagai dasar utk mengetahui rancangan
awal penaksiran biaya investasi, dan operasional
Aspek Teknis
 Pertanyaan utama:
 Karakteristik produk yg dihslkan mencakup standar
mutu, dimensi, warna, patent, trade merk, lisensi, syarat
penyimpanan, packing, syarat pengiriman
 Beberapa pertanyaan utama lainnya:
 Lokasi usaha pengolahan yakni dimana suatu usaha
akan didirikan
 Seberapa besar skala operasi/produksi ditetapkan utk
mencapai skala ekonomis
 Bagaimana proses produksi dilakukan dan lay out pabrik
yg dipilih termasuk juga lay out bangunan & fasilitas lain
 Apakah jenis teknologi yang diusulkan cukup tepat
termasuk didlmnya pertimbangan variabel sosial.
Aspek Teknis
 Lokasi Pabrik
 2 arti: lokasi & lahan pabrik serta lokasi utk bukan pabrik (bang.
Adm kantor, pemasaran)
 Variabel utama dlm pemilihan lokasi:
 Ketersediaan BM (juml kebthn BM 1 th & usia invest., harga BM skrg &
yad, mutu & kontinyuitas, biaya pendahuluan/pengangk. Dll)
 Letak pasar yg dituju
 Listrik dan air
 Suplai TK
 Fasilitas transportasi
 Variabel bukan utama:
 Hukum & peraturan yg berlaku (nasional/daerah)
 Iklim, keadaan tanah
 Sikap masyarakat setempat (adat istiadat)
 Rencana masa depan perush. Dlm kaitan perluasan
Aspek Teknis
 Skala Produksi
 Juml prod yg sehrsnya diproduksi utk capai keuntungan
yg optimal
 Beberapa faktor:
 Batasan permintaan, yg tlh diket telebih dahulu dlm perhitungan
market share (pangsa pasar)
 Tersedianya kapasitas mesin2 (dibatasi oleh kapasitas
teknis/ekonomis)
 Jumlah & kemampuan TK pengelola proses produksi
 Kemampuan finansial & manajemen
 Kemungkinan adanya perubahan teknologi produksi yad
Aspek Teknis
 Lay Out
 Keseluruhan proses penentuan “bentuk” dan
penempatan fasilitas2 yg dimiliki suatu perusahaan
mencakup lay out site, pabrik, bangunan bkn pabrik dan
fasilitas2nya
 Kriteria yg digunakan eva lay out pabrik:
 Adanya konsistensi dgn tek prod
 Adanya arus produk dlm proses yg lancar dr proses satu ke proses
lain
 Penggunaan ruang yg optimal
 Terdpt kemungkinan utk dgn mudah melakukan penyesuaian
maupun utk ekspansi
 Minimalisasi biaya produksi & memberikan jaminan yg cukup
utk keselamatan TK
Aspek Teknis
 Pemilihan jenis teknologi & mesin/peralat:
 Teknologi yg dipilih perlu ditentukan secara spesifik
 Kriteria:
 Seberapa jauh derajat mekanisasi yg diinginkan & manfaat
ekonomi yg dihrpkan
 Ketepatan jenis tekno yg dipilih dgn BM yg digunakan

