Anda di halaman 1dari 40

ANATOMI MATA

Rosariala Dyta
ANATOMI MATA

1. Rongga mata
2. Kelopak mata
3. Sistem lakrimal
4. Bola mata
Dinding orbita terdiri atas :
1. Atap : Os. Frontal
2. Lateral : Os. Frontal, Os,
Zigomaticus, Ala magna Os.
Sphenoid
3. Inferior : Os. Zigomaticus,
Os. Maxila, Os. Palatina
4. Nasal : Os. Maxila, os.
Lacrimal, Os. Ethnoid
ORBITA
• RUANGAN BERBENTUK PIRAMIDA
• APEX DI POSTERIOR
• MEDIAL DIPISAHKAN HIDUNG
• LATERAL DAN MEDIAL BENTUK SUDUT 45°
• LINGK. ANT < POST., UNTUK PROTEKSI
Palpebra
Sistem
Lakrimal

Susunan lapisan film air mata


ISI ORBITA
• SEKITAR 30 ML
• BOLA MATA = 1/5 = 20% = 6-7 CC
• BERISI :
• OTOT
• LEMAK
• PEMBULUH DARAH
• SYARAF
• KELENJAR & JARINGAN GETAH BENING
• SEPTUM ORBITA :
• FASIA TIPIS PEMBATAS ANTERIOR
• POSTERIOR M. ORBICULARIS OCULI
• BARIER KELOPAK MATA DENGAN BULBUS OKULI
Cornea
• Jaringan bening, avascular, membentuk 1/6 bagian depan
bola mata, diameter 11 mm
• Merupakan kelanjutan sklera. Pertemuan kornea- sklera:
limbus
• Pemberian nutrisi: mll humor akuos & air mata.
• Mengandung banyak serabut saraf.
Lapisan
Cornea
Lapisan Kornea

1. Epitel:
• Kerusakan pd epitel akan sembuh dengan segera proteksi.
• Peka terhadap sentuhan  fungsi proteksi
2. Membrana Bowman:
• Letak di bawah epitel
• Bila terjadi kerusakan sembuh dengan jaringan parut
(sikatrik)
Lapisan Kornea
3. Stroma :
Bagian kornea paling tebal. Meliputi 90% tebal kornea.
Merupakan jaringan fibrosa bening.
4. Membrana Descemet :
Merupakan lapisan tipis, kuat, tetap sangat lentur
5. Endotelium :
Selapis sel yang berufngsi mengatur jumlah cairan dalam
kornea.
SKLERA
• Struktur : jaringan fibrosa yang kuat dan tidak elastis 
mempertahankan bentuk bola mata dan proteksi
bangunan-bangunan halus dibawahnya
• Permukaan luar ditutup oleh jaringan vascular longgar.
Konjungtiva
Membrana mukosa yang melapisi kelopak dan melipat ke
bola mata untuk melapisi depan bola mata sampai limbus.
Fungsi konjungtiva : proteksi pada sklera dan memberi
pelumasan pada bola mata
• Konjungtiva palpebra
• Konjungtiva bulbi
Lapisan tengah bola mata terdiri atas 3 bagian, yaitu iris,
badan siliar, & koroid.
• Iris: membrana sirkuler yang berwarna, terletak di belakang
kornea, tepat di depan lensa.  Kamera anterior & posterior
• Iris terdiri dari jaringan halus yang mengandung sel-sel
pigmen, otot polos, pembuluh darah & saraf.
• Fungsi iris: mengatur jml cahaya yang masuk mata.
Pengendalian oleh saraf otonom
Badan Siliar
• Menghubungkan koroid dengan iris.
• Tersusun dlm lipatan-lipatan yang berjalan radier ke dalam,
meyusun prosesus siliaris yang mengelilingi tepi lensa.
Prosesus ini banyak mengandung pembuluh darah & saraf.
• Menghasilkan humor akuos.
Choroid
• Membran berwarna coklat, yang melapisi permukaan dalam
sklera.
• Mengandung banyak pembuluh darah & sel-sel pigmen yang
memberi warna gelap.
• Fungsi: memberi nutrisi ke retina & badan kaca, & mencegah
refleksi internal cahaya.
Badan kaca & humor akuos
• Tekanan mata dipengaruhi tekanan badan kaca pd posterior
mata & humor akuos yang mengisi kamera anterior (bilik
depan).
• Humor akuos bertanggung jawab mengatur tekanan
intraokuler. Perubahan kecepatan masuknya humor akuos ke
dalam mata dari prosesus siliaris atau kecepatan keluarnya
hour akuos dari sudut filtras  mempengaruhi TIO
Lensa
• Letak : di depan badan kaca & di belakang iris.
• Merupakan bangunan lunak, bening, & bikonveks (cembung),
yang dilapisi oleh kapsul tipis yang homogen.
• Titik pusat permukaan anterior dan posterior disebut polus
anterior dan polus posterior.
Retina
• Lapisan paling dalam pada mata  lapisan penerima cahaya
• Membran lunak, rapuh dan tipis.
• Warna mera ungu  rodopin
• Elemen peka cahaya mengandung sel-sel batang & kerucut. Sel batang untuk
intensitas cahaya rendah  mengubah rangsang cahaya mjd impuls listrik
yang berjalan sepanjang serabut saraf sensoris menuju pusat penglihatan di
otak.
• Sel kerucut: untuk penglihatan cahaya terang & untuk penglihatan warna.
Letak di pusat retina.
VASKULARISASI
• ARTERIA OPHTHALMICA
• CAB. I ART. CAROTIS INTERNA
• MASUK BERSAMA N. OPTIKUS MELALUI CANALIS OPTICUS
• CAB. I : A. RETINA SENTRALIS, MASUK N. OPTIKUS 8-12mm
BELAKANG BOLA MATA
• CAB. LAIN KE PALPEBRA, BENTUK ARCADE, ANASTOMOSE A.
CAROTIS EXTERNA MELALUI A. FASIALIS
VASKULARISASI
MATA
CABANG ARTERI OFTALMIKA
• A. LAKRIMALIS : GLD. LAKRIMALIS DAN KELOPAK MATA ATAS
• CAB. MUSKULER : OTOT BOLA MATA
• A. SILIARIS ANT. & POST.
• A. MED. PALP. : KELOPAK MATA
• A. SUPRA ORBITAL
• A. SUPRA TROKLEARIS
• A. SILIARIS POST BREVIS : CHOROID & N. OPTIKUS
• A. SILIARIS POST LONGUS : PROS. SILIARIS, ANASTOMOSE DENGAN
A. SIL. ANT. : SIRKULUS ARTERI MAYOR IRIS
• A. SIL. ANT. TERBAGI CAB. MUSKULER KE OTOT REKTUS DAN
SKLERA, EPISKLERA, LIMBUS DAN KONJUNGTIVA
VASKULARISASI
ORBITA
VENA ORBITA

• TERUTAMA : VENA ORBITALIS SUPERIOR DAN INFERIOR


• VENA ORB. SUP., KLINIS PENTING KARENA VENA PALPEBRA
DAN PERIORBITAL LANGSUNG MASUK SINUS CAVERNOSUS
• APEX ORBITA :
• JALAN MASUK SYARAF DAN PEMBULUH DARAH
• ORIGO OTOT EXTRA OKULER KEC. M. OBLIGUS INFERIOR
SARAF ORBITA
MOTORIK
• N.III (OKULOMOTOR) :
• MASUK MELALUI ANNULUS ZINNII
• BERCABANG 2, SUPERIOR & INFERIOR
• SUP. : M. REKTUS SUPERIOR & LEVATOR
PALPEBRA SUPERIOR
• INF. BERCABANG 2 :
• REKTUS MEDIAL
• REKTUS INFERIOR, BERLANJUT OBLIGUS INFERIOR DAN
GANGLION SILIARIS (M. SILIARIS & M. SFINGTER PUPIL)
SARAF MOTORIK
• N. IV (TROCHLEARIS)
• MASUK MELALUI FISURA SPHENOIDALIS
• MENSYARAFI M. OBLIGUS SUPERIOR
• N. VI (ABDUSCENS)
• MASUK MELALUI ANNULUS ZINNII
• MENSYARAFI M. REKTUS LATERAL
• N. VII (FASIALIS)
• M. ORBIKULARIS OKULI
SARAF
MATA
SARAF SENSORIS MATA
• N.II (OPTIKUS) : SYARAF PENGLIHATAN
• N.V (TRIGEMINUS) :
• N. OFTALMIKA
• N. FRONTALIS : ALIS DAN KELOPAK MATA ATAS
• N. NASALIS : GANGLION SILIARIS
• N. LAKRIMALIS : GLANDULA LAKRIMALIS
• N. MAKSILARIS
• N. INFRAORBITA :
• KELOPAK MATA BAWAH
• BIBIR ATAS & PIPI
• HIDUNG
• SISTIM LAKRIMALIS
• N. ZIGOMATIKA :
• KULIT REGIO ZIGOMA
• ANASTOMOSE N. LAKRIMALIS : GLD. LAKRIMAL
PERSARAFAN
MATA
OTOT LUAR BOLA MATA
• ADA 6 :
4 DIINERVASI N.III (OKULOMOTOR)
• REKTUS SUPERIOR
• REKTUS INFERIOR
• REKTUS MEDIUS
• OBLIGUS INFERIOR
OBLIGUS SUPERIOR : N. IV (TROKLEARIS)
REKTUS LATERALIS : N. VI (ABDUSEN)