Anda di halaman 1dari 18

Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Skabies

Di Pondok Pesantren Darul Falah Batu Besar Nongsa


Kota Batam Tahun 2015

MALARIA
Eko Saputra
61112043

Dwi Atmadji S, dr. SpAK


Fakultas Kedokteran
Universitas Batam
2015 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Skabies atau penyakit kudis adalah penyakit kulit menular
yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi Sarcoptes scabiei.
Skabies menyebabkan rasa gatal pada bagian kulit seperti
disela-sela jari, siku, selangkangan. Banyak faktor yang
menunjang perkembangan penyakit ini, antara lain : sosial
ekonomi yang rendah, hygiene yang buruk, kesalahan diagnosis,
dan perkembangan dermografik serta ekologik.

Penyakit skabies juga biasanya menyerang individu yang


hidup berkelompok, dimana penularan terjadi bila kebersihan
pribadi dan lingkungan tidak terjaga dengan baik. Kondisi pada
umumnya menjadi penyebab penularan penyakit kulit terutama
skabies.
2
Personal hygiene atau kebersihan pribadi merupakan
perawatan diri sendiri yang dilakukan untuk mempertahankan
kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis. Personal hygiene
ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya budaya, nilai
sosial individu atau keluarga, pengetahuan dan persepsi mengenai
personal hygiene.

Berdasarkan World Health Organization (WHO), Secara


global, lebih dari 130 juta orang setiap saat dengan tingkat
bervariasi dari 0,3% sampai 46%. Tingkat tertinggi skabies terjadi
di negara dengan iklim tropis, tingkat kepadatan penduduk yang
tinggi dan sosial ekonomi yang relatif rendah.

Berdasarkan Departemen Kesehatan RI prevalensi skabies


pada tahun 2010, menduduki peringkat ketiga dari 10 besar
penyakit rawat jalan di Indonesia, Pada tahun 2011 dan 2013
prevalensi skabies adalah 6 % dan 3,9 % .
3
B. Rumusan Masalah
Hubungan Antara Personal Hygene Dengan Kejadian
Skabies di Pondok Pesantren Darul Falah Batu Besar Nongsa Kota
Batam Pada Tahun 2015 ?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui distribusi frekuensi hubungan antara
Personal hygiene dengan kejadian skabies pada anak di Pondok
Pesantren Darul Falah Batu Besar Nongsa kota Batam pada tahun
2015.
2. Tujuan Umum
 Untuk mengetahui distribusi frekuensi Personal hygiene di
Pondok Pesantren Darul Falah tahun 2015.
 Untuk mengetahui angka kejadian skabies di Pondok Pesantren
Darul Falah tahun 2015.
 Untuk mengetahui hubungan Personal hygiene dengan kejadian
skabies pada anak di Pondok Pesantren Darul Falah tahun 2015.
D. Manfaat Penelitian
 Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai bahan bacaan untuk seluruh penyelenggara institusi
pendidikan tentang hubungan antara Personal hygiene dengan
kejadian skabies.
 Bagi Instansi Kesehatan
sebagai acuan untuk melakukan tindakan promotif dan
preventif terhadap kejadian skabies.
 Bagi Santri di Pondok Pesantren
Memberikan masukan dan informasi kepada anak Pondok
Pesantren tentang hubungan Personal hygiene dengan kejadian
skabies .

5
 Bagi Peneliti Lain
Menghasilkan data dasar yang dapat dijadikan sebagai
bahan pembanding untuk penelitian ditempat lain dimasa yang
akan datang.

 Bagi Peneliti
1. Penelitian ini merupakan persyaratan untuk meraih gelar
Sarjana Kedokteran.
2. Sarana untuk mendalami dan menerapkan ilmu yang telah
didapat selama masa perkuliahan.
3. Sarana untuk menambah wawasan mengenai hubungan antara
Personal hygiene dengan kejadian skabies di pondok Darul falah
batu besar nongsa kota batam.

6
TINJAUAN PUSTAKA
A. Skabies

Penularan Patogenesis

• Langsung (Skin to skin) • Kelainan kulit dapat


disebabkan tidak hanya
• Tidak langsung (melalui oleh tungau skabies, tetapi
benda) juga oleh penderita sendiri
akibat garukan. Dan karena
bersalaman sehingga terjadi
kontak kulit yang kuat,
menyebabkan timbul pada
pergelangan tangan. Gatal
yang disebabkan oleh
sensitisasi terhadap produk
buangan tungau yang kira–
kira memerlukan waktu
sebulan setelah infeksi. 7
• gatal-gatal terutama pada malam hari.
• ditemukan terowongan, predileksi khas sela jari,
pergelangan tangan bagian volar, siku bagian luar,
lipat ketiak bagian depan, umbilikus, bokong,
genetalia eksterna (pria).
MANIFESTASI • Ruam skabies berupa erupsi papula kecil yang
KLINIS meradang
• terjadi lesi sekunder akibat garukan

• Pruritus nokturna
• Berkelompok
• Adanya terowongan (kanalikulus)
DIAGNOSIS • Menemukan tungau

