Anda di halaman 1dari 24

ELISDAH

ELFARA

16.201.096

A.16
Diapet merupakan salah
satu contoh jamu
Tiap kapsul mengandung:

Psidii folium 240 mg

Curcuma domesticae 204 mg

Chebulae Fructus 84 mg

Granati pericarpium 72
gram
Penggunaan bahan alam sebagai obat tradisional di Indonesia
telah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak berabad-abad
yang lalu terbukti dari adanya naskah lama pada daun lontar
Husodo (Jawa), Usada (Bali), Lontarak pabbura (Sulawesi
Selatan), dokumen Serat Primbon Jampi, Serat Racikan Boreh
Wulang nDalem dan relief candi Borobudur yang menggambarkan
orang sedang meracik obat (jamu) dengan tumbuhan sebagai
bahan bakunya.

Jamu adalah obat tradisional yang disediakan


secara tradisional, misalnya dalam bentuk serbuk
seduhan, pil, dan cairan yang berisi seluruh
bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut
serta digunakan secara tradisional. Pada umumnya,
jenis ini dibuat dengan mengacu pada resep
peninggalan leluhur yang disusun dari berbagai
tanaman obat yang jumlahnya cukup banyak,
berkisar antara 5-10 macam bahkan lebih.
KOMPOSISI
a) Ekstrak psidii folium
(daun jambu biji).
Nama latin : Psidium guajava, Linn.
Nama Lokalnya yaitu :
Bahasa Inggris atau Belanda:Psidium guajava.
Bahasa Indonesia : Jambu Biji.
Bahasa Jawa : Jambu klutuk, Bayawas,
tetokal, dan Tokal.
Bahasa Sunda : Jambu klutuk, dan Jambu Batu.
Bahasa Madura : Jambu bender.
Famili : Myrtaceae
Efek farmakologi
Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak air daun
jambu biji memiliki efek antidiare melalui 3
aktivitas yaitu antiamuba, antibakteri dan
antispasmodik. Ekstrak etanol daun jambu biji juga
menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap
enterobakteria. Ekstrak air, ekstrak heksan dan
ekstrak metanol daun jambu biji semuanya
menunjukkan aktivitas spasmolitik invitro.
Ekstrak etanol daun jambu biji menghambat kontraksi
spontan ileum dan menghambat sekresi asetilkolin
lambung. Kandungan kuersetin, dan glikosida
kuersetin dalam daun jambu biji terbukti menghambat
kontraksi ileum melalui efek antagonistik kalsium.
Komposisi Kimia:
Daun jambu biji mengandung total minyak 6% dan
minyak atsiri 0,365%, 3,15% resin, 8,5%
tannin, dan lain-lain. Komposisi utama minyak
atsiri yaitu ± pinene,pinene limonene,
menthol, terpenyl acetate, isopropyl alcohol,
longicyclene, caryophyllene,bisabolene,
caryophyllene oxide,copanene, farnesene,
humulene, selinene, cardinene and curcumene.
Minyak atsiri dari daun jambu biji juga
mengandung nerolidiol,sitosterol, ursolic,
crategolic, dan guayavolic acids.
Daun jambu biji juga
mengandung zat lain kecuali
tanin, seperti minyak atsiri,
asam ursolat, asam psidiolat,
asam kratogolat, asam
oleanolat, asam guAajaverin
dan vitamin.
Mengobati diare:
Bagian dari jambu biji yang digunakan untuk
mengobati diare pada umumnya adalah bagian
daun. Daun jambu biji mengandung tannin dan
zat lain seperti minyak atsiri, asam
ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat,
asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin.
Vieira; dkk. (2001) melalui penelitiannya
telah membuktikan bahwa ekstrak daun jambu
biji dalam etanol, aseton, danair dapat
menghambat pertumbuhan bakteri penyebab
diare yaitu Staphylococcusaureus dan E.
Coli.
b).Ekstrak curcumae
domesticate rhizome
Kandungan Kimia:
Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat,
yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari
kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin
serta zat-zat bermanfaat lainnya. Kandungan
kurkuminoid : Kurkumin : R1=R2=OCH3 10%,
Demetoksikurkumin: R1=OCH3, R2=H 1-5 %,
Bisdemetoksikurkumin: R1=R2=H, sisanya Minyak asiri
atau Volatil oil (Keton sesquiterpen, turmeron,
tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren, sabinen,
borneol dan sineil ), Lemak 1 -3 %, Karbohidrat 3
%, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, Garam-
garam Mineral (Zat besi, fosfor, dan kalsium).
Manfaat Tanaman:
Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai
ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan,
membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal,
dan menyembuhkan kesemutan. Manfaat utama tanaman
kunyit, yaitu sebagai bahan obat tradisional,
bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan
bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu
rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat
sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti
mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan
menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol,
serta sebagai pembersih darah.
c) . Ekstrak coix lacrima jobi semen
(Jagung jali).
Nama farmasetik : Semen Coicis
Nama umum : biji Coix, biji
job’s tears.
Bagian yang digunakan : biji,
diperoleh dengan mengumpulkan
buah yang keras pada musim gugur.
Rasa : manis atau tak berasa dan
sensasi dingin.
Sasaran : limfa, perut, paru-
paru.
d) . Ekstrak phellodendri radix
e) . Ekstrak coptidis rhizoma
f) . Terminaliae chebulae Fructus
(buah Joha)
Efek :
Memperkecil paru yang
terbuka untuk menyembuhkan
batuk, menghentikan diare,
menurunkan panas dan
melegakan kerongkongan.
Indikasi :
Diare yang kronis dan disentri untuk
tipe penurunan limpa dan ginjal.
Sering digunakan dengan herba Radix
Codonpsis Pilosulae, Rhizoma
Atractylodis Macrocephalae, Cortex
Cinnamomi. Untuk diare kronik
digunakan bersama herbal seperti Radix
Aucklandiae, Rhizoma Coptidis, dan
lain-lain.
g). Granati Peicarpium
(Kulit buah delima).
Indikasinya:
a). Mengobati mencret dan memadatkan kembali
feces yang cair.
b). Mengatasi perut mules.
c). Hindari makanan atau minuman yang asam dan
pedas selama belum sembuh.

Khasiatnya : mengurangi frekuensi buang air


besar, memadatkan tinja, dan menyerap racun pada
penderita diare serta bukan sebagai pengganti
oralit.