Anda di halaman 1dari 71

1

Disusun oleh:
ASTI PRANITA (UMM 2018-087)
I WAYAN ARYA Y (UB 2018-010)

CASE STUDY
PROFIL PASIEN
NAMA Ny. IE
Usia 43 Tahun
BB 42 Kg

Alamat Jl. Tenaga, Karang ploso Malang

IRNA/ Ruang IRNA 3/R.8


Mrs / Krs 18 juni 2019/ 27 juni 2019
Keluhan Utama G5 P0303 Ab100 gr 22-24 mgg T/H, mual, muntah,
pandangan kabur, pusing, badan lemas.
Alasan Krs Keadaan pasien sudah membaik (TD, Hb dan trombosit
membaik)
Status Pasien JKN
3

Riwayat penyakit Hipertensi, DM TIPE II

Riwayat pengobatan Valsartan, insulin levemir, glimepirid, MgSO4 20%

Riwayat keluarga Hipertensi (Ibu)

Alergi Makanan : jamur


Obat : tidak ada
Pasien rujukan dari obgyn RSI Malang dengan
Diagnosa utama: Hipertensi Kronis SIPE

Diagnosa sekunder/ diagnosis komplikasi:


1. G5P0303Ab100 gr 22-24 mgg T/H
2. DM tipe II on insulin
3. Anemia
4. Usia 43 tahun
Diagnosis akhir: HT kronis SIPE + DM Tipe II + Anemia + Trombositopenia
4

G5 P0303 Ab100 gr 22-24 mgg T/H

?
Ibu yang sedang hamil anak kelima, memiliki riwayat
melahirkan prematur 3 kali, dan memiliki 3 anak yang hidup,
dan pernah mengalami abortus 1 kali.
Hamil saat ini dengan usia kandungan 22-24 minggu dimana
bayi yang dikandung tunggal dan hidup.
5

Preeklampsia BERAT (PEB)

Preeklampsia berat (PEB) adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan
timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai dengan proteinuria dan atau edema
pada kehamilan 20 minggu atau lebih.

Gejala dan tanda preeklampsia berat: tekanan darah sistolik >160 mmHg; tekanan
darah diastolik >110 mmHg; peningkatan kadar enzim hati dan atau ikterus; trombosit
<100.000/mm3, oliguria <400ml/24 jam, proteinuria >3gr/lt, nyeri epigastrium, skotoma
dan gangguan visus lain atau nyeri frontal yang berat, perdarahan retina; edema pulmonal

(POGI, 2016)
6

Patogenesis preeklampsia berat (peb)

CJASN, 2016
7

Tata Laksana PEB


Pemberian Magnesium Sulfat pada Preeklampsia Berat

• Magnesium sulfat direkomendasikan sebagai terapi lini


Level evidence I, pertama eklampsia.
Rekomendasi A • Magnesium sulfat direkomendasikan sebagai profilaksis
terhadap eklampsia pada pasien preeklampsia berat.

• Magnesium sulfat merupakan pilihan utama pada pasien


Level evidence Ia, preeklampsia berat dibandingkan diazepam atau fenitoin,
Rekomendasi A untuk mencegah terjadinya kejang/eklampsia atau kejang
berulang.

Level evidence II, • Dosis penuh baik intravena maupun intramuskuler


magnesium sulfat direkomendasikan sebagai prevensi dan
Rekomendasi A terapi eklampsia.

(POGI, 2016)
8

Pemberian Antihipertensi pada PEB :


• Antihipertensi direkomendasikan pada preeklampsia berat dengan
hipertensi berat, atau tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg atau diastolik
≥ 110 mmHg.
• Target penurunan tekanan darah adalah sistolik < 160 mmHg atau
diastolik < 110 mmHg .

• Pemberian antihipertensi pilihan pertama adalah nifedipin oral


short acting, hidralazine dan labetalol parenteral.

• Alternatif pemberian antihipertensi yang lain adalah


nitrogliserin, metildopa, dan labetalol.

(POGI, 2016)
9

HIPERTENSI
10

Klasifikasi Hipertensi pada Kehamilan


Klasifikasi hipertensi dalam kehamilan yang dipakai di
Indonesia adalah berdasarkan Report of the National High
Blood Pressure Education Program Working Group on
High Blood Pressure in Pregnancy tahun 2011 yakni:
Hipertensi kronik,
Preeklampsia -eklampsia,
Hipertensi kronik dengan superimposed preeklampsia,
Hipertensi gestasional

Report of the National High Blood Pressure Education Program


Working Group on High Blood Pressure in Pregnancy, 2011
11

Gangguan hipertensi pada kehamilan

(prawirohardjo, 2008)
12

(prawirohardjo, 2008)
13

(Preeclampsia superimposed upon chronic hypertension)

Hipertensi kronik merupakan keadaan yang sudah


ada sebelumnya dan semakin memburuk setelah usia
gestasi 24 minggu.
Apabila disertai proteinuria, diagnosisnya adalah
superimpose preeklampsi pada hipertensi kronik
(superimposed preeclampsia). Preeklampsia pada
hipertensi kronik biasanya muncul pada usia kehamilan
lebih dini daripada preeklampsi murni.
(Manuaba, 2007).
14

