Anda di halaman 1dari 33

STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM

MENDUKUNG KESEHATAN KELUARGA DAN GIZI


Oleh:
KASIE KESEHATAN KELUARGA DAN GIZI
DINAS KESEHATAN KAB. TANGGAMUS

Pada Acara
PERTEMUAN PETUGAS PROMKES PUSKESMAS
KABUPATEN TANGGAMUS
1-2 Maret 2017

1
ARAH PEMBANGUNAN KESEHATAN
RPJMN I RPJMN II RPJMN III RPJMN IV
2005 -2009 2010-2014 2015 -2019 2020 -2025
Bangkes Akses Akses Kes
diarahkan masyarakat thp masyarakat masyarakat
untuk yankes yang terhadap thp yankes
meningkatkan berkualitas yankes yang yang
akses dan mutu telah lebih berkualitas berkualitas
yankes berkembang telah mulai telah
dan meningkat mantap menjangkau
dan merata di
KURATIF- seluruh
wilayah
REHABILITAT Indonesia
IF Masyarakat
Sehat Yang
PROMOTIF - PREVENTIF Mandiri Dan
Berkeadilan

Arah pengembangan upaya kesehatan, dari kuratif bergerak ke arah


promotif, preventif sesuai kondisi dan kebutuhan
2
2
UKM esensial Puskesmas (PMK No 75 tahun 2014 ttg
Puskesmas) terdiri dari :
1. Pelayanan Promosi Kesehatan
2. Pelayanan Kesehatan Lingkungan
3. Pelayanan Kesehatan ibu, anak dan KB
4. Pelayanan Gizi
5. Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Kepmenkes RI Nomor 1114/Menkes/SK/II/2005,


kualifikasi tenaga promkes adalah minimal D3
kesehatan+minat & bakat dibidang promosi

3
Visi promosi kesehatan :
“Meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar
terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya, sebagai investasi sumber daya manusia yang
produktif secara social dan ekonomi” (UU no. 36 Thn
2009 tentang kesehatan)
Misi promosi kesehatan adalah :
“untuk memampukan masyarakat”,
melalui langsung atau melalui tokoh-tokoh masyarakat dgn
memberikan keterampilan-keterampilan kepada masyarakat
agar mereka mandiri di bidang kesehatan.

4
Status dan Tantangan
Masalah Gizi dan
Kesehatan Keluarga
Lansia

PELAYANAN BERKELANJUTAN Pelayanan bagi


• Kualitas
• Degenerasi
(Continuum of Care) anak SMP/A &
remaja
• Kespro remaja
Pelayanan bagi • Konseling: Gizi
HIV/AIDS, NAPZA dll
anak SD
• Fe

Pelayanan • Penjaringan
bagi balita • Bln Imunisasi Anak
Sekolah
Pelayanan • Upaya Kes Sklh
Persalinan, bagi bayi • PMT
nifas &
Pemeriksaan neonatal • Pemantauan pertumbuhan &
Kehamilan perkembangan
• PMT
Pelayanan
PUS & WUS • ASI eksklusif
• Imunisasi dasar lengkap
• Pemberian makan
• Inisiasi Menyusu Dini • Penimbangan
• P4K
• Vit K 1 inj • Vit A
• Buku KIA
• Imunisasi Hep B • MTBS
• ANC terpadu
• Kelas Ibu Hamil • Rumah Tunggu
• Konseling • Kemitraan Bidan Dukun 1000 Hari Pertama kehidupan adalah 9 bulan
• Fe & asam folat
• Pelayanan KB • KB pasca persalinan kehamilan (270 hari) hingga masa bayi sampai
• PMT ibu hamil
• PKRT • TT ibu hamil • PONED-PONEK berumur 2 tahun (730 hari) = Masa emas
PERSENTASE

