Anda di halaman 1dari 48

REFERAT

“Penatalaksanaan Tindakan Operatif Pada


Pasien Dengan Stroke Hemorhagik”

Dosen pembimbing :
dr. Gumar Jaya Saleh, Sp.BS
Penyusun : Febrian Tan Jaya
NIM : 030.09.084
Stroke Hemorhagik / Bleeding CVA
Definisi
Gangguan akut supply darah ke otak yang
terjadi akibat adanya perdarahan pada
pembuluh darah di otak.
EPIDEMIOLOGI
Epidemiologi
 Sebanyak 780.000 kasus stroke setiap tahunnya di USA
 1 kasus setiap 40 detik.
 Usia renta > 65 tahun, 28% < 65 tahun
 Laki – laki > perempuan
 Kematian perempuan dengan stroke hemorhagik > laki - laki
 Stroke berhubungan dengan faktor comorbid, diantaranya
DM, hipertensi, obesitas, riwayat keluarga terkena stroke,
merokok.
Prevalensi Stroke Di Indonesia
Riskesdas 2007

 Delapan per seribu penduduk atau 0.8% terserang stroke.


 2.5% dari total penderita stroke di Indonesia meninggal dunia dan sisanya cacat
ringan maupun berat.
 2020 diperkirakan 7.6 juta orang akan meninggal karena stroke.
Jenis – Jenis Stoke Hemorhagik
a. SAH
b.ICH
Management Stroke Hemorhagik
dengan Tindakan Bedah
1. SAH
 External Ventricular Drain
 Endoscopic Third Ventriculostomy
External Ventricular Drain
Indikasi dilakukannya tindakan EVD, meliputi:
• Hidrosefalus akut
• Subarachnoid hemorrhage
• Intraventrikular hemorrhage
• Intraparenkimal hemorrhage
External Ventricular Drain
Kontra indikasi dilakukannya tindakan EVD,
meliputi:
• Pasien dengan terapi anticoagulant
• Pasien dengan diathesa hemorhagik
• Pasien dengan infeksi kulit kepala dekat lokasi
ventrikulostomy
• Abses cerebri
Prosedur EVD
• Informed consent ke pasien dan/atau keluarga
pasien dan penyetujuan SIO.
• Persiapan kondisi pasien sebelum tindakan
EVD di ruang operasi
• OS puasa, berikan antibiotic profilaksis, dan
dibawa ke ruang OK
• Anestesi general
• Posisikan kepala pasien
Kocher’s Point
Frazier’s Point
• Asepsis, antisepsis, dan tutup duk lubang steril
• Beri marking area yang akan diinsisi dengan
surgical marking pen.
• Dengan atau tanpa anestesi local bila telah
dilakukan anestesi umum dan pasien teintubasi
• Insisi sesuai marking area. Insisi dengan metode
linier stab-incision atau curved incision.
• Kulit diflap
• Lakukan 1 buah Burr hole sebagai jalur masuknya
ventrikel kateter.
• Bersihkan lokasi Burr hole dari bone debris dan
cuci dengan normal saline + antibiotic
• Masukan ventrikel kateter dengan stilet pada
lokasi insersi dengan kedalam ± 4-5 cm dari
tabula externa. Maksimal 6 cm
• Bersihkan lapangan operasi.
• Buat insisi linear untuk jalur keluar ventrikel
kateter.
• Jahit ventrikel kateter pada kulit untuk fiksasi.
• Jahit kulit lapis demi lapis.
• Sambungkan ventrikel kateter pada Spuit 50cc
atau bag
Komplikasi EVD
• Infeksi dan reaksi inflamasi yang sering terjadi
setelah hari ke-5
• Kateter terlepas spontan
• Obstruksi/malfungsi kateter
• Perdarahan yang mungkin timbul akibat trauma
pada pleksus choroideus atau vena dalam.
• Kolaps ventrikel akibat cairan LCS yang keluar
terlalu banyak. Keadaan ini memerlukan clamping
intermittent.
• Elektrolit dan cairan imbalance.
Endoscopic Third Ventriculostomy
Keuntungan ETV:
• Tidak terdapat benda asing (corpus alleanum)
yang melekat di dalam tubuh, sehingga
mengurangi resiko infeksi.
• Insisi yang minimal sehingga perlukaan pun
minimal.
• Komplikasi akibat pemakaian shunt terlalu
lama dapat dihindari
Endoscopic Third Ventriculostomy
Kerugian penggunaan ETV:
• Efek perbaikan kondisi pada ETV jauh lebih
lambat disbanding EVD
• Dapat menyebabkan perdarahan
intraventrikular
Management Stroke Hemorhagik
dengan Tindakan Bedah
2. ICH
– Kraniektomi dekompresi dan evakuasi hematom
– Eyebrow incision and hematom removal
Indikasi Evakuasi Hematom Pada ICH

