Anda di halaman 1dari 23

DEKALSIFIKASI

&
MIKROTOMI
KELOMPOK 4:
DINDA ARONIA SHERLIN
RIZKIA ISFAHANI
SHALLY SURYANA
WIDYA NASTASA
DEKALSIFIKASI
Definisi Dekalsifikasi
Dekalsifikasi adalah hilangnya garam
kalsium pada tulang atau jaringan yang
mengandung kalsium, misalnya gigi. Hal ini
dapat terjadi pada penyakit defisiensi vitamin D
yang berat, menurunnya kadar hormon
paratiroid yang lama, masa pasca menopause,
pada wanita usia lanjut, dll.
Prinsip Kerja Dekalsifikasi
Prinsip dekalsifikasi didasarkan pada
penghilangan kation kalsium melalui mekanisme
anion. Anion berasal dari larutan dekalsifikasi
yang biasanya berupa larutan asam. Larutan
dekalsifikasi yang baik harus dapat
menghilangkan semua kalsium tanpa
memberikan efek buruk pada sel atau serat
jaringan dan tanpa gangguan impregnasi atau
pewarnaan berikutnya.
langkah-langkah dasar dari
dekalsifikasi yang disertai dengan
fiksasi
1. Metode potong makros–fiksasi-dekalsifkasi
Potong jaringan yang mengandung garam
kalsium dengan ketebalan 4-5 mm. Hal ini
dilakukan untuk memastikan tahap fiksasi
tercapai dan proses penghilangan garam kalsium
tercapai. Untuk memastikan dekalsifikasi
lengkap diperlukan untuk memeriksa setelah 2-3
jam tersebut.
2. Metode fiksasi-potong-makros-dekalsifkasi

a. Jaringan yang berukuran tertentu direndam


dalam larutan fiksasi.
b. Setelah terfiksasi sempurna, jaringan
dipotong dengan ketebalan kurang lebih 5 mm.
c. Rendam jaringan dengan larutan dekalsifikasi
yang dibutuhkan selama 2-3 jam.
Proses Dekalsifikasi
1. Dengan menggunakan jaringan yang telah
terparafinisasi, blok dimasukkan kedalam larutan
dekalsifikasi dengan perbandingan volume sekitar 50-
100 kali dari blok jaringannya.
2. Cairan harus diganti satu atau dua kali sehari sampai
decalcification selesai.
3. Pada saat penyelesaian dekalsifikasi, jaringan
langsung dipindahkan ke alkohol 70% selama 10 jam
dengan beberapa kali pergantian larutan alcohol
dengan konsentrasi yang sama.
4. Setelah 10 jam selesai dilakukan, maka jaringan
dilanjutkan dengan proses pematangan jaringan.
Faktor Yang Mempengaruhi
Dekalsifikasi
1. Ketebalan tulang
2. Kerapatan/densitas tulang
3. Suhu
4. Agitasi
5. tekanan/Vakum
6. Volume larutan
MIKROTOMI
• Definisi Mikrotomi
Mikrotomi merupakan bagian dari jaringan yang
dipotong dan ditempelkan pada suatu kaca objek
yang kemudian akan diproses sehingga
menghasilkan suatu sediaan yang dapat teramati
secara mikroskopis.
Mikrotom terdiri dari berbagai macam
jenis, diantaranya adalah:
1. Rotary microtome
Rotary microtome atau mikrotom putar,
bekerja menggunakan suatu tuas pemutar 360°
yang dapat menggerakan blok jaringan secara
vertical ke atas atau ke bawah serta dapat
mengubah posisi blok ke arah depan dan
belakang.
2. Sliding microtome
Pisau pada mikrotom jenis ini berada pada
satu posisi tetap, kemudian blok paraffin
digeserkan pada mata pisau sehingga
didapatkan pita jaringan yang diinginkan.
Mikrotom jenis ini digunakan untuk memotong
blok jaringan seloidin dan blok paraffin
berukuran besar.
• 3. Rotary rocking microtome
digunakan dalam kriostat,salah satu kunci
utama pada proses pemotongan dengan
miktotom adalah pisau yang digunakan. Saat ini
digunakan dua jenis pisau, pisau stainless steel
sekali pakai, pisau gelas, dan pisau berlian.
4. Mikrotom klinis beku
(freezing microtome)
Ditujukan untuk
mendiagnosis komponen sel
tertentu seperti lemak dan
enzim.
5 Mikrotom sayatan ultra tipis (ultra-thin
microtome)
Mikrotom ini biasa digunakan untuk
menghasilkan sayatan dengan ketebalan 1Џm
(untuk mikroskop elektron)
6. Mikrotom base sledge
Digunakan untuk menyayat jaringan dengan
ukuran yang sangat besar seperti otak.
7.Mikrotom faust
Instrument ini berukuran kecil sehingga
biasa dtiempelkan diatas meja
praktikum.ketipisan maksimum sayatan yang
dihsilkan maksimum 25Џm.

8. Mikrotom smith dan Farquhar


kisaran ketebalan sayatan yang dapat
dihasilkan adalah 5 -230 Џm dan dengan
kecepatan antara 50 sampai 200 sayatan
permenit.
9. Mikrotom tangan
Alat ini biasa digunakan untuk membuat
sayatan spesimen yang tipis sekali (kurang
semakin 20mm), agar dapat dikawal di bawah
mikroskop.
TEKNIK PEMOTONGAN
a) Potong kasar
Proses potong kasar atau trimming
merupakan proses awal pemotongan blok
jaringan yang bertujuan untuk membuang
kelebihan paraffin yang menutupi jaringan
sehingga permukaan jaringan dapat terbuka dan
bisa dihasilkan pita jaringan yang utuh.
b. Potong halus
Proses potong halus ini bertujuan untuk
menghasilkan pita jaringan dengan ketebalan
tertentu. . Ketebalan pita jaringan untuk jaringan
hasil pembedahan rutin ialah 3-4µm. Idealnya
hasil pemotongan yang baik akan saling
menempel satu sama lain membentuk pita
dengan ketebalan yang sama.
Perawatan Mikrotom
1. Lepaskan blok jaringan dari penjepit blok, pastikan tuas
dalam keadaan terkunci sebelum hal ini dilakukan
2. Lepaskan dan bersihkan pisau yang telah digunakan dari
sisa jaringan yang masih tertinggal, simpan pada kotak
pisau.
3. Bersihkan bak penampung sisa jaringan.
4. Bersihkan mikrotom dengan lap kering dan halus.
5. Tutup mikrotom dengan kain atau plastic agar tidak
terkena debu.
6. Lumasi bagian gerak mikrotom secara berkala. 7
7. Lakukan pemeriksaan berkala minimal satu tahun sekali
oleh teknisi.