8
B. Personal hygiene
Personal hygiene, meliputi :

Kebersihan
Kebersihan
Kebersihan Kulit Tangan, Kaki, dan
Rambut
Kuku
• Setiap kondisi yang • Kurangnya • Kuku, kaki dan
mengenai pada kulit perawatan rambut tangan yang kotor
(misalnya : pada manusia akan dapat
kelembaban, membuat membahayakan
kerusakan lapisan penampilan rambut kontaminasi dan
epidermis, menjadi kusut, menimbulkan
penekanan yang kusam, tidak rapi penyakit-penyakit
terlalu lama pada dan tampak acak- tertentu.
kulit, dan acakan. • Sifatnya kebiasaan
sebagainya) sudah hidup / aktivitas
cukup untuk sehari-hari di
mengganggu lingkungan
fungsional kulit sekitar.
sebagai organ
proteksi. 9
C. Kerangka Pemikiran

Sumber Penyakit (Tungau


kecil yang mengandung
Sarcoptes scabiei)

Komunitas
• Personal Hgyiene
- Kebersihan kulit
- Kebersihan rambut Kejadian Skabies
- Kebersihan tangan,
kaki dan kuku Gambar 2.3 Kerangka
• Sanitasi yang buruk Pemikiran
• Kurang gizi
• Kondisi ruangan terlalu
lembab
• Kurang mendapatkan Ket :
sinar matahari secara : Variabel Diteliti
langsung : Variabel Tidak Diteliti
10
METODE PENELITIAN
» Kerangka Konsep Penelitian

Variabel independen Variabel dependen

•Personal Hygiene
- Kebersihan kulit
- Kebersihan rambut Kejadian Skabies
- Kebersihan tangan,
kaki dan kuku
» Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik
observasional dengan pendekatan cross sectional.
» Waktu dan Tempat Penelitian
 Waktu Penelitian
bulan oktober tahun 2015. 11
 Tempat Penelitian
di Pondok Pesantren Darul Falah Batu Besar Nongsa Kota
Batam Tahun 2015.

»Populasi dan Sampel Penelitian


1. Populasi penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah pasien atau
santri putra / putri SMP yang berjumlah 254 orang.

2. Sampel Penelitian
Teknik pengambilan sampel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah random sampling.
12
Kriteria Inklusi Kriteria Eklusi
Santri putra/i dengan tingkat SMP Santri putra/i yang sedang mengalami
yang bertempat tinggal di pondok kelainan kulit selain skabies.
pesantren.
Santri putra/i yang bersedia untuk Santri putra/i yang tidak hadir saat
mengisi kuesioner penelitian. penelitian tersebut.

Adapun untuk mengetahui besar sampel yang akan diteliti yaitu


dengan menggunakan rumus Slovin :
n= n = 155 orang

Keterangan:
n : Jumlah sampel
N : Jumlah populasi
d2 : Presisi (ditetapkan 5% dengan tingkat kepercayaan 95%)

13
» Definisi Operasional
Variabel Definisi Cara Kerja Alat Ukur Skala Katagori
Operasional Ukur

Personal Tindakan untuk Membagikan Kuesioner Ordinal 1. baik: >


memelihara kuesioner
hygiene kebersihan dan kepada 16
kesehatan responden 2. tidak
seseorang untuk dengan cara
kesejahteraan, baik membagikan baik : <
fisik maupun pertanyaan 16
psikisnya

Kejadian Penyakit menular Menggunakan Kuesioner Nominal 1. Skabies :


Skabies yang disebabkan kuesioner dan Lembar
oleh infestasi dan dengan cara Observasi 0
sensitasi Sarcoptes membagikan Pemeriksaan 2. Bukan
scabiei yang pertanyaan Fisik.
menimbulkan rasa dan Skabies :
gatal-gatal Menggunakan 1 14
(Harahap, 2008). lembar
(Hararap,
» Cara Kerja
Populasi Santri Putra/I SMP
Pondok Pesantren Tahun 2015

Kriteria Inklusi Kriteria Ekslusi

Sampel Penelitian

Pemberian Informent Consent

Pemberian & Pengisian


Kuesioner

Pemeriksaan Fisik
(Random)

Pengolahan Data 15
» Pengumpulan Data
1. Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini berupa data kualitatif.
2. Sumber Data
Data Primer
Diperoleh langsung dari hasil wawancara menggunakan
kuesioner dan lembar observasi oleh peneliti dan
pemeriksaan fisik oleh dokter secara langsung kepada
subjek.
Data Sekunder
Data santri putra/I yang diambil dari pihak pengelola
Pondok Pesantren Darul Falah Batu Besar Nongsa Kota
Batam Tahun 2015.
3. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
dengan pengisian kuesioner untuk hasil pemeriksaan fisik
kulit terkait terjadi skabies. 16
»Teknik Pengolahan Data
Metode analisa data yang dilakukan terdiri dari dua macam
yaitu :
 Analisa Univariat
Terdiri dari metode deskriptif dan statistik inferensial yang
digunakan menganalisis data dari satu variabel. Analisa data
dilakukan dengan cara SPSS (Rumengan, 2013).

 Analisa Bivariat
Analisa ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua
variabel yaitu variabel independen (Personal Hygiene) dengan
variabel dependent (kejadian Skabies). Uji statistik chi square
dengan menggunakan derajat kepercayaan 95% (Riduan, 2010).

17
18