Etiologi Hipertensi SIPE


Faktor maternal Faktor kehamilan

Usia maternal, Komplikasi maternal pada


wanita hamil dan melahirkan pada usia di
bawah 20 tahun ternyata 2-5 kali lebih
tinggi. Setiap remaja primigravida Faktor kehamilan seperti
mempunyai risiko yang lebih besar molahilatidosa, hydrops fetalis dan
mengalami hipertensi dalam kehamilan dan kehamilan ganda berhubungan
meningkat lagi saat usia diatas 35 tahun dengan hipertensi dalam kehamilan.
(Manuaba C, 2007).

Primigravida, Sekitar 85% hipertensi


dalam kehamilan terjadi pada kehamilan
pertama. Jika ditinjau dari kejadian
hipertensi dalam kehamilan, graviditas
paling aman adalah kehamilan kedua Preeklampsi dan eklampsi
sampai ketiga (Katsiki N et al., 2010). mempunyai risiko 3 kali lebih sering
terjadi pada kehamilan ganda.

Riwayat keluarga, Riwayat hipertensi,


Obesitas, penyakit kronik
(Muflihan FA, 2012).
15

Cunningham FG et al : Hypertensive Disoder In Pregnancy in “ Williams Obstetrics” , 22nd ed, McGraw-Hill, 2005
16

Manifestasi Klinis Hipertensi


Nyeri kepala saat
terjaga

Penglihatan kabur
akibat kerusakan retina
akibat hipertensi

Gejala lain yang umumnya terjadi


pada penderita hipertensi yaitu
pusing, muka merah, sakit kepala,
keluaran darah dari hidung secara
tiba-tiba.

PHARMACEUTICAL CARE UNTUK PENYAKIT HIPERTENSI, 2006.


17
Pengobatan Hipertensi pada Kehamilan

CJASN, 2016
18

DIABETES MELITUS TIPE


II
19

Faktor resiko DM TIIPE II

Riwayat Hipertensi,
Usia Obesitas Gaya hidup
keluarga Dislipidemia

American DiabetesAssociation (ADA)


20

Manifestasi klinis DM TIPE II


DM Tipe 2 seringkali muncul tanpa diketahui, dan penanganan baru dimulai
beberapa tahun kemudian ketika penyakit sudah berkembang dan komplikasi sudah
terjadi. Penderita DM Tipe 2 umumnya lebih mudah terkena infeksi, sukar sembuh dari
luka, daya penglihatan makin buruk, dan umumnya menderita hipertensi,
hiperlipidemia, obesitas, dan juga komplikasi pada pembuluh darah dan syaraf.
Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Diabetes Mellitus, 2005.
21

PATOFISIOLOGI DM
PADA IBU HAMIL

P. Sarwono. 2012. “buku ilmu


kebidanan edisi keempat” Jakarta.
22

TATALAKSANA DM PADA IBU HAMIL


Metformin 2-3 minggu

Terapi berhasil Terapi tidak berhasil

Dilanjutkan
 Insulin basal
 Metformin

Terapi berhasil
Terapi tidak berhasil
Dilanjutkan
 Insulin
 Glibenclamid

Diabetes in pregnancy: management from


preconception to the pregnancy, NICE 2015
23

ANEMIA
What is Anemia??
Deficiency in the oxygen-carrying capacity of the blood due to a diminished
erythrocyte mass
Decreased Erythrocyte Increased Erythrocyte
Erythrocyte loss
production destruction

associated with decreased levels of hemoglobin and/or a decreased


packed cell volume (hematocrit), and/or a decreased RBC count

WHO  hemoglobin (Hb) <13 g/dL in men or <12 g/dL in women


25

Vit B12 deficiency


Macrocytic
Folic acid deficiency

Iron deficiency
Microcytic
Morphology Sickle cell anemia

Blood loss

Hemolysis
Normocytic
Bone marrow failure

Anemia of Chronic
Disease
26

Patofisiologi Anemia pada ibu hamil


IBU HAMIL

Darah bertambah < Plasma bertambah

Pengenceran darah

Plasma 30% Darah merah 18% Hb 19%

Kerja jantung menjadi semakin


berat dengan kehamilan

Akan semakin menurun


menjelang Aterm Prawirohardjo, 2002
28
29

TROMBOSITOPENIA
30

Tromobositopenia

Keadaan dimana trombosit dalam sirkulasi jumlahnya di


bawah normal (150.000-350.000/µL darah).

Etiologi
Trombositopenia biasanya dijumpai pada penderita anemia,
leukemia, infeksi virus dan protozoa yang diperantarai oleh sistem
imun (Human Infection Virus, demam berdarah dan malaria). A
31

Faktor resiko

Trombositopenia juga dapat terjadi selama masa


kehamilan, pada saat tubuh mengalami kekurangan
vitamin B12 dan asam folat, dan sedang menjalani
radioterapi dan kemoterapi
(Hoffbrand dkk., 2007).
32

Patofisiologi Trombositopenia pada ibu hamil

IBU HAMIL

Infeksi virus Pre-eklamsi

Destruksi trombosit

Di mediasi oleh autoantibodi


terhadap antigen

Sistem retiendotelial merusak


antibodi trombosis

Trombositopenia pada
ibu hamil Prawirohardjo, 2002
33
34

Tanggal
Parameter Nilai Normal
26/6/19 27/6/19
18/6/19 19/6/19 20/6/19 21/6/19 22/6/19 23/6/19 24/6/19 25/6/19

Td 120/80 178/84 155/90 154/90 140/80 160/110 170/100 160/90 130/100 160/100 140/90

Nadi 80-85 110 99 98 90 90 87 78 78 86 85

Rr 20 22 20 20 18 18 22 18 18 20 20

Suhu 37±0,5oC 36 36 36 36 36,5 - - 36 36 36

GCS 4.5.6 4.5.6 4.5.6 4.5.6 4.5.6 4.5.6 4.5.6 4.5.6 4.5.6 4.5.6 4.5.6

Nyeri
1-10 3/10 2/10 1/10 1/10 1/10 1/10 1/10 1/10 1/10 -

Pusing - +++ ++ - - + + + + - -

Mual - +++ ++ - - - - - - - -

Muntah - + + - - - - - - - -

Pandangan
- + + - - + + - - - -
Kabur

lemas - +++ + - - - - - - - -
35

DATA LABORATORIUM
Pem. Tanggal
Nilai Normal
Hematologi: 18/6 20/6 23/6 24/6 25/6 26/6 27/6

WBC (Leukosit) 4700-10000/mm3 10,41 10,30 9,77 7,24 8,13 9,73 9,17
Lk : 13-18 G/Dl
Hb 7,20 11,,6 11,4 11,1 9,90 10,0 9,90
Pr : 12-16 G/Dl
Neutrofil 51% - 67% 37 86,9 89,2 77,9 90,1 87,4 90,7

Trombosit 170-380x103/Mm3 173 77 64 77 92 76 116


Lk : < 15 Mm/Jam
LED
Pr : < 20 Mm/Jam
RBC (Eritrosit) 4,0-5,0 X 106/µl 2,67 4,08 3,92 3,90 3,39 3,44 3,61
27 28,4 29,1 28,5 29,2 29,1 27,4
MCH 27-31pg

MCV 80,0-93,0 Fl 79,80 82,4 82,7 82,7 83,1 83,5 82,3

Hematokrit (Hct) 40-54% 21,30 33,6 32,4 32,4 28,3 28,3 29,2

MCHC 32-36g/Dl 33,80 34,5 35,2 34,5 35,0 35,3 33,9

MPV 7,2-11,1fl 11,7 12,3

Eosinofil 0-4% 0,9 1,0 0,2 3,0 0,1 0,1 0,1

Basofil 0-1% 0,3 0,2 0,1 0,1 0 0 0,1

Neutrofil 51-67% 37 86,9 89,2 77,9 90,1 87,4 90,7

Limfosit 25-33% 10 14,6 15 11,4 66 16,3 14,7

Monosit 2-5% 5,1 7,3 5,6 10,4 6,0 6,3 4,4


36

Urinalisis Normal 18/6 20/6 21/6

Kekeruhan Jernih Jernih Jernih

Warna Kuning Kuning Kuning

pH 4,5-8 6,0 6,0 7,0

Berat Jenis 1,005-1,030 1,025 1,010 1,010

Protein Negatif 2+ 2+ 2+

Keton Negatif - - -
Bilirubin Negatif - - -
Nitrit Negatif - + -

Lekosit Negatif 2+ 2+ 2+

Darah Negatif 3+ 3+ 3+
Eritrosit < 3 LPB
178,4 13,5 38,2

Eumorfik % 93 42 96
Dismorfik % 7 8 4
Lekosit < 5 LPB 83 40,1 78,1
Kristal
Bakteri < 93x103ml 9644,7 4623,1 17494,2
37

Tanggal
Data Laboratorium Nilai Normal
188/6 19/6 21/6 25/6 26/6

Pem. ginjal:
Serum kreatinin 0,6-1,3 mg/dL 1,97

Ureum 10-50 mg/μL 43,7

Pem. Hati:
SGOT (AST) 5-35 μ/L 35

SGPT (ALT) 5-35 μ/L 12

Pem. Gula Darah:


GDS <200 mg/dL 144

GDP 70-115 mg/Dl 131 149

GD2PP <130 301 253


Hb-AIc <5,7 6

Pem. Bilirubin:
Bilirubin total < 1,4 mg/dL

Bilirubin direk < 0,40 mg/dL

Albumin 3,5-5,5 g/dL 3,14

LDH 240-480U/L 452 850 873 746


38

Analisis gas darah: Normal 18/6


pH 7,35-7,45 7,31
pCO2 35-45 mmHg 32,6
pO2 80-107 mmHg 91,4
HCO3 21-25 Mmol/L 16,7
BE -3,5 -+2,0 Mmol/L -9,7
Saturasi O2 >95% 95,5
HB g/Dl 7,3
Suhu C 37
Elektrolit serum:
Na 136-145 132
K 3,5-5 4,09
Cl 98-106 102
Faal Hemoistasis:
PPT:
Pasien 9,4-11,3 Detik 8,4
Kontrol Detik 11,3
INR <1,5 0,79
APTT:
Pasien 24,6-30,6 Detik 22,1
Kontrol Detik 25
Tanggal 39
Obat Rute Dosis
18/6 19/6 20/6 21/6 22/6 23/6 24/6 25/6 26/6 27/6

Levemir insulin S.C 0-0-8 IU V v v v v v v v v


Novorapid insulin S.C 3 dd 4 IU - - v v v v v v v
Metildopa P.O 3 dd 500 mg V v v v v v v v v
Adalat oros P.O 2 dd 30 mg - - - - v v v v v
Nefedipin P.O 3 dd 10 mg V v v v - - - - -
HCT P.O 1 dd 1,25 mg - - - - v v v v v
ISDN P.O 3 dd 5 mg - - - - v v v v V
K
I.V R
MgSO4 40 % 10g V - - - - - - - -
drip S
Tablet penambah
P.O 1x1 V v v v v v v v V
darah
Transfusi PRC I.V 2 labu/hari V v v - - - - - -
Transfusi TC I.V 4 labu/hari - - - - v v v v V
Infus NS I.V 1000cc/24jam V v v v v v v v V
Ranitidin I.V 2 dd 50 mg V v v v - - - - -
Antasida syr P.O 3 dd 15ml - - - - v v v v v
40

Problem Medis
• HIPERTENSI KRONIK SIPE
• DM TIPE II
• ANEMIA
• TROMBOSITOPENIA
41

Problem medis 1
HIPERTENSI KRONIK SIPE
42

TERAPI PROFILAKSIS PREEKLAMSIA


SUBJECTIVE OBJECTVE ASSESMENT PLANING

Pasien mengeluh Per tanggal 18 juni 2019 1. MgSO4 1.Monitoring tanda impending
pusing, gangguan TD: 178/ 84mmHg  Indikasi : profilaksis anti kejang eklamsia (nyeri epigastrum ,
penglihatan . Nadi : 110/Menit terhadap eklamsia padaPasien preeklamsiaberat nyeri kepala, pandangan
RR: 22/Menit Mekanisme. Menekan SSP, kabur)
Proteinuri: 2+ menghambat transmisi neuromuskuler 2. Monitoring efek samping
Kreatinin: 1,97mg/dL perifer, menghasilkan efek potensial.
antikonvulsan; mengurangi jumlah 3. Harus tersedia antidotum
Terapi Obat asetilkolin yang dilepaskan oleh Magnesium Sulfat yaitu
1. MgSO4 10g, dalam impuls saraf motorik Kalsium Glukonas 10%,
RD5 500cc, 1g/jam Onset  segera (IV) diberikan iv secara perlahan,
selama 24 jam.  Durasi → 30 menit apabila terdapat tanda - tanda
ESO → lemah otot, depresi intoksikasi MgSO4
pernapasan, mual, double vision, 4. Monitoring Frekuensi
hipotensi, hipokalemia. pernafasan > 16 kali / menit.
Dosis Literature :
Preeclampsia : loading dose 4 – 6
gram selama 20-30 menit, diikuti 1 – 2
gram / jam infus kontinu selama 12-
24 jam
Maintenace dose: MgSO4 1 g/ jam IV
 Dosis pasien 
MgSO4 40% 10g, dalam RD5 500cc,
1g/jam selama 24 jam
TEPAT DOSIS

Kategori Pregnancy: D
44

ANALISA SOAP TERAPI


SUBJECTIVE OBJECTVE ASSESMENT PLANING

Pasien mengeluh Per tanggal 18 juni 2019 1. Nifedipin 1. Monitoring tekanan


pusing, pandangan TD: 178/ 84mmHg  Indikasi: Hipertensi darah, nadi dan RR.
kabur. Nadi : 110/Menit Mekanisme: Mengahambat ion kalsium 2. Monitoring efek
RR: 22/Menit pada sel miokard dan sel otot polos samping potensial anti
pembuluh darah menyebabkan hipertensi
Terapi Obat menurunnya kontraksi otot jantung dan
1. Nifedipin 3 dd 10mg vasodilatasi pembuluh darah.
2. Adalat oros (Nifedipin Onset  20 menit (PO)
GITS) 1 dd 30 mg ESO Potensial: Flushing (10-25%),
3. Methyldopa 3 dd 500 mg4 edema periferal (7-50%), pusing (10-
4. HCT 1 dd 12,5mg 27%)
5. ISDN 3 dd 5mg Dosis literatur:
3 x sehari 10-30 mg atau 30 mg/hr
Dosis terapi:
2 x sehari 10 mg (PO)
TEPAT DOSIS

Kategori Kehamilan : C
45

SUBJECTIVE OBJECTVE ASSESMENT PLANING

Pasien mengeluh Per tanggal 18 juni 2019 2. Adalat oros (Nifedipin GITS) 1. Monitoring tekanan
pusing, pandangan TD: 178/ 84mmHg  Indikasi: Hipertensi (sustein release) darah, nadi dan RR.
kabur. Nadi : 110/Menit Mekanisme: Mengahambat ion kalsium 2. Monitoring efek
RR: 22/Menit pada sel miokard dan sel otot polos samping potensial anti
pembuluh darah menyebabkan hipertensi
Terapi Obat menurunnya kontraksi otot jantung dan
1. Nifedipin 3 dd 10mg vasodilatasi pembuluh darah.
2. Adalat oros (Nifedipin ESO Potensial: Flushing (10-25%),
GITS) 1 dd 30 mg edema periferal (7-50%), pusing (10-
3. Methyldopa 3 dd 500 mg4 27%)
4. HCT 1 dd 12,5mg Dosis Literature Nifedipine GITS
5. ISDN 3 dd 5mg Pemeliharaan= 10-20mg 3dd
Extended release= 10-40mg 2 dd/ 30-90
mg 1dd
Dosis pasien 2 dd 30mg
TEPAT DOSIS

Kategori Kehamilan : C
46

SUBJECTIVE OBJECTVE ASSESMENT PLANING

Pasien mengeluh Per tanggal 18 juni 2019 3. Methyldopa 1. Monitoring tekanan


pusing, pandangan TD: 178/ 84mmHg  Indikasi : Hipertensi darah, nadi dan RR.
kabur. Nadi : 110/Menit  Mekanisme: Stimulasi reseptor 2. Monitoring efek
RR: 22/Menit alfa adrenergik yang menghasilkan samping potensial anti
penurunan aliran simpatis ke hipertensi.
Terapi Obat jantung, ginjal dan pembuluh darah 3. Rekomendasi dosis 2
1. Nifedipin 3 dd 10mg perifer. dd 250mg.
2. Adalat oros (Nifedipin Onset  3 – 6 jam (PO)
GITS) 1 dd 30 mg Durasi → 12-24 jam 4. Monitoring enzim
3. Methyldopa 3 dd 500 mg44. ESO Potensial →Periferal edema liver( karena
4. HCT 1 dd 12,5mg (>10%), sedasi, hipotensi, mual, penggunaan metil dopa).
5. ISDN 3 dd 5mg mulut kering, gangguan tidur. 5. Penggunaan
Dosis Literature : metildopa bersamaan
Hipertensi = 250 - 1000 mg/ hari dengan vitamin besi
dalam 2 dosis (ACC/AHA 2017) harus dihindari, maka
Dosis pasien  Methyldopa 3 dd direkomendasikan untuk
500 mg dijeda 2 jam.
TIDAK TEPAT DOSIS
Kategori kehamilan : B

 DRP
1. Over Dosage  √
2. Interaksi Obat  √ (Dengan
SF, menyebabkan gangguan
penyerapan pada metildopa)
47

Rekomendasi dosis metildopa

AHA, 2017
48
49
50

SUBJECTIVE OBJECTVE ASSESMENT PLANING

Pasien mengeluh Per tanggal 22 juni 2019 4. HCT (Hydroclorothizide) 1.Monitoring tekanan
pusing, pandangan TD: 160/ 110mmHg  Indikasi : Hipertensi, diuretik. darah, nadi dan RR.
kabur. Nadi : 90/Menit  Mekanisme: mengham bat 2. Monitoring efek
RR: 18/Menit reabsorbsi Na dalam tubulus distal samping potensial.
yang menyebabkan peningkatan 3.Monitoring elektrolit
Terapi Obat eksresi Na dan air termasuk ion K serum, BUN, dan
1. Nifedipin 3 dd 10mg dn Hidrogen. kretinin.
2. Adalat oros (Nifedipin ESO Potensial → Diuresis 4. Rekomendasi
GITS) 1 dd 30 mg Dosis Literature : konsumsi obat pada
3. Methyldopa 3 dd 500 mg44. Hipertensi = dosis awal 12,5mg pagi hari untuk
4. HCT 1 dd 12,5mg dapat ditingkatkan 25-50mg 1 dd menghindari efek
5. ISDN 3 dd 5mg bila diperlukan, baik sendiri diuresis pada malam
maupun dengan antihipertensi lain. hari.
Dosis pasien  1 dd 12,5mg
TEPAT DOSIS

Kategori pregnancy: B
51
52
53

SUBJECTIVE OBJECTVE ASSESMENT PLANING

Pasien mengeluh Per tanggal 22 juni 2019 5. ISDN (Isosorbide dinitrat) 1.Monitoring tekanan
pusing, pandangan TD: 160/ 110mmHg  Indikasi : Maintenance TD darah, nadi dan RR.
kabur. Nadi : 90/Menit  Mekanisme: menstimulaasi 2. Monitoring efek
RR: 18/Menit cyclic guanosine monophospate samping potensial
(cGMP) sehingg merelaksasi otot (hipotensi)
Terapi Obat polos pembuluh darah, yang akan 3. Konfirmasi
1. Nifedipin 3 dd 10mg mengurangi preload dan afterload kegunaan ISDN untuk
2. Adalat oros (Nifedipin Ppasien dan
GITS) 1 dd 30 mg ESO Potensial → sakit kepala, merekomendasikan
3. Methyldopa 3 dd 500 mg44. hipotensi, mual. perubahan dosis
4. HCT 1 dd 12,5mg Dosis Literature :
5. ISDN 3 dd 5mg Angina : 5 – 20 mg Po
Maintenance TD 5 – 10 mg/ hari
Dosis pasien  3 dd 5mg
TEPAT DOSIS (untuk angina)
Over dose untuk TD

Kategori pregnancy: C
54

Sublingual Isosorbide Dinitrate in the


Acute Control of Hypertension in
Patients with Severe Preeclampsia

Sebuah penurunan tekanan darah sistolik dan


diastolik secara bertahap diamati setelah pemberian
id dengan pengurangan dari 171, hingga 136 mm
hg dan 113 hingga 87 mm hg, masing-masing. Dan
tidak ada kasus gawat janin atau segera
eklampsia.
55

Kesimpulan:
Penggunaan ISDN dengan dosis 5mg sebagai maintenance TD pada pasien ibu
hamil dengan preeklamsi efektif dan pasti dalam kontrol hipertensi akut bertahap
pada pasien dengan preeklamsia berat, di mana tinggi tekanan darah stabil setelah
periode istirahat dan hidrasi. Dan meskipun pada ibu hamil kategori keamanan c
tetapi jurnal menjelaskan tidak ada gangguan ke janin dan pre eklamsi
56

Problem Medis 2
DIABETES MELITUS
TIPE II
57
Subjective Objective Assesment Planning

Levemir insulin (basal)


• Indikasi : pengontrol gula darah
pasien
• Mekanisme kerja: mengolah
glukosa yang telah diserap tubuh
agar menjadi energi
• Efek samping potensial :
hipoglikemi dan reaksi pada
GDP 149 mg/dl
tempat injeksi (reaksi anafilaksis) • Monitoring gula
Gd 2 jam PP 253
Mengeluh darah pasien
mg/dl
mudah • Dosis literatur : 0,1 – 0,12 iu/hari • Monitoring tanda
lelah, lemas • Dosis pasien : 0-0-8 IU klinis pasien
Terapi obat:
dan pusing • Monitoring ESO
1. Levemir ins Bb: 42kg
potensial
2. Novorapid ins Tht insulin harian: 42 x 0,5 = 21
Insulin basal 40% tht
Insulin prandial 60% tht

Hasil perhitungan levemir:


40% x 21= 8,4 IU

TEPAT DOSIS

Kategori pregnancy: B
58

Subjective Objective Assesment Planning

Novorapid insulin
(prandial)
• Indikasi : pengontrol gula darah
pasien
• Mekanisme kerja: mengolah
glukosa yang telah diserap tubuh
agar menjadi energi
• Efek samping potensial :
GDP 149 mg/dl hipoglikemi dan reaksi pada
tempat injeksi (reaksi anafilaksis) • Monitoring gula
Gd 2 jam PP 253
Mengeluh darah pasien
mg/dl
mudah • Dosis literatur : 0,5 – 1 iu/hari • Monitoring tanda
lelah, lemas • Dosis pasien : 3 dd 4 iu klinis pasien
Terapi obat:
dan pusing • Monitoring ESO
1. Levemir ins Bb: 42kg potensial
2. Novorapid ins Tht insulin harian: 42 x 0,5 = 21
Insulin basal 40% tht
Insulin prandial 60% tht

Hasil perhitungan Novorapid:


60% x 21= 12,6 IU

TEPAT DOSIS

Kategori pregnancy: B
59
60

Problem Medis 3
ANEMIA
61

Subjective Objective Assesment Planning

Tablet tambah darah

• Komposisi: Ferrous Fumarate 60 mg, Asam


Folat 400 mcg
• Indikasi : Multivitamin Mengandung zat besi
dan asam folat. Zat besi penting dalam
pembentukan hemoglobin ditubuh sehingga
dapat membantu mengatasi anemia saat
menstruasu, hami, menyusui, masa
pertumbuhan, dan setelah mengalami • Monitoring DL
Hb = 9,9
pendarahan. Asam folat digunakan untuk
mengurangi anemia megaloblastik selama • Monitorng BAB
Terapi obat :
Badan kehamilan dan masa pertumbuhan. pasien
1. Ferofort
lemas dan • Mekanisme kerja: FF-mengganti kebutuhan
2. Ferous
lesu besi dalam hemoglobin, myoglobin, dan enzim • Pemberian jeda
sulfate
melalui transport oksigen di hemoglobin, AF- waktu penggunaan
3. Transfusi
diperlukan untuk pembentukan koenzim insulin ± 2jam (
PRC
dalam sistem metabolisme sehingga adanya interaksi)
merangsang produksu trombosit pada anemia
defisiensi folat
• Efek samping potensial : konstipasi, kelat
pada daerah mulut
• Dosis literatur : 1 dd 1 tablet
• Dosis pasien : 1 dd 1 tablet

