Anda di halaman 1dari 33

Status Klinis 1

PLF post total hip replacement ec oa


hip dextra grade IV

Tiara Destriyaningrum
P27226018 491
Profesi Fisioterapi
Poltekkes Kemenkes Ska
2019
Anatomi Hip Joint
Terdiri dari 3 bagian
utama : femur, femoral
head,dan rounded
socked. Di dalam hip joint
yang normal terdapat
suatu jaringan lembut dan
tipis yang disebut dengan
selaput synovial.
Fungsinya adalah untuk
melumasi dan
mengurangi gesekan pada
hip joint
Gambaran Umum Osteoarthtritis
• Merupakan penyakit tipe paling umum dari
arthritis dan sering dijumpai pada orang lanjut
usia (degeneratif)
• OA adalah gangguan kronis yang terjadi pada
sendi synovial.
Karakteristik dan Prevalensi
• Usia
• Jenis kelamin
• Obesitas
• Ras/genetik
• Trauma sendi (Arthritis UK, 2012)

Meningkat berkaitan dengan usia karena terjadi


perubahan kolagen dan proteoglikan yang
menurun serta pasokan nutrisi yang berkurang
pada tulang rawan (Lozada, 2013)
Gejala
• Nyeri sekitar hip joint
• Onset nyeri lamban namun semakin
memburuk
• Kaku sendi saat duduk atau istirahat dan
berkurang ±30 menit kemudian
• Krepitasi selama bergerak (hilangnya fragmen
kartilago dan jaringan lain yang menyokong
saat terjadinya gerakan panggul yang lembut)
Total Hip Replacement
Komponen THR
Identitas Px
• Nama : Ny. Kas
• Usia : 73 tahun
• Jenis kelamin : Perempuan
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Ibu rumah tangga
• Alamat : Sidoarjo
• No CM : 2000333
Deskripsi Px
Px sudah mengeluhkan nyeri pada pangkal paha
kanan ±1,5 tahun yang lalu, semakin hari nyeri
semakin bertambah hingga sangat
mengganggu aktivitas terutama saat berjalan.
Tanggal 22 Juni 2019 px menjalani operasi
penggantian sendi panggul total (total hip
replacement) sisi kanan
Keluhan Utama
Nyeri pada sekitar luka jahitan setelah operasi
Nyeri pangkal paha muncul saat mengawali
gerakan duduk ke berdiri
Kadang bengkak pada lutut kanan saat terlalu
lama berdiri
Pemeriksaan Tanda Vital
• TD : 130/90 mmHg
• Denyut nadi : 78x/menit
• Pernapasan : 19x/menit
• Suhu : 36,2˚C
• Tinggi badan : (tidak di evaluasi)
• Berat badan : (tidak di evaluasi)
Inspeksi
• Statis
- Luka incisi di sisi lateral hip dex
- Px datang dengan menggunakan wheel chair
- Perbedaan tinggi SIAS
- Tungkai kanan cenderung endorotasi hip, eksorotasi knee
• Dinamis
- Ekspresi pasien nampak takut dan ragu saat menggerakkan
tungkai kanan secara aktif
- Ketika berdiri px cenderung langsung menapakkan kedua
tungkai secara penuh dengan ekspresi menahan nyeri
- Px membutuhkan pegangan/bantuan saat mengawali
gerakan dari duduk ke berdiri
Palpasi
• Terdapat beda elastisitas kulit antara tungkai
kanan dan kiri
• Nyeri pada jaringan sekitar luka incisi
• Suhu tungkai kanan lebih hangat dibanding
kiri
Muscle Test dan Antopometri
Fleksi hip 4+ 5
Ekstensi hip 4+ 5
Abd hip 4- 5
Add hip Tidak di evaluasi 5

Diukur dari basis patella ke arah proksimal sendi hip


Setinggi 10 cm (28cm)
Setinggi 20 cm (32cm)
Setinggi 25 cm (36cm)
Setinggi 35 cm (43cm)
LGS hip
Hip Aktif Pasif

Dekstra (S) 10 – 0 - 90 (S) 20- 0 - 90


(F) 30 - 0 – tidak di evaluasi (F) 40 -0 - tidak di evaluasi

Sinistra (S) 30 - 0 - 130 (S) 40-0-140


(F) 45 - 0 -10 (F) 50-0-15
Nyeri dengan VDS
• Diam = ringan
• Gerak dari duduk ke berdiri = sedang
• Tekan pada hip joint = sedang
Algoritma (Clinical Reasoning)
• 2ALGORITMA THR.pdf
Kode ICF
• BODY FUNCTION
(b28015) Pain in lower limb
(b7150) Stability of a single joint
(b730) Muscle power
(b260) Propioception

