Anda di halaman 1dari 20

Mahasiswa mampu memahami penjelasan

tentang tahapan dalam manajemen data


dari perancangan instrumen penelitian, uji
validitas, reliabilitas.

Mahasiswa mampu mengaplikasikan


perangkat komputer yaitu Software
Statistik: Epi Info, Epi Data, GIS Minitab,
dan SPSS, serta membuat
interpretasi/kesimpulan dalam bidang
kesehatan

Mahasiswa mampu menganalisis dan


mengevaluasi penggunaan software
statistik berdasarkan kajian jurnal.
1. Berpakaian rapi dan sopan (tidak boleh
menggunakan baju kaos) serta
menggunakan sepatu
2. Syarat ikut UTS dan UAS jumlah kehadiran
minimal 80% (alpa maks. 2kali, jika sakit
harus ada surat ket. dokter)
3. Makan (permen) dan minum
diperbolehkan
4. Keterlambatan Tugas dan UTS diizinkan
jika dalam keadaan sakit (dibuktikan
dengan surat ket. dokter)
5. Selama proses perkuliahan Hp dalam
keadaan silent atau off
1. Perancangan Instrumen Penelitian

2. Skala Pengukuran, Uji validitas & reliabilitas

3. Manajemen Data Kesehatan

4. Mikro Ekonomi

5. Software Statistik

6. Pengolahan data dengan Arcview/ArcGIS

7. Pengolahan data dengan Epi Info

8. Pengolahan data dengan Minitab

9. Pengolahan data dengan SPSS


Instrumen Penelitian adalah alat
bantu yang digunakan oleh peneliti
dalam kegiatannya mengumpulan
data, agar kegiatan tersebut menjadi
sistematis dan dipermudah olehnya.
 Instrumen adalah suatu alat yang memenuhi
persyaratan akademis shg dapat digunakan
sebagai alat untuk mengukur suatu obyek ukur
atau mengumpulkan data mengenai suatu
variabel penelitian.

 Ciri Instrumen yang Baik :


1. Valid (shahih)  validitas
2. Reliabel  reliabilitas
3. Sensitif
4. Obyektifitas tinggi
5. Fisibilitas baik
1. Kisi-kisi umum adalah kisi-kisi yang dibuat
untuk menggambarkan semua variabel
yang diukur, dilengkapi dengan semua
kemungkinan sumber data, semua metode
dan instrumen yang mungkin dapat
dipakai.

2. Kisi-kisi khusus yaitu kisi-kisi yang dibuat


untuk menggambarkan rancangan butir-
butir yang akan disusun untuk sesuatu
instrumen.
1. Peneliti memiliki gambaran yang jelas
dan lengkap tentang jenis instrumen dan
isi dari butir-butir yang akan disusun

2. Peneliti akan mendapatkan kemudahan


dalam menyusun instrumen karena kisi-kisi
ini berfungsi sebagai pedoman dalam
menuliskan butir-butir

3. Instrumen yang disusun akan lengkap


dan sistematis karena ketika menyusun
kisi-kisi peneliti belum dituntut untuk
memikirkan rumusan butir-butirnya.
4. Kisi-kisi berfungsi sebagai “peta perjalanan”
dari aspek yang akan dikumpulan
datanya, darimana data diambil, dan
dengan apa pula data tersebut diambil

5. Peneliti dapat menyerahkan tugas


menyusun atau membagi tugas dengan
anggota tim ketika menyusun instrumen

6. Validitas dan reliabilitas instrumen dapat


diperoleh dan diketahui oleh pihak-pihak
luar tim peneliti sehingga
pertanggungjawaban peneliti lebih
terjamin.
1. Tujuan penelitian
2. Sampel penelitian
3. Lokasi
4. Pelaksana
5. Biaya dan Waktu
6. data
1. Kuisioner/angket
2. Pedoman wawancara
3. Pedoman Observasi
4. Pedoman Dokumentasi
5. Test
6. Chekl-list
Klasifikasi kuisioner berdasarkan sasaran
dan bentuk jawabannya dapat
dibedakan secara skematis sebagai
berikut:
Langsung : tentang diri sendiri
Sasaran
Tidak langsung : tentang orang lain

Kuisioner
Isian (open-ended)

Bentuk Pilihan (closed form)

Kombinasi isian dan pilihan


Responden mengisi sendiri jawaban atas
pertanyaan dalam kueisioner.
Contoh :
 Bagaimana pendapat saudara jika orang-orang
yang melakukan korupsi ditembak mati di depan
umum?
Jawab :……………………………………………………
 Hukuman apakah yang paling baik untuk anak
didik ?
Berikaan alasan!
Jawab
:……………………………………………………
Keuntungan Kuesioner Isian :
 Dapat memberikan jawaban secara bebas,
terungkap hal-hal yang tak diduga oleh peneliti.
 Memungkinkan menanyakan : perasaan, pendapat,
motivasi, secara tak terbatas.
Kelemahan kuesioner isian :
 Responden segan memeberikan jawaban yang
lengkap dan mendasar.
 Hal yang sangat diperlukan tidak terungkap dari
responden.
 Analisis datanya sulit.
 Bagi responden memerlukan banyak waktu untuk
menjawab sehingga harapan kembali relative kecil.
 Kesulitan menyatakan sesuatu dalam bahasan tulisan
oleh karena ada perbedaan dalam : tingkat
pendidikan, status ekonomi dari responden.
Responden memilih jawaban yang telah disediakan oleh peneliti.
Isi jawaban dpt berupa: fakta (fact finding), pendapat, keyakinan
dsb.
Bentuk pilihan jawaban dapat:
 dua pilihan saja (force choice) atau
 pilihan ganda (multiple choice).

Contoh kuesioner fact finding dengan force choice.


Status jabatan saudara di Fakultas ini adalah :
( ) Dosen tetap
( ) Dosen luar biasa
Contoh : kueisioner tentang pendapat dengan force choice.
Apakah saudara merasa tugas saudara skrng ini terlalu berat?
( ) Ya
( ) Tidak
Contoh : keyakinan dengan multiple choice.
Bagaimana menurut saudara tentang status sosial Dosen pada
umumnya?
( ) Tinggi sekali ( ) Lumayan
( ) Cukup tinggi ( ) Rendah
Kelemahan Kuesioner Pilihan :
 Responden terpaksa memilih walaupun
sebenarnya responden ingin jawaban yang
lain, sehingga cenderung asal pilih
Keuntungan Kuesioner Pilihan :
 Pengolahan data mudah.
 Responden tidak perlu mengekspresikan
pikirannya dalam bentuk tulisa
 Pengisisan kuesioner mudah dan cepat,
sehingga harapan kembali akan lebih besar.
1. Bagian Pengantar Daftar Pertanyaan
Menerangkan maksud & kegunaan penelitian bagi
masyarakat, serta ucapan terima kasih.
2. Petunjuk bagi petugas (asisten peneliti)
utk mengawasi petugas, dpt digunakan
pertanyaan tanggal dan jam pengisian, jumlah
kunjungan & alasan bila responden tdk ditemui
3. Petunjuk pengisian bagi responden

Sebelum kuesioner dilaksanakan, sebaiknya:


1. Diskusi dgn pakar utk dpt kritik & saran perbaikan
2. Mengadakan Uji Coba kuesioner utk mengetahui:
(a) apakah pertanyaaan telah dimengerti responden?
(b) apakah peneliti dpt merasakan kesalahannya
3. Mengadakan Rapport, mengenal responden lebih dahulu.
Wawancara (interview) dlm riset dpt berfungsi untuk:
1) Mendapat informasi langsung dari responden
(metode primer).
2) Mendapatkan informasi, jika metode lain tidak dapat
dipakai  (metode sekunder).
3) Menguji kenenaran teknik kuesioner atau observasi 
(metode kriteria)

Dalam wawancara diperlukan syarat penting, yaitu


terjalinnya hubungan yang baik dan demokratis antara
responden dengan penanya (I am good, you are good)

Klasifikasi wawancara berdasarkan cara mwnjawab


responden, adalah sebagai berikut:
1) Wawancara bebas (unguided/undirevtive)
2) Wawancara terpimpin (controlled/structured
interview)
3) Wawancara bebas terpimpin (focused interview)
Tanya jawab tidak diarahkan oleh penanya
 Isi tanya-jawab tergantung “mood”, keinginan,
perhatian dari responden.
 Di sini akan terjadi “free talk”.
Kelemahan :
 Sabagai instrument risat sangat lemah
 Tidak efisien dan hasil tidak jelas
Waktu lama dan biaya mahal
Keuntungan :
 Cocok untuk studi pendahuluan (eksporasi)
mencari problema.
 Kewajaran Tanya jawab maksimal, sehingga
wawancara dapat mendalam.
Tanya jawab menggunakan kerangka
pertanyaan sebagai pedoman umum
jalannya tanya-jawab.
Kedua fihak mempunyai peranan yang
jelas dan berbeda.
Kelemahan :
 Tanya jawab menjadi kaku, formil sehinnga data
kurang mendalam (seperti seorang hakim dan
seorang terdakwa).
Kebaikan :
 Pertanyaan seragam, sehingga dapat
melakukan komparasi.
 Membuktikan hipotesis.
 Memungkinkan analisis data secara kuantitatif.
 Kesimpulan lebih dapat diandalkan.