Kategori pregnancy: A
62

Subjective Objective Assesment Planning

Packed Red Blood Cell

• Indikasi : meningkatkan hemoglobin tanpa


menaikan volume darah pada pasien anemia

• Mekanisme kerja: meningkatkan kekurangan Hb


Hb = 9,9 pasien dengan menambah
• Monitoring
Terapi obat : • Efek samping potensial : reaksi alergi DL
Badan
1. Ferofort
lemas dan • Dosis literatur : menyesuaikan berat badan
2. Ferous • Monitoring
lesu • Dosis pasien : 2 labu/hari
sulfate reaksi alergi
3. Transfus Bb pasien: 42 kg jika ada
i PRC
Hb yg ingin dicapai - Hb pasien= Hb selisih
11- 7,2= 3,8

BB x Hb selisih x 3= jumlah Transfusi yg dibutuhkan


42 x 3,8 x 3 = 478,8 ml (dibutuhkan 2 labu untuk
mencapai Hb yang diinginkan)
63

Problem Medis 4
TROMBOSITOPENIA
64

Subjective Objective Assesment Planning

Trombocyte concentrates

• Indikasi : meningkatkan kadar trombosit dalam


darah

• Mekanisme kerja: meningkatkan kekurangan


trombsit pasien

Trombosit : • Efek samping potensial : reaksi alergi


76000 • Monitoring DL
Badan
lemas dan • Dosis literatur : 1 labu TC/10 kgbb
Terapi obat : • Dosis pasien : 4 labu/hari (sudah tercapai Tc • Monitoring reaksi
lesu
1. Transfus yang diinginkan) alrergi jika ada
i TC
Bb pasien: 42 kg

Tc yg ingin dicapai - Tc pasien= Tc selisih


100- 64= 36

BB x Tc selisih x 0,5= jumlah Transfusi yg


dibutuhkan
42 x 36 x 0,5 = 756ml
65

TERAPI PENUNJANG
SUBJECTIVE OBJECTVE ASSESMENT PLANING

Pasien mengeluh Per tanggal 18 juni 2019 s/d 1 1 Ranitidine 1.Monitoring


mual, dan muntah. 9 juni 2019 Indikasi :ual, muntah keluhaan mual,
Mual +  Mekanisme: secara kompetitif muntah atau keluhan
Muntah + memblok histamin pada reseptor h2 yang pada saluran GI.
menghambat sekresi asam lambung. 2. Monitoring efek
Terapi Obat ESO Potensial → gangguan GI. samping potensial.
1. Ranitidine 2 dd 50mg IV Dosis Literature : 3. Hindari makanan
2. Antasida syr. 3 dd 15ml Stress pada saluran GI atas: 50mg IV, yang memperburuk
3. Infus NS 1L/hari kemudian 0,125- 0,25mg/kg/jam melalui asam lambung (kopi,
infus. coklat).
Dosis pasien  Ranitidine 2 dd 50mg IV
TEPAT DOSIS
Kategory pregnancy : B

2. Antasida syr.
 Indikasi: mual, muntah
 Mekanisme kerja: meningkatkan Ph
atau secara reversibel mengurangi
eksresi asam lambung.
 ESO potensial: konstipasi, mual,
muntah.
 Dosis literatur: 4 dd 15ml
Dosis pasien: 3 dd 15mll
TEPAT DOSIS
66

SUBJECTIVE OBJECTVE ASSESMENT PLANING

Pasien mengeluh Per tanggal 18 juni 2019 s/d 1 3. Infus Normal Saline 1.Monitoring keluhaan
mual, dan muntah. 9 juni 2019 Indikasi : perbaikan elektrolit lemas
Dan lemas Mual + Mekanisme : mengganti sodium dan 2. Monitoring efek
Muntah + klorida dalam cairan tubuh samping potensial.
ESO : edema, reaksi alergi 2.Monitoring elektrolit
Terapi Obat tubuh pasien
1. Ranitidine 2 dd 50mg IV
2. Antasida syr. 3 dd 1C
3. Infus NS 1L/hari
67

ASUHAN KEFARMASIAN
68

DRP
DRP ASUHAN KEFARMASIAN

1. Over dose: Methyldopa 3 dd 500 mg Rekomendasi untuk menurunkan dosis menjadi 2


Over dose : ISDN 3 dd 5 mg dd 250 mg (Range dosis 250-1000 mg/ hari)
Rekomendasi untuk menurunkan dosis menjadi 2
dd 5 mg (Range dosis 5-10 mg/hari)
2. Interaksi Obat: Metildopa dengan Penggunaan metildopa bersamaan dengan
multivitamin besi (SF) akan vitamin besi harus dihindari, maka
mengganggu absorbsi dari metildopa. direkomendasikan komsumsinya dijeda 2 jam.

