Anda di halaman 1dari 57

Oleh :

Rahmi Artati, SSTP, M.Si


Camat IV Koto

PEMBINAAN BADAN
PERMUSYAWARATAN NAGARI
Walinagari
Pemerintah
Nagari
Pemerintahan
Perangkat
Nagari
Bamus
Lembaga yang
melaksanakan fungsi
Badan Permusyawaratan pemerintahan yang
Nagari anggotanya merupakan
wakil rakyat yang dipilih
secara demokratis

Bamus adalah mitra


kerja Walinagari
Bamus • Bamus Nagari dalam
Nagari dan kedudukannya
memiliki fungsi
Walinagari penting dalam
menyiapkan
harus kebijakan
pemerintahan nagari
memiliki bersama Walinagari
visi misi
yang sama
 Masa keanggotaan Bamus Nagari : 6 tahun
 Terhitung sejak pengucapan sumpah
 Anggota Bamus Nagari dapat dipilih kembali
paling banyak 3 kali, baik secara berturut-
turut maupun tidak
Wewenang

 Membahas rancangan peraturan nagari bersama


Walinagari
 Melaksanakan pengawasan terhadap
pelaksanaan Peraturan Nagari dan Peraturan
Walinagari
 Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian
Walinagari
 Membentuk panitia pemilihan Walinagari
 Menggali, menampung, menghimpun,
merumuskan dan menyalurkan aspirasi
masyarakat
Hak Bamus Nagari

 Mengawasi dan meminta keterangan tentang


penyelenggaraan Pemerintah Nagari kepada
Walinagari
 Menyatakan pendapat atas penyelenggaraan
Pemerintahan Nagari, pembangunan,
pembinaan dan pemberdayaan masyarakat
 Mendapatkan biaya operasional pelaksanaan
tugas dan fungsinya dari APBNagari
Hak anggota Bamus Nagari

Menyampaikan Mengajukan usul


Mengajukan
usul dan rancangan
pertanyaan
pendapat peraturan nagari

Mendapat
Memilih dan
tunjangan dari
dipilih
APBNagari
Peran Bamus Nagari

Peran Bamus Nagari dalam Musna

 Bersama Pemerintah Nagari, Bamus Nagari


turut memfasilitasi penyelenggaraan
musyawarah nagari (Musna)
 MERUPAKAN FORUM
PERMUSYAWARATAN YANG DIIKUTI
OLEH BAMUS NAGARI, PEMERINTAH
NAGARI DAN UNSUR MASYARAKAT
NAGARI UNTUK MEMUSYAWARAHKAN
DAN MENYEPAKATI HAL YANG BERSIFAT
STRATEGIS DALAM
PENYELENGGARAANAN PEMERINTAHAN
DAN PEMBANGUNAN NAGARI
Antara lain :

Perencanaan Kerjasama
Penataan Nagari
Nagari Nagari

Rencana Penambahan
Pembentukan
Investasi yang dan pelepasan
BUM Nagari
masuk ke Nagari aset nagari

Kejadian luar
biasa
 Hasil musna dalam bentuk kesepakatan yang
dituangkan dalam berita acara musna
dijadikan dasar bagi Bamus Nagari dan
Pemerintah Nagari dalam menetapkan
kebijakan Pemerintahan Nagari
 MUSYAWARAH NAGARI
DILAKSANAKAN PALING KURANG
SEKALI DALAM 1 TAHUN DAN SESUAI
KEBUTUHAN.
PERAN BAMUS DALAM
PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN NAGARI
 Badan Permusyawaratan Nagari memberitahukan kepada Walinagari
mengenai akan berakhirnya masa jabatan Walinagari secara tertulis 6
(enam) bulan sebelum masa jabatannya berakhir.
 Badan Permusyawaratan Nagari membentuk panitia pemilihan
Walinagari.
 Panitia pemilihan Walinagari bersifat mandiri dan tidak memihak.
 Panitia pemilihan Walinagari terdiri atas unsur perangkat Nagari,
lembaga kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat Nagari.

 Panitia pemilihan bertugas mengadakan penjaringan dan penyaringan


bakal calon berdasarkan persyaratan yang ditentukan, melaksanakan
pemungutan suara, menetapkan calon Walinagari terpilih, dan
melaporkan pelaksanaan pemilihan Walinagari.
Penduduk Nagari yang pada hari pemungutan suara pemilihan
Walinagari sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau
sudah/pernah menikah ditetapkan sebagai pemilih.

