Anda di halaman 1dari 31

Oleh: dr.

Iraisa Rosaria
Moderator: dr. Jhon Desel S.
1. Fungsi Vaskuler:
Menimbun & melakukan filtrasi darah
2. Fungsi Ekskresi:
Mengekskresikan zat yang berasal dari sel hati
misalnya bilirubuin, cholesterol, garam
empedu dsb. ke dalam empedu
3. Fungsi Metabolik:
Untuk metabolisme karbohidrat, protein,
lemak, vitamin
4. Fungsi Pertahanan tubuh:
a. Detoksifikasi dari bahan beracun
b. Oleh sel kupfer baik dengan fagositosis
langsung maupun pembentukan antibodi
 Beberapa tes faal hati:
1. Alkali Fosfatase (ALP)
2. Gamma Glutamil Transferase (GGT )
3. Aspartat Amino Transferase (AST )/ Glutamat
Oksaloasetat Transaminase (GOT)
4. Alkali phospatase ( ALP )/ Glutamat Piruvate
Transaminase
5. Cholinesterase ( CHE )
6. Bilirubin
kegunaannya dalam klinik:
a. Penyakit hepatobilier: kolestasis/obstruksi,
tumor, batu, abses
b. Proses keganasan (metastasis ke hati)
c. Penyakit tulang dgn aktivitas osteoblastik
 Tujuan : Mengetahui adanya gangguan faal hati
 Metode : Kalorimetri untuk menentukan
orthophosphoric monoester phosphohydrolase
 Bahan pemeriksaan : serum atau plasma
heparin.
 Prinsip :
 Alkali phosphatase mengkatalisa dalam media
alkali yang mentransfer 4-nitrophenilphosphat
dan 2-amino-2-metil-1-propanol (AMP) menjadi
4-nitrophenol.
 Kenaikan 4-nitrofenol diukur secara fotometri
pada panjang gelombang 405 nm yang
sebanding dengan aktivitas alkali phosphatase
dalam sampel

 Nilai
Rujukan
Laki-laki : 61- 232 U/L
Perempuan : 49-232 U/L
 Persiapan Pasien
- Puasa minimal 8 jam
- Hindari obat- obatan yg dpt mempengaruhi ALP,misalnya allopurinol
yg meningkatkan dan propanolol yang menurunkan kadar ALP.
 Persiapan sampel
Hindari hemolisis
 Prinsip

Tes Kolorimetrik dgn persamaan reaksi sbb :


sampel + R1 (buffer) + R2 reaksi :

ALP
p - nitrofenol + H2O  fosfat + p- nitrofenol
Mg2+

p – nitrofenol yg dihasilkan dibandingkan dgn aktifitas ALP yg diukur


secara fotometrik
Alat :
- Cara Semiautomatik  fotometer 4020 :
tabung reaksi dan raknya,pipet volumetrik 20 dan 1000
- Cara Automatik Cobas Mira  tabung mikro,rak sampel
dan pipet volumetrik 500

Bahan :
- Sampel : serum atau plasma heparin
- Reagensia : R1 botol 1 Buffer : Diethanolamine 1,02 mol/l ph 9,8
Magnesium klorida 0,51 mmol/l
R2 botol 2 Buffer
botol 2a Substrat : p – nitrofenilfosfat 10 mmol/l
 Cara kerja
Larutkan 4 tablet reagen R2 dr btl 2a ke dlm btl 2,campur R1 + R2
dgn perbandingan R1 + R2 = 5 : 1,larutan ini stabil 14 hr,suhu 20C-80C

- Cara Semiautomatik

1000 reagen + 20 sampel  inkubasi 30 dtk  fotometer


1405 nm, dgn program ALP akan keluar print out.

linearitas : jika hasil > 685 u/l,encerkan sampel ulangi pengukuran

- Cara automatik
 450 nm
500 tabung mikro (rak sampel)  pengambilan berturut2
reagen 250 ,pengenceran dgn H2O 50 dan pengambilan sampel 7
dgn program ALP akan keluar print out.
Peningkatan ringan Peningkatan sedang Peningkatan tegas Penurunan
(3 x N) (3 – 5 x N) (5 kali x N) ALP
Hepatitis virus Penyakit hati kehamilan lanjut Kreatinisme
granulomentosa
Hepatitis kronik obstruksi duktus obstruksi traktus Defesiensi
aktif ekstrahepatik biliaris protein dan
magnesium
Sirosis (alkoholik) Penyakit metabolik atresia biliaris
tulang
Masa penyembuhan Mononukleus Sirosis
fraktur infeksiosa
metastasis tumor ke osteitis deformans
tulang
sarkoma
osteogenik
Hiperparatiroid
pagets diseases
kegunaannya dalam klinik:
 Mengetahui penyakit hepatobilier: kolestasis,
ikterus obstruktif pada anak
 Mengetahui penyakit tulang & hati jika ALP
meningkat
 Memantau konsumsi alkohol
 Mendeteksi proses keganasan (metatasis ke
hati)
 Persiapan pasien :
- Puasa min 8 jam u/ menyingkirkan peningkatan kadar GGT
krn makanan
- Hindari obat atau zat yg dpt mempengaruhi kadar GGT,
misalnya barbiturat,alkohol yg meningkatkan dan kontrasepsi
oral yg menurunkan kadar GGT.

 Persiapan sampel :
hindari hemolisis
Tes kinetik kolorimetrik
L-  - glutamil – 3 carboxy – 4 nitroanilide + glycyglycine
GGT
L-  - glutamil – 3 glycylglycine + 5 – amino – 2 nitrobenzoat

5 m- amino – nitrobenzoat yang dihasilkan sebanding


dengan aktifitas GGT dan diukur secara fotometrik.
 Alat :
- Cara semi automatik dgn 4020 :
tabung reaksi,pipet volumetrik 100 dan 1000
- Cara automatik dgn Cobas Mira :
tabung mikro,rak sampel,pipet volumetrik 500
Bahan :
- Sampel : serum,plasma heparin atau plasma EDTA
- Reagensia : R1 Buffer : - Tris buffer ph 8,25 100 mmol/l
- Glycylgycine 100 mmol/l
R2 Substrat : L-  - glutamil – 3 carboxy – 4 nitroanilide 4 mmol/l

Analitik :
 Cara kerja :
- Persiapan larutan kerja :
1 ml R2 + 4 ml R1  stabil 6 mgg pd suhu 20 C – 80 C
 Cara Semiautomatik : 11
reagen 100 + 1000  inkubasi  pipet fotometer  450 nm
program tes GGT, print out .
jika hasil > 230 U/l,encerkan sampel dan ulangi pengukuran.

 Cara Automatik :
500 dlm tabung mikro,berturut2 pengambilan reagen 150 ,pengenceran
H2O 20 dgn pengambilan sampel 10 letakkan pd rak sampel.
pipet fotometer  450 nm,pilih program GGT lalu print out.
jika hasil > 1200 U/l.encerkan 50 sampel dgn 200 NaCl 0,9 % hasilnya
dikalikan 5
 NILAI RUJUKAN
30 0 C (U/l) 37 0 C (U/l)
Perempuan 5 - 25 7 - 32
Laki-laki 8 - 38 11 - 50

 Peningkatan kadar GGT :


- Gangguan traktus hepatobiliar
- Karsinoma hepatoselluler
- Degenerasi hepatoselluler misalnya sirosis
- Hepatitis
- kerusakan atau keganasan pangkreas dan ginjal
- Metastase prostat
- DM dan hipertensi
- Tumor Otak
- Alkoholisme
- Penyakit jantung kongestif
- Infark miokard akut 4 – 10 hari
- Hiperlipipoproteinemia
A. Tes berdasarkan metabolisme empedu
1. Bilirubin serum
Metode pemeriksaan:
Bilirubin serum diperiksa dengan reaksi
DIAZO
Bilirubin + reagensia Diazo  Azobilirubin
(merah muda)
 Intensitas warna yang timbul sebanding
dengan kadar bilirubin & diukur secara
spektrofotometrik
 Ditemukan oleh Hijman van den Bergh tapi
sekarang sudah banyak modifikasi dari
metoda tsb.
 Bilirubinterkonjugasi dapat bereaksi
langsung dengan reagen Diazo oleh karena
itu sering disebut Bilirubin Direk sedangkan
bilirubin tak terkonjugasi harus ditambah
metanol agar dapat bereaksi dengan reagen
Diazo oleh karena itu disebut Bilirubin
Indirek
NILAI RUJUKAN NILAI KRITIS
AST 8-33 IU/L 2-3x nilai rujukan
ALT 7-35 IU/L 2-3x nilai rujukan
PROTEIN TOTAL 6-8,3 gr/dl
ALBUMIN
BILIRUBIN TOTAL
LAKTAT
DEHIDROGENASE
(LDH)
ALKALI PHOSPHATASE
(ALP)
PROTROMBINE TIME
 Pengukuran kadar berbagai macam protein dengan
berbagai fungsi yang semuanya diperiksa dengan
cara yang berdasarkan reaksi antigen-antibodi

A. Kadar Imunoglobulin (Ig)


 Imunoglobulin adalah sekelompok glikoprotein
yang bertanggung jawab dalam reaktivitas
imunologik
 Ada 5 macam imunoglobulin:
IgA, IgM, IgG, IgD, IgE

 Metode pemeriksaan: Imunoelektroforesis


 Dihasilkan dalam RES & sel plasma yang banyak
terdapat dalam hati
 Metode Pemeriksaan:
 IgM : 70-80% pada penderita primary biliary

cirrhosis
 IgA : 50 % pada penyakit hati alkoholik

 IgG : 2/3 dari penderita Hepatitis Kronik Aktif

 Peningkatan kadar Ig berguna untuk membantu


diagnosa banding tapi karena perubahan kadar Ig
sering tidak spesifik maka tidak dapat dipakai
sebagai suatu tes diagnostik yang baik
 Dibuat dalam jumlah besar oleh jaringan hati
embrional, yolk sac & usus janin normal.
 Terdapat dalam serum neonatus – bayi 6mgg
 Dewasa normal
Sel-sel hati ganas primer  sintesa AFP
 Metode pemeriksaan:
Radioimmunoassay – Hemaglutinasi pasif –
Counterimmunoelectrophoresis (CIEP) –
Immunodifusion (ID)
 Harga Normal: < 20 nanogram/L
 Artiklinik:
 Dengan RIA, AFP (+) pada 80-90% kasus
hepatoma, ataxia teleangiektasia, acute viral
hepatitis, tumor hati mrtastatik, tumor
lambung, penyakit hati tdk ganas ex. Hepatitis
neonatus.
 Pada penderita dengan riwayat/ gejala
keganasan diluar hati, bila dengan RIA
didapatkan AFP yg abnormal  kemungkinan
metastase pada hati
 Mengikuti prognosa px. Post op & radiasi
kemoterapi hepatoma AFP turun  baik
AFP tinggi 
kekambuhan/metastase
 CEA = protein yg dihasilkan jaringan embrional &
neoplastik dari sal.pencernaan
 Metode pmx. = Radioimmunoassay (RIA)
 Kenaikan CEA paling tinggi didapatkan pada
metastase ca colon & ca pankreas  CEA
meningkat 4x normal. Pada px. Ca colon yang
telah dilakukan reseksi bila CEA naik 4x normal,
kemungkinan besar ada metastase ke hati.