Anda di halaman 1dari 65

Pembimbing: Oleh :

Dr. Juni Mitra, Sp. B-KBD Gladys Olivia


 Kanalis inguinalis, dindingnya:
a. Dinding anterior 3

 Aponeurosis musculus
obliquus abdominis
eksternus dan obliquus
abdominis internus
b. Dinding posterior
Aponeurosis transversus
abdominis dan fascia
transfersalis
c. Superior
 Serabut yang
elengkung dari
musculus obliquus
abdominis internus dan
transversus abdominis
d. Inferior
 Ligamentum inguinale
dan ligamentum
lakunare
 Ligamentum inguinale : 4

Tuberculum Ossis Pubikum – SIAS


 Kanalis inguinalis berisi :
Funikulus Spermatikus pada pria atau ligamentum
rotundum pada wanita
Isi dari funikulus spermatikus :
a. Vas deferens
b. A/V Spermatica
c. N. Ilioinguinal
d. Vena Pampiniformis
e. N. Iliofemoral
f. Pembuluh lymph
 Filament dari N. Genitofemoralis
 Dinding anterior canalis inguinalis
dibentuk oleh aponeurosis
 Dinding canalis muskulus obliquus externus
inguinalis, terdapat abdominis.
Dinding posterior canalis inguinalis
dinding anterior, 
dibentuk oleh fascia transversalis
dinding posterior,  Dinding inferior canalis inguinalis
dinding dibentuk oleh lipatan pinggir
bawah aponeurosis muskulus
inferior/dasar, dan obliquus externus abdominis yang
dinding disebut ligamentum inguinale dan
ujung medialnya disebut
superior/atap ligamentum lacunare
 Dinding superior canalis inguinalis
dibentuk oleh serabut-serabut
terbawah muskulus obliquus
internus abdominis dan muskulus
transversus abdominis yang
melengkung
6

Trigonum inguinale ( Hesselbach ):

• tepi lateral muskulus rektus


Medial abdominis (linea semilunaris)

• arteri dan vena epigastrika


Lateral
• Ligamentum inguinale
Inferior
7
8

 HERNIA, adalah :
merupakan protusi atau penonjolan isi suatu rongga
melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga
bersangkutan.

 Hernia terdiri atas :


◦ Cincin
◦ Kantong
◦ Isi hernia.
9

HERNIA
INGUINALIS

DIRECT INDIRECT
(MEDIAL) (LATERAL)
10
11

 Penyebabnya dibedakan atas 2, yaitu :


◦ Didapat (akuisita) dan Kongenital

 Faktor Predisposisi :
◦ Hereditas
◦ Jenis Kelamin
◦ Usia
◦ Konstitusi
◦ Keadaan Badan
12

 Mekanisme proteksi :
a. Kanalis inguinalis yang berjalan miring
b. Struktur m.oblikus internus abdominis yang menutup
annulus inguinalis internus ketika berkontraksi
c. Adanya fasia transversa yang kuat yang menutupi
trigonum Hasselbach yang umumnya hampir tidak
berotot.

 Faktor Kausal :
◦ prosesus vaginalis yang terbuka,
◦ ↑ tekanan intra abdomen
◦ kelemahan otot dinding perut krn usia
13

Berdasarkan
Berdasarkan Berdasarkan
letak
Etiologi Sifat Klinik
penonjolan
Hernia
Hernia Hernia
Inguinal
kongenital reponibel
Lateral

Hernia
Hernia Hernia
Inguinal
didapat ireponibel
Medial
14

FASE REPONIBILIS/HERNIA
IREPONIBEL

FASE IRREPONIBILIS

FASE STRANGULATA
15
• Benjolan dilipat paha  waktu
mengedan, batuk, bersin,
berdiri, mengangkat berat dan
hilang setelah berbaring
(apabila masih reponibel)
• Nyeri atau rasa tidak enak di
HIL daerah epigastrium atau para
umbilical sewaktu segmen usus
halus masuk ke kantong hernia
• Mual, muntah, kolik bila terjadi
inkaserasi ataupun strangulasi
Gejala yang lebih sedikit
HIM dibandingkan hernia ingunalis
lateralis
PEMERIKSAAN FISIK

