Anda di halaman 1dari 19

Laporan Kasus

“Malaria berat dengan


komplikasi malaria serebral+AKI
(acute kidney injury)”
OLEH:

ASTRID ABRAHAMS

PEMBIMBING:

D R . S I LV E S T E R S A L O M B E , S P. P D
Identitas
Nama : Nn U.W
Umur : 15 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Abepura
No. RM : 45 80 67
Pekerjaan : Pelajar
Status Kawin : Belum Menikah
Suku : Papua
Agama : K. Protestan
Masuk Rumah Sakit: 20/1/2018 pukul 09.13 WIT
Anamnesis  KU: demam 4 hari SMRS
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Demam tinggi dirasakan 4 hari SMRS. Demam dirasakan Pasien juga mencret (+) hari selasa dan rabu minggu
hilang timbul disertai dengan menggigil (+) dan kemarin 2x/hari, cair-cair, lendir (-) darah (-). Saat ini
berkeringat (+). Pasien sempat minum obat penurun pasien sudah tidak mencret. Pasien juga mengalami
panas namun tidak ada perubahan. Saat demam pasien mimisan hari sabtu 3x, darah warna merah kecokelatan
merasakan pegal keseluruhan tubuhnya dan terutama tidak bercampur lendir. Saat ini pasien tidak mimisan.
rasa pegal ini dirasakan pada sendi-sendi besar seperti Keluarga mengaku pasien sempat mengeluh kesakitan
sendi panggul, sendi gelang bahu dan tulang belakang. dan memegang perut namun tidak menjawab dengan
Selain demam pasien juga mengeluhkan pusing pada baik. Pasien saat ini mengalami penurunan kesadaran
kepalanya. Pasien juga mengalami mual (+) dan muntah yang dialami sejak hari minggu, pasien hanya gelisah,
(+) sejak 4 hari SMRS setiap kali makan ± >5x /hari, isi berteriak, dan tidak mengenal orang di sekitarnya.
muntahan berupa ampas makanan dan air-air sedikit- Pasien masih sadar dan mengenal orang sekitarnya hari
sedikit, lendir (+), darah (-). Saat ini pasien sudah tidak sabtu. BAB warna hitam (+) hari sabtu, namun saat ini
muntah namun pasien tidak bisa makan, hanya minum tidak hitam, BAK kurang lancar warna seperti teh. Batuk
air sedikit-sedikit. dan pilek (-).
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Pasien mengalami Malaria Tertiana bulan Di keluarga pasien tidak mengalami penyakit
November 2017  minum obat malaria sampai serupa
habis
DM (-), HT (-), Pengobatan TB paru (-)
Pemeriksaan Fisik
Kepala/leher : CA (+/+), sianosis -/-, SI (+/+), pupil isokor dekstra et Abdomen
sinistra, hidung dan mulut dalam batas normal, pembesaran KGB (-),
JVP dalam batas normal Inspeksi cembung
Thorax Palpasisupel, hepar teraba membesar, limpa tidak teraba, nyeri
tekan abdomen (+)
: Pulmo
Perkusitimpani pada seluruh lapangan abdomen
Inspeksisimetris, retraksi Intercosta (-),
AuskultasiBising usus normal, hiperperistaltik (-),
Palpasi fremitus vocal dekstra=sinistra, pergerakan nafas simetris
Perkusi sonor pada lapangan paru, redup pada lapangan jantung
dan hati. Ekstremitas: akral hangat, udem (-), CRT < 2”
Auskultasi vesikuler, ronkhi (-), wheezing (-)
: Cor
Inspeksiiktus cordis tidak terlihat
Palpasiiktus cordis teraba pada apex jantung, thrill (-)
Perkusibatas kanan: ICS 3 PSL dextra, Batas kiri: ICS 5 MCL sinistra
AuskultasiS1S2 tunggal, regular, murmur (-), gallop (-)
Pemeriksaan Penunjang (laboratorium)
Darah lengkap: (20/1/2018) Darah lengkap: (22/1/2018)
Hb: 8,2 g/dl MCV : 79,9 Hb: 5,6 g/dl MCV : 76,0
Ht: 24,7% MCH : 26,5 Ht: 16,8% MCH : 25,3
WBC: 4.700/mm3 MCHC: 33,2 WBC: 6.350/mm3 MCHC: 33,3
PLT: 59.000 GDS: 97 mg/dl PLT: 51.000
HbsAg (NR), PITC (NR) Kimia Lengkap
Hapusan Darah Tepi: Plasmodium falsifarum SGOT: 79,36 u/L GLU: 79,42
+4
SGPT: 49,68 u/L Ureum: 295,86
Crea-P: 7,08 mg/dl
Kimia Darah (24/1/2018)
Darah lengkap: (23/1/2018) Ureum: 232,04
Hb: 6,3 g/dl MCV : 78,9 Crea-P: 5,68 mg/dl
Ht: 18,0% MCH : 27,6 Kimia Darah (25/1/2018)
WBC: 6.730/mm3 MCHC: 35,0 SGOT: 52,84 u/L
PLT: 64.000 SGPT: 35,69 u/L
Hapusan Darah Tepi: Plasmodium falsifarum +3 GF Hapusan darah tepi plasmodium falciparum +1 GF
+1 +2
Kimia Lengkap PITC NR
SGOT: 37,70 u/L GLU: 92,47
SGPT: 37,63 u/L Ureum: 297,85
Crea-P: 7,14 mg/dl Na: 127,8 mmol/L
K: 3,21 mmol/L
Rencana Penatalaksanaan:
Diagnosa Kerja Sementara: IVFD Nacl 0,9% 20 tpm
Injeksi Artesunate 2xII vial (0-12-24)
Malaria tropika berat + malaria serebral + AKI Injeksi Ranitidin 2x1 amp
+anemia
Injeksi Asam Traneksamat 3x1 amp
Sistenol 3x1 tab (po)
SF 3x1 tab (po)
Vit. B complex 3x1 tab (po)
Curcuma 3x1 tab (po)
Sucralfat syr 3xII cth
21/1/2018 23/1/2018  di ICU