• ACTIVITIES AND PARTICIPATION


(d4200) Transferring oneself while sitting
(d465) Moving around using equipment
(d4154) Maintaining a standing position
Kode ICF
• ENVIRONMENTAL FACTORS
(e310) Immediate family
(e355) Health professionals
(e580) Health service, system and policy
• BODY STRUCTURES
(s750001) Hip joint
(s740) Structure of lower extremity
(s770) Additional musculoskeletal structures related
to movement
Diagnosis FT
• IMPAIRMENT
- nyeri gerak saat duduk ke berdiri
- keterbatasan gerak abduksi hip dekstra
- penurunan kekuatan otot pada tungkai kanan
- perbedaan tinggi SIAS
- perbedaan lingkar segmen antara hip kanan dan
kiri
- Posisi tungkai kanan endorotasi hip, eksorotasi
knee
Diagnosis FT
• FUNCTIONAL LIMITATION
- keterbatasan ambulasi dari duduk ke berdiri
karena nyeri pada hip kanan
- pembatasan gerakan adduksi dan duduk 90˚,
sehingga berpengaruh pada aktivitas pasien
Diagnosis FT
• DISABILITY/PARTICIPATIONAL RESTRICTION
Secara umum, pasien masih mampu berkumpul
dengan tetangga maupun sanak keluarga di
luar rumah meskipun harus duduk di kursi
roda. Namun apabila pasien ingin ambulasi
dari duduk ke berdiri, pasien membutuhkan
bantuan keluarga atau memegang benda
sekitar agar lebih stabil.
Program FT
• TUJUAN JANGKA PENDEK
- mengurangi nyeri gerak
- ambulasi sedini mungkin
- stabilisasi otot sekitar panggul
• TUJUAN JANGKA PANJANG
- optimalisasi ADL
- ambulasi tanpa alat bantu jalan
• TEKNOLOGI INTERVENSI FISIOTERAPI
- hidroterapi
- terapi latihan pasca operasi
- Tens
• PROTOKOL REHAB MEDIK
- TENS
- TX LATIHAN
Rencana Evaluasi
• Nyeri (diam, gerak, tekan) dengan VDS
• LGS Hip dengan goneometer
• Kekuatan otot dengan MMT
• Kemampuan fungsional denga HOOS
Prognosis
• Quo ad fungsionam
secara umum pasien akan mampu kembali
beraktivitas fungsional seoptimal mungkin
dengan menggunakan arthoplasty pada sendi
panggulnya. Prognosis yang digunakan pada
protokol tersebut membutuhkan waktu lebih
kurang 3 bulan untuk dapat beraktivitas secara
optimal. Namun hal tersebut ditentukan pula
dengan kondisi pasien serta penyakit lain yang
menyertainya.
Penatalaksanaan Ft (2 Juli)
• Breathing exc
• AROM kedua tungkai
– Hip abd
– Flexi hip (tidak >90˚)
– Extensi hip
• Stabilisasi otot core
• Ambulasi duduk ke berdiri dengan menggunakan
walker
• Berjalan PWB tumpuan minimal
• Relaksasi
• Edukasi dan Home Exc Programme
Penatalaksanaan Ft (9 Juli)
• Breathing exc
• AROM kedua tungkai
– Hip abd with moderate resisted
– Flexi hip (tidak >90˚) with moderate resisted
– Extensi hip with moderate resisted
• Stabilisasi otot core
• Ambulasi duduk ke berdiri dengan menggunakan
walker
• Berjalan PWB tumpuan ditingkatkan
• Relaksasi
• Edukasi dan Home Exc Programme
Edukasi
• Total hip precautions after surgery should be
followed for 3 months and include:
-Avoid hip flexion past 90°
-Avoid internal rotation of the lower extremity
-Avoid crossing the midline of the body
-Avoid sitting on low, soft surfaces
-Use a raised toilet seat for 6 weeks
Evaluasi
• Nyeri dengan VDS
Nyeri Tx awal (2Juli) Tx Akhir (9Juli)

Diam Ringan Ringan

Gerak Sedang Ringan

Tekan Sedang Ringan


Evaluasi
• LGS hip dextra dengan goneometer
• Hip Terapi Awal Terapi Akhir

Dekstra (S) 30 – 0 - 90 (S) 40- 0 - 90


(F) 30 - 0 – tidak di (F) 40 -0 - tidak di
evaluasi evaluasi
Evaluasi
• Kekuatan Otot Hip Dextra dengan MMT
Kelompok Otot Terapi Awal Terapi Akhir
Flexor 4+ 4+
Extensor 4+ 4+
Adduktor Tidak dievaluasi Tidak dievaluasi
Abduktor 4- 4+

• Aktivitas Fungsional dengan HOOS


Tx Awal Tx Akhir
45 35
Terima Kasih 

Anda mungkin juga menyukai