Anda di halaman 1dari 32

Membangun Sinergi

Semua Stake Holders


dalam Mensukseskan PID
Disampaikan oleh : Sekretaris Daerah DIY
Dalam Rapat Koordinasi Program Inovasi Desa, DIY, tgl 22 April 2019, Eastparc Hotel

SEKRETARIAT DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA


2019
1
Point-point:

1. Tugas Negara
2. Fakta Kondisi Desa
3. Mengapa inovasi penting
4. Gambaran program dan langkah2 inovasi desa
5. Capaian tahapan kegiatan PID 2018
6. Evaluasi PID 2018
7. Stakeholders PID
8. Struktur Pelaku
9. Hubungan Kemendes PDTT dengan Kemenkeu, Bappenas,
Kemendagri, BPKP
10. Hubungan Satker PID Pusat dengan Satker/TK P3MD Pusat dan
Satker/TK Kawasan
11. Hubungan Satker PID Pusat dengan PemProv
12. Hubungan Satker PID dengan TA/Pendamping
13. Hubungan Satker PID Prov dengan satker/TK P3MD Prov dan
satker/TK Kawasan Prov
14. Mengapa daerah perlu sukseskan PID
15. Peran yang diharapkan.

2
1. Tugas Negara
☉ Melindungi Segenap Bangsa Indonesia dan Seluruh Tumpah
Darah Indonesia
☉ Memajukan kesejahteraan umum
☉ Mencerdaskan kehidupan bangsa
☉ Ikut melaksanakan Ketertiban Dunia yang berdasarkan
kepada perdamaian abadi dan Keadilan sosial
2. FAKTA KONDISI DESA

kemiskinan

Tidak punya
kekuasaan
Tidak punya
sumber daya

Masyarakat
terpinggirkan 4
Solusi Yang
Diberikan Fakta
Pemerintah

1. Lahirnya UU No. 6 Tahun 2014 dan Angka Kemiskinan di Desa


berbagai macam regulasi tentang Desa. Masih Tinggi
2. Dana Desa Kesenjangan Masih Lebar
3. Keberadaan Pendamping Desa, termasuk
KPM (Mengawal Perencanaan)
4. Peningkatan Kapasitas terhadap Aparatur
Desa

Program
Inovasi
Desa

5
3. Mengapa
Inovasi Desa Penting
1. Dana desa mayoritas dipakai untuk kegiatan-kegiatan fisik non
1. Dana desa
produktif hanyaproblem
sehingga dipakai untukdan
kemiskinan kegiatan-kegiatan
kesenjangan masih adafisik non produktif sehingga
2. problem kemiskinan
Dengan inovasi, dan kesenjangan
maka masyarakat masih
dapat menggunakan ada dana desa
untuk kegiatan-kegiatan produktif seperti pengembangan ekonomi
2. Inovasi mendorongwisata
lokal, pengembangan masyarakat untukkapasitas
atau peningkatan menggunakan
masyarakat dana desa secara lebih
sehingga mereka bisa meningkatkan perekonomian mereka
3. berkualitas,
Inovasi adalahterutama
kebutuhan dalam bidang
fundamental desapengembangan ekonomi lokal, pengembangan
agar bisa survive dalam
menghadapi
wisata atau tantangan zamankapasitas masyarakat sehingga mereka bisa meningkatkan
peningkatan
4. Kualitas Perencanaan Desa yang belum Optimal karena kurangnya
perekonomian
kualitas SDM mereka
3.5. Kualitas Pendampingan yang belum optimal (kurang inovatif karena
Kualitas
lemahnyaPerencanaan Desa yang belum Optimal karena kurangnya kualitas SDM
pertukaran pengetahuan)
4.6. Kualitas Pendampingan
Ketersediaan yang
data dan informasi belum optimal
pembangunan (kurang
desa secara nasionalinovatif karena lemahnya
masih rendah
7. pertukaran
Jenis kegiatanpengetahuan)
pembangunan desa monoton infrastruktur non
5. Ketersediaan data dan informasi pembangunan desa secara nasional masih rendah
produktif
8. Target RPJM Kemendesa PDTT dengan kegiatan pembangunan desa
6. Target RPJM
yang belum Kemendesa
sepenuhnya relevan.PDTT dengan kegiatan pembangunan desa yang belum
sepenuhnya relevan.