3. ESO Potensial: Nifedipin, Adalat oros, Menimbulkan ESO edema periferal


metildopa yaitu edema peiferal. (pembengkakan pada tungkai dan kaki),
Monitoring edema periferal.
Diberi terapi diuretik tiazid (Hct) untuk
meminimalisir ESO edema periferal
4 Interaksi obat : Insulin bersama Penggunaan bersama meningkatkan efek
nifedipin hipoglikemi sehingga perlu diberi jeda
penggunaanya.
5 Pengunaan antasida syr hingga hari Dirokemandasikan utuk menghentikan pemberian
terakhir tidak tepat karena pasien obat antasida syr
sudah tidak merasa mual
69

Terapi non farmakologi


1. Menyarankan Perubahan/Modifikasi Gaya ( Konsumsi
Obat Rutin Dan Tepat Waktu)
2. Olahraga Ringan dan akitifitas fisik misal Jalan Pagi
3. Beristirahat Yang Cukup
4. Menjaga Pikiran Agar Tidak Stress
5. Mengkonsumsi Makanan Yang Kaya Serat (Sayuran
Dan Buah-Buahan)
6. Menghindari Konsumsi Garam Berlebih
7. Menghindari konsumsi gula, makanan berlemak, dan
bersantan secara berlebihan
8. Konsumsi susu dan multivitamin
70

Kesimpulan dan saran


Kesimpulan : Saran:
Pasien KRS dengan keadaan membaik: 1. Rekomendasi untuk menurunkan dosis
metil dopa menjadi 2 dd 250 mg
 GCS: 4.5.6 (Range dosis 250-1000 mg/hari).
 TD: 140/90 2. Menyarankan pasien untuk rutin cek
tekanan darah dan gula darah setiap
 RR: 20 minggu.
 Nadi: 85 3. Melakukan pola hidup sehat seperti
olahraga ringan dan mengatur pola
 Trombosit: 116.000 makan .(terutama mengurangi
 Hb: 9,90 konsumsi garam)
4. Memantau kepatuhan konsumsi obaat
Dengan obat-obatan KRS: pada pasien.
• Metildopa 3 dd 500mg
• Adalat oros (Nifedipine GITS) 2 dd 30mg
• HCT 2 dd 12,5mg
• SF 2 ddd 1
• Antasida syr. 3 dd 1C
• Insulin levemir
• Insulin novorapid
71

DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Bina Farmasi Komunitas Dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan
Departemen Kesehatan., Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Hipertensi, 2006.
Direktorat Bina Farmasi Komunitas Dan Klinik Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan
Alat Kesehatan Departemen Kesehatan Ri, Pharmaceutical Care Untuk Penyakit
Diabetes Mellitus, 2005.
ESC (2018). 2018 ESH/ESC Guidelines for the management of arterial hypertension:
The Task Force for the management of arterial hypertension of the European
Society of Hypertension (ESH) and the European Society of Cardiology (ESC).
Journal of Hypertension.
Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2, Jakarta; 2015.
Pb Perkeni. Konsensus PENGELOLAAN DAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2
DI Indonesia. Jakarta; 2011.
POGI, 2016, Buku panduan klinis obstetri ginekologi, Himpunan Kedokteran Feto
Maternal POGI, Surabaya.
Ridwan,m 2009. Mengenal,mencegah,mengatasi Silent Killer Hipertensi, Semarang, Pustaka
Widyamara.
Yaturu, S. Obesity AND TYPE 2 DIABETES. Journal OF Diabetesmellitus. 2011; 1(4);106.
72

Hollifield JW. Thiazide treatment of hypertension. Effects of thiazide diuretics


on serum potassium, magnesium and ventricular ectopy. Am J Med.
1986; 80(suppl 4-A): S8–S12.
Say L, Chou D, Gemmill A, Tuncalp, Moller AB, Daniels J, et al. Global causes
of maternal death: a WHO systematic analysis. The Lancet Global Health
[serial on the internet]. 2014 [cited 2015 Feb 05]: 2 (6): [about 10
p.].Available from:http://www.acog.org/ /media/ CommitteeOpinions/
Committee-on Obstetric-Practice/co623.pdf?dmc=1.
American College of Obstetricians and Gynecologists. Emergent therapy for
acute-onset, severe hypertension during pregnancy and the postpartum
period. Committee Opinion No. 623. Obstetric and Gynecology. 2015;
125: 521-5.
Duley L, Meher S, Jones L. Drugs for treatment of very high blood pressure
during pregnancy. Cochrane Database Systematic Review. 2013 Jul
31; 7: CD001449.
Holmes VA, Young IS, Patterson CC, et al.; Diabetes and Pre-eclampsia
Intervention Trial Study
Group. Optimal glycemic control, pre-eclampsia,
and gestational hypertension in women withtype 1
diabetes in the Diabetes and Pre-eclampsia Intervention Trial. Diabetes
Care 2011;34:1683–168
73