Anda di halaman 1dari 17

Peran APIP dalam

Pengendalian Intern Pemerintah

INSPEKTUR KABUPATEN SUMEDANG


PENDAHULUAN
UU No.23 Tahun 2014
Unsur pengawas
UU No.30 Tahun 2014
penyelenggaraan
PP No.60 Tahun 2008 INSPEKTORAT KAB. SUMEDANG Pemerintahan Daerah
PP No.12 Tahun 2017

PERDA No. 11 Aparat Pengawas


Tahun 2016
Intern Pemerintah
(APIP)
KEPBUP No. 38
Tahun 2016

Membantu Bupati membina dan mengawasi


Tugas pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang
menjadi kewenangan Daerah dan tugas
pembantuan oleh Perangkat Daerah
Tugas, Fungsi dan Tata Kerja
PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 38 TAHUN 2016

TUGAS UTAMA
membantu Bupati membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan
daerah dan tugas pembantuan oleh Perangkat Daerah.

FUNGSI UTAMA

a. Perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan;


b. Pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi
pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya;
c. Pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Bupati;
d. Penyusunan laporan hasil pengawasan;
e. Pelaksanaan administrasi Inspektorat Daerah;
f. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya. 3
ORGANISASI INSPEKTORAT

7 orang Eselon II Eselon III Eselon IV


Struktural
1 3 3

Pejabat
fungsional 33 orang Auditor P2UPD
21 12

Fungsional Pelaksana
18 orang
Umum 18
OBJEK BINWAS INSPEKTORAT KAB. SUMEDANG
Kegiatan Pembinaan dan Pengawasan
1. Audit:
a) Audit kinerja SKPD
b) Audit operasional SKPD dan Pemerintah Desa
PEMERIKSAAN INTERN c) Audit dengan tujuan tertentu:
1) Pemeriksaan atas pengaduan
Objek pemeriksaan Inspektorat meliputi perangkat daerah, 2) Pemeriksaan TPTGR
3) Pemeriksaan Dana BOS
BUMD, dan desa dengan rincian sebagai berikut: 4) Pemeriksaan Bantuan Provinsi kepada Desa
1. Perangkat Daerah, terdiri dari: 5) Pemeriksaan lainnya
a) Sekretariat Daerah 2. Evaluasi atas Implementasi SAKIPSKPD
3. Reviu:
b) Sekretariat DPRD
a) Reviu Laporan Keuangan Pemda
c) Inspektorat b) Reviu LKIP Pemda
d) Dinas sebanyak 19 c) Reviu Dokumen Perencanaan (RPJMD, Renstra, RKPD)
e) Badan sebanyak 4 d) Reviu Penganggaran (KUA PPAS, RKA-SKPD)
f) Kecamatan sebanyaki 26 e) Reviu Penyerapan Dana
g) BLUD (RSUD dan Puskesmas) 4. Pemantauan:
2. BUMD sebanyak 2 a) Monitoring SKPD dan Kecamatan
b) Monitoring Dana Desa
3. Desa sebanyak 270
c) Tindak lanjut hasil pemeriksaan SKPD, Pemerintah Desa, dan BPK RI
5. Pengawasan lainnya:
a) SPIP
b) Jasa Konsultasi/SIS
MANAJEMEN PENGAWASAN
APIP KAB. SUMEDANG
Pelaksana Peran/kontribusi APIP Peran Inspektorat sebagai APIP
Pengawasan Intern Pengawasan Intern
Peran APIP yang efektif (Pasal 11 PP No. 60 penguatan lembaga yang independen,
PP No. 60 Tahun 2008 Aparat Pengawasan aktif dalam pengawalan dan
Intern Pemerintah Tahun 2008 tentang SPIP)
tentang SPIP pengawasan pengelolaan keuangan
(APIP) adalah a. assurance activities maupun pelaporan paska kegiatan
“Kegiatan audit, reviu, evaluasi, instansi pemerintah selesai dilaksanakan;
pemantauan, dan kegiatan b. anti corruption activities
yang dibentuk
peningkatan kapasitas inspektorat
pengawasan lain terhadap dengan tugas c. consulting activities
dari segi kompetensi dan SDM secara
penyelenggaraan tugas dan fungsi melaksanakan periodik pada tahap perencanaan,
organisasi dalam rangka pengawasan intern pelaksanaan, dan penatausahaan
memberikan keyakinan yang di lingkungan Peran/kontribusi APIP terhadap keuangan;
memadai bahwa kegiatan telah pemerintah pusat pemberantasan tindak pidana korupsi
kegiatan preventif tata kelola
dilaksanakan sesuai dengan tolok dan/atau 4 Pilar pengamanan dalam upaya pencegahan fraud pemerintah, manajemen risiko dan
ukur yang telah ditetapkan secara pemerintah daerah optimalisasi SPIP, reviu anggaran, pemantauan early warning system;
efektif dan efisien untuk kinerja dan penyerapan anggaran, audit kinerja dan
kepentingan pimpinan dalam kegiatan konsultasi, dalam hal ini
audit investigasi
mewujudkan tata kepemerintahan Inspektorat Kabupaten Sumedang
penanganan laporan atau pengaduan dari menyelenggarakan layanan SIS yang
yang baik: masyarakat diprioritaskan terhadap pengelolaan
kerjasama antara Pemda Sumedang, Kejaksaan keuangan desa dan tahap selanjutnya
Negeri Sumedang dan Polres Sumedang dikembangkan untuk pelayanan
konsultasi seluruh SKPD
Peran APIP dalam Tata Kelola Pemerintahan

