Anda di halaman 1dari 21

STUDI KASUS BAB 26

KEBIJAKAN DEVIDEN
Soal No. 1

Berikan komentar atas saran Joe Smolinski agar perusahaan tidak


membayar deviden. Apa saja keuntungan dan kerugian dari
kebijakan tersebut?
Jawaban Soal No.1
Keuntungan tidak membayar dividen :
(1). Perusahaan dapat menginvestasikan kembali uang itu ke salah
satu proyek jika tingkat pengembalian internal lebih besar dari pada
tingkat pengembalian eksternal. Bagi perusahaan yang memiliki
tingkat pertumbuhan tinggi, menginvestasikan kembali semua laba
bersih akan membawa lebih banyak keuntungan daripada berinves
tasi dengan cara lain, sehingga memaksimalkan kekayaan
pemegang saham. (2). Pajak tingkat keuntungan modal jangka
panjang lebih kecil dari tarif pajak efektif dividen. Apresiasi harga
saham dikenakan pajak lebih baik daripada pendapatan dividen,
sehingga keuntungan modal lebih disukai daripada dividen tunai.
(3). Kebijakan ini sangat menarik bagi pemegang saham yang lebih
memilih capital gain terhadap dividen tunai
Kerugian karena tidak membayar dividen
(1). Beberapa orang atau organisasi akan lebih memilih uang tunai,
untuk orang-orang yang dicurigai dan dana pensiun. (2). Uang
yang didapatkan orang dari dividen dapat menyelesaikan sebagian
ketidakpastian investor terhadap operasi perusahaan, dan orang-
orang mungkin percaya bahwa dividen lebih aman daripada
keuntungan modal yang diharapkan
Soal No. 2

Secara kritis berikan evaluasi atas argumen Jim Baker bahwa


pemegang saham sedang mengharapkan deviden dan jika tidak
membayar, harga saham akan turun. Apakah argumennya
mendasar? Jelaskan.
Jawaban Soal No.2
Argumen Jim Baker bahwa pemegang saham mengharapkan
deviden mungkin benar, mengingat sejarah perusahaan. Apakah
harga saham akan menderita atau tidak tergantung pada keinginan
mayoritas pemegang saham. Namun, jika staff humas perusahaan
dapat meyakinkan pemegang saham bahwa uang mereka
diinvestasikan dengan bijaksana dan akan mengarah pada
apresiasi harga saham lebih lanjut, harga saham mungkin tidak
perlu menderita.
Soal No. 3

Apa yang dimaksud Janet Long pada saat ia berkata, “Pemegang


saham yang tidak suka dengan kebijakan deviden kita akan
menciptakan “deviden buatan” (homemade devidend)? Bagaimana
seseorang bisa membuat homemade devidend? Anggaplah Anda
seorang pemegang saham yang memiliki 1.000 lembar saham dan
berharap perusahaan membayar sedikitnya $0,25 per lembar saham.
Jika perusahaan memutuskan untuk menahan seluruh labanya,
bagaimana Anda bisa menciptakan homemade devidends?
Jawaban Soal No.3
Janet Long sedang mempertimbangkan proposisi "dividend
irrelevancy" M & Ms. Argumennya mengklaim bahwa pendapatan
ini (deviden buatan) dicapai oleh individu yang menyesuaikan
portofolionya pribadi untuk mencerminkan preferensi mereka
sendiri. Sebagai contoh, investor yang mencari aliran pendapatan
yang stabil lebih mungkin berinvestasi dalam obligasi (di mana
pembayaran bunga tidak berubah), daripada saham dividen-
membayar (di mana nilai dapat berfluktuasi). Karena pembayaran
bunga mereka tidak akan berubah, mereka yang memiliki obligasi
tidak peduli dengan kebijakan dividen perusahaan tertentu.
Investor dapat menjual saham yang setara dengan nilai dividen
yang diharapkan akan diterimanya, dan menginvestasikan kembali
uangnya ke investasi alternatif.
Dengan $ 0,25 per saham, investor akan mengharapkan $ 250
untuk 1000 lembar saham. Dia bisa menjual ($ 250 / $ 8) = 32
saham, meninggalkannya dengan 968 saham.
Soal No. 4

