Anda di halaman 1dari 26

LIMBAH DAN

PENANGANANNYA

Mirza Farisi Edria, S. Farm., Apt.


Februari 2019
Limbah
Berdasarkan keputusan Menperindag RI No.231/MPP/Kep/7/1997
Limbah adalah bahan barang sisa atau bekas dari suatu kegiatan atau proses
produksi yang fungsinya sudah berubah dari aslinya.

Menurut Undang-Undang No.23 tahun 1997


Sisa suatu usaha dan atau kegiatan. Yang dimaksud sisa suatu kegiatan adalah
sisa suatu kegiatan dan atau proses produksi yang antara lain dihasilkan dari
kegiatan rumah tangga, rumah sakit, industri, pertambangan dan kegiatan lain.

Undang Undang 32 tahun 2009


Sisa suatu usaha dan atau kegiatan dan atau proses produksi yang antara lain
dihasilkan dari kegiatan rumah tangga, rumah sakit, industri, pertambangan dan
kegiatan lain.
Jenis – Jenis Limbah
 Berdasarkan wujudnya
- Limbah padat
- Limbah cair
- Limbah gas
- Limbah suara
 Berdasarkan sumbernya
- Limbah domestic
- Limbah industry
- Limbah pertanian
- Limbah pertambangan
- Limbah pariwisata
- Limbah medis
Jenis – Jenis Limbah
 Berdasarkan senyawanya
- Limbah organic
- Limbah anorganic
- Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Berdasarkan Wujudnya

- Limbah padat
Limbah berwujud padat dan biasanya bersifat kering serta tidak dapat berpindah/menyebar
jika tidak ada yang memindahkannya. Limbah padat ini termasuk limbah yang paling sering
ditemukan di lingkungan, seperti sisa makanan, sampah plastik, pecahan kaca, kertas
bekas dan lain sebagainya.

- Limbah cair
Limbah cair merupakan sisa dari suatu kegiatan yang berwujud cair dan bercampur dengan
bahan-bahan buangan lainnya yang larut ke dalam air. Contoh limbah cair yaitu air sabun
bekas cucian, sisa pewarna kain, air tinja dan lain sebagainya.
Berdasarkan Wujudnya

- Limbah gas
Limbah yang berwujud gas terdiri dari berbagai macam senyawa kimia dan memanfaatkan
udara sebagai medianya sehingga dapat menyebar dengan mudah dalam wilayah yang luas.
Contoh limbah cair yaitu karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
freon, dan lain sebagainya.

- Limbah suara
Limbah suara merupakan limbah berupa gelombang bunyi yang merambat di udara dan
menimbulkan gangguan. Contoh limbah suara yaitu suara-suara bising yang dihasilkan
kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, genset dan lain sebagainya.
Berdasarkan Sumbernya
- Limbah domestik
Limbah domestik atau limbah rumah tangga merupakan limbah yang dihasilkan
dari kegiatan rumah tangga atau pemukiman penduduk, pasar dan rumah makan.
Contoh limbah domestik yaitu sisa-sisa makanan, air sabun bekas cucian dan lain
sebagainya.

- Limbah industri
Limbah industri merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri yang
wujudnya tergantung dari apa yang diproduksi industri tersebut, seperti asap
mesin pabrik atau cairan buangan dari suatu pabrik.

- Limbah pertanian
Limbah pertanian merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan pertanian
maupun kegiatan perkebunan, seperti jerami, sisa-sisa daun, kayu-kayu kecil dan
lain sebagainya.
Berdasarkan Sumbernya
- Limbah pertambangan
Limbah pertambangan merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan
pertambangan.

- Limbah pariwisata
Limbah pariwisata merupakan limbah yang berasal dari daerah pariwisata, seperti
asap kendaraan dan oli yang dibuang kapal atau speedboat di kawasan wisata
bahari.

- Limbah medis
Limbah medis merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan medis, seperti
jarum-jarum suntik bekas di rumah sakit, zat-zat kimia obat dan lain sebagainya.
Berdasarkan Senyawanya

- Limbah organik
Limbah organik merupakan limbah yang mengandung unsur karbon atau berasal dari
makhluk hidup dan bersifat mudah membusuk atau terurai oleh aktivitas mikroorganisme
baik aerob maupun anaerob. Limbah organik ini sangat mudah ditemui dalam kehidupan
sehari-hari, seperti sisa makanan, kotoran hewan, kulit buah, sayur busuk, dan lain
sebagainya.

- Limbah anorganik
Limbah anorganik merupakan limbah yang tidak dapat atau sulit membusuk/terurai secara
alami oleh mikroorganisme pengurai contoh limbah anorganik yaitu plastik, kaca, logam,
baja, dan lain sebagainya.

- Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)


Limbah B3 merupakan limbah yang berasal dari kegiatan manusia. Limbah ini mengandung
senyawa kimia dan beracun sehingga sangat berbahaya bagi makhluk hidup, lingkungan
dan manusia.
Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan
Beracun)
Bedasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Bahan
Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan zat, energi, dan atau
komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan atau
jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat
mencemarkan, merusak lingkungan hidup, dan atau dapat
membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan
hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.
Dampak Limbah

Dampak Limbah terhadap Kesehatan Manusia


Berbagai jenis penyakit dapat ditimbulkan karena tidak adanya penangan atau pengelolaan
limbah yang benar. Mulai dari penyakit ringan seperti sakit perut/diare hingga penyakit
yang mematikan seperti keracunan akut dapat disebabkan oleh adanya limbah. Contohnya
gangguan pencernaan seperti diare, Tifus, Keracunan akut dan keracunan kronis, jamur
pada kulit, sesak napas, gangguan saraf.
Dampak Limbah
Dampak Limbah terhadap Lingkungan
Selain berdampak negatif bagi manusia, limbah juga berdampak negatif bagi lingkungan.
Dampak negatif yang paling terlihat jelas adalah rusaknya lingkungan sehingga
menurunkan nilai estetika lingkungan atau dengan kata lain lingkungan menjadi tidak enak
dipandang.
Limbah berupa cairan yang masuk ke dalam sistem drainase atau sungai akan
mengakibatkan pencemaran air. Apabila hal ini sudah terjadi maka akan banyak organisme
seperti ikan akan mati keracunan. Jika hal ini terjadi maka akan terjadi perubahaan
ekosistem perairan yang menjebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem secara
keseluruhan. Limbah padat yang dibuang ke sungai dalam jumlah yang banyak dapat
menyumbat aliran air sungai dan menyebabkan banjir.
Selain pencemaran air, pencemaran udara oleh limbah juga akan terjadi seperti bau tidak
sedap yang ditimbulkan karena pembusukan sampah organik. Asap yang ditimbulkan dari
kendaran bermotor, pembakaran sampah maupun industri-industri besar juga dapat
menimbulkan pencemaran udara. Pembakaran sampah berbahan plastik tertentu bahkan
dapat bersifat karsinogenik dan menimbulkan kanker apabila dihirup manusia.
Peraturan Perundangan yang Berkaitan dengan Limbah
 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 54 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Limbah dan Zat Kimia
Pengoperasian Pesawat Udara dan Bandar Udara
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 04/PRT/M/2017 Tahun 2017 tentang
Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No P.70/MENLHK/SEKJEN/KUM.1/8/2016 Tehun 2016
tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik
 Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.50 Tahun 2016 tentang Pembangunan dan Pengoperasian
Fasilitas Pengelola Sampah dalam Kota/Intermediate Treatment Facility
 PP No.61 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 19/PRT/M/2012 Tahun 2012 tentang Pedoman Penataan Ruang
Kawasan Sekitar Tempat Pemrosesan Akhir Sampah
 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce,
Reuse, dan Recycle Melalui Bank Sampah
 PP No. 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah
Tangga
 Peraturan Menteri Dalam Negeri No.33 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pesampahan
 Peraturan direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Nomor 23/ILMTA/PER/11/2009 Tahun
2009 tentang Tata Cara Pemberian Rekomendasi sebagai Importir Produsen Limbah Non Bahan Berbahaya
dan Beracun (NON B3)
 UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pegelolaan Lingkungan Hidup
Peraturan Perundangan yang Berkaitan dengan Limbah
 Permen LH No.30 Tahun 2009 tentang Tata Laksana Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun serta Pemulihan Akibat Pencemaran bahan
Berbahaya dan Beracun oleh Pemerintah Daerah
 Surat Edaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Nomor SE-03/BC/2008 Tahun 2008 tentang
Pengeluaran Sisa Hasil Produksi/Limbah (Waste dan Scrap)
 UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.252 Thun 2004 tentang Program Penilaian
Peringkat Hasil Uji Tipe Emisi Gas Buang kendaraan Bermotor Tipe Baru
 Peraturan MENLH No.05 Tahun 2009 tentang Pengolahan Limbah di Pelabuhan
 Keputusan MENLH NO.128 Tahun 2003 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis
Pengolahan Limbah Minyak Bumi dan Tanah Terkontaminasi oleh Minyak Bumi secara Biologis
 PP No.18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
 Keputusan Menperindag RI No.231/MPP/Kep/7/1997 Pasal 1 Tentang Prosedur Impor
Limbah
 Keputusan Kepala Bapedal No.255/Bapedal/08/1996 tentang Tata Cara dan Persyaratan
Penyimpanan dan Pengumpulan Minyak Pelumas Bekas
Limbah Rumah Sakit

Limbah rumah sakit adalah semua sampah dan limbah yang dihasilkan oleh kegiatan
rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya.

Secara umum sampah dan limbah rumah sakit dibagi dalam dua kelompok besar :
 Limbah medis klinis
 Limbah non klinis (limbah padat maupun limbah cair)
(Depkes RI. Buku Pedoman Sanitasi Rumah Sakit di Indonesia. Depkes: Jakarta,
2002.).
Tujuan Pengelolaan Limbah Medis
 Mencegah terjadinya penularan infeksi pada masyarakat sekitarnya.
 Melindungi terjadinya penyebaran infeksi terhadap para petugas kesehatan.
 Melindungi petugas terhadap kecelakaan

Syarat-Syarat Pengelolaan Limbah Medis


 Limbah tidak boleh dihinggapi lalat, tikus, dan binatang sejenisnya yang dapat menyebarkan
penyakit.
 Limbah tidak menimbulkan bau yang busuk.
 Limbah tidak boleh mencemari tanah, air, udara.
 Limbah cair yang beracun harus dipisahkan dari limbah cair tak beracun dan harus memiliki
tempat penampungan sendiri/ dipisahkan.
Limbah Medis Padat
 Limbah benda tajam
Obyek atau alat yang memiliki sudut tajam, sisi, ujung atau bagian menonjol yang dapat memotong
atau menusuk kulit.

 Limbah infeksius
Limbah yang berkaitan dengan pasien yang memerlukan isolasi penyakit menular (perawatan
intensif) dan limbah laboratorium.

 Limbah patologi (jaringan tubuh)


Jaringan tubuh yang terbuang dari proses bedah atau autopsi.

 Limbah radioaktif
Bahan yang terkontaminasi dengan radio isotop yang berasal dari penggunaan medis atau riset
radio nukleida.
 Limbah kimia
Limbah yang dihasilkan dari penggunaan bahan kimia dalam tindakan medis, veterinari,
laboratorium, proses sterilisasi, dan riset.

 Limbah farmasi
Limbah dari obat-obat kadaluwarsa, obat-obat yang dibuang atau terbuang oleh pasien atau
masyarakat, obat-obat yang tidak lagi diperlukan oleh institusi bersangkutan dan limbah yang
dihasilkan selama produksi obat- obatan.

 Limbah sitotoksis
Bahan yang terkontaminasi atau mungkin terkontaminasi dengan obat sitotoksis selama
peracikan, pengangkutan atau tindakan terapi sitotoksis dan harus dimusnahkan melalui
incinerator pada suhu lebih dari 1.000ºC. Tempat pengumpul sampah sitotoksis setelah
dikosongkan lalu dibersihkan dan didesinfeksi.
Limbah Medis Cair
Limbah cair rumah sakit umumnya mengandung senyawa polutan organik yang cukup tinggi dan
dapat diolah dengan proses pengelolaan secara biologis, baik yang berasal dari buangan
domestik maupun buangan limbah medis klinis.
Limbah yang berasal dari laboratorium biasanya banyak mengandung logam berat dan bila
dialirkan ke dalam pengolahan secara biologis akan menganggu proses pengelolaan.
Limbah dipisah dan ditampung kemudian diolah secara kimia-fisika dialirkan bersama-sama
dengan limbah cairan lainnya dan diolah dengan pengelolaan biologis.
Dampak Positif Pengelolaan Limbah Medis
 Mencegah penyebaran penyakit (infeksi nosokomial).
 Menimbulkan rasa nyaman bagi pasien, petugas dan pengunjung rumah sakit
 Berkurangnya tempat berkembang biaknya serangga dan tikus (mata rantai penularan
penyakit berkurang).

Dampak Negatif Pengelolaan Limbah Medis


Hasil sampingan (cairan, dan gas yang banyak mengandung kuman phatogen, zat kimia, yang
beracun,zat radioaktif dan zat lain) bila pengelolaan bahan buangan tidak baik secara sanitasi
menyebabkan gangguan terhadap kelompok masyarakat disekitar rumah sakit serta
lingkungan didalam dan di luar rumah sakit.
Pengelolaan Limbah Medis

 Pemilahan
 Pewadahan
 Pengangkutan
 Tempat Penampungan Sementara (TPS)
 Tempat Penampungan Akhir (TPA)
Sesuai dengan Kepmenkes 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang persyaratan dan
petunjuk teknis tata cara penyehatan lingkungan rumah sakit, syarat TPS :

 Tempat penampungan limbah tidak permanen


 Tempat Penampungan Sementara (TPS) di lengkapi dengan penutup.
 Terletak di lokasi yang mudah di jangkau oleh kendaraan pengangkut.
 Di kosongkan dan dibersihkan sekurang-kurangnya satu kali 24 jam.
Hal-hal Yang Perlu di Perhatikan Dalam
Pengelolaan Limbah Medis
 Terjaminnya keamanan dalam memilah-milah jenis limbah, pengemasan, pemberian label,
penyimpanan, pengangkutan, pengelolaan, pembuangan.
 Mengembangkan dan secara periodik mengontrol kualitas pengelolaan limbah secara
menyeluruh.
 Menekan produksi limbah.
 Pemisahan limbah sesuai sifat dan jenis (kategori).
 Limbah radioaktif harus diamankan dan dibuang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
 Incinerator adalah metode pembuangan yang disarankan untuk limbah tajam, infeksius dan
jaringan tubuh.
APD yang Harus Digunakan
 Masker
 Baju kerja
 Hand scoen
 Sepatu boot
TERIMAKASIH