10.00
20.00
40.00
50.00
60.00
70.00
80.00
90.00

30.00
100.00

-
Wonosobo 85.04
Sudimoro 80.51
Sukaraja 72.72
Sanggi 62.63
Kota Agung 89.84
Way Nipah 43.99
Pasar Simpang 78.72
Negara Batin 83.99
Siring Betik 63.35
Pulau Panggung 76.82

PUSKESMAS Ngarip 74.20


Air Naningan 99.10
Talang Padang 67.72
Margoyoso
Cakupan D/S Per Puskesmas

94.16
Gisting 83.96
Kabupaten Tanggamus Tahun 2016

Kedaloman 77.00
Rantau Tijang 79.71
Sumanda 84.40
Bulok Sukamara 91.99
Putih doh 51.61
Klumbayan 66.40
Antar Brak 80.43
Kelumbayan Barat 51.81
KABUPATEN 75.66
7
Trend D/S
Kabupaten Tanggamus Tahun 2016

100.00
66.42 77.98 75.49 74.75 84.60
80.64
59.44 77.33 77.34 80.36 82.70
50.00
79.69

0.00

8
PERSENTASE

0
5
10
20
25
30
35
40

15

BBLR
Wonosobo 1.09
2.64
Sudimoro 3.39
14.69
Sukaraja 5.42
26.52
Sanggi 3.17

Bumil KEK
11.51
Kota Agung 1.6
8.32
Way Nipah 2.33
3.44
Pasar Simpang 2.21
4.01
Negara Batin 1.29

Linear (BBLR)
3.52
Siring Betik 2.3
2.68
Pulau Panggung 1.55
6.91
Ngarip 1.06

PUSKESMAS
4.30
Air Naningan 2.71
9.23
Talang Padang 2.61
4.10
Margoyoso 5.44
6.96
Gisting 7.32
6.77
Kabupaten Tanggamus Tahun 2016

Kedaloman 0
18.13
Rantau Tijang 3.19
Hubungan Antara Bumil KEK dengan BBLR

1.93
Sumanda0
1.72
Bulok Sukamara 0.27
37.99
Putih doh 0.98
10.69
Klumbayan 0
9.69
0.29
Antar Brak
1.83
Kelumbayan Barat 1.81
37.17
KABUPATEN 2.17
8.62
9
PERSENTASE

0
5
15
20
30
35

10
25

BBLR
Wonosobo 1.09
6.27
Sudimoro 3.39
6.16
Sukaraja 5.42
11.36
Sanggi 3.17

Bumil Anemia
8.15
Kota Agung 1.6
2.60
Way Nipah 2.33
8.73
Pasar Simpang 2.21
1.34
Negara Batin 1.29
7.87

Linear (BBLR)
Siring Betik 2.3
1.19
Pulau Panggung 1.55
0.77
Ngarip 1.06

PUSKESMAS
26.78
Air Naningan 2.71
14.31
Talang Padang 2.61
28.73
Margoyoso 5.44
8.04
Gisting 7.32
22.29
Kabupaten Tanggamus Tahun 2016

Kedaloman 0
6.70
Rantau Tijang 3.19
0.00
Sumanda 0
1.15
Bulok Sukamara 0.27
32.84
Putih doh 0.98
Hubungan Antara Bumil Anemia (Hb<10) dengan Kejadian BBLR

15.81
Klumbayan 0
0.00
Antar Brak 0.29
0.26
Kelumbayan Barat 1.81
1.97
KABUPATEN 2.17
9.27
10
PERSENTASE

1.00
2.00
3.00
4.00
5.00
6.00
7.00
8.00
9.00

-
Wonosobo 2.55
Sudimoro 8.06
Sukaraja 1.80
Sanggi 1.36
Kota Agung 3.34
Way Nipah 0.22
Pasar Simpang 3.69
Negara Batin 2.93
Siring Betik 3.54
Pulau Panggung 0.88
Ngarip 0.54