 Bakal calon Walinagari yang telah memenuhi persyaratan


ditetapkan sebagai calon Walinagari oleh panitia pemilihan
Walinagari.

 Calon Walinagari yang telah ditetapkan diumumkan kepada


masyarakat Nagari di tempat umum sesuai dengan kondisi
sosial budaya masyarakat Nagari.

 Calon Walinagari dapat melakukan kampanye sesuai dengan


kondisi sosial budaya masyarakat Nagari dan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
 Calon Walinagari yang dinyatakan terpilih adalah calon yang
memperoleh suara terbanyak.
 Panitia pemilihan Walinagari menetapkan calon Walinagari
terpilih.
 Panitia pemilihan Walinagari menyampaikan nama calon
Walinagari terpilih kepada Badan Permusyawaratan Nagari
paling lama 7 (tujuh) hari setelah penetapan calon Walinagari
terpilih.
 Badan Permusyawaratan Nagari paling lama 7 (tujuh) hari
setelah menerima laporan panitia pemilihan menyampaikan
nama calon Walinagari terpilih kepada Bupati.
PERAN BAMUS DALAM
PEMBERHENTIAN WALINAGARI
Pemberhentian Walinagari
(1) Walinagari berhenti karena:
a. meninggal dunia;
b. permintaan sendiri; atau
c. diberhentikan.

(2) Walinagari diberhentikan karena:


a. berakhir masa jabatannya;
b. tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau
berhalangan tetap secara berturut-turut selama 6 (enam)
bulan;
c. tidak lagi memenuhi syarat sebagai Walinagari;
d. melanggar larangan sebagai Walinagari;
e. adanya perubahan status Nagari menjadi kelurahan,
penggabungan 2 (dua) Nagari atau lebih menjadi 1 (satu)
Nagari baru, atau penghapusan Nagari;
f. tidak melaksanakan kewajiban sebagai Walinagari; atau
g. dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan putusan
pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum
tetap.

(3) Apabila Walinagari berhenti, Badan Permusyawaratan Nagari


melaporkan kepada bupati melalui camat.

(4) Pemberhentian Walinagari ditetapkan dengan keputusan


bupati.
Dalam hal sisa masa jabatan Walinagari yang berhenti tidak lebih
dari 1 (satu) tahun, bupati mengangkat pegawai negeri sipil dari
pemerintah daerah kabupaten sebagai penjabat Walinagari
sampai terpilihnya Walinagari yang baru.

Dalam hal sisa masa jabatan Walinagari yang berhenti lebih dari 1
(satu) tahun, bupati mengangkat pegawai negeri sipil dari
pemerintah daerah kabupaten sebagai penjabat Walinagari
sampai terpilihnya Walinagari yang baru melalui hasil
musyawarah nagari.
1) Pegawai negeri sipil yang diangkat sebagai penjabat
Walinagari paling sedikit harus memahami bidang
kepemimpinan dan teknis pemerintahan.

2) Penjabat Walinagari melaksanakan tugas, wewenang, dan


kewajiban serta memperoleh hak yang sama dengan
Walinagari.
Pemilihan Walinagari Antarwaktu melalui Musyawarah Nagari

Musyawarah Nagari yang diselenggarakan khusus untuk


pelaksanaan pemilihan Walinagari antarwaktu dilaksanakan
paling lama dalam jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak
Walinagari diberhentikan

Pembentukan panitia pemilihan Walinagari antarwaktu oleh


Badan Permusyawaratan Nagari paling lama dalam jangka
waktu 15 (lima belas) Hari terhitung sejak Walinagari
diberhentikan;
2. pengajuan biaya pemilihan dengan beban APB Nagari oleh
panitia pemilihan kepada penjabat kepala Nagari paling lambat
dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) Hari terhitung sejak panitia
terbentuk;
3. pemberian persetujuan biaya pemilihan oleh penjabat
Walinagari paling lama dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) Hari
terhitung sejak diajukan oleh panitia pemilihan;
4. pengumuman dan pendaftaran bakal calon Walinagari oleh
panitia pemilihan dalam jangka waktu 15 (lima belas) Hari;
5. penelitian kelengkapan persyaratan administrasi bakal calon
oleh panitia pemilihan dalam jangka waktu 7 (tujuh) Hari; dan
6. penetapan calon Walinagari antarwaktu oleh panitia pemilihan
paling sedikit 2 (dua) orang calon dan paling banyak 3 (tiga)
orang calon yang dimintakan pengesahan musyawarah Nagari
untuk ditetapkan sebagai calon yang berhak dipilih dalam
musyawarah Nagari.
Peran dan Tugas Bamus dalam
Pengelolaan Keuangan Nagari
 Membahas bersama Walinagari dalam rangka
memperoleh persetujuan bersama Peraturan
Nagari tentang APBNagari dan APBNagari
Perubahan.
 Menyetujui dan menetapkan APBNagari
 Mengawasi Pelaksanaan APBNagari
 Menginformasikan Peraturan Nagari tentang
APBNagari dan APBNagari Perubahan
kepada masyarakat
APB Nagari

1) Rancangan peraturan Nagari tentang APB Nagari disepakati


bersama oleh Walinagari dan Bamus paling lambat bulan
Oktober tahun berjalan.

2) Rancangan peraturan Nagari tentang APB Nagari disampaikan


oleh Walinagari kepada bupati melalui camat paling lambat 3
(tiga) Hari sejak disepakati untuk dievaluasi.

3) Bupati dapat mendelegasikan evaluasi rancangan peraturan


Nagari tentang APB Nagari kepada camat.

4) Peraturan Nagari tentang APB Nagari ditetapkan paling lambat


tanggal 31 Desember tahun anggaran berjalan.
Peran Bamus dalam Perencanaan Pembangunan Nagari

 Perencanaan pembangunan Nagari disusun berdasarkan hasil


kesepakatan dalam musyawarah Nagari.
 Musyawarah Nagari paling lambat dilaksanakan pada bulan Juni
tahun anggaran berjalan.
 Perencanaan pembangunan Nagari menjadi pedoman bagi
Pemerintah Nagari dalam menyusun RKP Nagari, dan Daftar
Usulan RKP Nagari.
 Dalam menyusun RPJM Nagari dan RKP Nagari, Pemerintah
Nagari wajib menyelenggarakan musyawarah perencanaan
pembangunan Nagari secara partisipatif.
 Musyawarah perencanaan pembangunan Nagari diikuti oleh
Badan Permusyawaratan Nagari dan unsur masyarakat Nagari.
Alur Perencanaan Nagari
Bamus Musna Juni

Berita Acara Tim Verifikasi

Anggota 7-11 orang Tim Penyusunan RKP Seknag

Rancangan RKP Nagari dan DU-RKP

Walinagari Musrenbang Nagari

Camat DU-RKP RKP Perna RKP September

Musrenbang Kecamatan RAPBNagari Oktober

Musrenbang Kabupaten APBNagari 31 Desember


 Pemerintah Nagari menyusun perencanaan Pembangunan
Nagari sesuai dengan kewenangannya dengan mengacu pada
perencanaan pembangunan Kabupaten.
 Perencanaan Pembangunan Nagari disusun secara berjangka
meliputi:

a. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagari untuk


jangka waktu 6 (enam) tahun; dan
b. Rencana Pembangunan Tahunan Nagari atau yang disebut
Rencana Kerja Pemerintah Nagari, merupakan penjabaran
dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagari untuk
jangka waktu 1 (satu) tahun.
 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagari dan Rencana
Kerja Pemerintah Nagari ditetapkan dengan Peraturan Nagari.
 Peraturan Nagari tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nagari dan Rencana Kerja Pemerintah Nagari
merupakan satu-satunya dokumen perencanaan di Nagari.
 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagari dan Rencana
Kerja Pemerintah Nagari merupakan pedoman dalam
penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari yang
diatur dalam Peraturan Pemerintah.
 Program Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah yang
berskala lokal Nagari dikoordinasikan dan/atau didelegasikan
pelaksanaannya kepada Nagari.
 Perencanaan Pembangunan Nagari merupakan salah satu
sumber masukan dalam perencanaan pembangunan
Kabupaten.
 Perencanaan Pembangunan Nagari diselenggarakan dengan
mengikutsertakan masyarakat Nagari.
 Dalam menyusun perencanaan Pembangunan Nagari,
Pemerintah Nagari wajib menyelenggarakan musyawarah
perencanaan Pembangunan Nagari.
 Musyawarah perencanaan Pembangunan Nagari menetapkan
prioritas, program, kegiatan, dan kebutuhan Pembangunan
Nagari yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja
Nagari, swadaya masyarakat Nagari, dan/atau Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten.
 Prioritas, program, kegiatan, dan kebutuhan Pembangunan
Nagari dirumuskan berdasarkan penilaian terhadap kebutuhan
masyarakat Nagari yang meliputi:
a. peningkatan kualitas dan akses terhadap pelayanan dasar;
b. pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dan
lingkungan berdasarkan kemampuan teknis dan sumber
daya lokal yang tersedia;
c. pengembangan ekonomi pertanian berskala produktif;
d. pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna
untuk kemajuan ekonomi; dan
e. peningkatan kualitas ketertiban dan ketenteraman
masyarakat Nagari berdasarkan kebutuhan masyarakat
Nagari.
Pelaksanaan

