Anda di halaman 1dari 33

bit.

ly/absensicpns
Kinerja, Disiplin dan
Penempatan Dalam
Jabatan PNS
Bidang KPDJ-BKPSDM
Kabupaten Sumedang

Disampaikan pada kegiatan Pembekalan CPNS Kabupaten Sumedang


Tahun 2019
DASAR HUKUM

1. Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang ASN


2. PP Nomor 46 Tahun 2011 tentang PPK-PNS
3. PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS
4. PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS
5. Perka BKN No 1 Tahun 2013 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja PNS
6. Perka BKN No 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara
Pemberian Cuti PNS
PPK-PNS

Penilaian Prestasi Kerja PNS adalah suatu proses


penilaian secara sistematis yang dilakukan oleh pejabat
penilai terhadap:
1. Sasaran Kerja Pegawai
2. Perilaku Kerja
Sebagai implementasi kebijakan
dalam rangka mencapai tujuan dan
sasaran organisasi yang telah
ditetapkan dan harus berorientasi
pada hasil secara nyata dan terukur
Memuat
Mengacu
kegiatan
SKP kepada
tugas
rkt/pkt
jabatan
Dalam melaksanakan kegiatan
tugas jabatan pada prinsipnya
pekerjaan dibagi habis dari tingkat
yang tertinggi sampai dengan
tingkat yang terendah secara
hierarki
BAHAN-BAHAN PENYUSUNAN SKP

 Rencana Kerja Tahunan atau Penetapan Kinerja Tahunan


organisasi bersangkutan
 Dokumen Organisasi dan Tata Kerja organisasi bersangkutan
yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang
 Dokumen uraian tugas/jabatan pemegang jabatan
 Peta jabatan yang telah divalidasi
 Prosedur Operasional Standar (SOP) pelaksanaan
tugas/pekerjaan
 Laporan capaian pelaksanaan tugas tahun sebelumnya
 Permenpan dan RB tentang Jabfung dan angka kreditnya bagi
jabatan fungsional tertentu
PENILAIAN SASARAN KERJA PEGAWAI (SKP)
1. Nilai capaian SKP dinyatakan dengan angka dan
sebutan sbb:
a) 91 – ke atas : Sangat baik
b) 76 – 90 : Baik
c) 61 – 75 : Cukup
d) 51 – 60 : Kurang
e) 50 – ke bawah : Buruk

2. Penilaian SKP dilakukan dengan cara


membandingkan antara realisasi kerja dengan
target yang sudah direncanakan (kontrak kerja)

3. Dalam hal realisasi kerja melebihi dari


target maka penilaian capaian SKP dapat
lebih dari 100 (seratus)
MENGHITUNG TINGKAT CAPAIAN SKP
Untuk mengukur tingkat capaian pelaksanaan kegiatan tugas jabatan
digunakan 4 aspek pengukuran yaitu aspek kuantitas, aspek kualitas,
aspek waktu, dan aspek biaya.
a. Aspek kuantitas menggunakan rumus :

Realisasi Output
Aspek Kuantitas = ------------------------- X 100
Target Output

contoh :
seorang staf mempunyai tugas mencatat dokumen kepegawaian ke
dalam kartu induk dan daftar isi serta menyimpan dan memelihara
arsip kepegawaian ke dalam tata naskah dengan target kuantitas =
1000 data, ternyata yang bersangkutan hanya mampu menyelesaikan
800 data pada target waktu yang telah ditentukan .