 Keberhasilan penggunaan jenis tekno tsb ditempat lain yg


memiliki ciri2 yg mendekati dgn lokasi usaha/proyek
 Kemampuan pengetahuan penduduk (TK) setempat &
kemungkinan penegmbangan; juga kemungkinan penggunaan
TK asing
Aspek Finansial
 Menyelidiki terutama perbandingan antara pengeluaran dan “revenue
earning” proyek;
 Apakah proyek itu akan terjamin dananya yg diperlukan
 Apakah proyek akan mampu membayar kembali dana tsb
 Apakah proyek akan berkembang sedemikian rupa sehingga secara finansial
dpt berdiri sendiri
 Evaluasi proyek dgn analisa finansial dilihat dr sudut badan atau orang yg
menanamkan modalnya dlm proyek atau yg berkepentingan langsung
dgn proyek
 Dlm analisa ini yg diperhatikan adalah hsl utk modal saham (equity
capital) yg ditanamkan dlm proyek
 Hsl finansial sering disebut “private return”
 Analisa finansial penting artinya dlm memperhitungkan ransangan
(incentive) bagi mereka yg turut serta dlm mensukseskan pelaksanaan
proyek.
 Yg perlu diperhatikan dlm analisa finansial adalah waktu didapatkannya
hasil (return).
Aspek Finansial
 Pengertian Capital Budgeting:
 3 macam keputusan dlm manajemen keuangan: keputusan utk mendapatkan
dana (financial decision), keputusan utk menggunakan dana tsb agar
menghsilkan suatu keuntungan (investment decision), keputusan pembagian
keuntungan atas operasi suatu usaha (dividend policy)
 Capital budgeting termasuk keputusan investasi, yaitu keputusan investasi pd
aktiva tetap (tanah, bangunan, mesin, peralatan) utk komitmen jangka
panjang.
 Keputusan capital budgeting menjadi penting krn beberapa alasan:
 Investasi pd aktiva tetap umumnya membutuhkan dana yg sangat besar
 Dana yg ditanamkan pd aktiva tetap tertanam dlm jangka wkatu lama dan relatif sulit
utk dikembalikan
 Keputusan capital budgeting memiliki dampak yg signifikan thd kemampuan
perusahaan dlm memenuhi atau mencapai tujuan khususnya keuangan
 Penilaian investasi dlm konteks capital budgeting akan menggunakan
beberapa alat analisis, baik bersifat sederhana hingga yg bersifat kompleks.
 Sebelumnya perlu pemahaman konsep-konsep dasar utk memahami model-
model tsb, seperti : konsep nilai waktu uang (time value of money), discount
factor, compound faktor.
Konsep time value of money (nilai waktu uang)
 Konsep nilai waktu uang merupakan suatu pemikiran yg didasarkan atas
perhitungan bahwa nilai uang yg diterima saat ini lebih berharga dari pd
diterima hari esok
 Uang Rp 1.000 saat ini lebih berharga dr Rp 1.000 yg diterima hari esok
krn nilai uang diterima saat ini memiliki kesempatan lebih besar utk
diinvestasikan
 Konsep nilai waktu uang berimplikasi thd adanya masalah bunga
(interest)
 Konsep ini memberikan landasan dan konsep yg mendasar pd masalah-
masalah keuangan
 Kaitannya dgn konsep ini dikenal 2 istilah penting yakni:
 Discounting atau perhitungan present value menghitung nilai uang yg akan
datang berdasarkan nilai sekarang
 Compounding menghitung nilai uang yg akan diterima pd masa mendatang
berdasarkan bunga berganda atas nilai uang pd saat ini
 Kedua istilah ini walaupun berbeda namun memiliki keterkaitan penting
dan akan banyak digunakan dlm manajemen keuangan kaitannya dgn
perhitungan nilai uang baik yg bersifat present value maupun future value
Konsep compound factor dan discount factor
Tahun Jumlah uang Bunga yg Jumlah uang
awal tahun diterima akhir tahun
1 P Pi P(1+i)

2 P(1+i) P(1+i)i P(1+i)2

3 P(1+i)2 P(1+i)2i P(1+i)3

: : : :

n P(1+i)n-1 P(1+i)n-1i P(1+i)n


Konsep compound factor dan discount factor
F  P 1  i 
n

F = nilai uang pd saat yg akan datang (future value)


P = nilai uang saat ini (present value)
1  i n = faktor pengganda (compound factor)

 1 
P  F n
 1  i  
P = nilai sekarang dr uang yg diinvestasikan
F = nilai yg akan datang dr sejumlah P yg diinvestasikan
 1 
 n
 1  i   = faktor nilai sekarang (discount factor)

