Anda di halaman 1dari 9

| 

 

Dokter Profesional

Oleh: Danusiri
4atar Belakang

ã Yang mampu bertahan dan bersaing, dia lah yang


hidup dan survive
ã Yang profesional, dia lah yang eksis dan marketable
Nabi bersabda:
[ % #$$$
  !"

ârtinya: Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan
lebih disukai âllah dari pada, Orang mukmin yang
lemah . . . (HR. Muslim)
4andasan
Tauhid baik dalam level keyakinan, aksi,
maupun profesi. Inilah tipologi dokter Islam,
bukan sekedar dokter yang beragama Islam
dan dokter sekuler.
lomitmen (lesanggupan)

ã lesanggupan menerima profesi tertentu, seperti


dokter dihayati sebagai amanah dan
disampaikan kepada yang berhak (relasi, mitra
kerja, pasien, klien) dengan benar, adil, dan
manusiawi. âllah berfirman:
ã [120./#$$$&'|()* + ,-+
Åikap
ã Menyikapi amanah dengan penuh tanggungjawab. Nabi
bersabda:
|893#$$$|3 4 5  6)7#
Ingat, kamu semua adalah penggembala dan akan dimintai
pertanggunganjawab akan gembalaannya. . . (Muttafaqun
ƞalaih). ârti gembala adalah apa saja yang ada dalam
tanggungjawab kita. Tanggungjawab guru adalah murid dan
tanggungjawab dokter adalah kesehatan manusia yang
membutuhkannya).
ã Berdisiplin tinggi. âllah bersumpah dalam keseluruhan waktu:
?;>; &
;:;<=>;:9
ã âtas sumpah-sumpah âllah itu tidak ada waktu sia-sia, waktu
malas-malasan, dan yang sebangsanya.
Operasionalisasi Dalam Åetiap âksi
dan Profesi
ã Niat sebagai ibadah (tauhid uluhiyyah)
ã Menyapa relasi, pasien, mitra, klien dengan ramah
dan santun
ã Åapaan dimulai dengan salam, yang berarti doa
keselamatan
ã Memulai memberi pelayanan dengan basmalah,
dalam hal ini Nabi bersabda:
[-GH-DI#$$$@AB!&6 =CD=-)4EF?
Åegala sesuatu (yang memiliki nilai kebaikan) yang
tidak dimulai dengan basmalah pasti terputus
(hubungannya dengan âllah (al-hadis syarif).
ã Memberikan pelayanan sebagai ekspresi amal shalih, dan
sebagai medan untuk melakukan tolong-menolong. Dalam hal
ini âllah berfirman:
(2 0KDL
#$$$+D J)!( )E!"3=!( 
ârtinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam hal kebaikan dan takwa,
dan jangan kamu tolong-menolong dalam urusan dosa dan
permusuhan . . . (QÅ. al-Maidah: 2).
ã Memberi pelayanan dengan ramah dan santun, âllah berfirman:
[Q1R0+
4#$$$N! !9()"OPM/!$ &M/

=6
Maka disebabkan rahmat dari âllah-lah kamu berlaku lemah lembut
terhadap mereka. Åekiranya kamu bersikap keras, lagi berhati kasar,
tentulah mereka menjauhkan diri9 dari sekelilingmu . . . (QÅ. âli
Imran: 159).
ã Tentang honor, baik ditentukan secara sepihak maupun
kesepakatan dihayati sebagai anugerah âllah yang dalam batas
ditentukan (nishab) harus dizakati.
ã Tertib administrasi dan dokumentasi karena melibatkan dua
puhak. âllah berfirman:
$$$4D  /3!=36
?S 3/-D F!/7-T&--
ârtinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu
bermuamalah untuk waktu yanhg ditentukan, hendaklah kamu
menuliskannya, dan hendaklah seorang penulis diantara kamu
menuliskannya dengan adil (akurat), (QÅ. al-Baqarah: 282)
ã Mengakhiri pelayanan mengucapkan hamdalah sebagai tanda
syukur diberi kekuatan dan kesempatan untuk membantu orang
lain, kemudian beristifgfar, sebagai kehati-hatiannya bahwa
diagnosa tetap meiliki peluang salah, dan selanjutnya bertawakkal
kepada âllah.
?!36MUF
Penutup
Åemoga pesan ini menginternal dalam diri
dan menjadi karakter dokter-dokter
alumni Fl. Unimus. âmin.