Anda di halaman 1dari 15

MATEMATIKA FARMASI

TIM DOSEN KIMIA FARMASI


PERHITUNGAN KADAR SECARA TITRIMETRI
 Jika sampelnya padat (sampel ditara dengan menggunakan
timbangan analitik), maka rumusnya :
Kadar (% b/b) = Vtitran x Ntitran x BE x 100%

Berat sampel (mg)


 Jika sampelnya cair (sampel diambil secara kuantitatif
misal dengan menggunakan pipet volume), maka
rumusnya :
Kadar (% b/v) = Vtitran x Ntitran x BE x 100%

Volume sampel (mg)


Contoh Soal sampel padat

 Sebanyak 250 mg serbuk yang mengandung asam salisilat


(BM = 138,12) ditimbang seksama, dilarutkan dalam 15 mL
etanol 95% yang telah dinetralkan terhadap merah fenol
LP (6,8-8,4). Campuran selanjutnya ditambah 20 mL air
dan dititrasi dengan natrium hidroksida 0,1 N
menggunakan indikator merah fenol. Sampai terjadinya
titik akhir titrasi dibutuhkan NaOH 0,1 N sebanyak 12,56
ml. Berapakah kadar asam salisilat dalam bentuk serbuk
diatas?
Jawab : a. 69,39% (b/b) b. 34,696% (b/b)
Contoh soal sampel cair

 Sebanyak 25,0 mL minuman ringan yang mengandung


vitamin C (BM = 176,12) dilarutkan dalam campuran yang
terdiri atas 100 mL air bebas CO2 dan 25 mL asam sulfat
encer. Campuran selanjutnya dititrasi segera dengan
iodium 0,1 N menggunakan indikator kanji sampai
terbentuk warna biru tetap. Sampai titik akhir titrasi
dibutuhkan volume titran sebanyak 5,25 mL. berapakah
kandungan vitamin C dalam minuman ringan tersebut?
Jawab : a. 0,185% (b/v) b. 0,37% (b/v)
SOAL

 Ditimbang seksama 500,0 mg sampel yang


mengandung vitamin C (BM = 176,1). Dimasukkan
ke Erlenmeyer 200 mL ditambah 20 mL air dan 10
mL HCl 2N, kemudian dititrasi dengan larutan I2
0,1006 N menggunakan larutan kanji. Untuk
mencapai titik akhir diperlukan 20,81 mL larutan
I2 diatas. Hitunglah kadar vitamin C dalam
sampel.
Cara Analisis Kuantitatif zat tunggal dengan metode Spektrofotometri

 Dengan cara membandingan absorpsi atau transmisi zat yang dianalisis dengan
zat murni. Dalam hal ini dilakukan pengukuran absorpsi zat (Ax) dan absorpsi
zat standar (As), pada panjang gelombang yang sama maksimum. Akan
didapatkan kadar zat x sebagai berikut :
Cx = (Ax) x konsentrasi zat standar
(As)
Syarat : Ax dan As tidak berbeda jauh
 Dengan membuat kurva baku
 Dengan menggunakan nilai ekstingsi spesifik (E 1%,1cm)
E (1%,1cm) = serapan yang disebabkan oleh zat dengan konsentrasi 1 g/100 mL,
tebal kuvet 1 cm
Hubungan E(1%,1cm) dengan absortivitas (a) : E(1%,1cm) = 10 a
Cara Analisis Kuantitatif zat tunggal dengan metode Spektrofotometri

 Dengan menggunakan nilai ekstingsi molar (ε)


ε = E (1%,1cm) x BM x 10-1
ε = daya serap molar, serapan yang disebabkan oleh zat dengan
konsentrasi mol/L, tebal kuvet 1 cm
 Dengan menggunakan rumus :
A = a.b.c, dimana
A = serapan
a = daya serap, serapan yang disebabkan oleh zat dengan
konsentrasi g/L
b = tebal kuvet, jika tidak dinyatakan apa-apa berarti 1
cm
c = konsentrasi zat, mg/ml, g/L
Contoh soal menggunakan kurva baku
Ditimbang dengan seksama 100 mg oxytetrasiklin murni kemudian
dimasukkan ke dalam labu ukur 100,0 mL dan diencerkan dengan
methanol hingga batas, kocok sampai larut. Pipet 10,0 mL larutan ini
dan masukkan ke dalam labu ukur 100,0 mL, encerkan dengan methanol
hingga batas, kocok sampai homogeny. Siapkan 5 buah labu ukur 100,0
mL dan pada masing-masing labu ukur tersebut masukkan berturut-turut
2,0; 4,0; 6,0;8,0;10,0 larutan diatas, kemudian encerkan masing-masing
dengan methanol hingga garis batas, kocok sampai homogen. Untuk
larutan sampel ditimbang sebanyak 10 mg kemudian dilarutkan dalam
10 mL methanol, dipipet sebanyak 1,0 mL kemudian dicukupkan hingga
10 mL, diukur serapannya pada panjang gelombang maksimum 266 nm
diperoleh serapan 0,5
a. Buatlah persamaan garis kurva kalibrasi, jika kelima konsentrasi
diatas (dari rendah ke tinggi) memberikan serapan berturut-turut
sebesar 0,222; 0,331; 0,477; 0,589; 0,688
b. Berapakah kadar oxytetrasiklin dalam larutan sampel tersebut?
Jawab:
Kurva Baku Oxytetrasiklin
a. 0.8
0.6 y = 0.0595x + 0.1044
Serapan

