Anda di halaman 1dari 13

TATA KELOLA DAN KINERJA

BANK SYARIAH DAN UNIT


USAHA SYARIAH
Nama Kelompok :

1. Rahmat Sulistian (16.0101.0137)


2. Widya Anissa S. (16.0101.0140)
3. Nur Abita P. (16.0101.0141)
4. Meti Azumastuti (16.0101.0144)
5. Fitria Dwi Nanda (16.0101.0145
PENGERTIAN TATA KELOLA

Tata kelola atau yang lebih dekenal sebagai


Good Corporate Governance (GCC) adalah
suatu tata kelola bank syariah yang
menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan
(transparency) akuntabilitas (accountability),
pertanggungjawaban (responsibility),
profesionalitas (professional) dan kewajaran
(fairness).
PRINSIP PRINSIP TATA KELOLA

TRANSPARANSI

KEWAJARAN AKUNTABILITAS

PERTANGGUNG
PROFESIONAL
JAWABAN
TATA KELOLA BUS DAN UUS

Pelaksanaan tata kelola bagi BUS Pelaksanaan tata kelola bagi UUS

 Pelaksanaan tugas dan tanggung  Pelaksanaan tugas dan tanggung


jawab dewan komisaris dan direksi jawab direktur UUS
 Kelengkapann dan pelaksanaan  Pelaksanaan tugas dan tanggung
tugas komite-komite dan fungsi yang jawab dewan pengawas syariah
menjalankan pengendalian intern  Penyaluran dana kepada nasabah
BUS pembiayaan inti dan penyimpanan
 Pelaksanaan tugas dan tanggung dano oleh deposan inti
jawab dewan pengawas syariah  Transparansi kondisi keuangan
 Penerapan fungsi kepatuhan, audit dan nonkeuangan UUS
intern dan audit ekstern
 Batas maksimum penyaluran dana
 Transparansi kondisi keuangan dan
nonkeuangan BUS
DEWAN KOMISARIS

Dewan komisaris adalah organ perseroan


yang bertugas melakukan pengwasan secara
umum dan/atau khusus sesuai dengan
anggaran dasar serta memberi nasihat
kepada Direksi sebagaimana dimaksud dalam
Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007
terntang perseroan terbatas.
DEWAN KOMISARIS

Tugas dan tanggung jawab dewan Efektivitas Tugas Dewan Rapat dan Keputusan Dewan
komisaris Komisaris Komisaris

 Wajib melakukan pengawasan atas


Anggota dewan komisaris wajib Seluruh keputusan dean komisaris
terselenggaranya pelaksanaan GCG
dalam setiap kegiatan usaha BUS pada menyediakan waktu yang cukup yang dituangkan dalam risalah
seluruh tingkatan atau jenjang untuk melaksanakan tugas dan rapat merupakan keputusan
organisasi tanggung jawabnya secara bersama seluruh anggota dewan
 Wajib melakukan pengawasan terhadap optimal. komisaris.
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Indikator penyediaan waktu yang Hasil rapat dewan komisaris wajib
direksi, serta meberikan nasihat kepada dituangkan dalam risalah dan
cukup adalah tingkat kehadiran
direksi
yang bersangkutan sesuai dengan didokumentasikan dengan baik.
 Dalam melakukan pengawasan, dewan
komisaris wajib memantau dan waktu kerja yang telah ditetapkan Jika terdapat perbedaan pendapat
mengevaluasi pelaksanaan kebijakan dalam tata tertib dan tingkat atas hasil keputusan rapat dewan
strategis BUS kehadiran yang bersangkutan komisaris, maka perbedaan
 Dilarang terlibat dalam pengambilan dalam rapat. pendapat tersebut wajib
keputusan kegiatan operasional BUS, dicantumkan secara jelas dalam
kecuali pengambilan keputusan untuk risalah rapat beserta alasannya
pemberian pembiayaan kepada direksi
sepanjang kewenangan dewan
komisaris tersebut ditetapkan dalam
anggaran dasar BUS atau dalam RUPS
.
DIREKSI
Direksi adalah organ perseroan yang
berwenang dan bertanggung jawab Direksi bertanggung jawab penuh
penuh atas pengurusan untuk atas pelaksanaan pengelolaan BUS
kepentingan perseroan sesuai dengan
Tugas dan berdasarkan prinsip kehati-hatian
maksud dan tujuan perseroan serta
mewakili perseroan, baik di dalam dan Tanggung dan prinsip syariah. Direksi wajib
di luar pengadilan sesuai dengan
PENGERTIAN mengelola BUS sesuai dengan
Jawab Direksi
ketentuan anggaran dasar sebagaimana kewenangan dan tanggung
dimaksud dalam Undang Undang jawabnya sebagaimana diatur
Nomor 40 Tahun 2007 tentang dalam Anggaran Dasar BUS dan
Perseroan Terbatas. peraturan perundang-undangan
yang berlaku

Setiap anggota direksi wajib memiliki kejelasan Rapat dan


tugas dan tanggung jawab sesuai dengan bidang
Keputusan
tugasnya. Direksi wajib memiliki pedoman dan tata
tertib kerja yang bersifat mengikat bagi setia Direksi
anggota direksi. n
Setiap kebijakan dan keputusan strategis wajib
diputuskan melalui rapat direksi.
KOMITE-KOMITE
KOMITE PEMANTAU KOMITE REMUNERASI DEWAN PENGAWAS
KOMITE AUDIT SYARIAH (DPS)
RISIKO DAN NOMINASI
TUGAS POKOK :
TUGAS POKOK: TUGAS POKOK : TUGAS POKOK :
1. Melakukan evaluasi
1. Evaluasi tentang 1. Menilai dan memastikan
Dalam menjalankan atas pelaksanaan
kebijakan pemenuhan prinsip
tugas dan tanggung audit intern untuk
manajemen risiko syariah atas pedoman
jawab terkait dengan memiliki kecukupan
2. Evaluasi tentang operasional dan produk
kebijakan remunerasi pengendalian intern
kesesuaian antara yang dikeluarkan bank
wajib memperhatikan 2. Melakukan koordinasi
kebijakan 2. Mengawasi proses
kierja keuangan ; mencangkup
manajemen risiko pengembangan produk
pemenuhan melakukan
dengan pelaksanaan baru bank agar sesuai
pembentukan pembahasan atas hal-
kebijakan tersebut dengan fatwa DSN MUI
Penyisihan hal yang perlu
3. Evaluasi 3. Meminta fatwa kepada
Penghapusan Aktiva diperhatikan oleh
pelaksanaan tugas DSN MUI untuk produk
Produktif, Kewajaran Kantor Akuntan Publik
Komite Manajemen baru bank yang belum
dengan peer group, dan 3. Evaluasi terhadap
Risiko dan Satuan ada fatwanya.
pertimbangan sasaran pelaksanaan tugas
Kerja Manajemen yang dilaksanakan
Risiko jangka panjang BUS.
oleh fungsi audit intern.

Terdiri dari seorang Terdiri dari 2 Terdiri dari seorang DPS adalah dewan
komisaris independen, orang komisaris komisaris independen, yang bertugas
seorang pihak independen, dan seorang pihak memberikan nasihat
independen yang memiliki seorang pejabar independen yang memiliki dan saran kepada
keahlian di bidang eksekutif yang keahlian di bidang direksi.
perbankan syariah & di membawahi SDM. akuntansi keuangan.
bidang manajemen risiko.
TRANSPARASI BANK UMUM
SYARIAH
 Bank umum syariah wajib (BUS) wajib melaksanakan
transparansi kondisi keuangan dan non keuangan kepada
stakeholders.
 BUS wajib menyusun dan menyajikan laporan tentang
transparansi kondisi keuangan bank.
 BUS wajib melaksanakan transparansi informasi mengenai
produk dan penggunaan data pribadi nasabah.
 BUS wajib menyampaikan laporan periubahan kepada otoritas
paling lambat 1 bulan sejak terjadinya perubahan atau sesuai
jangka waktu tertentu.

BENTURAN KEPENTINGAN

Benturan kepentingan adalah perbedaan kepentingan


ekonomis BUS dengan kepentingan ekonomis pribadi
pemilik anggota dewan komisaris, anggota direksi dan
pejabat eksekutif BUS.
Transparansi Unit Usaha Syariah

Penyaluran
Dana Kepada Aspek Pelaksanaan
Nasabah Transparansi Prinsip
Pembayaran Kondisi UUS Syariah
Inti
PENILAIAN FAKTOR
TATA KELOLA

Penilaian faktor tata kelola bagi bank syariah


merupakan penilaian terhadap kualitas
manajemen bank berdasarkan 5 prinsip tata
kelola yaitu : transparansi, akuntabilitas,
pertanggungjawaban, profesional, dan
kewajaran.
Matriks Parameter Penilaian Faktor GCG

Penilaian Faktor GCG Keterangan


• Proses penilaian GCG yang berdasarkan • Hasil pelaksanaan prinsip GCG Bank
pada 5 prinsip dasar sebagaimana sebagaimana diatur dalam ketentuan
ketentuan GCG BUS dan UUS dalam GCG bagi BUS dan UUS hanya
penilaian TKS RBBR Syariah dinilai merupakan salah satu sumber penilaian
dalam suatu goverance system yang peringkat faktor GCG bank dalam
terdiri dari 3 aspek, yaitu governance penilaian tingkat kesehatan Bank
structure, governance process, dan
governance outcome.
• Parameter atau indikator penilaian faktor
GCG terhadap pelaksanaan prinsip-
prinsip GCG mengacu pada ketentuan
GCG yang berlaku pada BUS dan UUS
dengan memperhatikan GCG yang
berlaku pada BUS dan UUS dengan
memperhatikan karakteristik dan
kompleksitas usaha bank.
Thank you