800
Aspek kuantitas = ------ x 100
1000

= 80
CAPAIAN SKP & ANCAMAN HUKUMAN DISIPLIN DLM PP NO.53 TAHUN 2010

Persentase capaian
beban kerja yang JENIS HUKUMAN
disepakati dlm 1
tahun

25 % s.d. 50% Sedang

Setiap PNS wajib Mencapai


sasaran kerja pegawai
yang ditetapkan

Dibawah 25% Berat


PENILAIAN PERILAKU KERJA

Meliputi aspek : 1. Penilaian dilakukan oleh


1. Orientasi pelayanan pejabat penilai sesuai
2. Integritas dengan kriteria yang telah
3. Komitmen ditentukan
4. Disiplin
5. Kerja sama, dan 2. Pejabat penilai dapat
6. Kepemimpinan, mempertimbangkan
hanya dilakukan bagi masukan dari pejabat
PNS yang menduduki penilai lain yang setingkat
jabatan di lingkungan unit kerja
struktural(termasuk masing-masing
tugas tambahan
sebagai pimpinan 3. Nilai perilaku kerja dapat
PTN) diberikan paling tinggi
100.
Nilai prestasi kerja dinyatakan Penilaian prestasi kerja PNS
dengan angka dan sebutan : dilaksanakan oleh pejabat penilai
sekali dalam 1 tahun
a. 91 - ke atas : Sangat Baik
b. 76 - 90 : Baik
c. 61 - 75 : Cukup
d. 51 - 60 : Kurang Dilakukan pada setiap akhir desember
e. 50 ke bawah : Buruk pada tahun yang bersangkutan dan
paling lambat akhir januari tahun
berikutnya

PENILAIAN PRESTASI KERJA DILAKUKAN DENGAN MENGGABUNGKAN ANTARA


UNSUR SKP DAN PERILAKU KERJA DENGAN MENGGUNAKAN FORMULIR YANG
TELAH DITENTUKAN (lampiran 1-g Perka BKN Nomor 1 Tahun 2013)

NPK = (TOTAL SKP X 60%) + (TOTAL PK X 40%)

Berdasarkan hasil penilaian prestasi kerja, maka pejabat penilai dapat


memberikan rekomendasi kepada pejabat yang secara fungsional bertanggung
jawab di bidang kepegawaian sebagai bahan pembinaan karier terhadap PNS
yang dinilai, misalnya untuk diklat, penyegaran dalam bidang pekerjaan,
sekolah, dan promosi, dsb.
PENYIMPANAN PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS

1. Penilaian prestasi kerja disimpan dan dipelihara dengan


baik oleh pejabat yang secara fungsional bertanggung
jawab di bidang kepegawaian.
2. Penilaian prestasi kerja disimpan selama 3 (tiga) tahun.
Misalnya formulir penilaian prestasi kerja yang dibuat pada
akhir tahun:
a. 2014 disimpan sampai dengan akhir tahun 2017;
b. 2017 disimpan sampai dengan akhir tahun 2020;
c. Dan seterusnya.
3. Penilaian prestasi kerja yang telah lebih dari 3 (tiga) tahun
tidak digunakan lagi.
DISIPLIN PNS

Powerpoint Templates
1. KETENTUAN JAM MASUK KERJA
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun
2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil :

a. Pasal 3 ayat (11), “Setiap PNS wajib masuk kerja dan


menaati ketentuan jam kerja”;
b. Pasal 5, “PNS yang tidak menaati ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan/atau Pasal 4
dijatuhi hukuman disiplin.”
2. PERKAWINAN DAN PERCERAIAN PNS
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun
1990 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah
Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan
Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil :

a. Pasal 3 ayat (1), “Pegawai Negeri Sipil yang akan


melakukan perceraian wajib memperoleh izin atau
surat keterangan lebih dahulu dari pejabat”;
b. Pasal 3 ayat (2), “Bagi Pegawai Negeri sipil yang
berkedudukan sebagai penggugat atau bagi pegawai
negeri sipil yang berkedudukan sebagai tergugat untuk
memperoleh izin atau surat keterangan sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) harus mengajukan
permintaan secara tertulis”;
c. Pasal 15 ayat (1), ‘Pegawai Negeri Sipil yang
melanggar salah satu atau lebih kewajiban/ketentuan
Pasal 2 ayat (1),ayat (2),Pasal 3 ayat (1), Pasal 4 ayat
(1),Pasal 14,tidak melaporkan perceraiannya dalam
jangka waktu selambat-lambatnya satu bulan
terhitung mulai terjadinya perceraian, dan tidak
melaporkan perkawinannya yang
kedua/ketiga/keempat dalam jangka waktu selambat
lambatnya satu tahun terhitung sejak perkawinan
tersebut dilangsungkan, dijatuhi salah satu hukuman
disiplin berat berdasarkan Peraturan Pemerintah
Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin
Pegawai Negeri Sipil”.
3. PNS SEDANG DALAM PROSES HUKUM