Contoh: jika menyimpan uang di bank saat ini sebesar Rp 100.000 dgn
tingkat bunga 15 % per tahun, maka setelah 8 tahun nilai uang tsb akan
menjadi:
F = P (1+i)8 = 100.000 (1 + 0,15)8 = 305.902
 Kebutuhan dana:
 Aktiva tetap
 Berujud ( tanah, bangunan dan fasilitas, mesin/peralatan, biaya
pemasangan mesin/peralatan)
 Tidak berujud (biaya pendahuluan dan biaya2 sebelum operasi
spt: biaya feasibility study, biaya import mesin/peralatan, biaya
survei dll)
 Dasar penaksiran:
 Rencana yg terperinci dan spesifikasi yg lengkap
 Pengalaman dgn proyek lain yg sama
 Informasi harga didasarkan atas:
 Harga diwaktu yg lalu
 Daftar harga yg masih berlaku
 Daftar harga kira-kira
 Kebutuhan dana
 Modal kerja
 Modal kerja bruto: semua investasi yg diperlukan utk aktiva
lancar yakni:kas, persediaan, piutang, dan lainnya
 Modal kerja netto: selisih antara aktiva lancar dgn hutang jangka
pendek
 Aktiva lancar: aktiva yg utk berubah menjadi kas memerlukan
waktu yg pendek (kurang dari 1 tahun atau 1 siklus produksi)
 Biaya modal kerja terdiri dari biaya tetap/fixed cost (biaya TK tdk
langsung, bunga bank, asuransi, penyusutan) dan biaya tidak
tetap/variable cost (biaya bahan mentah, TK langsung, bahan
penolong, listrik, bahan bakar dll)
 Metode menghitung kebutuhan modal kerja (bruto) didasarkan
kpd waktu keterikatan dana dlm modal kerja yaitu waktu yg
diperlukan sejak mengeluarkan kas sampai dgn kembali menjadi
kas dan pengeluaran kas per hari.
 Misalkan: Perusahaan akan memproduksi sebanyak 72.000 unit
per tahun. Produksi per bulan diperkirakan stabil selama tahun
tsb. Biaya per unit utk membuat 72.000 unit tsb diperkirakan
sbb:
 Biaya BM Rp 1.000
 Biaya TK Rp 300
 Biaya tdk langsung Rp 400
 Biaya produksi Rp 1.700
 Harga jual Rp 2.500
Biaya produksi per bulan, utk membuat 6.000 unit sbb:
 Biaya BM Rp 6.000.000
 Biaya TK Rp 1.800.000
 Biaya tdk langsung Rp 2.400.000
 Biaya produksi Rp10.200.000
Misalkan bahwa tahap-tahap operasi adalah sbb:
 Tahap BM 3 bulan
 Tahap barang dlm proses 1 bulan
 Tahap barang jadi 1 bulan
 Tahap dalam piutang 2 bulan
Investasi pd berbagai aktiva lancar (jutaan rupiah)

Perio Baran
N Bara
de B g dlm Piuta Tota
o Input ng
(bulan M prose ng l
. jadi
) s
1 Bahan mentah (BM)
-persediaan 3 18
-pada barang dalam
proses 1 6
-pada barang jadi 1 6
-pada piutang 2 12
Misalkan perusahaan
42
menginginkan persediaan suku
2 Tenaga Kerja/TK cadang Rp 6 jt dan persediaan
-pada .proses 1/2 0.9 kas utk berjaga-jaga Rp 5 jt,
-pada barang jadi 1 1.8 maka kebutuhan Modal kerja
adalah:
-pada piutang 2 3.6
66,3 jt + 6 jt + 5 jt = Rp 77,3 jt.
6.3
Biaya pabrik tdk
3
langsung
-pada .proses 1/2 1.2
-pada barang jadi 1 2.4
-pada piutang 2 4.8
8.4
4 Laba kotor 2 9.6 9.6
18 8.1 10.2 30 66.3
 Sumber dana:
 Modal sendiri yg disetor oleh pemilik perusahaan
 Saham
 Obligasi
 Kredit bank
Titik Pulang Pokok/Titik Impas/Break Even Point
 BEP merupakan suatu keadaan dimana perusahaan dlm operasinya tdk mendapatkan keuntungan
dan tdk mendapat kerugian (impas)
 BEP dapat memberikan informasi ttg hub antara vol penjualan,biaya, kemungkinan laba diperoleh pd
tingkat penjualan tertentu
 Laba operasi (y) = pendapatan (cx) – biaya variabel (bx) –biaya tetap (a)
 Y = laba; c = harga jual per satuan; x = jumlah produk yg dijual; b = biaya variabel per satuan; a = biaya tetap
 Laporan R/L :
 Hasil penjualan cx
 Biaya variabel bx
 Marginal income cx-bx
 Biaya tetap a–
 Laba y
 Dalam keadaan impas (y=0) dinyatakan dlm persamaan:
 0 = cx – bx = 0
 cx = bx + a, sehingga
 cx – bx = a
 x (c – b) = a

a
xi 
c b
biayatetap
BEP (unit ) 
h arg ajualperunit  biaya var iabelperunit 
biayatetap (a)
BEP (Rp) 
biaya var iabelpersatuan (b)
1
h arg ajualpersatuan (c )