6
• Program Inovasi Desa (PID) merupakan
salah satu upaya Kemendesa PPDT
untuk meningkatkan kapasitas Desa
sesuai dengan Undang-Undang Nomor
6 Tahun 2014 tentang Desa dalam
mengembangkan rencana dan
melaksanakan pembangunan desa
secara berkualitas agar dapat
meningkatkan produktivitas rakyat dan
DASAR kemandirian ekonomi serta
mempersiapkan pembangunan
PEMIKIRAN sumberdaya yang memiliki daya saing.
PROGRAM • Program Inovasi Desa (PID) merupakan
INOVASI DESA salah satu upaya Pemerintah untuk
mewujudkan agenda Nawacita dalam
Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) 2015-
2019.
7
TUJUAN PID 2019
1. Pengarusutamaan kegiatan-kegiatan inovasi yang dapat
mendorong efektivitas penggunaan atau investasi dana desa
menuju peningkatan produktivitas desa melalui proses
pengelolaan pengetahuan secara sistematis, terencana dan
partisipatif.
2. Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan dan
pengelolaan program oleh pelaku-pelaku program serta pelaku-
pelaku pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa;
3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa
dalam upaya memperoleh akses serta kualitas pelayanan
pendidikan dan kesehatan.

8
Sasaran PID
1. Sekelompok masyarakat desa yang tergabung
dalam TPID
2. Kegiatan yang difasilitasi oleh TPID,
sasarannya adalah membantu perencanaan
desa, agar dalam proses perencanaan desa
memiliki banyak referensi atau contoh-contoh
desa yang inovatif dari daerah lain

9
4. Gambaran
Program dan Langkah-langkah
Inovasi Desa

10
UU No. 06
Tahun 2014

Kemendes PDTT

P3MD PID Proses Pengelolaan


Proses Perencanaan Pengetahuan
• Identivikasi
dan • Verifikasi
Penganggaran • Capturing
Perdesaan • Dokumentasi Desa
Invatif
menurut PP • Bursa Inovasi Desa
No.47/2015 dan (BID)
43/2014 • Validasi
• Replikasi
• Musyawarah Antar
Goals : Desa
sebagai upaya untuk mendorong peningkatan MAD)
Proses Menuju Goals:
1. Sebelum Musrenbangdesa
kualitas
dilakukan BID, sebagai media pemanfaatan dana desa yang lebih berkualitas ,
pembelajaran dan pertukaran efektif dana
pengetahuan desa efesien dengan memberikan banyak contoh-
2. Membangun Komitmen Desa, contoh inovasi
untuk memasukkan kegiatan yang
inovaitif kedalam APBDesa.
pada proses Perencanaan Pembangunan Desa
3. Mendokumentasikan desa-desa Dan
yang telah inovatif, sebagai media Meperkuat peran pendamping dengan referensi-
pembelajaran. referensi
4. Mendukung program prioritas
11
pada proses perencanaan pembangunan di desa.
Kemententiran
Langkah-langkah PPID
Dari Kartu
Identifikasi Komitmen atau
inovasi langsung dr
TPID dibantu Desa
PD/PLD
Support
P2KTD
Verifikasi
oleh TPID dan TIK
Pertukarang
Pengatahuan
melalui Bursa
Capturing/Pendoku Validasi Inovasi Desa Replikasi
mentasian oleh TPID oleh TIK

Output: Dokumen Kartu


Prmb. Video, Leaflet Komitmen
dll dan Ide 12
5. CAPAIAN TAHAPAN
KEGIATAN PID DIY 2018

