Anda di halaman 1dari 21

STANDAR MUTU

PELAYANAN KEBIDANAN

UNIVERSITAS NASIONAL
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI KEBIDANAN
Standar FAKULTAS ILMU KESEHATAN

Pelayanan Kebidanan

Standar Pelayanan Kebidanan meliputi 24 standar ,


yang dikelompokan menjadi 5 bagian besar – yaitu :

Standar Pelayanan Umum (2 standar)


Standar Pelayanan Antenatal (6 standar)
Standar Pelayanan Persalinan (4 standar)
Standar Pelayanan Nifas (3 standar)
Standar Penanganan Kegawat-daruratan Obstetri-
Neonatal (9 standar)
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

DUA STANDAR PELAYANAN


UMUM
• Persiapan Untuk Kehidupan Keluarga Sehat
tujuannya adalah memberikan penyuluhan kesehatan yang
Standar tepat untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat dan
terencana serta menjadi orang yang bertanggungjawab.
1

•Pencatatan Dan Pelaporan


Tujuan dari standar 2 ini yaitu mengumpulkan,
Standar menggunakan dan mempelajari data untuk pelaksanaan
2 penyuluhan , kesinambungan pelayanan dan penilaian kerja.
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

ENAM STANDAR PELAYANAN


ANTENATAL

STANDAR 3 : Identifikasi Ibu Hamil


Tujuan yang diharapkan dari penerapan standar ini adalah
mengenali dan memotifasi ibu hamil untuk memeriksakan
kehamilannya.

STANDAR 4 : Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal


Tujuan yang diharapkan dari standar ini adalah bidan mampu
memberikan pelayanan antenatal berkualitas dan deteksi dini
komplikasi kehamilan.

STANDAR 5 : Palpasi abdominal


Tujuan dari dilakukannya standar ini adalah memperkirakan
usia kehamilan, pemantauan pertumbuhan janin, penentuan
letak, posisi dibagian bawah janin.
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

ENAM STANDAR PELAYANAN


ANTENATAL

STANDAR 6 : Pengelolaan Anemia pada Kehamilan


Tujuan dari standar ini adalah bidan mampu menemukan anemia pada
kehamilan secara dini, melakukan tindak lanjut yang memadai untuk
mengatasi anemia sebelum persalinan berlangsung.

STANDAR 7 : Pengelolaan Dini Hipertensi Pada Kehamilan


Tujuan dari dilakukannya standar ini yaitu bidan dapat mengenali dan
menemukan secara dini hipertensi pada kehamilan dan melakukan tindakan
yang diperlukan.

STANDAR 8 : Persiapan Persalinan


Tujuan dari dilakukannya standar ini adalah untuk memastikan bahwa
persalinan direncanakan dalam lingkungan yang aman dan memadai dengan
pertolongan bidan terampil.
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

ENAM STANDAR PELAYANAN


ANTENATAL

STANDAR 9 : Asuhan Persalinan Kala Satu


Tujuan dari dilakukannya standar ini yaitu untuk memberikan pelayanan
kebidanan yang memadai dalam mendukung pertolongan persalinan yang
bersih dan aman untuk ibu bayi.

STANDAR 10 : Persalinan Kala Dua Yang Aman


Tujuan dari diterapkannya standar ini yaitu memastikan persalinan yang
bersih dan aman bagi ibu dan bayi. Hasil yang diharapkan yaitu persalinan
dapat berlangsung bersih dan aman. Menigkatnya kepercayaan
masyarakat kepada bidan. Meningkatnya jumlah persalinan yang ditolong
oleh bidan. Menurunnya angka sepsis puerperalis.
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

ENAM STANDAR PELAYANAN


ANTENATAL

STANDAR 11 : Penatalksanaan Aktif Persalinan Kala Tiga


Tujuan dilaksanakan nya standar ini yaitu membantu secara aktif
pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap untuk
mengurangi kejadian perdarahan pasca persalinan kala tiga, mencegah
terjadinya atonia uteri dan retesio plasenta.

STANDAR 12 : Penanganan Kala Dua Dengan Gawat Janin Melalui


Episiotomi
Tujuan dilakukannya standar ini adalah mempercepat persalinan dengan
melakukan episiotomy jika ada tanda-tanda gawat janin pada saat kepala
janin meregangkan perineum.
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

TIGA STANDAR PELAYANAN


NIFAS
• Perawatan Bayi Baru Lahir, bertujuan untuk menilai kondisi
Standar bayi baru lahir dan membantu dimulainya pernafasan serta
mencegah hipotermi, hipoglikemi dan infeksi.
13
• Penanganan Pada Dua Jam Pertama Setelah Persalinan,
bertujuan untuk mempromosikan perawatan ibu dan bayi
yang bersih dan aman selama persalinan kala empat untuk
Standar memulihkan kesehatan ibu dan bayi. Meningkatan asuhan
14 saying ibu dan sayang bayi. Memulai pemberian ASI dalam
waktu 1 jam pertama setelah persalinan dan mendukung
terjadinya ikatan batin antara ibu dan bayinya..

• Pelayanan Bagi Ibu dan Bayi Pada Masa Nifas, bertujuan untuk
Standar memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi sampai 42 hari setelah
persalinan dan memberikan penyuluhan ASI eksklusif.
15
SEMBILAN STANDAR PENANGANAN
KEGAWATAN OBSTETRI DAN
NEONATAL

STANDAR 16 : Penanganan Perdarahan Dalam Kehamilan Pada Trimester Tiga


Tujuan dari dilakukannya standar ini adalah mengenali dan melakukan tindakan
secara tepat dan cepat perdarahan pada trimester tiga.