PUSKESMAS
Air Naningan 3.42
Talang Padang 0.76
Balita T 1 Per Puskesmas

Margoyoso 5.68
Gisting 5.15
Kabupaten Tanggamus Tahun 2016

Kedaloman 4.10
Rantau Tijang 3.03
Sumanda 5.83
Bulok Sukamara 0.57
Putih doh 1.38
Klumbayan 5.85
Antar Brak 1.28
Kelumbayan Barat 2.82
KABUPATEN 2.99
11
PERSENTASE

2.00
4.00
6.00
8.00
10.00
12.00
14.00

-
Wonosobo 13.27
Sudimoro 6.27
Sukaraja 1.66
Sanggi 5.21
Kota Agung 1.04
Way Nipah 0.22
Pasar Simpang 0.64
Negara Batin 0.71
Siring Betik 0.63
Pulau Panggung 0.20
Ngarip 0.96

PUSKESMAS
Air Naningan 0.50
Talang Padang 2.32
Margoyoso 3.17
Gisting 2.49
Kabupaten Tanggamus Tahun 2016

Kedaloman
Balita BGM (< -2 SD) Per Puskesmas

5.60
Rantau Tijang 4.21
Sumanda 5.12
Bulok Sukamara 4.83
Putih doh 1.74
Klumbayan 12.96
Antar Brak 1.62
Kelumbayan Barat 0.65
KABUPATEN 3.31
12
TREND KEMATIAN IBU
KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2016

Kematian ibu terjadi saat hamil


(6 kasus) atau 54,5%
Umur ibu meninggal 20-34 tahun
(10 kasus) atau 91%
Penyebab terbanyak perdarahan
(4 kasus) atau 36,4 %
Tingkat pendidikan terbanyak
SLTP (55%).

13
TREND CAKUPAN PERSALINAN NAKES DAN DUKUN
DI KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2016

100  Cakupan persalinan


90
80 89.3 89.5
93.4 adalah 11.092 (94,2 %)
86.4 86.4
70 dari sasaran ibu bersalin.
60  Persalinan oleh tenaga
50
40
kesehatan adalah 11.000
30 (93,4 %) dari sasaran ibu
20
10 3.1 3.1 2.1
bersalin
1.2 0.8
0  Persalinan yang ditolong
2012 2013 2014 2015 2016

Salin Nakes Dukun


oleh dukun adalah 92
(0,8%).

14
KEMATIAN PERINATAL NEONATAL BAYI DAN ANAK BALITA
KABUPATEN TANGGAMUS 2016
6
6
5 5
5
4 4 4 4 4
4
3 33 3 3
3
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
2
1 1 1 1 1 1 1 1 11 1 1 11
1
- - - - - - -- -- -- - -- - -- - - -- - -- -- - -- -
-

PERINATAL NEONATAL BAYI ANBAL

15
Tantangan
1. Masih adanya balita gizi kurang yang dipengaruhi oleh faktor
ekonomi dan sosial-budaya masyarakat.
2. Belum seimbangnya pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia.
3. Masih rendahnya peranan masyarakat dalam pemanfaatan
posyandu.
4. Lemahnya kelembagaan yang berperan dalam upaya perbaikan
pangan dan gizi.
5. Merancang program informasi dan perubahan perilaku yang
melibatkan peran keluarga dalam meningkatkan kesejahteraan anak.
6. Masih kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan
pentingnya keluarga sadar gizi (KADARZI) dan program Keluarga
Sehat
7. Pemahaman dan pelaksanaan Program 1000 Hari Pertama
Kehidupan (1000 HPK)
Keluarga disebut KADARZI apabila telah berperilaku gizi
yang baik dicerminkan minimal dengan :