ANALISIS BREAK EVEN PENDEKATAN MATEMATIK

JUMLAH PRODUK 20,000


BIAYA TETAP 2,000,000
BIAYA TOTAL BIAYA VARIABEL 2,500,000
TOTAL PENJUALAN 5,000,000
BIAYA VARIABEL PER UNIT 125
HARGA JUAL PER UNIT 250
BIAYA VARIABEL DIBANDING PENJUALAN 0.50

BEP DALAM UNIT 16,000

BEP DALAM RUPIAH 4,000,000


ANALISIS BREAK EVEN PENDEKATAN GRAFIK

HARGA JUAL PER UNIT 250


BIAYA VARIABEL PER UNIT 125
BIAYA TETAP 2,000,000

VOL PENJ. TC FC VC LABA


2,000 500,000 2,250,000 2,000,000 250,000 (1,750,000)
4,000 1,000,000 2,500,000 2,000,000 500,000 (1,500,000)
6,000 1,500,000 2,750,000 2,000,000 750,000 (1,250,000)
8,000 2,000,000 3,000,000 2,000,000 1,000,000 (1,000,000)
10,000 2,500,000 3,250,000 2,000,000 1,250,000 (750,000)
12,000 3,000,000 3,500,000 2,000,000 1,500,000 (500,000)
14,000 3,500,000 3,750,000 2,000,000 1,750,000 (250,000)
16,000 4,000,000 4,000,000 2,000,000 2,000,000 -
18,000 4,500,000 4,250,000 2,000,000 2,250,000 250,000
20,000 5,000,000 4,500,000 2,000,000 2,500,000 500,000
GRAFIK BREAK EVEN
6000
Biaya & Pendapatan (ribuan)

5000
daerah laba
4000
titik break even
3000 garis penjualan

2000

1000 biaya tetap

0
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
Jumlah Terjual (ribuan)
Depresiasi/Penyusutan
 Umur ekonomis investasi
 Umur ekonomis investasi merupakan periode waktu yg
dipilih untuk analisis investasi dgn berbagai
pertimbangan seperti: teknologi yg digunakan biasanya
dipengaruhi oleh situasi pasar.
 Sbgi contoh: diasumsikan umur ekonomi investasi
dibidang pengolahan hasil perikanan adalah 15 tahun
dimana dlm periode tsb produksi yg diberikan oleh
pabrik (mesin, bangunan dll) akan terjual/sdh tdk
ekonomis
 Nilai akhir/residu
 Nilai akhir/residu merupakan nilai estimasi pelepasan
akhir fisik yg tersisa pd akhir umur ekonomi investasi
dan jumlah tsb harus menjadi bagian dalam analisis.
DEPRESIASI METODE GARIS LURUS

HARGA PEROLEHAN 75,000,000


NILAI SISA 15,000,000
UMUR EKONOMIS (tahun) 5

AWAL DEBET KREDIT TOTAL AKM NILAI


TAHUN DEPRESIASI AKM DEPR DEPRESIASI BUKU
0 - - - 75,000,000
1 12,000,000 12,000,000 12,000,000 63,000,000
2 12,000,000 12,000,000 24,000,000 51,000,000
3 12,000,000 12,000,000 36,000,000 39,000,000
4 12,000,000 12,000,000 48,000,000 27,000,000
5 12,000,000 12,000,000 60,000,000 15,000,000

DEPRESIASI METODE GARIS LURUS

80,000
NILAI BUKU (dalam ribuan)

70,000
60,000
50,000
40,000
30,000

20,000
10,000
-
0 1 2 3 4 5
TAHUN
Proyeksi Rugi/Laba

Perhitungan Harga Pokok


Uraian/Tahun 1
Uraian/Tahun 1
Hasil Penjualan 1,620,000,000
Harga Pokok Penjualan 300,761,878
Upah langsung 11,700,000
Listrik 179,445,726
BBM 33,325,714
Laba Operasional 1,319,238,122
Garam 42,125,000
Pelumas 27,820,162
Biaya Tetap
Air 5,842,234
Penyusutan 420,759,688
Klor 503,042 Listrik 43,142,976
Gaji Pegawai 92,950,000
Harga Pokok Penjualan 300,761,878 Umum dan Adiminstrasi 14,400,000
Bunga 366,944,539
Penjualan 10,800,000 Asuransi
Harga Pokok Penjualan/kg 28 Total Biaya Tetap 938,197,204

Rugi/Laba sebelum pajak 381,040,918


Pajak 112,437,276

Laba Bersih 268,603,643


Aliran kas (cash flow)
 Cash flow adalah pendapatan setelah pajak (EAT)
ditambah penyusutan/depresiasi
 2 bentuk cash flow:
 Convensional cash flow : pola aliran kas yg konvensional
menunjukkan suatu initial cash outflow yg diikuti dg
suatu seri cash in flow secara berlanjut
 Non-Convensional cash flow : cash out flow tidak hanya
pd awal investasi ttp bisa juga pd tahun tertentu pd saat
membutuhkan capital expenditur
Initial investment
 Bentuk investasi yg merupakan cash outflow dpt
dibedakan dlm 2 kelompok yaitu:
 Capital expenditur : jenis pengeluaran yg memberikan
manfaat jangka panjang seperti: pembelian mesin-
mesin, bangunan, tanah dan lainnya
 Revenue expenditur : merupakan jenis pengeluaran yg
diperhitungkan sbgi biaya seperti : biaya tenaga kerja,
biaya material, operating expenses dll.
PROYEKSI ARUS KAS

Uraian/Tahun 0 1 2 3

Kas Masuk

Penjualan 1,620,000,000 1,701,000,000 1,786,050,000


Pinjaman
Investasi 2,018,708,173
Modal Kerja 99,902,935
Modal Sendiri
Investasi 1,086,996,709
Modal Kerja 42,815,544

Total Kas Masuk 3,105,704,882 1,762,718,479 1,701,000,000 1,786,050,000

Kas Keluar

Biaya Proyek 3,105,704,882


Upah langsung 11,700,000 12,285,000 12,899,250
Listrik 179,445,726 188,418,012 197,838,912
BBM & Pelumas 33,325,714 34,992,000 36,741,600
Bahan Pembantu 42,125,000 16,387,500 17,206,875
Pemeliharaan 27,820,162 29,211,170 30,671,729
Asuransi 5,842,234 5,842,234 5,842,234
Pajak Bangunan 503,042 503,042 503,042
Listrik 43,142,976 45,300,125 47,565,131
Gaji Pegawai 92,950,000 97,597,500 102,477,375
Umum dan Adiminstrasi 14,400,000 15,120,000 15,876,000
Bunga 366,944,539 285,983,658 225,983,165
Pajak 112,437,276 162,705,021 199,630,500
Angsuran Investasi 224,300,908 448,601,816 448,601,816
Pengembalian M. Kerja 99,902,935

Total Kas Keluar 3,105,704,882 1,254,840,512 1,342,947,078 1,341,837,629

Surplus/Defisit 0 507,877,967 358,052,922 444,212,371


Saldo Kas Awal 0 507,877,967 865,930,889
Saldo Kas Akhir 0 507,877,967 865,930,889 1,310,143,260
Analisis Kriteria Investasi
 Tujuan : mengetahui sejauhmana gagasan
usaha/proyek yg direncanakan dpt memberikan
manfaat/benefit (finansial, sosial)
 Indikator modal yg diinvestasikan yaitu perbandingan
total benefit dg total biaya dlm bentuk present value
selama umur ekonomis proyek
 Penanam modal dpt menggunakan sbgi bhn
pertimbangan mengambil keputusan, apakah modal
yg ditanam lebih baik pd proyek atau lembaga
keuangan spt: bank dll
Alat analisis Kriteria Investasi
 Net Present Value (NPV)
 Internal Rate of Return (IRR)
 Net Benefit Cost Ratio (Net B/CO
 Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C)
 Profitability Index (PI)
KRITERIA PEMILIHAN PROYEK DENGAN PAYBACK PERIOD
Proyek A Proyek B
Initial Investment : 24,000,000 Initial Investment : 35,000,000
Tahun EAT Depresiasi Cash inflow Tahun EAT Depresiasi Cash inflow
1 5,000,000 4,000,000 9,000,000 1 9,000,000 8,571,429 17,571,429
2 5,000,000 4,000,000 9,000,000 2 7,500,000 7,142,857 14,642,857
3 5,000,000 4,000,000 9,000,000 3 6,000,000 5,714,286 11,714,286
4 5,000,000 4,000,000 9,000,000 4 4,000,000 4,285,714 8,285,714
5 5,000,000 4,000,000 9,000,000 5 3,000,000 2,857,143 5,857,143
6 5,000,000 4,000,000 9,000,000 6 1,000,000 1,428,571 2,428,571
RATA2 5,000,000 4,000,000 9,000,000 RATA2 5,083,333 5,000,000 10,083,333