R² = 0.9959
0.4
0.2
0
0 2 4 6 8 10 12
Konsentrasi (ppm)

b. Y= 0,0595x + 0,1044
0,5 = 0,0595x + 0,1044
x = 1,504 ppm = 1,504 mg/L
Kadar = [ ] sampel x vol.sampel x Fp x 100%
Bs
= 1,504 mg/L x 0,01 L x 10 x 100%
10 mg
= 1,504 %
Contoh SOAL

 Suatu sampel yang mengandung kloramfenikol setelah


digerus homogeny ditimbang sejumlah 300,0 mg kemudian
dimasukkan ke labu ukur 100,0 mL dan diencerkan dengan
etanol hingga batas, kocok hingga larut dan homogen.
Pipet 10,0 mL larutan di atas dan masukkan ke dalam labu
ukur 100,0 mL, encerkan kembali dengan etanol hingga
batas, kocok hingga homogeny, kemudian ukur serapannya
pada λmaks 271 nm dan diperoleh A = 0,60
Berapakah kadar Kloramfenikol dalam sampel tersebut
jika larutan standar dengan konsentrasi 20 ppm
memberikan serapan (A) = 0,595
Jawab:

Sampel 300 mg 100 mL (3000 ppm)

10 100 mL (300 ppm)


Diketahui : Ax = 0,60
Cs = 20 ppm
As = 0,595
Penyelesaian :
Cx = Ax x Cs = 0,60 x 20 ppm = 20,168 ppm
As 0,595
Kadar kloramfenikol = 20,168 ppm x 100% = 6,72%
300 ppm
Contoh Soal

 Suatu sampel yang mengandung kofein ditimbang


sejumlah 250,0 mg dan dimasukkan ke dalam labu ukur
100 mL encerkan dengan HCl 0,1 N hingga garis batas,
kocok hingga larut, homogenkan. Pipet 10 mL larutan ini
kemudian encerkan kembali dengan HCl 0,1 N hingga
100,0 mL kocok hingga homogeny. Ukur serapan larutan ini
pada λmaks 270 nm dan diperoleh A = 0,50. berapakah
kadar kofein dalam sampel tersebut jika E(1%,1cm) = 500
Jawab

 Sampel 250 mg 100 mL (2500 ppm)

10 mL 100 mL (250 ppm)


Dik : A = 0,50
E(1%,1cm) = 500 a= 50
A = a .b.c
0,50 = 50.1.c c= 0,50/50 = 0,01 g/L = 10 mg/L = 10 ppm
Kadar kofein = 10/250 x 100% = 4%
Soal

 Tablet ibuprofen diukur kadarnya menggunakan spektrofotometri UV-VIS


dengan hasil serapan 0,8. serapan bakunya 0,4 (Ibuprofen 100 mg). Pada
etiket tertera tulisan 1 tablet mengandung 200 mg. berapa % kadar tablet
terhadap baku pembanding?
a. 95% b. 97,5% c.100% d. 102,5% e. 105%
 Penetapan kadar ibuprofen 800 mg dengan spektrofotometri UV-Vis dilakukan
dengan melarutkan sediaan ke dalam 250 mL. kemudian diambil 1 mL dan
diencerkan dalam 50 mL. berapa kadar ibuprofen jika diperoleh serapan 0,6
dengan persamaan y=0,1x-1
Jawab :
 Sebuah Industri farmasi akan melakukan penetapan kadar obat X 800 mg
dengan menggunakan spektrofotometri UV-VIS. Obat tersebut dilarutkan
dalam 200 mL pelarut. Dipipet 1 mL dan ditambahkan pelarut 50 mL.
kemudian diambil 20 mL ditambahkan 100 mL pelarut. Absorbansi yang
diperoleh adalah 0,6 dengan regresi y=0,1x-1. berapa % kadar yang diperoleh?
a. 95% b. 98% c. 100% d. 102% e. 105%
Soal

 Analisis ondansetron menggunakan KCKT. Luas area


puncak larutan ondansetron 26400 dan larutan standar
24000. konsentrasi larutan standar yang digunakan 10
µg/mL dengan pengenceran 200 kali. Maka kadar dari
ondasetron dalam larutan uji adalah?
a. 1,1 mg b. 2,2 mg c. 3,3 mg d. 4,4 mg e. 5,5 mg