STANDAR 17 : Penanganan Kegawatdaruratan pada Eklamsia


Tujuan dilaksanakan satandar ini adalah mengenali tanda gejala preeklamsia berat dan
memberikan perawatan yang tepat dan memadai. Mengambil tindakan yang tepat dan segera
dalam penanganan kegawat daruratan bila eklamsia

STANDAR 18 : Penanganan Kegawatdaruratan Pada Partus Lama/macet


Tujuan nya adalah untuk mengetahui segera dan penanganan

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN

SEMBILAN STANDAR PENANGANAN KEGAWATAN OBSTETRI DAN


NEONATAL

STANDAR 19 : Persalinan Dengan Menggunakan Vakum Ekstraktor


Tujuan penggunaan vakum yaitu untuk mempercepat persalinan dalam keadaan tertentu.
Hasil yang diharapkan yaitu penurunan kesakitan atau kematian akibat persalinan lama.
Ibu mendapatkan penanganan darurat obstetric yang cepat .

STANDAR 20 : Penanganan Kegawat daruratan Retensio Plasenta


Tujuan nya adalah mengenali dan melakukan tindakan yang tepat
ketika terjadi retensio plasenta.

STANDAR 21 : Penanganan Perdarahan Post Partum Primer


Tujuan nya adalah bidan mampu mengambil tindakan pertolongan kegawat daruratan
yang tepat pada ibu yang mengambil perdarahan post partum primer/ atoni uteri
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

SEMBILAN STANDAR PENANGANAN KEGAWATAN OBSTETRI DAN


NEONATAL

STANDAR 22 : Penanganan Perdarahan Post Partum Sekunder


Tujuannya mengenali gejala dan tanda perdarahan post partum sekunder serta
melakukan penanganan yang tepat untuk menyelamatkan jiwa ibu.

STANDAR 23 : Penanganan Sepsis Puerperalis


Tujuannya mengenali tanda dan gejala sepsis puerperalis
dan mengambil tindakan yang tepat.

STANDAR 24 : Penanganan Asfiksia Neonaturum


Tujuannya mengenal dengan tepat bayi baru lahir dengan asfiksia ,
mengambil tindakan yang tepat dan melakukan pertolongan kegawatdaruratan.
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

STANDAR
PERSYARATAN MINIMAL
Standar persyaratan minimal

• Standar persyaratan minimal adalah yang


menunjukan pada keadaan minimal yang
harus dipenuhi untuk dapat menjamin
terselenggaranya pelayanan kesehatan yang
bermutu. Standar persyaratan minimal
dibedakan atas tiga macam, sbb:
• Standar masukan
• Standar lingkungan
• Standar proses
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

Standar Masukan

Dalam standar masukan yang


diperlukan untuk minimal
terselenggaranya pelayanan kesehatan
yang bermutu, yaitu jenis, jumlah, dan
kualifikasi/spesifikasi tenaga pelaksana
sarana,peralatan, dana (modal).
Standar lingkungan FAKULTAS ILMU KESEHATAN

Dalam standar lingkungan ditetapkan


persyaratan minimal unsur lingkungan
yang diperlukan untuk dapat
menyelenggarakan pelayanan
kesehatan yang bermutu yakni garis-
garis besar kebijakan program, pola
organisasi serta sistim manajemen,yang
harus dipatuhi oleh semua pelaksana.
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

Standar proses

Dalam standar proses ditetapkan persyaratan


minimal unsur proses yang harus dilakukan
untuk terselenggaranya pelayanan kesehatan
yang bermutu, yakni tindakan medis,
keperawatan dan non medis (standard of
conduct), karena baik dan tidaknya mutu
pelayanan sangat ditentukan oleh kesesuaian
tindakan dengan standar proses.
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

STANDAR
PENAMPILAN
(standar of performance)
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

Penampilan ada 2 :
1. Penampilan aspek
Standar penampilan (standar of performance) medis
Disebut juga dengan standar keluaran karena 2. Penampilan
merujuk pada unsur keluaran, berupa penampilan aspek non medis
layanan kesehatan

Hasil akhir dari pelayanan kesehatan yang


diberikandisebut dengan standar keluaran.

Standar keluaran akan menunjukkan apakah


layanan kesehatan berhasil atau gagal.

Keluaran (outcome) adalah apa yang diharapkan akan terjadi


sebagai hasil dari layanan kesehatan yang diselenggarakan
dan terhadap apa keberhasilan tersebut akan diukur.
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

Untuk mengetahui tercapai


tidaknya suatu standar yang telah
ditetapkan, maka diperlukan indikator
(tolok ukur).

Bila sesuatu yang diukur tersebut semakin


INDIKATOR sesuai dengan indikator, maka semakin
sesuai pula keadaannya dengan standar
yang telah ditetapkan.

Sesuai dengan jenis standar yang


terdapat dalam program menjaga mutu,
maka indikator tersebut dapat dibedakan
menjadi :
a) Indikator persyaratan minimal
b) indikator penampilan minimal
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

Indikator Persyaratan Minimal Indikator Penampilan Minimal

Merupakan tolak ukur untuk Merupakan tolak ukur untuk


mengetahui faktor – faktor mengetahui mutu pelayanan
yang mempengaruhi mutu kesehatan (akibat)
pelayanan kesehatan
(penyebab). Apabila berada di bawah
indikator keluaran, berarti
Apabila berada di bawah pelayanan kesehatan yang
indikator, maka akan besar diselenggarakan tersebut
pengaruhnya terhadap mutu dapat dikatakan tidak
pelayanan kesehatan yang bermutu.
diselenggarakan.
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

Terimakasih