1. Perdarahan Cerebellum > 3cm


2. Kompresi pada batang otak
3. ICH yang berhubungan dengan aneurisma
atau angioma
4. Pasien muda yang memiliki perdarahan
lobaris yang luas
Kontra Indikasi Evakuasi Hematom
1. Pasien dengan perdarahan <10Cm3 dan
tanpa deficit neurologis yang jelas.
2. GCS score ≤4.
Prosedur Kraniektomi
dan Evakuasi ICH
• Informed consent ke keluarga pasien dan
penyetujuan SIO.
• Persiapan kondisi pasien sebelum tindakan
operasi kraniektomi dekompresi dan evakuasi
hematom di ruang operasi.
• OS puasa, berikan antibiotic profilaksis, dan
dibawa ke ruang OK
• Anestesi general
• Posisi badan pasien supine dan dapat dimiringkan
kepala dan badannya sesuai dengan lokasi
hematom pada ICH
• Asepsis, antisepsis, dan tutup duk lubang steril
• Beri marking area yang akan diinsisi dengan
surgical marking pen.
• Anestesi kulit di sekitar marking dengan
anestesi local Lidocaine
• Insisi sesuai marking area. Insisi bentuk tapal
kuda, kulit di flap ke atas sampai terlihat galea,
galea (fascia) didiseksi secara vertical lalu
dikesampingkan.
• Lakukan 4 buah Burr hole
• Kraniektomi dengan menggunakan Giggling.
• Tulang dilepas  tampak dura  dilakukan
duratomi menyilang  tampak jaringan otak
yang berdenyut.
• Dilakukan tindakan kortikotomi / small
corticectomy dengan cutting caute r masukan
suction  sedot hematom dengan tekanan
rendah dan perlahan untuk evakuasi hematom.
• Cuci bersih lapangan operasi  suction lagi
• Jahit dura, bila dura tidak utuh tambal dengan
duragen  duraplasty.
• Tulang tidak dipasang  jahit kulit yang diinsisi
lapis demi lapis.
Eyebrow incision hematom removal
Prognosis
Pada ICH terdapat score ICH yang mempengaruhi prognosis pada
pasien dengan ICH
• GCS score 3-4: 2 points
• GCS score 5-12: 1 point
• GCS score 13-15: 0 points
• Age ≥80 years: Yes, 1 point; no, 0 points
• Infratentorial origin: Yes, 1 point; no, 0 points
• Intracerebral hemorrhage volume ≥30 cm3: 1 point
• Intracerebral hemorrhage volume < 30 cm3: 0 points
• Intraventricular hemorrhage: Yes, 1 point; no, 0 points
Dalam hasil studi Hemphill et al, semua pasien dengan Intracerebral
Hemorrhage dengan skor 0 biasanya survive, dan pasien dengan
skor 5 biasanya meninggal. Skor ini berlaku selama 30 hari.
DAFTAR PUSTAKA
• Hemorrhagic stroke. http://emedicine.medscape.com/article/1916662-overview. accesed on August, 28th
2013.
• Stroke. http://www.mayoclinic.com/health/stroke/DS00150. accesed on August, 28th 2013.
• Types stroke. http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/stroke/types.html. accesed on August,
28th 2013.
• Système nerveux. http://www.cours-pharmacie.com/physiologie/systeme-nerveux.html. accesed on
August, 28th 2013.
• Olavarria G, MD, Pattisapu J.Ventricular drainage systems: indications, technique, complications and
complication avoidance. 2009. Orlando. Childhood neurosurgery and center for hydrocephalus, PA.
• Third ventriculostomy. http://neurosurgery.ucla.edu/body.cfm?id=428. Accesed on September,23th 2013.
• Broderick J. Intracerebral hemorrhage. In: Gorelick PB, Alter M, eds.Handbook of Neuroepidemiology. New
York, NY: Marcel Dekker, Inc; 1994:141–167., Counsell C, Boonyakarnkul S, Dennis M, Sandercock P,
Bamford J, Burn J, Warlow C. Primary intracerebral haemorrhage in the Oxfordshire community stroke
project, 2: prognosis. Cerebrovasc Dis. 1995;5:26–34
• Stroke hemorrhage. http://stroke.ahajournals.org/content/30/4/905.long. accesed on September, 15th
2013.
• Broderick J, Brott T, Zuccarello M. Management of intracerebral hemorrhage. In: Batjer H,
ed. Cerebrovascular Disease. Philadelphia, Pa: Lippincott-Raven; 1996:1–18.
• Morgenstern LB, Frankowski RF, Shedden P, et al. Surgical treatment for intracerebral hemorrhage (STICH):
a single-center, randomized clinical trial. Neurology. 1998; 51: 1359-1363.
• Morgenstern LB, Demchuk AM, Kim DH, et al. Rebleeding leads to poor outcome in ultra-early craniotomy
for intracerebral hemorrhage. Neurology 2001; 56(10): 1294-1299.