Subjective Gelisah (+), penurunan kesadaran (+), mual-muntah (-), mencret (-), Gelisah (+)
mimisan (-), BAB hitam (-)

Objectives TD: 90/50 mmHg TD: 90/55 mmHg


HR: 84x/m HR: 94x/m
RR: 24x/m RR: 24x/m
T: 36,5 oC T: 37,0 oC
KU: tampak sakit berat KU: tampak sakit berat
Kesadaran: Delirium Kesadaran: CM

Kelainan Pf. : Kelainan Pf. :


K/L: CA (+/+), SI (+/+) K/L: CA (+/+) Hb 5,6, SI (+/+)
abd : Nyeri tekan abdomen (+), hepar membesar abd : Nyeri tekan abdomen (+)
Akral hangat 4 ektremitas (+) Akral hangat 4 ektremitas (+)
ADS : Malaria falsiparum (+) 4 ADS : Malaria falsiparum (+) 3 GF+1
Assessment Malaria tropika berat+malaria serebral+AKI+anemia Malaria tropika berat+malaria serebral+AKI+anemia

Planning - IVFD Nacl 0,9% 20 tpm - IVFD Nacl 0,9% loading


- Injeksi Artesunate 2xII vial - Injeksi Artesunate 2xII vial
- Injeksi Ranitidin 2x1 amp - Injeksi Ranitidin 2x1 amp
- Injeksi Asam Traneksamat 3x1 amp - Injeksi Asam Traneksamat 3x1 amp
- Injeksi Cefrtiaxone 2x1 gr - Injeksi OMZ 2x1 amp
- Sistenol 3x1 tab (po) - Injeksi Cefrtiaxone 2x1 gr
- SF 3x1 tab (po) - Sistenol 3x1 tab (po)
- Vit. Bcomplex 3x1 tab (po) - SF 3x1 tab (po)
- Curcuma 3x1 tab (po) - Vit. Bcomplex 3x1 tab (po)
- Sucralfat syr 3xII cth - Curcuma 3x1 tab (po)
- Rawat ICU - Sucralfat syr 3xII cth , Transfuse PRC 250cc (2 kolf)
24/1/2018  ICU 25/1/2018  di RPW
Subjective - Batuk (+), lendir (+) warna kuning
Objectives TD: 100/60 mmHg TD: 110/70 mmHg
HR: 96x/m HR: 84x/m
RR: 24x/m RR: 24x/m
T: 37,2 oC T: 37,1 oC
KU: tampak sakit berat KU: tampak sakit sedang
Kesadaran: CM Kesadaran: CM

Kelainan Pf. : Kelainan Pf. :


K/L: CA (+/+), SI (+/+) K/L: CA (+/+) Hb 6,3, SI (-/-)
abd : Nyeri tekan abdomen (+) abd : Nyeri tekan abdomen (+)
Akral hangat 4 ektremitas (+) Akral hangat 4 ektremitas (+)
ADS : Malaria falsiparum (+) 1 GF+2
Assessment Malaria tropika berat+malaria serebral+AKI+anemia Malaria tropika berat+malaria serebral+AKI+anemia

Planning - IVFD Nacl 0,9% 20 tpm - IVFD Nacl 0,9% 20 tpm


- OMZ 2x1 amp - OMZ 2x1 amp
- DHP 1x4 tab (H1) - Ceftriaxone 2g/24 jam
- Sucralfat 3xI cth - DHP 1x4 tab (H2)
- Curcuma 3x1 tab - Sucralfat 3xI cth
- Sistenol 3x1 tab - Curcuma 3x1 tab
- Vit B complex 3x1 tab - Sistenol 3x1 tab
- SF 3x1 tab - Vit B complex 3x1 tab
- Pindah ruang perawatan wanita - SF 3x1 tab
- Ambroxol 3x1 tab
26/1/2018
Subjective Demam (+) Batuk (+), lendir (+) warna kuning

