Anda di halaman 1dari 17

Pembelajaran Orang

Dewasa (Andragogy)

Minarni, S.Psi., M.A
Definsi

 Andragogi berasal dari bahasa Yunani aner artinya
orang dewasa, dan agogus artinya memimpin.
 Pendidikan orang dewasa adalah pengalaman
belajar seseorang yang berdasarkan kebutuhan dan
minatnya pada tingkatan kemampuan dan
pengetahuan yang berbeda.
Perkembangan

 Istilah andragogi dimulai dari tahun 1833, oleh Alexander Kapp, Kapp menjelaskan
andragogi dengan menggunakan istilah Pendidikan Orang Dewasa terutama dalam
menjelaskan teori pendidikan yang dilahirkan ahli filsafat Plato.
 Dimulai pada tahun 1950, Malcolm Knowles menyusun “Informal Adult Education” yang
menyatakan bahwa inti Pendidikan orang dewasa berbeda dengan Pendidikan tradisional.
Rogers menyatakan bahwa pendidikan juga dihubungkan dengan perubahan tingkah laku,
dimana hal ini sesuai dengan pembelajaran orang dewasa.
 Tahun 1954, Kurt Lewin menyatakan bahwa belajar terjadi sebagai akibat perubahan dalam
struktur kognitif yang dihasilkan oleh perubahan struktur kognitif itu sendiri atau
perubahan kebutuhan juga adanya motivasi internal serta belajar yang efektif dilakukan
melalui kelompok.
 Tahun 1961, April O. Houle menyatakan bahwa orang-orang dewasa tertarik pada
continuing education dan alasan orang-orang dewasa belajar adalah: 1) the goal – oriented
learners, 2) the activity – oriented learners, 3) the learning– oriented learners.
 Tahun 1961, Maslow menyatakan dalam pendidikan orang dewasa, peserta belajar harus
mencapai aktualisasi diri. Carl Rogers menyatakan dalam pendidikan orang dewasa, peserta
belajar harus dapat menunjukan fungsinya.
Asumsi

Aspek Pedagogy Andragogy


1. Konsep diri Tergantung Mandiri
2. Pengalaman Sedikit manfaat Kaya akan
manfaat sebagai
sumber belajar
3. Kesiapan Perkembangan Perkembangan
Belajar Biologis/Paksaan Tugas sosial
4. Perspektif Untuk masa nanti Segera
Waktu dilaksanakan
5. Orientasi Mata pelajaran/ Problem Hidup/
belajar Teori (subject- (Problem
centered) centered)
Ciri-ciri (Pikes, 1992)

 Orang dewasa itu seperti “bayi”, hanya badannya saja yang besar
 Umumnya orang dewasa “tidak akan membantah” suatu pendapat asal selaras
pemahaman dan pengalamannya sendiri
 Dalam belajar, orang dewasa cenderung ingin cepat, mudah ,dan praktis karena
pada umumnya mereka sibuk dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya
sehingga sering hampir kekurangan waktu.
 Keberhasilan proses pembelajaran orang dewasa umumnya harus selaras
dengan faktor fun and enjoyement yang  mereka peroleh dalam pelaksanaan dan
pengembangannya.
 Di sisi lain, sebenarnya orang dewasa adalah mahluk yang cerdas dan cepat
belajar asal kebutuhan itu datang dan tumbuh dari dorongannya sendiri.
 Secara umum, ditunjang oleh pengalaman dan tingkat kedewasaan pribadinya,
orang dewasa bisa belajar dari siapa saja. Selain itu, mereka juga bisa belajar
dalam suasana formal maupun informal.
 Berdasar pada tingkat pengetahuan dan pengalamannya, umumnya orang
dewasa juga mampu belajar melalui proses analogi.
Tahapan

 Adanya Suatu Aktivitas
Terlibat secara fisik, interaktual, maupun emosional dalam upaya
memperoleh pengetahuan atau keterampilan dalam hal yang diperlukan.
 Adanya Proses Diskusi
Tidak hanya belajar secara individual, tapi juga bisa belajar berkelompok
sehingga akan lebih memperkaya dan menambah aspek kedalaman
pemahaman aspek yang sedang dipelajari.
 Adanya Proses Perenungan
Didorong untuk menginteralisasikan konsep, pengetahuan, dan
keterampilan yang baru saja diperoleh dalam kegiatan mereka sehari-hari.
 Adanya Proses Rancangan Tindak Lanjut/Penerapan
Proses ini berguna untuk melatih dan menyempurnakan proses belajar
berbagai keahlian yang baru saja didapatkan.
Prinsip

 Smith (1982) mengungkapkan ada enam mengenai pembelajaran bagi orang dewasa ini,
yaitu :
a.    Belajar berlangsung sepanjang hayat, hidup berarti belajar, belajar dapat dikehendaki namun
dapat juga tanpa dikehendaki. Kita belajar banyak melalui proses sosialisasi, sejak dari
pengasuhan keluarga, pengaruh teman sebaya, pekerjaan, permainan, wajib militer dan media
masa.
b.    Belajar merupakan suatu proses yang bersifat pribadi dan alamiah, tidak seorang pun yang
dapat melakukan belajar untuk kita.
c.    Belajar mencakup perubahan, sesuatu yang ditambahkan atau dikurangi. Perubahan-
perubahan mungkin kecil sekali pada masa dewasa.
d.   Belajar dibatasi oleh tingkat perkembangan manusia. Belajar mempengaruhi dan
dipengaruhi oleh perubahan biologis dan fisik dalam kepribadian, nilai peranan dan tugas yang
biasanya terjadi sepanjang rentang kehidupan normal. 
e.    Berkaitan dengan pengalaman dan mengalami, Belajar adalah mengalami, yaitu berinteraksi
dengan lingkungan. Belajar adalah melakukan.
f.     Belajar mengandung intuitif. Pengetahuan dapat muncul dari kegiatanbelajar itu sendiri.
Intuisi dinamankan pengetahuan yang tidak dapat ditemukan.
Model pembelajaran dewasa
(ratu Ilma)

Asumsi Pedagogi Andragogi


Konsep pembelajaran
(pasif) 
Bergantung pada guru Belajar secara mandiri
(aktif)
Peran guru Sosok berkuasa Pemandu dan sebagai
fasilitator
Peran pengetahuan Ditambah, bukan sebagai Sebagai sumber yang kaya
sebelumnya (prior sumber belajar untuk belajar sendiri dan
knowledge) bagi temannya
Kesiapan belajar Seragam, berdasarkan Berkembang dari
umur dan kurikulum pengalaman hidup dan
masalah nyata masing-
masing individu
Orientasi pembelajaran Berpusat pada Berpusat pd tugas atau
subyek/disiplin ilmu/ masalah sesuai dengan
matakuliah kebutuhan nyata
Motivasi Penghargaan dan hukuman Dorongan internal dan
dari luar (“kredit”) keingintaahuan yang kuat
Desain-a

Aspek Pedagogy Andragogy


1. Guru Serba tahu Dapat disanggah
2. Murid Belajar dgn cara Belajar adalah
yg telah ditetapkan tugas sekunder
adalah tugas utama diantara tugas-
tugas lainnya
3. Iklim Orientasi otoritas Kerjasama guru-
murid
Formal kompetitif
Kerjasama
informal
4. Perencanaan Oleh guru Bersama guru-
murid
Desain-b

Aspek Pedagogy Andragogy


5. Diagnosis Oleh guru Self diagnosis,
Kebutuhan diagnosis bersama
6. Rumusan Oleh guru Guru-murid;
tujuan Perundingan
7. Disain Logika Matpel Unit- Diurutkan berdasarkan
unit isi kesiapan unit-unit
masalah
8. Kegiatan Teknis penyampaian Teknik-teknik
(transmisi) pengalaman (penelitian)
9. Evaluasi Oleh guru Re-diagnosis; Self
Evaluation dan evaluasi
bersama
POLA RELASI

A directing relationship A helping relationship


One-way communication Multicommunication shared by
all

Dosen kepada murid Komunitas Dosen dan murid


Lerners group
Learner are grouped by themselves according
grade and class to intersest


 


Guru menetapkan kurikulum untuk


pelajar

Fasilitator membantu pelajar utk


mendiagnosis kebutuhan belajarnya
Pembelajaran
Orang
Dewasa

Belajar Belajar
Mandiri Aktif