1. Memantau berat badan secara teratur

2. Makan beraneka ragam

3. Hanya mengkonsumsi garam beryodium

4. Memberikan hanya ASI saja kepada bayi sampai usia 6 bulan

5. Mendapatkan dan memberikan suplementasi gizi bagi anggota


keluarga yang membutuhkan
Tablet
Besi

17
STRATEGI
1. Meningkatkan akses penduduk miskin, terutama anak balita dan wanita
hamil untuk memperoleh makanan yang aman dan bergizi cukup serta
mendapatkan intervensi pelayanan kesehatan.
2. Memperkuat pemberdayaan masyarakat dan merevitalisasi Posyandu.
3. Memperkuat komitmen lembaga yang mempunyai kewenangan dalam
merumuskan kebijakan dan program bidang pangan dan gizi.
5. Memperkuat peran keluarga, termasuk penguatan strategi komunikasi
untuk perubahan perilaku (PHBS).
6. Memperkuat pelayanan kesehatan balita dan ibu.
7. Peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin serta
penduduk yang berada di daerah sulit atau terpencil.
8. Peningkatan pendidikan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan
kesadaran tentang kesehatan dan keselamatan ibu.
9. Penciptaan lingkungan kondusif yg mendukung partisipasi stakeholder
Strategi Promosi Kesehatan
dalam mendukung
Kesehatan Keluarga dan Gizi
KONSEP PROMOSI KESEHATAN

• Proses untuk meningkatkan kemampuan orang dalam


mengendalikan dan meningkatkan kesehatannya.

• Promosi Kesehatan merupakan proses politik dan sosial yang


komprehensif. Kegiatan dalam promosi kesehatan tidak hanya
diarahkan pada penguatan keterampilan dan kapabilitas
perorangan (individu), tetapi juga diarahkan pada perubahan
sosial maupun perubahan kondisi ekonomi dan lingkungan.

• Ketiga faktor tersebut merupakan determinan kesehatan yang


memberi dampak pada status kesehatan individu dan masy. Oleh
karena ini partisipasi atau peran serta masyarakat merupakan
bagian penting dalam implementasi promosi kesehatan yang
berkelanjutan.
TUJUAN

Upaya untuk meningkatkan kemampuan


masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk,
dan bersama masyarakat, agar mereka dapat
menolong dirinya sendiri, serta mampu berperan
serta secara aktif dalam pengembangan UKBM,
sesuai sosial budaya setempat dan di dukung oleh
kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.
Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 1114/Menkes
/SK/II/2005 tentang Pedoman Promosi Kesehatan di Daerah,
strategi dasar promosi kesehatan adalah dikenal adalah ABG,
yaitu :
1. Advokasi (Advocacy), yaitu melakakukan advokasi berarti
mempertahankan, berbicara mendukung seseorang atau
sesuatu atau mempertahankan ide.
2. Bina Suasana, yaitu upaya menciptakan opini atau
lingkungan sosial yang mendorong individu anggota
masyarakat untuk mau melakukan perilaku yang
diperkenalkan atau menjalin kemitraan untuk pembentukan
opini publik.
3. Gerakan Pemberdayaan masyarakat.

23
STRATEGI PROMOSI KESEHATAN

3
ADVOKASI MASYARAKAT

(A)
1
GERAKAN PERILAKU
PEMBER- DARZI
KEMITRAAN
DAYAAN
(G)
2
BINA
SUASANA
(B)

24
ADVOKASI
ADVOKASI

M ENINGKATKAN KOM ITM EN STAKEHOLDER, PEM BUAT


KEBIJAKAN DAN PENGAM BIL KEPUTUSAN

Dukungan berbagai pihak dalam penerapan


program / kegiatan

REGULASI, PEM BIAYAAN, DLL


BINA S UAS ANA

BINA SUASANA

Meningkatkan akses informasi dan edukasi kepada


masyarakat

OPINI DAN KESADARAN MASYARAKAT MENINGKAT


TERHADAP TUJUAN PROGRAM/KEGIATAN
BINA SUASANA
Untuk menciptakan lingkungan sosial (opini publik)
yang kondusif guna lebih menguatkan dukungan terhadap
perubahan perilaku individu/keluarga/kelompok