Objectives TD: 110/70 mmHg


HR: 92x/m
RR: 22x/m
T: 37,8 oC
KU: tampak sakit berat
Kesadaran: CM

Kelainan Pf. :
K/L: CA (+/+), SI (+/+)
abd : Nyeri tekan abdomen (+)
Akral hangat 4 ektremitas (+)
Assessment Malaria tropika berat+malaria serebral+AKI+anemia

Planning - IVFD RL 20 tpm


- OMZ 2x1 amp
- Ceftriaxone 2g/24 jam
- Ambroxol 3x1 tab
- DHP 1x4 tab (H3)
- Sucralfat 3xI cth
- Curcuma 3x1 tab
- Sistenol 3x1 tab
- Vit B complex 3x1 tab
- SF 3x1 tab
- Asam Folat 2x1 tab
Pembahasan

Malaria tropika berat


Pada kasus diatas dengan malaria serebral,
Nn U.W umur 15
tahun AKI, anemia
Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan
golongan Plasmodium, dimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles.

Malaria disebabkan oleh protozoa dari genus Plasmodium. Pada


manusia Plasmodium terdiri dari 4 spesies, yaitu Plasmodium
falciparum (tropika), Plasmodium vivax (tertiana), Plasmodium
malariae (kuartana), dan Plasmodium ovale (ovale).

Plasmodium Falciparum berbahaya krn malaria yang ditimbulkannya


dapat menjadi berat sebab dalam waktu singkat dapat menyerang eritrosit
dalam jumlah besar, sehingga menimbulkan berbagai komplikasi di dalam
organ-organ tubuh
Dikatakan Malaria berat jika ditemukannya Plasmodium falciparum stadium aseksual
dengan minimal satu dari manifestasi klinis atau didapatkan temuan hasil
laboratorium.

• Perubahan kesadaran (GCS<11, Blantyre <3) • Hipoglikemi (gula darah <40 mg%)
• Kelemahan otot (tak bisa duduk/berjalan) • Asidosis metabolik (bikarbonat plasma <15 mmol/L).
• Kejang berulang-lebih dari dua episode dalam 24 • Anemia berat (Hb <5 gr% untuk endemis tinggi,
jam <7gr% untuk endemis sedang-rendah), pada dewasa
• Distres pernafasan Hb<7gr% atau hematokrit <15%)
• Gagal sirkulasi atau syok: pengisian kapiler > 3 • Hiperparasitemia (parasit >2 % eritrosit atau
detik, tekanan sistolik <80 mm Hg (pada anak: 100.000 parasit /µL di daerah endemis rendah atau
<70 mmHg) > 5% eritrosit atau 100.0000 parasit /µl di daerah
• Jaundice (bilirubin>3mg/dL dan kepadatan endemis tinggi) pada pasien ditemukan
parasit >100.000) plasmodium falciparum +4
• Hemoglobinuria • Hiperlaktemia (asam laktat >5 mmol/L)
• Perdarahan spontan abnormal  pasien • Hemoglobinuria
mimisan dan BAB warna hitam • Gangguan fungsi ginjal (kreatinin serum >3 mg%)
• Edema paru (radiologi, saturasi Oksigen <92%) pada pasien kreatinin 7,08 mg/dl
Pada malaria berat berkaitan dengan invasi merozoit ke dalam eritrosit sehingga menyebabkan
eritrosit yang mengandung parasit mengalami perubahan struktur dan biomolekuler sel untuk
mempertahankan kehidupan parasit.

Perubahan tersebut meliputi mekanisme transpor membran sel,


penurunan deformabilitas, pembentukan knob, ekspresi varian non
antigen di permukaan sel, sitoadherensi, sekuestrasi dan rosetting,
peranan sitokin dan NO (Nitrik Oksida).
Penyebab malaria
Malaria serebral adalah suatu komplikasi serebral adalah
berat dari infeksi Plasmodium falciparum akibat sumbatan
yang demam yang sangat tinggi, pembuluh darah
gangguan kesadaran, kejang yang kapiler di otak karena
terutama terjadi pada anak dan berakhir menurunnya aliran
pada kematian jika tidak secepatnya darah efektif dan
mendapatkan perawatan yang tepat adanya hemolisa sel
darah.
Adanya gagal ginjal akut sering terjadi pada penderita malaria dewasa. Mortalitas dapat mencapai
45%. Kelainan fungsi ginjal dapat terjadi pre-renal karena dehidrasi (>50%) dan hanya 5-10% karena
nekrosis tubulus akut. Gangguan ginjal diduga disebabkan karena anoksia karena penurunan filtrasi
pada glomerulus.

Adanya perdarahan spontan berupa perdarahan gusi,


epistaksis, petekie, purpura, hematoma dapat terjadi karena
trombositopenia akibat infeksi malaria tropika
Pengobatan malaria berat di Puskesmas/Klinik Perawatan atau Rumah Sakit Artesunat
intravena merupakan pilihan utama. Jika tidak tersedia dapat diberikan kina drip.

Artesunat diberikan dengan dosis 2,4 mg/kgbb intravena sebanyak 3 kali jam ke 0, 12, 24.
Selanjutnya diberikan 2,4 mg/kgbb intravena setiap 24 jam sehari sampai penderita mampu
minum obat.
…TERIMA KASIH…