1. Pembangunan Nagari dilaksanakan sesuai dengan Rencana


Kerja Pemerintah Nagari.
2. Pembangunan Nagari dilaksanakan oleh Pemerintah Nagari
dengan melibatkan seluruh masyarakat Nagari dengan
semangat gotong royong.
3. Pelaksanaan Pembangunan Nagari dilakukan dengan
memanfaatkan kearifan lokal dan sumber daya alam Nagari.
4. Pembangunan lokal berskala Nagari dilaksanakan sendiri oleh
Nagari.
5. Pelaksanaan program sektoral yang masuk ke Nagari
diinformasikan kepada Pemerintah Nagari untuk diintegrasikan
dengan Pembangunan Nagari.
Pemantauan dan Pengawasan Pembangunan Nagari

 Masyarakat Nagari berhak mendapatkan informasi mengenai


rencana dan pelaksanaan Pembangunan Nagari.
 Masyarakat Nagari berhak melakukan pemantauan terhadap
pelaksanaan Pembangunan Nagari.
 Masyarakat Nagari melaporkan hasil pemantauan dan berbagai
keluhan terhadap pelaksanaan Pembangunan Nagari kepada
Pemerintah Nagari dan Badan Permusyawaratan Nagari.
 Pembangunan Nagari, pemberdayaan masyarakat Nagari, dan
pemberian bantuan untuk masyarakat miskin melalui hibah,
bantuan sosial, dan kegiatan dana bergulir yang ditetapkan
dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari.
PERAN BAMUS DALAM
BADAN USAHA MILIK NAGARI
(BUM NAGARI)

 PENDIRIAN BUM NAGARI DISEPAKATI DALAM MUSYAWARAH


NAGARI DAN PENDIRIAN DITETAPKAN DENGAN PERATURAN
NAGARI(PERNA).
 BUM NAGARI MENJALANKAN USAHA DIBIDANG EKONOMI,
DAN PELAYANAN UMUM
 HASIL USAHA DIMANFAATKAN UNTUK PENGEMBANGAN
USAHA DAN PEMBANGUNAN NAGARI, PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DAN PEMBERIAN BANTUAN UNTUK
MASYARAKAT MISKIN
PERAN BAMUS DALAM
KERJA SAMA NAGARI

 PENGEMBANGAN USAHA BERSAMA UNTUK MENCAPAI NILAI


EKONOMI YANG BERDAYA SAING
 KEGIATAN KEMASYARAKATAN, PELAYANAN,
PEMBANGUNAN, DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
 BIDANG KEAMANAN DAN KETERTIBAN

KERJA SAMA ANTAR- NAGARI DITUANGKAN DALAM


PERATURAN BERSAMA WALINAGARI MELALUI KESEPAKATAN
MUSYAWARAH ANTAR-NAGARI
Fungsi Bamus Nagari

Membahas dan
menyepakati Menampung dan
Rancangan Peraturan menyalurkan aspirasi
Nagari bersama masyarakat nagari
Walinagari

Melakukan
pengawasan kinerja
Walinagari
Fungsi Legislasi

 Proses pembuatan Peraturan Nagari dapat


dilakukan melalui proses penyerapan aspirasi
warga, jika berkaitan dan melibatkan masy
 Usul dan inisiatif dapat muncul bergantian
dari Bamus dan Pemerintah Nagari
TATA CARA PENYUSUNAN PERATURAN DI NAGARI
Peraturan Nagari

1) Rancangan peraturan Nagari diprakarsai oleh Pemerintah


Nagari.
2) Bamus dapat mengusulkan rancangan peraturan Nagari
kepada pemerintah Nagari.
3) Rancangan peraturan Nagari wajib dikonsultasikan kepada
masyarakat Nagari untuk mendapatkan masukan.
4) Rancangan peraturan Nagari ditetapkan oleh Walinagari
setelah dibahas dan disepakati bersama Bamus Nagari.
 Rancangan peraturan Nagari yang telah disepakati bersama
disampaikan oleh pimpinan Bamus kepada Walinagari untuk
ditetapkan menjadi Peraturan Nagari paling lambat 7 (tujuh)
Hari terhitung sejak tanggal kesepakatan.

