Anda di halaman 1dari 23

KOMUNIKASI PADA REMAJA

Komunikasi adalah penyampaian informasi,


gagasan, pengetahuan kepada orang lain.

Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan


dari masa kanak-kanak ke dewasa. Batasan
usia remaja menurut WHO (2007) adalah 12
ampai 24 tahun,
Perkembangan komunikasi pada usia remaja ini
ditunjukkan dengan kemampuan berdiskusi atau
berdebat dan sudah mulai berpikir secara konseptual,
sudah mulai menunjukkan perasaan malu, pada anak
usia sering kali merenung kehidupan tentang masa
depan yang direfleksikan dalam komunikasi
Bentuk-Bentuk Komunikasi

Verbal

non-verbal abstrak
Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi pada Remaja

Pendidikan Pengetahuan

Usia tumbuh
Sikap kembang status
kesehatan anak

Saluran Lingkungan
1.Prinsip Komunikasi pada Remaja

Prinsip Komunikasi pada Remaja

A. Cara Membangun Hubungan Yang Harmonis Dengan Remaja

1. Cenderung lebih banyak bicara dari pada mendengarkan,


2. Merasa tahu lebih banyak dari pada remaja,
3. Cenderung memberi arahan dan nasihat,
4. Tidak berusaha mendengarkan dulu apa yang sebenarnya terjadi
dan yang dialami remaja,
5. Tidak memberikan kesempatan agar remaja mengemukakan
pendapat,
6. Tidak mencoba menerima dahulu kenyataan yang dialami remaja
dan memahaminya,
7. Merasa putus asa dan marah-marah karena tidak tahu lagi apa
yang harus dilakukan terhadap remaja
B. Kunci pokok berkomunikasi dengan remaja

1. Mendengar supaya remaja mau berbicara,


2. Menerima dahulu perasaan remaja,
3. Bicara supaya didengar.
C. Mengenal Diri Remaja

1. Pahami Perasaan Remaja

Banyak terjadi masalah dalam berkomunikasi dengan


remaja, yang disebabkan karena orang tua kurang dapat
memahami perasaan anaknya yang diajak bicara.Agar
komunikasi dapat lebih efektif orang tua perlu
meningkatkan kemampuannya dan mencoba memahami
perasaan anak sebagai lawan bicara.
2. Bagaimana memahami perasaan remaja

Untuk memahami perasaan remaja, orang tua harus


menerima dulu perasaan dan ungkapan remaja terutama
ketika ia sedang mengalami masalah, agar ia merasa
nyaman dan mau melanjutkan pembicaraan dengan orang
tua. Orang tua akan lebih mengerti apa yang sebenarnya
dirasakan remaja.
D. Membuat Remaja Mau Berbicara Pada Orang Tua Saat
Menyelesaikan Masalah

1. Pesan kamu dan pesan saya


Pesan kamu adalah cara seperti ini bukanlah penyampaian
akibat perilaku anak terhadap orang tua tetapi berpusat
pada kesalahan anak cenderung tidak membedakan antara
anak dan perilakunya sehingga membuat anak merasa
disalahkan, direndahkan dan di sudutkan.
Pesan saya lebih menekankan perasaan dan
kepedulian orang tua sebagai akibat perilaku anak
sehingga anak belajar bahwa setiap perilaku
mempunyai akibat terhadap orang lain. Melalui pesan
saya akan mendorong semangat anak,
mengembangkan keberaniannya, sehingga anak akan
merasa nyaman.
2. Menentukan masalah siapa

Ketika menghadapi remaja sebagai lawan bicara yang


bermasalah, kita perlu mengetahui masalah siapa ini. Hal ini
perlu dibiasakan karena

a. Kita tidak mungkin menjadi seorang yang harus memecahkan


semua masalah.
b. Kita harus mengajarkan kepada remaja rasa tanggung jawab
dalam memecahkan masalahnya sendiri.
c. Kita perlu membantu remaja untuk tidak ikut campur urusan
orang lain.
d. Anak perlu belajar mandiri
Teknik Komunikasi pada Remaja

1. Melalui orang lain atau pihak ketiga


Cara berkomunikasi ini pertama dilakukan oleh remaja dalam
menumbuhkan kepercayaan diri remaja, dengan menghindari secara
langsung berkomunikasi dengan melibatkan orang tua secara langsung
yang sedang berada disamping anak. Selain itu dapat digunakan dengan
cara memberikan komentar tentang sesuatu.
2. Bercerita
Melalui cara ini pesan yang akan disampaikan kepada anak remaja
dapat mudah diterima, mengingat anak sangat suka sekali dengan
cerita, tetapi cerita yang disampaikan hendaknya sesuai dengan pesan
yang akan disampaikan, yang akan diekspresikan melalui tulisan.

