Anda di halaman 1dari 27

STRUKTUR

BETON PRATEGANG

Sumber: Dr.-Ing. Ir. Djoko Sulistyo


Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
1. Menurut waktu penarikan baja prategang (terhadap waktu
pengecoran beton):
1.1 Pra Penarikan (Pre Tension)
1.2 Penarikan Purna atau Pasca Tarik (Post Tension)
2. Menurut ada tidaknya lekatan antara baja prategang dan beton:
2.1 Dengan lekatan (bounded, grouted)
2.2 Tanpa lekatan (unbounded, ungrouted)
3. Menurut letak baja prategang:
3.1 Internal Prestressing
3.2 External Prestressing
4. Menurut Derajat Penegangan:
4.1 Full Prestressing
4.2 Partial Prestressing
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
1. Menurut waktu penarikan baja prategang (terhadap waktu pengecoran beton):
1.1 Pra Penarikan (Pre Tension)
Tahapan pekerjaan: Blok pengankeran

(1) Baja prategang ditarik, Tegangan pd baja prategang: spo = Po / Ap


kemudian diangker pada Po Po
blok-blok pengangkeran
Pada baja prategang ter
jadi tegangan spo = Po / Ap

(2) Beton dicor dan dilakukan ra- Baja prategang,


tanpa selubung (duct)
watan keras s/d beton menca- Tegangan pd beton
spo = Po / Ap
sco = 0
pai kekuatan tertentu  f‘ci
Terjadi lekatan kuat antara
baja prategang dg beton di Po Po
sekitarnya.
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang

(3) Angker penahan gaya pra-


tegang pada blok-blok peng-
Baja prategang,
angkeran dilepas  terjadi Tegangan pd beton
melekat pada beton

transfer gaya prategang dari sci spi


baja prategang kepada beton
Pi Pi
melalui lekatan

Akibatnya:
- Beton memendek elastis
- Gaya tarik pada baja prategang dan gaya desak yang ditransfer kpd
beton sedikit berkurang menjadi Pi
- Terjadi tegangan desak pada beton: sci
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang

Kesimpulan:

Pada sistim pra-penarikan (pre tensioning):


1. Baja prategang ditarik/ditegangkan sebelum beton di cor
2. Transfer gaya prategang dari baja prategang kepada beton terjadi
melalui lekatan antara baja prategang dengan beton disekitarnya.

Jenis struktur beton prategang dg sistim pra-penarikan ini kurang sesuai


untuk struktur beton prategang cor di tempat, karena diperlukan blok-blok
pengangkeran yang kuat.

Sebaliknya sistim ini cocok untuk beton pracetak dengan produksi massal.

Sistim pre tensioning pasti termasuk sistim bonded tendon.


Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
Pre Tensioning System

Prestressed Concrete
Hollow Core Slab (HCS)
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang

Pre Tensioning System


Bantalan rel
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang

Pre Tensioning System Balok Dobel-T Pracetak


Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
1.2 Penarikan Purna atau Pasca Tarik (Post Tension)

Tahapan pekerjaan:

(1) Dipasang/dirangkai:
Bekisting, tulangan non
prategang, selubung tendon
(ducting) dengan strand dan
sistim angkernya (angker hi-
dup dan mati)  tendon dapat
bergerak bebas di dlm ducting.
Baja prategang,
Tegangan pd beton didlm selubung (duct)

sco = 0 spo = 0
(2) Beton dicor dan dilakukan ra-
watan keras s/d beton menca-
pai kekuatan tertentu  f‘ci
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
(3) Baja prategang ditarik/ditegang Baja prategang,
kan Po dan diangker terhadap Po Tegangan pd beton didlm selubung (duct)
Po
sci spi
beton itu sendiri
 terjadi transfer gaya prategang
dari baja prategang melalui sistim
pengangkerannya.
Akibatnya:
- Beton memendek elastis
- Pada baja prategang terdapat
gaya tarik Pi  tegangan spi
- Terjadi tegangan desak pada beton: sci

Pada beton  Pi desak


Pada baja prategang  Pi tarik
Tegangan pd beton
sci
Pi Pi

spi Pi Pi
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
Kesimpulan:

Pada sistim penarikan purna atau pasca tarik (post tensioning):


1. Baja prategang ditarik/ditegangkan setelah beton di cor dan
mengeras, kemudian diangker terhadap beton itu sendiri
2. Transfer gaya prategang dari baja prategang kepada beton terjadi
melalui sistim pengakeran baja prategang (angker mati & hidup).

Jenis struktur beton prategang dg sistim pasca tarik ini dapat digunakan
untuk struktur beton prategang cor di tempat maupun pracetak

Optional:
Lubang ducting yang telah terisi baja prategang:
- dapat diisi (diinjeksi, digrouting) dengan pasta semen  bonded tendon
- dibiarkan kosong atau diisi dengan bahan pelindung thd korosi (fet,
vaselin)
 unbonded tendon  strand tetap dapat bergerak di dalam ducting.
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang

Proses Penarikan baja prategang pada sistim Post Tensioning

2
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
3

5
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
Pada proses penarikan baja prategang untuk sistim post tension:
mengapa baik gaya yang diberikan (dibaca dalam satuan bar sbg tek. hidrolik pd
pompa hidrolik) MAUPUN perpanjangan tendon (elongasi) kedua-duanya harus
dibaca?

Sebelum penarikan tendon, disiapkan tabel hubungan antara gaya prategang


dan elongasi (perpanjangan) tendon untuk tiap tahap penegangan (misal tiap
kenaikan 50 kN, s/d gaya prategang yg direncanakan). Tabel ini merupakan
hasil hitungan teoritik untuk balok ybs, dg memperhatikan gesekan yang
diperkirakan akan terjadi.

Pada saat penarikan tendon, untuk tiap tahap penegangan (mis tiap kenaikan
50 kN tsb) diukur perpanjangan tendon yang terjadi dan hasilnya dicocokan dg
tabel tsb di atas. Jika penyimpangannya terlalu besar, berarti terjadi gangguan
di dalam tendonbaja prategang tsb.
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
Contoh Struktur Beton Prategang dg Sistim Pasca Tarik (Post Tension)

Precast

Cast in Place
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
Contoh Struktur Beton Prategang dg Sistim Pasca Tarik (Post Tension)
Flat Plate: - Post tensioned
- unbonded tendon
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
2. Menurut ada tidaknya lekatan antara baja prategang dan beton:
2.1 Dengan lekatan (bounded, grouted)
Baja prategang melekat/menyatu dengan beton disekitarnya,
sehingga tidak terjadi geseran/slip.

Pada sistim Pre Tensioning:


otomatis terdapat keadaan bonded tendon.
Pada sistim Post Tensioning:
keadaan bonded tendon hanya terjadi jika rongga di
dalam ducting (disela-sela baja prategang)
diinjeksi/digrouting dengan pasta semen.

Ducting

Baja prategang
Baja prategang,
melekat langsung pd beton disekitarnya Pasta semen
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
2.2 Tanpa lekatan (unbounded, ungrouted)
Baja prategang dapat bergerak/bergeser/menggelincir di dalam ducting.
Hal ini terjadi hanya pada sistim post tensioning, dimana setelah
penegangan tendon rongga di dalam ducting tidak diinjeksi dg
pasta semen, sehingga strand masih tetap bergerak bebas di
dalamnya. Untuk mencegah korosi pada baja prategang, rongga
tsb diisi dg bahan vaselin.

Ducting

Baja prategang

Rongga, diisi bahan vaselin/fet


Baja prategang tetap dapat menggelincir di dalamnya

Pada sistim unbonded ini biasanya digunakan jenis monostrand  satu strand dengan
satu selubung tendon (ducting)
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang

Monostrand untuk sistim unboded tendon


Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
3. Menurut letak baja prategang:
3.1 Internal Prestressing
Tendon baja prategang berada di dalam penampang beton
(embeded, dilingkupi oleh beton disekelilingnya)

3.2 External Prestressing


Tendon baja prategang berada di luar penampang beton
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
Internal Prestressing
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
Internal Prestressing
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
External Prestressing
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang

External Prestressing
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
4. Menurut Derajat Penegangan:
4.1 Full Prestressing
Pada keadaan beban layan, akibat gaya prategang dan beban-beban
yang bekerja, pada beton tidak terjadi tegangan tarik yang melampaui
tegangan tarik yang diijinkan (SNI: 0,5 f‘c).

 jadi penampang beton tidak retak.

I
Beban layan:
misal DL + LL (tidak terfakfor)

I
(-)
(-) (-)
Pot. I – I: atau atau
Teg tarik yg terjadi tdk
melampaui yg diijinkan.
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
4.2 Partial Prestressing
Pada keadaan beban layan, akibat gaya prategang dan beban-
beban yang bekerja tegangan tarik yang terjadi pada beton
dibatasi dan tidak boleh melampaui tegangan tarik yang diijinkan
(SNI: 1,0 f‘c). Selain itu harus dipenuhi syarat batas lendutan
dan lebar retak.

 jadi pd penampang beton dapat terjadi retak.

Lebar retak pada struktur beton prategang parsial dibatasi lebih


ketat dibanding pada struktur beton bertulang.
Untuk mengendalikan retak yang terjadi dan juga untuk
meningkatkan kuat batas  digunakan baja non prategang

Jenis struktur BPP ini cocok digunakan untuk struktur dengan


beban hidup yang lebih besar/dominan dari beban matinya.
Jenis-jenis Struktur Beton Prategang
1. Menurut waktu penarikan baja prategang (terhadap waktu pengecoran beton):
1.1 Pra Penarikan (Pre Tension)
1.2 Penarikan Purna atau Pasca Tarik (Post Tension)

2. Menurut ada tidaknya lekatan antara baja prategang dan beton:


2.1 Dengan lekatan (bounded, grouted)
2.2 Tanpa lekatan (unbounded, ungrouted)
1.1 1.2 2.1 2.2 3.1 3.2 4.1 4.2
3. Letak baja prategang: 1.1 x A x A x ok ok
3.1 Internal Prestressing 1.2 ok ok ok ok ok ok
3.2 External Prestressing

4. Derajat Penegangan: X = tdk mungkin


4.1 Full Prestressing A = automatis
4.2 Partial Prestressing Ok = mungkin