PAYBACK PERIOD 2.67 Tahun Initial Investment 35,000,000


cash inflow th ke-1 17,571,429
Belum Tertutup 17,428,571
cash inflow th ke-2 14,642,857
Belum Tertutup 2,785,714
cash inflow th ke-3 11,714,286
Kelebihan 8,928,571
Kelebihan Bulan 9.15
PAYBACK PERIOD 2.24 Tahun
KRITERIA PEMILIHAN PROYEK DENGAN IRR
PROYEK X PROYEK Y
Initial Investment 12,000,000 Initial Investment 15,000,000
Tahun Cash Discount Present Tahun Cash Discount Present Discount Present
Inflow Factor 15% Value Inflow Factor 33% Value Factor 37% Value
1 5,000,000 0.869565 4,347,825 1 8,000,000 0.7519 6,015,200 0.7299 5,839,200
2 5,000,000 0.756144 3,780,720 2 7,000,000 0.5653 3,957,100 0.5328 3,729,600
3 5,000,000 0.657516 3,287,580 3 6,500,000 0.4251 2,763,150 0.3889 2,527,850
4 5,000,000 0.571753 2,858,765 4 5,000,000 0.3196 1,598,000 0.2839 1,419,500
5 5,000,000 0.497177 2,485,885 5 4,000,000 0.2403 961,200 0.2072 828,800
6 5,000,000 0.432328 2,161,640 6 3,200,000 0.1807 578,240 0.1512 483,840
5,000,000 6,922,415 5,616,667 872,890 (171,210)
Payback Period 2.40 Payback Period 2.67
Interpolasi Interpolasi
34% 2.433 2.433 33% 15,872,890 15,872,890
Rate yg dicari 2.40 14,828,790 15,000,000
35% 2.385 1,044,100 872,890
0.048 0.033
IRR 34.69% IRR 36.34%
KRITERIA PEMILIHAN PROYEK DENGAN NET PRESENT VALUE
PROYEK A PROYEK B
Initial Investment 24,000,000 Initial Investment 35,000,000
Tahun Cash Discount Present Tahun Cash inflow Discount Present
Inflow Factor 15% Value Factor 15% Value
1 8,000,000 0.869565 6,956,520 1 17,571,429 0.869565 15,279,499
2 8,000,000 0.756144 6,049,152 2 14,642,857 0.756144 11,072,109
3 8,000,000 0.657516 5,260,128 3 11,714,286 0.657516 7,702,330
4 8,000,000 0.571753 4,574,024 4 8,285,714 0.571753 4,737,382
5 8,000,000 0.497177 3,977,416 5 5,857,143 0.497177 2,912,037
6 8,000,000 0.432328 3,458,624 6 2,428,571 0.432328 1,049,939
NET PRESENT VALUE 6,275,864 NET PRESENT VALUE 7,753,296
KRITERIA PEMILIHAN PROYEK DENGAN PROFITABILITY INDEX
PROYEK A PROYEK B
Initial Investment 24,000,000 Initial Investment 35,000,000
Tahun Cash Discount Present Tahun Cash inflow Discount Present
Inflow Factor 15% Value Factor 15% Value
1 8,000,000 0.869565 6,956,520 1 17,571,429 0.869565 15,279,499
2 8,000,000 0.756144 6,049,152 2 14,642,857 0.756144 11,072,109
3 8,000,000 0.657516 5,260,128 3 11,714,286 0.657516 7,702,330
4 8,000,000 0.571753 4,574,024 4 8,285,714 0.571753 4,737,382
5 8,000,000 0.497177 3,977,416 5 5,857,143 0.497177 2,912,037
6 8,000,000 0.432328 3,458,624 6 2,428,571 0.432328 1,049,939
NET PRESENT VALUE 6,275,864 NET PRESENT VALUE 17,810,081

PROFITABILITY INDEX 1.26 PROFITABILITY INDEX 1.22

Anda mungkin juga menyukai