3. Memfasilitas
Memfasilitasi adalah bagian cara berkomunikasi, malalui ini ekspresi
anak atau respon anak remaja terhadap pesan dapat diterima, dalam
memfasilitasi kita harus mampu mengekspresikan perasaan dan tidak
boleh dominan , tetapi anak harus diberikan respons terhadap pesan
yang disampaikan melalui mendengarkan dengan penuh perhatian
dan jangan mereflisikan ungkapan negatif yang menunjukan kesan
yang jelek pada anak remaja tersebut.

4. Meminta untuk menyebutkan keinginan


Ungkapan ini penting dalam berkomunikasi dengan anak dengan
meminta anak untuk menyebutkan keinginan dapat diketahui berbagai
keluhan yang dirasakan anak dan keinginan tersebut dapat
menunjukan persaan dan pikiran anak pada saat itu.
5. Pilihan pro dan kontra
Penggunaan teknik komunikasi ini sangat penting dalam menentukkan
atau mengetahui perasaan dan pikiran anak, dengan mengajukan rasa
situasi yang menunjukkan pilihan yang positif dan negatif yang sesuai
dengan pendapat anak remaja.

6. Penggunaan skala
Pengunaan skala atau peringkat ini digunakan dalam mengungkapkan
perasaan sakit pada anak seperti pengguaan perasaan nyeri, cemas,
sedih dan lain-lain, dengan menganjurkan anak untuk
mengekspresikan perasaan sakitnya.

7. Menulis
Melalui cara ini remaja akan dapat mengekspresikan dirinya baik pada
keadaan sedih, marah atau lainnya dan biasanya banyak dilakukan
pada remaja yang jengkel, marah dan diam.
Strategi Berkomunikasi Efektif dengan Remaja

1. Menghargai Keberadaan Kawan Sebaya Anak


Anak remaja anda bergaul dengan kawan
sebayanya. Namun, pastikan, bahwa pergaulan
remaja itu membawa dampak positif bagi anak.
Akan lebih baik lagi apabila orang tua kenal
dengan kawan-kawan anak dan sesekali ikut
nimbrung bergaul.
2. Nasehati Anak Dengan Cara Yang Halus Namun Tegas
Berbicara kasar membuat anak remaja tergores harga
dirinya. Apabila Anda memiliki tujuan untuk menasehati mereka.
Lakukan dengan cara halus, anggun namun tetap tegas.

3. Sering Mengajak Anak Mengobrol Santai Maupun Diskusi.


Sesibuk apapun Anda sebagai orang tua, sebaiknya tetap selalu
menyempatkan waktu untuk berbagi, berbincang dan diskusi
dengan anak tentang berbagai macam hal.

4. Memberi Contoh Nyata Tentang Bagaimana Anda Bersikap


Kepada Orang Tua
Dalam aktivitas pengasuhan, contoh ataupun teladan adalah
kunci utama penanaman perilaku positif pada anak. Bila Anda
sebagai orang tua juga memperlakukan orang tua, atau dalam hal
ini neneknya anak anda, maka anak remaja tersebut mendapatkan
contoh/teladan nyata dalam berperilaku.
Cara Komunikasi Efektif pada Usia Remaja

Adapun cara komunikasi antara orang tua dan anak yang


efektif pada usia remaja yaitu meliputi: (Sofia Retnowati, 2013:3)

1. Membuka pintu, yaitu ungkapan orang tua yang memungkinkan


anak untuk membicarakan lebih banyak, mendorong anak untuk
mendekat dan mencurahkan isi hatinya.
2. Mendengar Aktif, kemampuan orangtua untuk menguraikan
perasaan anak dengan tepat, jadi orangtua mengerti perasaan anak,
yang dikirim anak lewat bahasa verbal maupun non verbalnya.
3. Komunikasi dengan empatik, prinsip komunikasi empatik:
“Berusaha mengerti lebih dahulu, baru dimengerti” . Dalam
mendengarkan empatik, kita sebagai orang tua berusaha masuk ke
dalam kerangka pikiran, perasaan anak remaja kita.
Hambatan dalam Komunikasi pada Remaja

A. Hambatan Fisik

1. Gangguan Noises

2. Sinyal nonverbal yang


tidak konsisten.

3. Gangguan fisik (gagap,


tuli, buta).
4. Teknik bertanya yang
buruk.
5. Teknik menjawab yang
buruk
6. Kurang menguasai
materi

7. Kurang persiapan
B. Hambatan Psikologis

mendengar

Mengabaikan
kecurigaan informasi yang
bertentangan

Pengaruh
Menilai sumber
emosi
Tidak jujur

Kurang
tertutup
dewasa

destruktif
c. semantik

Kata yang berarti


Persepsi yang
lain bagi orang
berbeda
yang berbeda

Terjemahan
yang salah

Belum
Pesan yang berbudaya
bermakna baca, tulis, dan
ganda budaya diam