Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN KASUS

HEMOROID INTERNA

Oleh : dr. Brenda Ruth Panjaitan


Pendamping : dr. Sastera Budi

RSUD Toboali Kabupaten Bangka Selatan


IDENTITAS PASIEN
 Nama : Ny. S
 Tanggal Lahir : 11-03-1958
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Suku Bangsa : Bangka (Warga Negara
Indonesia)
 Agama : Islam
 Pendidikan Terakhir : SMA
 Pekerjaan : IRT
 Status Perkawinan : Menikah
 Alamat : Jl. Aman
KE KELUHAN UTAMA DAN RIWAYAT PENYAKIT SEKARANGDAN
RIWAYAT GANGGUAN SEKARANG

Terdapat benjolan yang keluar dari anus yang semakin membesar


sejak ± 3 hari yang lalu.

 Pasien datang ke IGD RSUD Toboali


dengan keluhan keluar benjolan dari
anus saat buang air besar sejak ± 3 hari ± 1 tahun yang lalu pasien mengeluhkan adanya
sebelum masuk ke Rumah Sakit. benjolan kecil yang keluar pada saat buang air
Benjolan dirasakan lebih besar besar dan masih dapat dimasukan. Pasien tidak
daripada biasanya, benjolan tersebut pernah mengontrol keluhannya ke fasilitas
tidak dapat dimasukan kembali kedalam kesehatan ataupun mengkonsumsi obat untuk
anus, terasa perih, gatal, dan pasien mengobati keluhanya dikarenakan keluhan hanya
mengeluh tidak bisa duduk karena hilang timbul dengan sendirinya.
adanya benjolan.
 Pasien mengaku sekitar 3 jam sebelum Pasien mengaku jarang mengkonsumsi makanan yang
masuk ke Rumah Sakit pasien sempat berserat seperti sayuran dan buah buahan. Pasien suka
buang air besar di sertai dengan darah mengkonsumsi makanan pedas, dan minum kurang dari 8
gelas perhari dan pada saat buang air besar suka
segar yang menetes saat feses keluar,
mengejan keras sampai berkeringat bahkan sampai
darah tidak bercampur dengan feses merasa pusing.
dan jumlahnya cukup banyak.
PEMERIKSAAN FISIK

 Keadaan Umum:
Tampak Sakit Sedang
 Kesadaran: Compos mentis
 Suhu : 36,3°C
 Tekanan darah:
110/80mmHg
 Nadi : 80 x/menit

 Pernafasan :18 x/menit


 Berat badan : 60 kg
 Tinggi badan : 155 cm
Status Generalis

Mata : Sclera ikterik (-), Conjungtiva Anemis (+)


Leher : Deviasi trakea (-), Pembesaran KGB (-)
Thorax : Paru : Bunyi napas dasar:Vesikuler, Rh (-/-) ,Wh (-/-)
Jantung : Murmur (-), Gallop (-)
Abdomen : I : Perut tampak datar, ikut gerak napas.
A : Bisung usus (+) Normal
P : Supel, NT (+) regio epigastrium ,Ascites (-)
P :Tympani, NK (-)
Ektremitas : edema (-) CRT <2
Status Lokalis

• Inspeksi dan palpasi :

Perianal terlihat tonjolan massa prolaps


dari anus, terdapat bagian yang hiperemis,
padat kenyal, nyeri saat di sentuh, ukuran ±
4x6 cm, ekskoriasi (-), luka (-), tanda radang
(-), darah (-)

• Rectal Toucher :

Tidak dilakukan
Pemeriksaan Laboratorium

Tanggal Pemeriksaan 4 Maret 2019

Nama Test Hasil Unit Nilai Rujukan

Leukosit 5,3 ribu/ul 5-10

Hemoglobin 11 g/dl 12-16

Hematokrit 46 % 35-47

Trombosit 200 ribu/Ul 150-450


DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS BANDING

DIAGNOSIS UTAMA DIAGNOSIS BANDING

Hemoroid Interna  Prolaps Recti


Grade III  Hematoma Perianal
PENTALAKSANAAN
Medikamentosa
 Rawat Inap
 Diet tinggi serat
 IVFD Asering Kolf/12jam 20 tpm
 Asam tranexamat 2 x 500mg (5ml/amp) (Inj)
 Omeprazole 2 x 40mg (Inj)
 Rujuk Spesialis Bedah : Anjuran Operasi
Hemoroidektomi
NON MEDIKAMENTOSA
 Edukasi :