13
REALISASI TAHAPAN KEGIATAN PID
2018
4 Kab - 100%
1. Pelatihan TAPM =1 Prov-
100%
2. Pelatihan PLD = 1 Prov-
100%
MOU PPA 3. Pelatihan PD = 1 Prov =
100%
DENGAN 4. Orientasi TIK Pokja
P2KTD= 1 Prov -100%
4 Kab - 100% TIK KAB 5. Orientasi TIK Pokja PPID
= 1 Prov – 100%
Pembentukan Pelatihan- 6. Orientasi TPID = 1 Prov-
100%
TIK Orientasi 7. Orientasi Lembaga
PID P2KTD = 1 Prov = 100%
PID
2018
Pembentuka
1. Pembentukan n TPID dan BID Bursa Inovasi
TPID 64 Kec - MOU Desa (BID)
100%
Pencairan 4 Kab = 100%
2. MOU TPID
DENGAN PPK DOK TPID
64 Kec - 100%
Pencairan Dana (DOK) TPID
1. Dana : Rp. 2.778.375.302 – 96% (4 Kab.)
2. Kec :
 52 Kec cair tahap I dan II 14
 12 Kec cair tahap I (droploan tahap II)
REKAP PROVINSI

BID
4 Kab
Jumlah (100%)
Desa Yang
Kartu Bidang Infrastruktur 169
Hadir : desa Bidang PSDM 238
(99,74%) Komitmen Bidang
BURSA 701 Kewrirausahaan 294
INOVASI
Partisipasi DESA
BID 2018

L= 1277 orang Kartu Ide Bidang Infrastruktur 112


Bidang PSDM 147
P = 346 orang Partisipasi 396 Bidang
∑ = 1.623 orang Perempua Kewrirausahaan 137
n dalam
BID

(21,32%)

Sumber Data : Form 2.1 periode Desember 2019


15
DETAIL
KABUPATEN
Sleman

Jumlah total kartu


komitmen di Daerah
Istimewa Yogyakarta Kulonprogo
sebanyak 701 kartu
sedangkan kartu ide
sebanyak 396 ide yang telah Bantul Gunung Kidul
ditulis oleh Desa pada saat
Bursa Inovasi Desa.

Sumber Data : Form 2.1 periode Desember 2019

16
TABEL KEGIATAN YANG MASUK APBDES 2019
Per-KABUPATEN

17
Jumlah Desa yang memasukkan
Komitmen dalam APBDes 2019
No Kabupaten Jml Des Alokasi

1 Sleman 58 7.207.896.317

2 Kulonprogo 32 2.191.650.105

3 Gunung Kidul 70 7.434.962.241

4 Bantul 44 5.562.386.620

TOTAL DIY 22.396.895.283

18
HASIL CAPTURING 2018

Kulonprogo
• Narasi : 24
• Video : 24

Bantul
• Narasi :17
DIY NARASI : 186 • Video : 17

VIDEO : 184 Sleman


• Narasi : 64
• Video : 75

Gunung Kidul
• Narasi : 81
• Video : 68

19
6. Evaluasi PID 2018
• Masih banyak kartu komitmen yang belum masuk dalam APBDES-
perlu dorongan dari Pemangku Kebijakan dan TPP agar Desa
memasukkan komitmen dalm APBDES dengan regulasi
• Peran Dinas PMD/TIK yang kurang maksimal dalam pengendalian
Program Inovasi Desa (butuh dorongan regulasi dari Provinsi)
• Kualitas capturing kurang bagus-capturing ulang dan IST
• Pemanfaatan P2KTD kurang maksimal-identifikasi P2KTD dr awal
• Kecamatan Kurang proaktif dalam menjalankan Program Inovasi
Desa Sehingga perlu dorongan dari struktural
• Mindset dari aparatur Pemerintah Desa yang masih minim terhadap
Inovasi dalam Pembangunan dan Pengembangan desa (Perlu
peningkatan Kapasitas dan Dorongan dari pemerintah di atasnya
• Dibutuhkan perubahan mindset dari masyarakat desa dalam
pembangunan desa agar tidak infrastructure minded
• Masih lemahnya menjalin Kerjasama dengan berbagai instansi,
terutama Perguruan Tinggi dalam membangun Desa
20
7. Stakeholders PID
Pemangku kepentingan PID adalah individu,
organisasi atau lembaga yg terlibat &
mendukung secara langsung maupun tdk
langsung dlm persiapan, perencanaan,
pelaksanaan, pengendalian & pemeliharaan
kegiatan inovasi Desa.

21
Unsur-Unsur yg terlibat
TA
TA
PID
P3MD

Pemerintah
Desa Pendamping

LSM
Pemerintah OPD PD
PT/
dan
Univ.
PLD
Tim Tim
Inovasi Inovasi Masyarakat
Kecamatan Kabupaten Org.
Profesi
Pokja TPID
Pokja
Inovasi P2KTD Swasta

22
8. Struktur Pelaku

23
Tugas Pemerintah Pusat

• Kemenkeu untuk dan atas nama Pemerintah melakukan perikatan perjanjian


pinjaman dengan Bank Dunia.
• Bappenas bekerjasama dengan Bank Dunia dalam kaitan fungsi perumusan
kebijakan, pemikiran strategis, koordinasi dan administrasi dalam rangka penyiapan
dan pelaksanaan PID.
• Kemendesa PDTT sebagai executing agency bekerjasama dengan Bank Dunia dalam
rangka penyiapan dan pelaksanaan PID.
• Kemendagri melakukan pembinaan terhadap Pemerintah Desa bekerja sama
dengan Bank Dunia dalam rangka penyiapan dan pelaksanaan PID.
• BPKP sebagai auditor Negara melakukan audit keuangan PID sesuai kesepakatan
Kemendesa PDTT dengan Bank Dunia.
• Kemendesa PDTT dan Bank Dunia secara bersama-sama atau sendiri-sendiri
melakukan pengawasan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan PID.
• Kemendesa PDTT dan Bank Dunia melakukan penyempurnaan kebijakan PID sesuai
kebutuhan dan kesepakatan bersama.

24
9. Hubungan Kemendesa PDTT dengan Kemenkeu, Bappenas, Kemendagri dan BPKP

• Melaksanakan koordinasi secara rutin


melalui pertemuan, rapat, guna
membangun sistem pertukaran
informasi yang diperlukan dari satu
pihak kepada pihak lain agar terjadi Catatan:
Pola Hubungan
singkronisasi kebijakan.
Bersifat
• Membangun konsultasi bersama Koordinatif dan
termasuk dalam hal memberikan dan Konsultatif
memperoleh masukan, nasihat dan
pendapat terhadap pihak lain yang
dianggap mempunyai pengalaman dan
pemahaman yang lebih baik tentang
aspek dan/atau masalah tertentu
sehingga perlu dipertimbangkan.

25
10. Hubungan Satuan Kerja (Satker) PID Pusat
dengan Satker/Tim Koordinasi (TK) P3MD Pusat
dan Satker/TK Kawasan Pusat
• Melaksanakan koordinasi tingkat pusat secara rutin melalui pertemuan,
rapat, monitoring bersama termasuk membangun sistem pertukaran
informasi yang diperlukan dari satu pihak kepada pihak lain lain agar
terjadi singkronisasi kegiatan.
• Membangun konsultasi bersama tingkat pusat termasuk dalam hal
memberikan dan memperoleh masukan, nasihat dan pendapat terhadap
pihak lain yang dianggap mempunyai pengalaman dan pemahaman yang
lebih baik tentang aspek dan atau masalah tertentu sehingga perlu
dipertimbangkan.
• Menyelenggarakan kegiatan bersama di pusat maupun di daerah berupa
kerjasama kegiatan, pelatihan, ekspose atau pagelaran, workshop
termasuk mengikutsertakan Satker daerah, TA dan pelaku program
masing-masing yang tujuannya untuk meningkatkan bobot dan kualitas
kegiatan.

