Anda di halaman 1dari 34

SITUASI DAN KONDISI

PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN PANGAN


DI INDONESIA

Oleh :
Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P, MAB.
Wakil Ketua Umum PISPI
(Pehimpunan Sarjana Pertanian Indonesia)

Disampaikan pada Seminar Nasional


Agribusiness Student Competition (AGRISCO)
Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
Minggu, 9 April 2017
2
I. PENDAHULUAN

3
PIDATO PRESIDEN PERTAMA RI SUKARNO PADA PELETAKAN
BATU PERTAMA GEDUNG FAKULTAS PERTANIAN UI DI
BOGOR 27 APRIL 1952

”.....pangan merupakan soal mati-


hidupnya suatu bangsa; apabila
kebutuhan pangan tidak dipenuhi
maka malapetaka ; oleh karena itu
perlu usaha besar-besaran, radikal,
dan revolusioner...”
Menurunnya Pemanasan Laju Persaingan
Global pangan untuk
produktivitas Menyebabkan Pertumbuhan konsumsi dan
Perubahan iklim Penduduk bioenergi

Berkurang-nya
ketersediaan
pangan Mengancam
ketahanan
pangan
Meningkat-
nya harga
pangan

“925” juta orang hidup


dalam kelaparan kronis 5

dan mal-nutrisi
ANCAMAN KELAPARAN DI DUNIA
JACQUES DIOUF DIR. JEN. FAO (BADAN PANGAN &
PERTANIAN DUNIA) PADA HARI PANGAN SEDUNIA 16
OKTOBER 2010 DI ROMA MENYATAKAN:

• “925 juta orang hidup • Untuk menghindari


dalam kelaparan kronis bahaya Kelaparan Global
dan mal-nutrisi produksi pertanian harus
meningkat 70%, dan dua
kali lipat di negara-negara
berkembang”.
• 100 negara darurat • Bila ternyata yang terjadi
terancam produksi adalah kegagalan panen
pertaniannya dimana-mana, krisis
pangan benar-benar akan
• 30 negara dalam
melanda lebih luas 6
keadaan krisis pangan”.
MASALAH DAN TANTANGAN NASIONAL

DEMAND Penduduk 252 juta SUPPLY


Konversi Lahan
Dinamika penduduk:
struktur piramida, Akses terhadap sumber
urbanisasi, angkatan pembiayaan, teknologi,
kerja wanita informasi dan pasar
Proporsi penduduk
miskin masih besar Sebaran produksi
(11.4%) pangan tidak merata,
baik antar daerah
Ketergantungan maupun antar waktu
terhadap konsumsi beras
(124,89 kg/Kap/Th) Dampak negatif
perubahan iklim
Masalah Gizi

Peningkatan Permintaan Pangan Perlu ada kebijakan terobosan


(Jumlah, Mutu, Keragaman dan peningkatan produksi pangan
Keamanan Pangan) 7
8
9
Sumber : Kementerian Pertanian, 2017
Sumber : Kementerian Pertanian, 2017

10
Sumber : Kementerian Pertanian, 2017 11
Sumber : Kementerian Pertanian, 2017 12
SITUASI KETERSEDIAAN DAN KONSUMSI ENERGI

 Ketersediaan
energi sudah
melebihi anjuran.

 Namun konsumsi
energi
berfluaktuasi.

13
SITUASI KETERSEDIAAN DAN KONSUMSI PROTEIN NASIONAL
Ketersediaan Protein Tahun 2009-2016
100
90 93.4 93.11 91.83 94.85
87.75 88.99 89.55
80 83.07
(gram/kap/hari)

70
60 57 57 57 57 57 57 57 57
50
40
30
20
10
0  Ketersediaan dan
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Ketersediaan Protein Acuan konsumsi protein
Sumber: Neraca Bahan Makanan 2009-2016
Ket : *) Angka Sementara sudah melebihi
anjuran.
Konsumsi Protein Tahun 2009-2016
62.0
 Namun konsumsi
protein didominasi
(gram protein/kap/hari)

60.0 60.3
59.1 58.6
58.0 57.9
56.0 55.9 55.7
56.6 oleh pangan
54.0 54.3
52.0 52 52 52 52 52 52 52 52 nabati.
50.0
48.0
46.0
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Konsumsi Protein Acuan
Sumber: Susenas 2009, 2010, (2011-2016 triwulan 1); BPS diolah dan
dijustifikasi dengan pendekatan pengeluaran, oleh BKP
14
PERKEMBANGAN KUALITAS KONSUMSI PANGAN

15
PEMENUHAN KONSUMSI PER KELOMPOK PANGAN

Konsumsi padi-padian, minyak dan lemak serta gula (Th 2016) telah
melebihi ANJURAN

Konsumsi umbi-umbian, pangan hewani, kacang-kacangan, buah/biji


berminyak, serta sayur dan buah masih RENDAH keanekaragaman
pangan masih RENDAH
16
16 16
17
NEGARA KEPULAUAN DENGAN GARIS PANTAI TERPANJANG DAN MEMILIKI
KEKAYAAN SUMBERDAYA HAYATI NOMOR 2 DIDUNIA.