 Rancangan peraturan Nagari wajib ditetapkan oleh Walinagari


dengan membubuhkan tanda tangan paling lambat 15 (lima
belas) Hari terhitung sejak diterimanya rancangan peraturan
Nagari dari pimpinan Bamus.

 Peraturan Nagari dinyatakan mulai berlaku dan mempunyai


kekuatan hukum yang mengikat sejak diundangkan dalam
lembaran Nagari dan berita Nagari oleh sekretaris Nagari.
 Peraturan Nagari yang telah diundangkan disampaikan kepada
bupati/walikota sebagai bahan pembinaan dan pengawasan
paling lambat 7 (tujuh) Hari setelah diundangkan.

 Peraturan Nagari wajib disebarluaskan oleh Pemerintah Nagari.


Fungsi Penyerapan Aspirasi

 Menggali aspirasi masyarakat.


 Menampung aspirasi masyarakat.
 Menghimpun aspirasi masyarakat
 Merumuskan aspirasi masyarakat
 Menyalurkan aspirasi masyarakat
Mekanisme
Melalui
Langsung Melalui
Pertemuan
Kepada Forum
tingkat
Bamus Warga
Nagari
Fungsi Pengawasan

 Pengawasan untuk mengurangi adanya


penyelewengan atas kewenangan dan
keuangan nagari dalam penyelenggaraan
nagari
 Pengawasan terhadap program pemerintah,
fungsi pemerintah, peraturan dan keputusan,
dilaksanakan oleh Pemerintah Nagari
WALINAGARI WAJIB

 MENYAMPAIKAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NAGARI


(LPPD) SETIAP AKHIR TAHUN ANGGARAN DAN PADA AKHIR MASA
JABATAN KEPADA BUPATI
 MEMBERIKAN LAPORAN KETERANGAN PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN SECARA TERTULIS KEPADA BAMUS SETIAP AKHIR TAHUN
ANGGARAN,
 MEMBERIKAN DAN ATAU MENYEBARKAN INFORMASI PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN SECARA TERTULIS KEPADA MASYARAKAT NAGARI SETIAP
AKHIR TAHUN ANGGARAN
 WALINAGARI YANG TIDAK MELAKSANAKAN KEWAJIBAN DIKENAI SANKSI
ADMINISTRASI BERUPA TEGURAN DAN ATAU TEGURAN TERTULIS ATAS
EVALUASI BUPATI DAN ATAU LAPORAN BAMUS.
 APABILA SANKSI TIDAK DILAKSANAKAN DILAKUKAN TINDAKAN
PEMBERHENTIAN SEMENTARA DAN DAPAT DILANJUTKAN DENGAN
PEMBERHENTIAN.
 Walinagari menyampaikan laporan keterangan
penyelenggaraan Pemerintahan Nagari setiap akhir tahun
anggaran kepada Bamus secara tertulis paling lambat 3 (tiga)
bulan setelah berakhirnya tahun anggaran.
 Laporan keterangan penyelenggaraan Pemerintahan Nagari
paling sedikit memuat pelaksanaan peraturan Nagari.
 Laporan keterangan penyelenggaraan Pemerintahan Nagari
digunakan oleh Bamus dalam melaksanakan fungsi pengawasan
kinerja Walinagari.
LARANGAN WALINAGARI

 MERUGIKASN KEPENTINGAN UMUM;


 MEMBUAT KEPUTUSAN YANG MENGUNTUNGKAN SEPIHAK;
 MENYALAHGUNAKAN WEWENANG, TUGAS,HAK/KEWAJIBAN;
 MELAKUKAN TINDAKAN DISKRIMINATIF;
 MELAKUKAN TINDAKAN MERESAHKAN MASYARAKAT
 MELAKUKAN KKN
 MENJADI PENGURUS PARTAI POLITIK;
 MENJADI ANGGOTA DAN ATAU PENGURUS ORGANISASI TERLARANG;
 MERANGKAP JABATAN;
 IKUT SERTA DAN ATAU TERLIBAT KAMPANYE PEMILU DAN ATAU PILKADA;
 MELANGGAR SUMPAH DAN JANJI;
 MENINGGALKAN TUGAS SELAMA 30 HARI KERJA BERTURUT TURUT TANPA
ALASAN YG JELAS DAN TDK DPT DIPERTANGGUNGJAWAB.
SANKSI LARANGAN WALINAGARI