26
11. Hubungan Satker PID Pusat dengan Pemerintah Provinsi

• Menginstruksikan kepada BPMPD


Provinsi agar membentuk Satker
Sifat Pola Hubungan:
PID Provinsi. Koordinatif dan
• Melakukan supervise pengelolaan Instruktif
dana dekonsentrasi
• Melakukan pembinaan
administrasi dana dekonsentrasi

27
12. Hubungan Satker PID dengan
Tenaga Ahli dan/atau Pendamping

• Melakukan kontrak kerja Tenaga Ahli/Pendamping


• Melakukan pembayaran gaji/honorarium, dan tunajangan operasional lainnya.
• Melakukan evaluasi kinerja
• Meminta dan menerima laporan
• Melakukan pembinaan
• Memberikan pengarahan, petunjuk, dan/atau perintah terkait pelaksanaan tugas
• Meminta penjelasan, klarifikasi atas pelaksanaan tugas dan/atau permasalahan terkait
pelaksanaan tugas.
• Menerima pertanyaaan, klarifikasi terkait dengan pelaksanaan kebijakan/implementasi
tugas-tugas.
• Menerima pengaduan dan melakukan tindak lanjut penyelesaian masalah.
• Memberikan asistensi/bantuan kepada TA terkait dengan koordinasi lintas dinas/sector
terkait
• Memenuhi pemeriksaan eksternal/audit
• Memberikan sanksi kepada Tenaga Ahli/Pendamping terhadap
pelanggaran/penyimpangan.

28
13. Hubungan Satker PID Provinsi dengan Satker/TK
P3MD Provinsi dan Satker/TK Kawasan Provinsi
• Melaksanakan koordinasi tingkat provinsi secara rutin melalui
pertemuan, rapat, monitoring bersama termasuk membangun
sistem pertukaran informasi yang diperlukan dari satu pihak
kepada pihak lain lain agar terjadi singkronisasi kegiatan.
• Membangun konsultasi bersama tingkat provinsi termasuk dalam
hal memberikan dan memperoleh masukan, nasihat dan pendapat
terhadap pihak lain yang dianggap mempunyai pengalaman dan
pemahaman yang lebih baik tentang aspek dan atau masalah
tertentu sehingga perlu dipertimbangkan.
• Menyelenggarakan kegiatan bersama di provinsi dan atau
kabupaten/kota berupa kerjasama kegiatan, pelatihan, ekspose
atau pagelaran, workshop termasuk mengikutsertakan Satker
Kabupaten, TA dan pelaku program masing-masing yang tujuannya
untuk meningkatkan bobot dan kualitas kegiatan.

29
• Sesuai dengan visi dan misi Daerah
• Daerah Perlu mensukseskan Program Pemerintah
• Sesuai dengan Karakteristik Masyarakat dan Konteks
DIY
14. Mengapa • SDM Sangat Mendukung Inovasi
Daerah Perlu • Banyak Inovasi yang ada di DIY yang perlu ditularkan
Mensukseskan ke Daerah atau Desa-desa lain
PID • Banyak Desa yang masih Menggunakan Dana Desa
untuk Kegiatan fisik non Produktif
• Kesenjangan yang masih lebar
• Angka Kemiskinan di Desa yang masih tinggi
(12,13%)
• Minimnya Kegiatan Inovasi dalam APBDES

30
15. Peran Yang Diharapkan
• Memberikan Dukungan Regulasi Agar Semua Desa
memasukkan kegiatan-kegiatan inovasi dalam APBDES
• Memberikan dukungan regulasi dan support agar
pemerintah Kabupaten dan
• Mensupport semua Kegiatan Inovasi karena sesuai
dengan visi dan Misi DIY
• Memasukkan kegiatan-kegiatan inovasi dalam APD DIY
• Menginstruksikan kepada semua Pemerintah
Kabupaten untuk mengembangkan inovasi

31
TERIMA KASIH