• 17.504 pulau
• ZEE: 800 juta Ha:
• (76 % perairan,
• 24 % daratan)
• 73% hutan
• 37% pertanian,
perumahan, dll
• 86.000 Km panjang
pantai

Memberikan subsidi dan kemudahan pada salah satu komoditi,


berarti tidak menghargai keragaman dan kekeyaan sumberdaya18
hayati yang dimiliki
Pengunaan lahan Lahan Lahan Potensi
yang yang sdh ekstensi
sesuai digunakan fikasi
Sawah dan lahan basah 24,5 8,5 16,1

Tegalan 25,3 30,1 -4,8

Tanaman Tahunan 50,9 25,5 25,4

Total 100,7 64,1 36,7


Keterangan: Badan Litbang Pertanian, 2004

Jumlah kesesuaian lahan yang sesuai untuk pertanian: 100,7 juta Ha

 Produksi padi memiliki keterbatasan sumberdaya (lahan)


 Produksi padi
Sumberdaya memiliki
yang keterbatasan
masih memiliki keterbatasan
potensi sumberdaya
ekstensifikasi adalah
(lahan) tahunan atau tanaman yang dapat tumbuh dibawah
tanaman 19

 bawah tegakan)
tegakan, atau tanaman yang tumbuh baik di lahan kering

 Indonesia adalah negara dengan kekayaan
karagaman hayati no.2 setelah Brasilia
 800 spesies tanaman sumber bahan pangan
 + 1000 spesies tanaman obat-obatan
 Beribu-ribu spesies algae

77 sumber karbohidrat
75 sumber minyak/lemak
26 kacang-kacangan
389 buah-buahan
228 sayur-sayuran
40 bahan minuman
110 rempah-rempah 20

20
PANGAN LOKAL ADALAH MASA
DEPAN BANGSA:
• Pangan lokal menggerakkan sumber daya
domestik, menyerap TK, dan memberikan nilai
tambah

• Mendukung kemandirian pangan


nasional

• Mendukung keragaman sumber pangan,


dan keragaman konsumsi, serta lebih sehat
Kebutuh
Kebutuhan
Kebutuhan an luas
lahan
Tanaman Satuan Untuk Hasil panen
IP (Juta Ha)
250 juta jiwa (Ton/Ha) (juta Ha) monokultur
(7)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Padi juta ton 137,51 5,01 27,43 2 13,71
Jagung juta ton 93,50 4,43 21,10 2 10,55
Ubi jalar juta ton 287,58 11,33 25,39 2 12,69
Suweg juta ton 483,97 60,00 8,07 1 8,07
Ubi kayu juta ton 235,29 20,22 11,64 1 11,64
Sagu juta ton 218,13 4,00 54,53 1 54,53
Pisang juta ton 363,64 50,00 7,27 1 7,27
Sukun juta ton 277,78 15,00 18,52 1 18,52
Kentang juta ton 591,40 9,00 65,71 2 32,86
22
1. Kekayaan biodiversitas pangan nabati dan hewani
yang cukup besar dan beragam.
2. Komoditas yang sudah dikembangkan
budidayanya adalah Sagu, Jagung, Ubi kayu, ubi
jalar, shorgum dan talas Jepang.
3. Makanan tradisional dan spesifik lokasi dapat
dikembangkan ke arah yang lebih komersial,
seperti tiwul, embal, jagung bose, oyek.
4. Teknologi olahan sudah ada meskipun belum
optimal untuk memproduksi bahan pangan yang
siap saji dan siap konsumsi.
24
Kedaulatan Pangan : Hak negara dan bangsa yang
UU RI No 18 Th 2012Tentang Pangan secara mandiri menentukan kebijakan pangan
• menjamin hak atas pangan bagi rakyat
• memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan
sistem pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya
lokal.

Kemandirian Pangan : Kemampuan negara dan bangsa


dalam memproduksi pangan yang beraneka ragam dari
dalam negeri
• menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup
sampai di tingkat perseorangan
• memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia,
sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat.

Ketahanan Pangan :Kondisi terpenuhinya pangan bagi


negara sampai dengan perseorangan
• tercermin dari tersedianya pangan yang cukup jumlah
maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan
terjangkau, serta tidak bertentangan dengan agama,
keyakinan dan budaya masyarakat, untuk hidup sehat,
aktif, produktif, dan berkelanjutan 25
SISTEM KETAHANAN PANGAN NASIONAL

• Kebijakan Ekonomi dan Pangan


• Kebijakan Otonomi dan Desentralisasi

KETAHANAN PANGAN
Sumberdaya
SDM yang
 Lahan Ketersediaan tangguh
 Air
(sehat, aktif,
 SDM Keterjangkauan produktif)
 Teknologi
PEMANFAATAN
 Kelembagaan (KONSUMSI PANGAN DAN
 Budaya GIZI)

Pasar Pangan Lingstrat LN & DN: Penduduk, Perubahan Iklim,


DN/LN Kinerja Ekonomi, Dinamika Pasar Pangan,
Shock/Bencana

26
Produksi Dalam Negeri
Cadangan Nasional

Ketersediaan Ekspor dan Impor


Penganekaragaman
Penanganan Krisis Pangan

Distribusi

Keterjangkauan Perdagangan dan


Pemasaran
Stabilisasi Pasokan dan
Harga Pangan Pokok
Bantuan Pangan
Konsumsi
Konsumsi Pangan Penganekaragaman
dan Gizi Konsumsi
Perbaikan Gizi
27
STRATEGI PENDEKATAN PENGEMBANGAN
PANGAN LOKAL KE MASYARAKAT
Pertama
• Pendekatan dengan pemanfaatan teknologi pengolahan pangan
dilakukan dengan mengubah bentuk asli pangan lokal dan
memperkaya nilai gizinya guna meningkatkan citra pangan lokal,
diarahkan pada segmen masyarakat tertentu yang menyesuaikan
dengan pola hidup yang praktis penyajian dan pengolahannya,
kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembanga penelitian
• Misal : beras analog, beras cerdas.

Kedua
• Pendekatan dengan mempertahankan kearifan lokal terhadap
budaya pola pangan setempat .
• Dilakukan melalui sosialisasi dan promosi agar percaya diri
bahwa pola konsumsi pangan lokal adalah hal sangat bijaksana
untuk dipertahankan baik dari sisi kesehatan maupun pelestarian
budaya.
• Misalnya pembuatan embal dari Maluku, Rasi di Cirendeu, thiwul
di Jawa, Sinonggi dan Kabuto di Sultra, dsb.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN SUMBERDAYA LOKAL

TIDAK
TERGANTUNG
PADA SATU
KOMODITAS PEMANFAATAN KEDAULATAN,
PANGAN KEMANDIRIAN,
LOKAL/SUMBER KETAHANAN
DAYA LOKAL PANGAN

MENERAPKAN
PRINSIP
COMPARATIVE/
COMPETITIVE
ADVANTAGE
UU NO. 18 TAHUN
2012 TENTANG PERPRES NO. 22 TAHUN 2009
PANGAN TENTANG KEBIJAKAN
PERCEPATAN
PENGANEKARAGAMAN
KONSUMSI PANGAN BERBASIS 29
SUMBERDAYA LOKAL
Diversifikasi Pangan
“usaha untuk menyediakan berbagai ragam produk
pangan baik dalam jenis maupun bentuk, sehingga
tersedia banyak pilihan bagi konsumen untuk menu
makanan harian“

• Diversifikasi Horisontal (aneka bahan)


• Diversifikasi vertikal (aneka hasil olahan)
• Diversifikasi regional (wilayah dan Sosial
budaya)

30
JENIS PANGAN, OLAHAN & KANDUNGAN GIZI

Bahan pangan Contoh Makanan/ Penyajian Kandungan zat gizi


Sagu, Tapioka, Mi, aneka kue, aneka biskuit/ Karbohidrat (dapat
MOCAF, Maizena snack diperkaya dengan protein,
vitamin dan mineral)

Jagung Jagung rebus, bubur jagung , Karbohidrat, kalsium,


aneka snack jagung (jagung butir, fosfor, vitamin A, vitamin
tepung maizena, bisa dicampur B1, vitamin B2, niasin,
susu atau bahan pangan lain) vitamin C, zat besi, serat

Singkong Singkong rebus, aneka snack Karbohidrat, serat (dapat


singkong (bisa dicampur susu diperkaya dengan vitamin,
atau bahan pangan lainnya) mineral)
“Belum makan kalau belum makan nasi.”
PERBANDINGAN KALORI SUMBER
Adalah uangkapan sebagian besar masyarakat
KARBOHIDRAT
Indonesia yang telah terdistorsi pola makan dan mindset-
nya. Distorsi ini terjadi pada generasi tahun ’70-an dan
anak-anaknya sebagai akibat dari kesalahan informasi
dan persepsi tentang aneka produk lokal sebagai sumber
karbohidrat. (Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Isma’il,
120 GRAM
UBI KAYU M.Sc. -Wali Kota Teladan Tingkat Nasional 2013
untuk kategori Diversifikasi Pangan)
210 GRAM 125 GRAM
KENTANG JAGUNG
100
GRAM
BERAS
50 GRAM
125 GRAM
TEPUNG
TALAS
SAGU
135 GRAM
UBI JALAR
POTENSI SUMBER KARBOHIDRAT

Ubi Kayu/Singkong Ubi Jalar Pisang Jagung

Sukun Ganyong Sagu Labu Kuning

Umbi Garut/Irut/ Talas Suweg/Iles-iles/ Gadung Gembili


Arus/Jelarut Porang 33
TERIMA KASIH

34