 Tirah baring untuk membantu mempercepat berkurangnya


pembengkakan.
 Rendam duduk dengan air hangat yang bersih dapat dilakukan
rutin dua kali sehari selama 10 menit pagi dan sore selama 1 –
2 minggu, karena air hangat dapat merelaksasi sfingter dan
spasme.
 Makan makanan yang berserat (25-30 gram sehari), dan
menghindari obat-obatan yang dapat menyebabkan konstipasi.
 Mengkonsumsi cairan (6-8 gelas sehari).
 Menghindari mengejan saat buang air besar, dan segera ke
kamar mandi saat merasa akan buang air besar, jangan ditahan
karena akan memperkeras feses.
Prognosis
 Ad vitam : dubia ad bonam
 Ad fungsionam : dubia ad bonam
 Ad sanationam : dubia ad malam
Hari perawatan ke-1
S Nyeri sekitar anus.
O KU: TSR, Kes: CM
Tanda vital : HR: 70x/m, RR: 20x/m, suhu: 36,40C
Stat Gen: dbn Stat lokal : perianal tak tampak perubahan warna kulit, darah (-)
P Diet tinggi serat
IVFD Asering Kolf/12jam 20 tpm
Asam tranexamat 2 x 500mg (5ml/amp) (Inj)
Omeprazole 2 x 40mg (Inj)
Ceftriaxone 1gr/12jam
Reposisi
Hari perawatan ke-2
S Nyeri sekitar anus berkurang.
O KU: TSR, Kes: CM
Tanda vital : HR: 78x/m, RR: 22x/m, suhu: 36,80C
Stat Gen : dbn. Stat lokal : perianal tak tampak perubahan warna kulit, darah (-)

P Diet tinggi serat


IVFD Asering Kolf/12jam 20 tpm
Omeprazole 2 x 40mg (Inj)
Ceftriaxone 1gr/12jam
Boleh Pulang  Obat pulang : Antiseptik Kalium Permanganat ; Anti hemoroid supp 2x1
TINJAUAN PUSTAKA
 Hemoroid adalah pelebaran vena
di dalam pleksus hemoroidales.

 Hemoroid dibedakan menjadi dua,


interna dan eksterna.

1. Hemoroid interna adalah pleksus


vena hemoroidales superior diatas
garis mukokutan dan ditutupi oleh
mukosa.
2. Hemoroid eksterna merupakan
pelebaran dan penonjolan pleksus
hemoroid inferior yang terdapat di
bagian distal garis mukokutan di
dalam jaringan dibawah epitel anus .
Etiologi dan Faktor Risiko
 Anatomik : vena daerah anorektal tidak mempunyai katup dan
pleksushemoroidalis kurang mendapat sokongan dari otot dan fascia
sekitarnya.
 Umur : pada umur tua terjadi degenerasi dari seluruh jaringan tubuh, juga
otot sfingter menjadi tipis dan atonis.
 Keturunan : dinding pembuluh darah lemah dan tipis.
 Pekerjaan : orang yang harus berdiri , duduk lama, atau harus mengangkat
barang berat mempunyai predisposisi untuk hemoroid.
 Mekanis : semua keadaan yang menyebabkan meningkatnya tekanan intra
abdomen, misalnya penderita hipertrofi prostat, konstipasi menahun dan
sering mengejan pada waktu defekasi.
 Endokrin : pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstremitas dan anus oleh
karena ada sekresi hormone relaksin.
 Fisiologi : bendungan pada peredaran darah portal, misalnya pada penderita
sirosis hepatis.
Gejala Klinis

PENDARAHAN PROLAPS

NYERI DAN RASA KELUARNYA


TIDAK NYAMAN SEKRET
Klasifikasi
PATOGENESIS
DIAGNOSA BANDING
Jenis Penyakit Nyeri Perdarahan Massa Lainnya
Fisura Anal + + - Terdapat skin tag atau umbai kulit (radang
Kronik dengan bendungan limfe dan
fibrosis pada kulit)

Karsinoma - + + Pembengkakan KGB sekitar


Anal
Abses + - - Demam, leukositosis,
Anorektal penderita tidak dapat duduk di sisi bokong

Hematom + + + Sering terjadi pada orang yang mengangkat


Perianal barang berat, leukositosis.
Ulseratif

Prolaps Polip - + + Adanya gejala mual,


Kolorektal muntah,dan konstipasi
yang parah (jika
ukurannya besar)
Karsinoma - + + Karsinoma rektum
rektum
TATALAKSANA
 Non Farmakologi

 Koreksi konstipasi dengan meningkatkan konsumsi serat (25-


30 gram sehari), dan menghindari obat-obatan yang dapat
menyebabkan konstipasi.
 Meningkatkan konsumsi cairan (6-8 gelas sehari)
 Menghindari mengejan saat buang air besar, dan segera ke
kamar mandi saat merasa akan buang air besar, jangan ditahan
karena akan memperkeras feses.
 Rendam duduk dengan air hangat yang bersih dapat dilakukan
rutin dua kali sehari selama 10 menit pagi dan sore selama 1 –
2 minggu, karena air hangat dapat merelaksasi sfingter dan
spasme.
 Tirah baring untuk membantu mempercepat berkurangnya
pembengkakan.
 Terapi Farmakologi
 Salep anastetik lokal
 Kortikosteroid
 Laksatif
 Analgesik
 Suplemen flavonoid, membantu mengurangi tonus vena
dan mengurangi hiperpermeabilitas serta efek
antiinflamasi.
 Terapi Pembedahan