INSPEKSI PALPASI
PERKUSI
Hernia reponibel : benjolan Titik tengah antara SIAS
dengan tuberkulum pubicum Bila didapatkan perkusi perut
dilipat paha muncul pada kembung maka harus
waktu berdiri, batuk, bersin ditekan lalu pasien disuruh
mengejan. Jika terjadi dipikirkan kemungkinan
atau mengedan dan hernia strangulata.
menghilang setelah berbaring penonjolan di sebelah medial
maka itu HIM.
HIL: muncul benjolan di regio
inguinalis yang berjalan dari Titik yang terletak di AUSKULTASI
lateral ke medial, tonjolan sebelah lateral tuberkulum Hiperperistaltis didapatkan
berbentuk lonjong. pubikum ditekan lalu pasien pada auskultasi abdomen
disuruh mengejan jika pada hernia yang mengalami
HIM : tonjolan biasanya terlihat benjolan di lateral
terjadi bilateral, berbentuk obstruksi usus (hernia
titik yang kita tekan maka inkarserata).
bulat. dapat itu HIL.
PEMERIKSAAN TAMBAHAN

Pemeriksaan Finger Test


Pemeriksaan Ziemen Test Pemeriksaan Thumb Test
Menggunakan jari ke 2 atau
Posisi berbaring, bila ada Anulus internus ditekan
jari ke 5. Dimasukkan lewat
benjolan masukkan dulu. dengan ibu jari dan
skrotum melalui anulus
Hernia kanan diperiksa penderita disuruh mengejan,
eksternus ke kanal inguinal.
dengan tangan kanan. bila keluar benjolan
Penderita disuruh batuk: Bila
Penderita disuruh batuk bila berartiHIM. Bila tidak
impuls diujung jari berarti
rangsangan pada jari ke 2 keluar benjolan berarti HIL
HIL. Bila impuls disamping
merupakan HIL, jari ke 3
berarti jari HIM.
merupakanHIM, jari ke 4
merupakan hernia femoralis.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Leukocytosis dengan shift to the left PEMERIKSAAN RADIOLOGIS
yang menandakan strangulasi. Ultrasonografi dapat digunakan untuk
Elektrolit, BUN, kadar kreatinin yang membedakan adanya massa pada lipat paha
tinggi akibat muntah-muntah dan atau dinding abdomen dan juga membedakan
penyebab pembengkakan testis.
menjadi dehidrasi
Pemeriksaan ultrasonografi juga berguna
untuk membedakan hernia inkarserata dari
suatu nodus limfatikus patologis atau
penyebab lain dari suatu massa yang teraba
di inguinal
22

A. Pengobatan konservatif
◦ Reposisi dengan cara bimanual
◦ Sabuk Hernia
23
24

 Tindakan operatif, indikasi :


Hernia inguinalis yang mengalami inkarserata,
meskipun keadaan umum jelek.

 Tindakan Operasi, meliputi :


◦ Operasi Terbuka :
 Herniotomi
 Hernioplasty
◦ Laparoskopi
◦Nama/Kelamin/Umur : Tn. JM/Laki-laki/35 th
◦Pekerjaan/ Pendidikan : Swasta/Tamat S1
◦Alamat : Kebayoran Barat, Jakarta Selatan
◦No MR : 01.04.85.27
Keluhan Utama :
Perut terasa penuh sejak 1 minggu
sebelum masuk rumah sakit
 Perut terasa penuh sejak 1 minggu sebelum
masuk rumah sakit
 Perut terasa membengkak pada bagian kiri atas
sejak 2 bulan terakhir. Teraba bejolan pada
perut kira atas .
 Keluhan demam dirasakan sejak 1 bulan yang
lalu. Demam tidak terlalu tinggi, tindak
menggigil
 Mual tidak ada
 Muntah tidak ada
 Pasien mengeluhkan cepat kenyang ketika
makan sejak 2 bulan terakhir
 Penurunan nafsu makan sejak 2 bulan terakhir
 Lemah letih semakin meningkat sejak 1 minggu
sebelum masuk rumah sakit
 Batuk ada, berdahak, berwarna kekuningan.
 Terdapat benjolan di bawah ketiak kiri sejak tiga hari
sebelum masuk rumah sakit, terasa nyeri.
 Terdapat penurunan berat badan sekitar 17 kg dalam
4 bulan terahir
 BAB tidak ada keluhan
 Riwayat BAB berwarna hitam tidak ada
 Riwayat gusi bengkak atau berdarah tidak ada
 BAK dalam batas normal
 Pasien kiriman RSU Solok
 Riwayat diabetes (-).
 Riwayat hipertensi (-).
 Riwayat penyakit jantung (-)
Riwayat Keluarga
 Tidak ada keluarga dengan keluhan yang
sama.