SUASANA LINGKUNGAN SOSIAL (OPINI PUBLIK) YANG KONDUSIF

PEMBERDAYAAN

MAMPU
SASARAN TAHU MAU
(KNOWLEDGE)
MELAKSA
(ATTITUDE)
NAKAN
(PRACTICE)

DUKUNGAN SARANA

SUASANA LINGKUNGAN SOSIAL (OPINI PUBLIK) YANG KONDUSIF

27
BINA SUASANA
PENDEKATAN: PELAKU: SUASANA:
-TOKOH LOKAL
-TOKOH AGAMA TOKOH2
-TOKOH POLITIK PEDULI
BINA SUASANA THD PHBS
-TOKOH SWASTA
INDIVIDU (PANUTAN)
-TOKOH REMAJA
-SELEBRITIS

-RT/RW/KELURHN
-MAJLIS TAKLIM KELOMPOK
BINA SUASANA -KEL. BUDAYA PEDULI
KELOMPOK -KEL. ARISAN/KO- THD PHBS
PERASI (PENEKAN)
-ORG. WANITA
-ORG.SISWA
-DLL
MASY UMUM
BINA SUASANA MEDIA MASSA PEDULI
PUBLIK (KORAN, TV, POS THD PHBS
TER, DLL) (PENEKAN)
GERAKAN PEMBERDAYAAN
GERAKAN PEM BERDAYAAN

M eningkatkan kolaborasi lintas sektor/ program,


peran serta ormas sebagai change agent,
kemitraan dengan swasta/ dunia usaha

ADANYA PENINGKATAN KEGIATAN DI M ASYARAKAT


DALAM M ENCAPAI TUJUAN PROGRAM / KEGIATAN
PEMBERDAYAAN :
melalui informasi terus menerus

INFO:
INFO: INFO: TTG BGMN
-BHW MASALAH GIZI = BHW MASALAH MENGATASI/
MASALAH BAGI YBS GIZI MENCEGAH
-PENGETAHUAN TTG DPT DICEGAH MASALAH GIZI
MASALAH GIZI TSB /DIATASI TERSEBUT

MAMPU
SASARAN TAHU MAU LAKSANA
(KNOWLEDGE) (ATTITUDE) KAN
(PRACTICE)

program DUKUNGAN
kesehatan YANKES SARANA
PERA-
& lintas YG MEMA- /SUMBER
TURAN
sektor untuk: PER-UU-AN
DAI & DAYA
GRATIS
30
LAIN
GERAKAN PEMBERDAYAAN
MELALUI COMMUNITY ORGANIZATION

memfasilitasi masyarakat mencegah/mengatasi


masalah gizi melalui proses pembelajaran

FASILITASI
MENGIDENTIFIKASI
/PENDAMPINGAN
MASALAH FASILITASI
& PENYEBABNYA /PENDAMPINGAN

MEMANTAU & MERUMUSKAN


PROSES
EVALUASI UTK ALTERNATIF2
PEMBELAJARAN
SUSTAINABILITY PEMECAHAN

FASILITASI
/PENDAMPINGAN MENETAPKAN
& MELAKSANAKAN FASILITASI
PEMECAHAN /PENDAMPINGAN

31
Berdasarkan sasarannya, metode dan teknik promosi kesehatan
dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Metode Promosi kesehatan individual :
a. Bimbingan dan penyuluhan
b. Interview (wawancara)
2. Metode Promosi kesehatan kelompok
a. Kelompok Besar
a) Ceramah
b) Seminar, dll
b. Kelompok Kecil
a) Diskusi kelompok
b) Curah pendapat (Brain Storming), dll
3. Metode promosi kesehatan massa
a. Ceramah umum
b. Penggunaan media massa elektronik, misalnya TV, dll
c. Penggunaan media cetak, misalnya majalah, dll
d. Penggunaan media diluar ruang, misalnya spanduk,dll.
32
SUKSES ITU SEDERHANA,
LAKUKAN HAL YANG TEPAT,
DENGAN CARA YANG TEPAT DAN
PADA WAKTU YANG TEPAT