Quality Assurance
& Consulting Service
Garda terdepan Peningkatan untuk mengawal
terwujudnya Kapabilitas APIP & Perbaikan Tata Koordinasi dan
Kelolal Birokrasi
Good & Clean Maturitas APIP Sinergitas APH
Bebas Korupsi,
Governance (Level 3)
Bersih & Melayani
Implementasi Kebijakan Pengawasan dan Pencegahan Korupsi
Kerjasama Antar Lembaga

BPKP
Kerjasama Konsultasi dan SABER PUNGU
Pendampingan Kerjasama Dengan Kepolisian,
Kejaksaan, Ombudsman Dan
Stakeholder Terkait Dalam Saruan
Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar
BPK
Pelibatan Auditor Inspektorat
Dalam Pemeriksaan LKPD dan
Dana Desa
TP4D
Kerjasama Dengan Kejaksaan Dan
Kepolisian dan Kejaksaan Kepolisian Melalui Tim Pengawal Dan
Kerjasama Penanganan Pengamanan Pemerintah Dan
Pengaduan Masyarakat yang Pembangunan Daerah
Berindikasi Korupsi
Implementasi Kebijakan Pengawasan dan
Pencegahan Korupsi

Membuka ruang konsultasi bagi OPD dan pemerintah


desa dalam pelaksanaan penyelenggaraan
pemerintahan

Pembentukan SIS (Serambi


Pembangunan dan penetapan zona integritas di OPD Inspektorat Sumedang)

Membuka layanan pengaduan melalui email:


inspektorat.sumedangkab09@gmail.com
SPIP

• Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008


Dasar Hukum tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

• Proses yang integral di lingkungan Instansi Pemerintah atas


tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerrus
oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan
Pengertian keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi
melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan
pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan
ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan
Penerapan SPIP
Manfaat :
 Memberikan jaminan bahwa operasi/
kegiatan Instansi menjadi efektif, efisien
dan ekonomis;
 mendeteksi terjadinya kesalahan
(mismanagement) dan fraud dalam
pelaksanaan aktivitas organisasi;
 membantu pengamanan aset terkait
terjadinya fraud, pemborosan, dan
salah penggunaan yang tidak sesuai
tujuan;
 memberikan keyakinan atas keandalan
laporan keuangan;
 memberi keyakinan akan ketaatan
terhadap peraturan perundangan;
 membantu manajemen merespon
perubahan.
Permasalahan dan Upaya Penguatan SPIP
Permasalahan Upaya-upaya

Penganggaran tidak sesuai ketentuan; Penguatan SPIP:


Penyerapan anggaran rendah; • Komitmen
Pajak terlambat/tidak disetor/dipakai; • Manajemen aset tertib
Akuntabilitas Pengadaan barang/jasa belum sesuai • Identifikasi risiko (program,
ketentuan; kegiatan, PBJ)
Keuangan
Pengeluaran fiktif; • Peningkatan SDM keuangan
Mark up harga; dan PBJ
Kekurangan volume pekerjaan/kelebihan • Optimalisasi tugas dan fungsi
pembayaran; dan lain-lain
Akuntabilitas Satgas SPIP tiap OPD
RPJMD belum menjadi dasar penyusunan
Renstra, Renja dan Perjanjian Kinerja;
Program dan kegiatan OPD belum
Akuntabilitas membidik IKU Pemda dan OPD;
Kinerja Indikator Kinerja belum terukur;
Pedoman evaluasi belum dibuat;
Public Trust
LKIP belum menyajikan capaian kinerja
secara berjenjang ; dan lain-lain Meningkat
Manajemen Risiko
Pengertian:
suatu pendekatan sistematis untuk menentukan Proses Manajemen Risiko
tindakan terbaik dalam kondisi ketidakpastian

Manfaat:
 Membantu menaksir dampak risiko
memastikan risiko telah dikelola dan diarahkan
untuk mengurangi dampaknya;
 Efisiensi penggunaan sumber daya sumber
daya diprioritaskan pada area yang mempunyai
risiko tinggi;
 Peningkatan keandalan dan kecukupan
pengendalian intern meminimalkan
pemborosan, kecurangan (fraud), dan kesalahan;
 Inovasi penilaian terhadap opsi-opsi
peluang pelayanan dan hasil yang lebih baik, serta
pengelolaan risiko yang muncul berkaitan opsi
tersebut
Lines of Defense

External Auditor
APH 5
Independent & Objective
BPK 4 Assurance
I
(Internal Auditor) N
T
APIP 3 E
Management Oversight
R
N
2 Manajemen Risiko dan
A
L
Internal Control
SPIP

1 Sumber:
Association of Chartered Certified Accountants, UK: Four Lines
of Defence, (dimodifikasi)
Penerapan Konsep Three Lines of Defense
Adanya pembagian peran dan
tanggungjawab penerapan manajemen
risiko dan pengendalian internal dalam
organisasi menjadi 3 lini;
 lini pertama :
pihak yang menjadi inti dan
penanggungjawab utama operasi
yang harus menjalankan tugasnya
dengan memperhatikan risiko,
pengendalian, regulasi dan
lingkungan;
 lini kedua :
fungsi yang memantau dan menjaga
kepatuhan serta memberi masukan
kepada lini pertama;
 lini ketiga :
fungsi audit internal yang mengecek
dan menilai secara objektif lalu
memberi umpan balik agar lini
pertama dan kedua berfungsi
sebagaimana mestinya.

16
SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH