Anda di halaman 1dari 21

PERENCANAAN PROGRAM

PROMOSI KESEHATAN
KELOMPOK 3
NADIA IZZATI (1715301002)
ASTRI YORA NITA (1715301013)
RISKA SEPTIANI (1715301014)
HESTI SARI (1715301016)
GEBBY FEBRINA (1715301048)
Perencanaan Program Promosi Kesehatan di
Puskesmas yang dilakukan oleh Puskemas yaitu
berupa kegiatan penyuluhan yang dilakukan di luar
gedung baik itu penyuluhan keliling maupun
penyuluhan yang dilakukan di kantor-kantor
Kelurahan dan posyandu. Perencanaan promosi
kesehatan dibuat melalui pemegang program promosi
kesehatan di Puskesmas dan perencanaan mengenai
promosi kesehatan ini mengacu pada kebijakan-
kebijakan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan.
1. Analisa Komunitas

Pada tingkatan yang lebih tinggi, promosi kesehatan


tidak hanya ditujukan bagi peningkatan keterampilan
individual dalam memelihara kesehatannya,
melainkan mencakup konteks yang lebih luas dalam
hal mengubah masyarakat, lingkungan, dan kondisi
ekonomi, agar dampak negatif terhadap kesehatan
individu dan masyarakat dapat dikurangi.
Analisis komunitas berperan dalam mengidentifikasi
masalah serta menentukan tujuan. Analisis komunitas
dapat berarti menelaah berbagai aspek baik
berupa unsur-unsur internal yang melekat secara khas
dalam kehidupan masyarakat, maupun unsur-unsur
eksternal yang berpengaruh terhadap pencapaian
tujuan kehidupan masyarakat secara umum.
Beberapa aspek yang menjadi sasaran dalam
melakukan analisis komunitas, antara lain:
 Identifikasi anggota masyarakat

 Batas-batas geografis

 Kebutuhan

 Kepentingan

 Aspirasi

 Motivasi para anggotanya atau efektifitas sistem


pelayanan kesehatan yang tersedia.
2. Diagnosa Komunitas
Diagnosis komunitas adalah upaya yang sistematis meliputi
upaya pemecahan masalah kesehatan keluarga sebagai
unit primer komunitas adalah masyarakat sebagi fokus
penegakan diagnosis komunitas. (Hj.Mutiara D.P.R.Teuku
Rendiza F Annisa Rahma A.)

Tujuan diagnosis komunitas tujuan umum mampu memahami


dan melakukan diagnosis komunitas disuatu wilayah kerja
tertentu, sehingga teridentifikasi permasalahan yang
mendasar dan solusi pemecahan permasalahan disusun
secara sistematis dan terstruktur secara utuh dan benar.
Ada beberapa tahap diagnosis komunitas, yaitu:
 pendekatan problem selfing analis situasi menganalisis data
sekunder
 pengumpulan data sekunder

 pengumpulan data primer

 identifikasi masalah

 penetapan prioritas masalah dan penyebab masalah


pemilihan alternatif pemecahan masalah
 penyusun program kerja

 pelaksanaan dan pengawasan

 evaluasi
3. Penyusunan Fokus Program

Fokus program berarti memilih sasaran kegiatan dari


sekian banyak kemungkinan kegiatan yang dapat
dilakukan. Pada tahapan ini pengetahuan,
keterampilan serta kematangan dari seorang
promotor kesehatan memerlukan pembuktian. Hal ini
disebabkan karena kekeliruan dalam menentukan
fokus program akan memberikan konsekuensi secara
prospektif maupun retrospektif.
 Konsekuensi prospektif adalah terjadinya kerugian
material dan non-material akibat pelaksanaan
program yang tidak tepat.
 Konsekuensi retrospektif adalah kerugian waktu
dan sedikit kerugian materi akibat kesalahan
menerjemahkan hasil analisis dan diagnosa
masyarakat sebelumnya, padahal kunci
keberhasilan pelaksanaan program promosi salah
satunya adalah analisis dan diagnosis masyarakat.
4. Analisa Target

Analisa target merupakan tujuan mengacu pada goal


dengan meningkatkan kesehatan di beberapa area.
Objek atau sasaran membutuhkan pernyataan
spesifik dan harus merupakan pernyataan yang
mengaktifkan objek bekerjasama dalam pencapaina
tujuan yang dicita-citakan bersama.
Target promosi kesehatan dapat meliputi tambahan
sebagai berikut:
 Perubahan kebiasaan.

 Perubahan pada kebijakan kesehatan klien.

 Peningkatan partisipan dalam proses pelaksanaan

dan kemampuan untuk bekerjasama.