Riwayat Pekerjaan, Sosial, Ekonomi, dan


Kebiasaan
 Pasien adalah seorang pekerja swasta.
 Pasien sudah menikah dan memiliki 2 orang
anak.
 Pasien adalah mantan perokok.
 Keadaan Umum : Sakit sedang
 Kesadaran : CMC
 TekananDarah : 120/80 mmHg
 Nadi : 80 kali/menit, regular, kuat
angkat, pengisian cukup
 Nafas : 20 kali/menit, tipe pernapasan
abdominothorakal
 Suhu : 36,5 ºC
 Tinggi Badan : 165 cm
 Berat Badan : 47 kg
Kulit
 Warna sawo matang, efloresensi (-), scar (-),
pigmentasi normal, ikterus (-), sianosis (-), spider
nevi (-) pada dada , telapak tangan dan kaki pucat (-),
pertumbuhan rambut normal.

Kelenjar Getah Bening


 Teraba benjolan pada axila kiri, berukuran 2x1x1 cm,
konsistensi kenyal, permukaan licin, batas tegas,
dapat digerakkan, terasa nyeri.
Kepala
 Bentuk normochepali, simetris, deformasi (-), rambut
hitam, lurus, tidak mudah dicabut.

Mata
 Edema palpebra (-), konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-).

Hidung
 Bagian luar tidak ada kelainan, septum tidak deviasi
dan tulang-tulang dalam perabaan baik, tidak
ditemukan penyumbatan maupun perdarahan,
pernapasan cuping hidung (-), sekret (-).
Telinga
 Kedua meatus acusticus eksternus normal, cairan (-),
nyeri tekan processus mastoideus (-), pendengaran
telinga kanan dan kiri mengalami penurunan.

Mulut
 Pembesaran tonsil (-), pucat pada lidah (-), atrofi papil
(-), gusi berdarah (-), stomatitis (-), bau pernafasan
khas (-).

Leher
 Pembesaran kelenjar tiroid tidak ada, pembesaran
kelenjar KGB tidak ada, JVP (5-1) cmH2O, kaku kuduk
(-).
Thoraks
 Bentuk dada simetris.

Paru-paru
 I : Dada simetris sisi kanan dan kiri,
pergerakan dada sisi kanan dan kiri sama
 P : Fremitus kanan sama dengan kiri
 P : Paru kanan sonor dan paru kiri sonor
 A: Suara napas bronkovesikuler, ronkhi (+/+)
pada basal paru, wheezing (-/-).
Jantung
 I : ictus cordis tidak terlihat
 P : ictus codis teraba 1 jari medial LMCS RIC V
 P : batas atas RIC II, batas jantung kanan linea
parasternalis dextra, batas
jantung kiri RIC V linea midclavicularis sinistra
 A: S1-S2 reguler, murmur (-), gallop (-)
Abdomen

 I : membuncit (+), Vena kolateral (-)


 P: Nyeri tekan (-), Nyeri Lepas (-), Undulasi (-)
Hepar : teraba perbesaran hepar 3 jari di bawah
arcus costae, 3 jari dari proceccus xyphoideus.
Pinggir tumpul, permukaan rata, konsistensi
keras.
 Lien : Scufner 3
 Ginjal tidak teraba
 P: timpani, shifting dullness (-)
 A: BU (+)
Alat kelamin
Tidak dilakukan pemeriksaan.

 Ekstremitas atas : nyeri sendi (-), gerakan


bebas, edema (-), jaringan parut (-),
pigmentasi normal, telapak tangan pucat (-),
jari tabuh (-), turgor kembali lambat (-),
eritema palmaris (-), sianosis (-), Flapping
tremor (-)

 Ekstremitas bawah : nyeri sendi (-), gerakan


terbatas, edema (-/-) pada kedua tungkai,
jaringan parut (-), pigmentasi normal, jari
tabuh (-), turgor kembali lambat (-), akral
pucat (-), sianosis (-).
 Pemeriksaan Darah Rutin (17-5-2019)

 Hb :11,5 gr/dl
 Ht : 36%
 Leukosit : 389.320
 Trombosit : 351.000
 Hitung jenis :B/E/N/S/L/M : 0/4/20/36/3/1
 Pemeriksaan darah tepi : Ditemukan blast 7%
 PT/APTT : 12,3/33,7
 D-dimer : 8.925

 Kesan : Hyperleukositosis, ditemukan


blasrt 7%
 Pemeriksaan Kimia Klinik (17-5-2019)
 Gula darah : 79 mg/dL
 Ureum : 39 mg/dL
 Kreatinin : 0,6 mg/dL
 Natrium : 141 mmol/L
 Kalium : 3,5 mmol/L
 Klorida serum : 109 mmol/L
 Total protein : 6,4 g/dL
 Albumin : 3,9 g/dL
 Globulin : 2,5 g/dL
 Billirubin total : 0,8 mg/dL
 Billirubin direk : 0,4 mg/dL
 Billirubin indirek : 0,4 mg/dL

 Kesan : Total protein menurun.


 Abdomen :
 I : flat simetris, distended (-), sikatriks
bekas operasi (-)
 P : soepel, nyeri tekan -, H/L ttb, turgor
baik
 P : timpani, shitting dullness -
 A : BU (+)N, metallic sounds (-)
 Ext: Akral Hangat Kering Merah, CRT
<2sec

◦ Status Lokalis Regio Inguinal dextra


 Pada posisi terlentang:
 Inspeksi:
 Tanpa mengedan (tidak nampak benjolan pada daerah
inguinal dextra, tidak tampak benjolan pada inguinalis
sinistra, tanda radang -).
 Dengan mengedan (tampak benjolan bentuk lonjong
pada daerah inguinal dextra, tidak tampak benjolan
pada inguinal sinistra, tanda radang -)
 Palpasi:
 Inguinal dextra: Bentuk agak lonjong, benjolan dextra
dapat masuk kembali, permukaan licin rata, teraba
kenyal, nyeri tekan +, mobile, finger test: teraba di ujung
jari, thumb test: tidak teraba).
 Auskultasi: Bising usus + normal
FOTO KLINIS PASIEN
Diagnosis Kerja

 Leukimia Granulosit Kronis


 Anemia sedang normositik normokrom e.c
infiltrasi sel leukimia
 Community acquired pneumonia
 Laboratorium Hematologi
 Hb : 14,6 g/dl
 Leukosit : 7.700/mm3
 Trombosit : 222.000/mm3
 Hematokrit : 41%
 Kesan : Dalam batas normal

 Laboraturium Kimia Klinik
 GDS : 98 mg/dl
 Medikamentosa
◦ Paracetamol 500mg 3 x 1
◦ Ranitidin 150mg 2 x 1
◦ Metoclopramid 10 mg 3 x 1

 Edukasi
◦ Menjelaskan tentang penyakit yang diderita pasien
kepada keluarga  penyebab, perjalanan penyakit,
perawatan, prognosis, komplikasi serta usaha
pencegahan komplikasi
◦ Edukasi untuk tindakan operasi
◦ Pemenuhan kebutuhan gizi
Bengkak pada buah kemaluan kiri sejak
kurang lebih dua belas jam sebelum
masuk rumah sakit
Mekanisme pd orang sehat:
• Kanalis inguinalis yg berjalan miring
• Adanya Musculus oblique internis abdominalis yg menutup
anulus internus ketika berkontraksi
• Fasia transversa yg menutup trigonum Hasselbach

Jika terjadi gangguan pd mekanisme diatas disertai :


peningkatan tekanan intra abdomen + kelemahan otot dinding
abdomen (faktor predisposisi pada kasus ini: pekerjaan dan
riwayat dahulu pernah seperti ini )

Terjadi hernia; muncul benjolan di


lselangkangan kiri dan kadang turun sampai
skrotum

Bisa bersifat reponibel, irreponibel,


strangulata atau inkarserata
Jenis reponibel nyeri obstruksi sakit toksik
reponibel + - - - -

ireponibel - - - - -

inkarserasi - + + + -

strangulasi - ++ + ++ ++
 Hernia inkarserata:
 Jepitan cincin hernia yang
mengakibatkan adanya
gangguan pasase usus
dengan gambaran obstruksi
usus, dan gangguan
keseimbangan cairan,
elektrolit dan asam basa
 Klinis: muntah-muntah,
tidak dapat flatus atau
defekasi, nyeri pada
penonjolan, dan pd
perabaan didapatkan cincin
yang keras dan kaku.
 Hernia
Strangulata:
 jepitan cincin yang
mengakibatkan
terjadinya gangguan
aliran darah jaringan
usus hingga iskemik dan
nekrosis → gangren →
perforasi
 Klinis: nyeri pada daerah
benjolan, kemerahan,
penderita gelisah, suhu
tubuh tinggi,sepsis, cepat
masuk dalam keadaan syok.
63