a. Undang – undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang


Aparatur Sipil Negara Pasal 8 Ayat (1) huruf c, “PNS
diberhentikan sementara, apabila ditahan karena
menjadi tersangka tindak pidana”;
b. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Manajemen Pegawai Negeri Sipil Pasal 276 huruf c,
“PNS diberhentikan sementara, apabila ditahan karena
menjadi tersangka tindak pidana”.
4. KEWAJIBAN PEJABAT BERWENANG
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun
2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 21 :
a. Ayat (1), “Pejabat yang berwenang menghukum wajib
menjatuhkan hukuman disiplin kepada PNS yang
melakukan pelanggaran disiplin”.
b. Ayat (2), “Apabila Pejabat yang berwenang
menghukum sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
tidak menjatuhkan hukuman disiplin kepada PNS yang
melakukan pelanggaran disiplin, pejabat tersebut
dijatuhi hukuman disiplin oleh atasannya”.
c. Ayat (3), “Hukuman disiplin sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) sama dengan jenis hukuman disiplin
yang seharusnya dijatuhkan kepada PNS yang
melakukan pelanggaran disiplin”.
5. JENIS HUKUMAN DISIPLIN

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun


2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 7 :

I. Hukuman disiplin Tingkat Ringan


a. teguran lisan;
b. teguran tertulis; dan
c. pernyataan tidak puas secara tertulis

II. Hukuman disiplin Tingkat Sedang


a. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu)
tahun;
b. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu)
tahun; dan
c. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1
(satu) tahun
III. Hukuman disiplin Tingkat Berat
a. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3
(tiga) tahun;
b. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan
setingkat lebih rendah;
c. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan
setingkat lebih rendah;
d. pemberhentian dengan hormat tidak atas
permintaan sendiri sebagai PNS; dan
e. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.
Jenis Jabatan PNS

JABATAN PIMPINAN TINGGI


(UTAMA, MADYA, PRATAMA)
JABATAN ADMINISTRASI
(ADMINISTRATOR, PENGAWAS,
PELAKSANA)
JABATAN FUNGSIONAL
(KEAHLIAN, KETERAMPILAN)
JPT PRATAMA
Persyaratan:

 memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah sarjana


atau diploma IV;
 memiliki Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan
Kompetensi Sosial Kultural sesuai standar kompetensi
Jabatan yang ditetapkan;
 memiliki pengalaman Jabatan dalam bidang tugas yang
terkait dengan Jabatan yang akan diduduki secara
kumulatif paling kurang selama 5 (lima) tahun;
 sedang atau pernah menduduki Jabatan administrator
atau JF jenjang ahli madya paling singkat 2 (dua) tahun;
 memiliki rekam jejak Jabatan, integritas, dan moralitas
yang baik;
 usia paling tinggi 56 (lima puluh enam) tahun; dan
 sehat jasmani dan rohani.
JABATAN ADMINISTRATOR
Persyaratan:

 Berstatus PNS;
 Memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan paling rendah
sarjana atau diploma IV;
 Memiliki integritas dan moralitas yang baik;
 Memiliki pengalaman pada Jabatan pengawas paling
singkat 3 (tiga) tahun atau JF yang setingkat dengan
Jabatan pengawas sesuai dengan bidang tugas Jabatan
yang akan diduduki;
 Setiap unsur penilaian prestasi kerja paling sedikit bernilai
baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;
 Memiliki Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan
Kompetensi Sosial Kultural sesuai standar kompetensi yang
dibuktikan berdasarkan hasil evaluasi oleh tim penilai kinerja
PNS di instansinya; dan
 Sehat jasmani dan rohani
JABATAN PENGAWAS
Persyaratan:

 Berstatus PNS;
 Memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan paling rendah
sarjana atau diploma III;
 Memiliki integritas dan moralitas yang baik;
 memiliki pengalaman pada Jabatan pelaksana paling
singkat 4 (empat) tahun atau JF yang setingkat dengan
Jabatan pelaksana sesuai dengan bidang tugas Jabatan
yang akan diduduki;
 setiap unsur penilaian prestasi kerja paling sedikit bernilai baik
dalam 2 (dua) tahun terakhir;
 memiliki Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan
Kompetensi Sosial Kultural sesuai standar kompetensi; dan
 sehat jasmani dan rohani
JABATAN FUNGSIONAL
 JF memiliki tugas memberikan pelayanan fungsional yang
berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.
 JF dikelompokkan dalam klasifikasi Jabatan berdasarkan
kesamaan karakteristik, mekanisme, dan pola kerja.
 Penetapan JF dilakukan oleh Menteri berdasarkan usulan
dari pimpinan Instansi Pemerintah dengan mengacu pada
klasifrkasi darr kriteria JF.
 Pejabat Fungsional berkedudukan di bawah dan
bertanggung jawab secara langsung kepada pejabat
pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, atau
pejabat pengawas yang memiliki keterkaitan dengan
pelaksanaan tugas JF.
PENGANGKATAN JABATAN
FUNGSIONAL
Pengangkatan PNS ke dalam JF keahlian dan JF
keterampilan dilakukan melalui :
 Pengangkatan Pertama
 Perpindahan dari Jabatan lain;
 Penyesuaian/inpassing
MEKANISME PENGANGKATAN DALAM JABATAN
FUNGSIONAL
FORMASI

Bertugas sebelum dan masih Bertugas setelah terbit Sebelumnya Struktural/Jabfung lain
bertugas pada terbit Permenpan Permenpandan sesuai formasi CPNS

Pengangkatan
Inpassing Alih Jabatan
Pertama

PAK

SK Kenaikan Jabfung Min. 1 tahun


dalam jabatan
Jabfung

Min. 2 tahun dalam Pangkat SK


terakhir Kenaikan
Pangkat
PENGANGKATAN PERTAMA
Pengangkatan untuk mengisi lowongan formasi melalui
pengangkatan CPNS

 Ijazah sesuai dengan kualifikasi


pendidikan yang ditentukan masing-
masing Jabfung;
 Pangkat paling rendah sesuai ketentuan
masing-masing jabfung
 Penilaian Prestasi kerja bernilai “baik”
satu tahun terakhir
ALIH JABATAN
(PERPINDAHAN DARI JABATAN LAIN KE DALAM JABATAN FUNGSIONAL)

Persyaratan :
 Memenuhi syarat pengangkatan pertama
 Memiliki pengalaman sekurang-kurangnya sesuai
dengan yang ditentukan dalam Permenpan masing-
masing Jabfung;
 Usia maksimal sebelum BUP dari jabatan terakhir
sesuai dengan yang ditentukan dalam Permenpan
masing-masing Jabfung;
 Penilaian Prestasi Kerja tahun terakhir “baik”.

Pangkat ditetapkan sama dengan pangkat yang


dimiliki, jenjang jabatan ditetapkan berdasarkan
Angka Kredit yang diperoleh dari Unsur Utama dan
Penunjang setelah PAK nya ditetapkan oleh Pejabat
Ybw
PERSYARATAN PENGANGKATAN
MELALUI INPASSING

 Berstatus PNS
 Memiliki integritas dan moralitas yang baik.
 Sehat jasmani dan rohani;
 Berijazah paling rendah sarjana atau diploma IV sesuai
dengan kualifrkasi pendidikan yang dibutuhkan.
 Memiliki pengalaman dalam pelaksanaan tugas di
bidang JF yang akan diduduki paling kurang 2 (dua)
tahun;
 Nilai prestasi kerja paling sedikit bernilai baik dalam 1
(satu) tahun terakhir; dan
 Syarat lainnya yang ditetapkan oleh menteri.
PELANTIKAN DAN
PENGAMBILAN SUMPAH
 Setiap PNS yang diangkat menjadi pejabat
administrator dan pejabat pengawas wajib dilantik
dan diambil sumpah/janji menurut agama atau
kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
 Sumpah/janji Jabatan diambil oleh PPK
dilingkungannya masing-masing
 PPK dapat menunjuk pejabat lain di lingkungannya
untuk mengambil sumpah/janji Jabatan.
PEMBERHENTIAN
JABATAN ADMINISTRASI
 Mengundurkan diri dari Jabatan (dapat ditunda
paling lama 1 tahun);
 Diberhentikan sementara sebagai PNS;
 Menjalani cuti di luar tanggungan negara;
 Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan;
 Ditugaskan secara penuh di luar JA; atau
 Tidak memenuhi persyaratan Jabatan.
TERIMA KASIH