 Perubahan lingkungan menjadi lebih sehat.
5. Pengembangan Pelaksanaan Program

Upaya perubahan perilaku masyarakat dalam bidang


kesehatan hal yang sangat penting harus dilakukan
adalah membina suasana yang kondusif bagi terciptanya
perubahan perilaku masyarakat kearah yang diharapkan
dalam membantu mempercepat pembangunan kesehatan
yaitu perubahan perilaku masyarakat kearah hidup yang
bersih dan sehat serta tidak lupa menjaga kesehatan
lingkungan yang sehat.
Untuk mendukung perubahan perilaku tersebut secara
menyeluruh perlu dilakukan advokasi kepada penentu
kebijakan serta pihak pihak lain yang berkepentingan guna :
 mendorong diberlakukannya kebijakan dan peraturan
perundang- umdangan yang berwawasan kesehatan
 mengintegrasikan promosi kesehatan, khususnya
pemberdayaan masyarakat dalam program kesehatan
 meningkatkan kemitraan secara sinergis antara pemerintah
pusat dan daerah, serta antara pemerintah dengan
masyarakat serta dunia usaha
 meningkatkan investasi dalam bidang promosi kesehatan
pada umumnya
 untuk mencapai sasaran tersebut
6. Tahap Implementasi Program
Tahap implementasi atau pelaksanaan adalah tindakan
penyelesaian yang diperlukan untuk memenuhi tujuan yakni
untuk mencapai kesehatan yang optimal, implementasi
merupakan pelaksanaan dari rencana perawatan terhadap
perilaku yang digambarkan dalam hasil individu yang
diusulkan.
Pemilihan intervensi tergantung pada beberapa faktor :
(1) hasil yang diinginkan klien
(2) karakteristik dari diagnosa
(3) penelitian yang berkaitan dengan intervensi
(4) kelayakan pelaksanaan intervensi
(5) penerimaan intervensi oleh individu
(6) kemampuan (Carpenito-Moyet, 2003).
Promosi kesehatan ini dapat diimplementasikan
dalam berbagai tatanan, yaitu sebagai berikut:
 Promosi kesehatan melalui pengorganisasian dan
pengembangan masyarakat
 Promosi kesehatan di sekolah

 Promosi kesehatan di tempat kerja

 Promosi kesehatan di rumah sakit


7. Tahap Evaluasi Program

Didalam tahapan evaluasi hal penting yang harus


diperhatikan adalah standar ukuran yang digunakan
untuk dijadikan suatu pedoman evaluasi. Standar ini
diperoleh dari tujuan dan hasil yang diharapkan
diadakannya suatu kegiatan tersebut. Selain itu,
dalam tahapan evaluasi juga dilakukan pengkajian
lagi yang lebih dipusatkan pada pengkajian objektif
dan subjektif klien atau objek kegiatan setelah
dilakukan tindakan promosi kesehatan.
Tujuan evaluasi diantarnya adalah sebagai berikut:

Tujuan umum :
1. Menjamin asuhan keperawatan secara optimal
2. Meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.

Tujuan khusus :
1. Mengakhiri rencana tindakan program promosi
kesehatan
2. Menyatakan apakah tujuan program promosi
kesehatan telah tercapai atau belum
CONTOH PROMOSI KESEHATAN
DIPUSKESMAS

Standar tenaga khusus promosi kesehatan di puskesmas


menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
1114/Menkes/SK/II/2005 tentang Pedoman Promosi
Kesehatan di Daerah adalah sebagai berikut:
KWALIFIKASI JUMLAH KOPETENSI UMUM SDM kesehatan
minimal D3 kesehatan+minat & bakat dibidang promosi 1
orang untuk membantu tenaga kesehatan lain merancang
pemberdayaan kesehatan dan melakukan binasuasana &
advokasi.
Standar sarana-prasarana promosi kesehatan puskesmas
minimal sebagai berikut :
 SARANA-PRASARANA

 Flipcharts & stand 1 set

 LCD Projector 1 buah

 Amplifier & wireless microphone 1 set

 Kamera foto 1 buah

 Megaphon/Public Address System 1 set

 Portable Generator 1 buah

 Tape/casset recorder/player 1 buah

 Papan Informasi 1 buah


Di Ruang Pelayanan KB & KIA
 Petugas meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan pasien
tentang penyakit & obatnya serta pelayanan lain yang
berhubungan dengan bayi, anak, ibu hamil, ibu menyusui maupun
alat kontrasepsi.
 Menyediakan berbagai media seperti lembar balik (flashcard),
poster, gambar-gambar, model anatomi dan brosur (leaflet)
khususnya masalah penyakit pada bayi, anak dan seputar
kehamilan, persalinan dan lain sebagainya termasuk informasi
tentang Keluarga Berencanan (KB).
 Di ruang tunggu perlu dipasang media seperti poster, brosur,
pemutaran film, pemutaran radio dan media lain yang berisi
penyakit dan cara pencegahannya serta berbagai jenis pelayanan
yang bisa diperoleh dipuskesmas tersebut terutama penyakit pada
bayi dan anak, pentingnya memeriksakan kehamilannya secara
teratur, tablet Fe bagi ibu hamil, imunisasi lengkap bagi bayi,
tumbuh kembang balita, KB dan lain sebagainya.
KESIMPULAN

Dalam membuat perencanaan promosi kesehatan,


perencanaan harus terdiri dari masyarakat,
profesional kesehatan dan promotor kesehatan.
Kelompok ini harus bekerja bersama-sama dalam
proses perencanaan promosi kesehatan sehingga
dihasilkan program yang sesuai, efektif dalam biaya
dan berkesinambungan. Perencanaan merupakan
bagian dari siklus administrasi dimana secara rinci
direncanakan dan sudah dipertimbangkan.