Apa komposisi kelompok pemegang saham dalam perusahaan yang


harus berlaku dengan kebijakan deviden? Berdasarkan kelompok
kepemilikan saham mayoritas dan proporsi kepemilikan relatifnya
dalam perusahaan, apa jenis kebijakan yang harus dipilih oleh New
Wave?
Jawaban Soal No.4
Kelompok pemegang saham mayoritas dari perusahaan The New
Wave Corporationn yaitu kelompok individu yang memiliki saham
dengan total 57% dari keseluruhan saham yang dimiliki
perusahaan. Berdasarkan hal ini maka kebijakan Kebijakan Dividen
Rasio Tetap dimana jumlah dividen akan berubah sesuai dgn laba
yg dihasilkan, dengan dividend payout ratio yg tetap.
Hal ini karena pemegang saham individu pada umumnya
menginginkan persentase pembagian keuntungan yang tinggi
ketika perusahaan mendapatkan laba. Kebijakan Dividen Rasio
Tetap dapat mengurangi kemungkinan terjadinya konflik keagenan
antara manajemen perusahaan dan pemegang saham.
Soal No. 5

Bagaimana kebijakan deviden residual atau deviden sisa (residual


devidend) berjalan? Berdasarkan kebijakan tersebut berapa deviden
per lembar saham yang dapat dibayar perusahaan? Asumsikan
bahwa obligasi perusahaan diperdagangkan pada nilai nominalnya.
Jawaban Soal No.5
Berdasarkan teori dividen residual, perusahaan menetapkan kebija
kan dividen setelah semua investasi yang menguntungkan habis di
biayai. Dengan kata lain Dividen yang dibayarkan merupakan sisa
(residual)
Cara menentukan:
1. Menetapkan penganggaran modal optimum. Semua usulan
investasi dengan NPV positif diterima.
2. Menentukan jumlah saham yang diperlukan untukmembiayai
investasi baru sambil menjaga struktur modal ideal (target)
3. Memanfaatkan laba ditahan untuk memenuhi kebutuhan
modal semaksimal mungkin
4. Membayar dividen jika ada sisa dari dana internal, setelah
semua usulan investasi ber-NPV positif diterima.
5. Dividen = laba bersih – (struktur modal target x total anggaran
modal)
Jawaban Soal No.5
Lanjutan
Berdasarkan informasi dari soal didapat:
Total anggaran untuk proyek: $1.000.000
Struktur modal terdiri dari 60% sumber internal dan 40% dari
sumber external.
Laba bersih: $960.000
Nilai dividen yang dibagikan yaitu:
Dividen = laba bersih - (struktur modal target x total anggaran
modal)
Dividen = 960.000 - (60% x 1.000.000)
Dividen = 960.000 – 600.000
Dividen = $360.000
Perusahaan The New Wave Corporation memiliki 1.000.000 saham
yang beredar, maka dividen per lembar saham yaitu sebesar:
360.000/1.000.000 = $0,36 per lembar saham
Soal No. 6

Apa saja kerugian dari mengikuti kebijakan residual devidend yang


ketat? Apa yang biasanya dilakukan perusahaan dalam prakteknya?
Jawaban Soal No.6
Kerugian mengikuti kebijakan residual dividend :
-Pembagian dividen bergantung pada apakah besarnya laba bersih
melebihi total anggaran investasi yang ada.
- Lebih sulit diterapkan pada perusahaan yang pendapatannya
tidak stabil.
- Dapat menyebabkan konflik keagenan antara manajemen
perusahaan dan pemegang saham.

Bagaimana dalam praktiknya?


Perusahan biasanya lebih senang untuk mempertahankan laba
yang didapat untuk melakukan investasi pada bisnis lain ataupun
untuk melakukan ekpansi dibandingkan membagikannya kepada
pemilik saham. Dalam kasus perusahaan The New Wave
Corporation ini sendri, perusahaan memilih untuk mempertahankan
laba yang didapat dan menginvestasikan kembali kebisnisnya pada
beberapa tahun setelah menerbitkan sahamnya.
Soal No. 7

Secara kritis berikan evalusi atas saran Ed yaitu mengikuti kebijakan


residual devidend bersamaan dengan pembelian kembali saham
seharga $8 per lembar. Apa saja keuntungan dan kerugian dari
penggunaan pilihan pembelian kembali saham dibandingkan dengan
deviden kas untuk mendistribusikan imbal hasil ke pemegang
saham ?
Jawaban Soal No.7
Evalusi atas saran Ed untuk menggunakan residual devidend
Menurut Mamduh (2014), untuk perusahaan tertentu yang
pendapatannya stabil, pendekatan residual devidend policy bisa
dilakukan dengan mudah. Sebaliknya untuk perusahaan yang
pendapatannya tidak stabil, pendekatan tersebut menjadi lebih sulit
karena tidak mudah untuk memperkirakan periode baik dan buruk.
Dalam kasus ini The New Wave Corporation baru saja mengalami
perbaikan dalam hal pendapatan dan laba setelah tahun –tahun
sebelumnya mengalami keterpurukan akibat terkana dampak
memburuknya perekonomian serta pengeluaran yang berlebihan.

Berdasarkan situasi tersebut sebaiknya menggunakan pendekatan


menetapkan deviden dasar (base) yang rendah sebagai deviden
reguler, kemudian membayarkan deviden ekstra jika perusahaan
mengalami kondisi yang baik (low-regular-devidend-plus-extras).
Deviden dasar (base) bisa dibayarkan setiap periode, termasuk
untuk periode buruk. Sedangkan deviden ekstra dibayarkan jika
ada keuntungan ekstra yang diperoleh perusahaan. Sehingga
dengan cara demikian, investor tidak diberi signal yang “salah”, jika
perusahaan membayarkan deviden yang tidak stabil serta
kebijakan untuk membeli saham kembali tidak perlu dilakukan.
Jawaban Soal No.7
Apa saja keuntungan dan kerugian dari penggunaan pilihan
pembelian kembali saham dibandingkan dengan deviden kas
untuk mendistribusikan imbal hasil ke pemegang saham ?

Keuntungan :
- Pembelian saham kembali bisa menghemat pajak.
- Pengumuman pembelian kembali bisa diaggap sebagai signal
positif oleh investor, karena pembelian saham kembali seringkali
didorong oleh motivasi manajer yang menganggap bahwa harga
saham under valued (lebih rendah dari yang seharusnya).
- Pembayaran deviden biasanya dilakukan dengan pola stabil.
- Pemegang saham mempunyai pilihan dengan pembelian saham
kembali tersebut. Jika membutuhkan kas saham bisa dijual dan
sebaliknya apabila tidak membutuhkan kas atau menghindari pajak
bisa diinvestasikan kembali.
- Dalam beberapa situasi tertentu, pembelian saham kembali
dilakukan secara selektif (targeted repurchase).

.
Jawaban Soal No.7
Apa saja keuntungan dan kerugian dari penggunaan pilihan
pembelian kembali saham dibandingkan dengan deviden kas
untuk mendistribusikan imbal hasil ke pemegang saham ?

Kerugian :
- Pemegang saham barangkali mempunyai preferensi yang
berbeda antara deviden kas dan pembelian saham kembali.
- Perusahaan barangkali membayar harga pembelian kembali
terlalu tinggi, sehingga merugikan pemegang saham saat ini.
- Pemegang saham yang menjual sahamnya barangkali tidak
mengetahui persis implikasi dan efek dari program pembelian
saham kembali, karena bila merasa dirugikan bisa saja menuntut
kepada perusahaan.

.
Soal No. 8

Berikan komentar terhadap perdebatan kebijakan deviden di New


Wave Corporation. Menurut pendapat Anda, apakah mereka harus
membayar deviden? Mengapa ya, atau mengapa tidak? Jika mereka
memutuskan untuk membayar deviden, apa jenis kebijakan deviden
yang harus mereka pilih? Jelaskan.
Jawaban Soal No.8
Menurut Kelompok kami sebaiknya perusahaan membayarkan
deviden kepada para pemegang saham sebab berdasarkan kasus
tersebut New Wave Corporation sudah hampir lebih dari 4 tahun
tidak membayarkan deviden karena laba ditahan secara terus
menerus digunakan untuk investasi bisnisnya lalu kemudian
perusahaan mengalami krisis akibat dampak memburuknya kondisi
perekonomian serta pengeluaran yang berlebihan. Disamping itu
juga, akan memberikan respon positif terhadap pasar karena
perusahaan tersebut telah berhasil melewati masa krisis dan
bertumbuh kembali dan bisa membayarkan deviden kepada
pemegang saham.

Berdasarkan situasi tersebut diatas sebaiknya perusahaan


menggunakan pendekatan residual devidend dengan tambahan
menetapkan deviden dasar (base) yang rendah sebagai deviden
reguler, kemudian membayarkan deviden ekstra jika perusahaan
mengalami kondisi yang baik (low-regular-devidend-plus-extras).
Deviden dasar (base) bisa dibayarkan setiap periode, termasuk
untuk periode buruk. Sedangkan deviden ekstra dibayarkan jika
ada keuntungan ekstra yang diperoleh perusahaan. Sehingga
dengan cara demikian, investor tidak diberi signal yang “salah”, jika
perusahaan membayarkan deviden yang tidak stabil serta
kebijakan untuk membeli saham kembali tidak perlu dilakukan.
Terima Kasih