 WALINAGARI YANG MELANGGAR LARANGAN DIKENAI SANKSI


ADMINISTRASI BERUPA TEGURAN LISAN DAN ATAU TEGURAN TERTULIS
BERDASARKAN EVALUASI BUPATI DAN ATAU ATAS LAPORAN BAMUS.

 SANKSI ADMINISTRASI TIDAK DILAKSANAKAN, DILAKUKAN TINDAKAN


PEMBERHENTIAN SEMENTARA DAN DAPAT DILANJUTKAN DENGAN
PEMBERHENTIAN.
 Besifat administratif dan implementatif.

 Administratif ditujukan pada materi


peraturan

 Implementatif ditujukan pada


pelaksanaan
 Pengawasan perencanaan,
pelaksanaan, pasca pembagunan
Nagari.
 Perencanaan : materi perencanaan
meliputi RPJMNagari (memberi
masukan pada jiwa visi dan misi)
dan APBNagari (sesuai RKP, dapat
dibiayai,program prioritas).
 Perencanaan : proses perencanaan
melalui Musrenbang
 Bersifat administratif : Pelaksanaan
Perna, perwana tidak bertentangan
dengan kepentingan umum
 Implementatif : memastikan
pelaksanaan pembangunan sebagai
tindaklanjut amanat perna
 Pelaksanaan hak asal usul dibiayai
dari pendapatan nagari.
 Pelaksanaan urusan pemerintah kab
yang diserahkan sudah sesuai
dengan perundang undangan.
 Pengadministrasian asset dan hasil
pembangunan nagari.

 Pemanfaat asset dan hasil pembangunan


secara optimal.

 Memberikan saran dan pendapat agar


asset terinventarisasi dan termanfaatkan.
 Metode : langsung mengetahui secara
mendalam terhadap proses
perencanaan, pelaksanaan, dan pasca
pembangunan, selain itu dapat melalui
tidak langsung dengan mendorong
partisipasi masyarakat untuk
mengawasi kinerja kades.
 Teknik : menggali mendatangi warga;
Menampung mendorong partisipasi
masyarakat; menghimpun;
merumuskan  menyusun hasil
penilaian dan melakukan konfirmasi
ulang kepada masyarakat.
 Bentuk rekomendasi internal dan eksternal.
 Internal untuk peningkatan kinerja Bamus
 Eksternal disampaikan secara tertulis kepada
Walinagari dengan tembusan kepada Camat dan
Bupati.
 Walinagari memberikan tanggapan atas
rekomendasi.
 Bamus dapat menggunakan Hak meminta
keterangan dan mengajukan pendapat kepada
pemerintah Nagari.
 Menindaklanjuti hasil pengawasan pembangunan
yang dilaksanakan Bamus.
Mekanisme Menyalurkan Hasil
Pengawasan

Penyampaian
Keterangan
Sidang Bamus permasalahan
Walinagari
oleh Bamus

Kesepakatan Berita Acara


 Bamus Nagari menyusun Peraturan tata tertib
Bamus Nagari
 Antara lain memuat :
 Kedudukan, fungsi, wewenang, hak, kewajiban,
larangan
 Tata cara mengajukan hak, meminta
keterangan, hak menyatakan pendapat, hak
mengajukan pertanyaan
 Tata cara penyusunan dan persetujuan terhadap
penetapan Perna
 Tugas pimpinan dan anggota Bamus
Mekanisme Musyawarah Bamus
 Dipimpin oleh Ketua Bamus
 Dinyatakan sah jika dihadiri paling sedikit 2/3 dari
jumlah anggota Bamus
 Pengambilan keputusan dengan cara musyawarah
 Jika musyawarah mufakat tidak tercapai,
pengambilan keputusan dilakukan dengan cara
pemungutan suara
 Pemungutan suara dinyatakan sah jika disetujui
paling sedukit ½ ditambah 1 dari jumlah anggota
yang hadir
 Hasil musyawarah ditetapkan dengan Keputusan
Bamus dan dilampiri notulen musyawarah
TERIMA KASIH