Anda di halaman 1dari 14

PKPP Puskesmas

wirobrajan, 2019
identitas
 Nama : KA
 Jenis kelamin : Laki-laki
 Tempat/tanggal Lahir : Yogyakarta, 13 Oktober 2011
 Umur : 7 tahun 5 bulan
 Suku bangsa : Jawa
 Agama : Islam
 Pendidikan terakhir : SD
 Alamat : Kersan Kasihan Bnatul Yogyakarta
 Urutan kelahiran : Anak 2 dari 2 bersaudara
genogram
Keluhan awal
 Subjek tidak mau bersekolah selama 3 bulan terkahir
setelah libur sekolah
 Subjek merasa tidak nyaman di sekolah.
 Emosi subjek mudah marah saat permintaanya tidak
terpenuhi.
 Di sekolah subjek cenderung pendiam, namun
berbeda halnya dengan di rumah subjek cenderung
aktif bahkan mengaggu adik atau kakaknya, hingga
bertengkar.
Observasi
 Subjek cenderung menolak perintah dari orang
 Emosi tidak stabil, cenderung memberontak dan
marah-marah
 Kognitif subjek dapat memahami instruksi yang
diberikan
 Sosial subjek cenderung menghindar dari praktikan
 Motivasi subjek saat menghadapi tantangan yang
berat cenderung menghindar
 Daya tahan stress subjek kurang
 Konsentrasi mudah terganggu
Riwayat kasus
 Lahir secara normal di tahun 2011
 Sejak TK sulit untuk bersosialisasi di lingkungan
sekolah namun berbeda dengan di lingkungan rumah
 Sekolah sering tidak memakai seragam karena merasa
tidak nyaman
 Subjek sering di bujuk dengan hadiah sehingga mau
untuk sekolah
 Saat SD sulit untuk bersosial, cenderung pendiam.
 Libur sekolah, subjek tidak mau bersekolah hingga
sekarang
Emosi,
cenderung
Kognitif. agresif dan
IQ 79 tidak dapat
mengengontr
Sosial,
ol diri
sulit
untuk
menyesuai
kan diri
Pola asuh
keluarga

Sifatnya memanjakan subjek,


tidak konsisten dalam penerapan
sistem pendidikan didalam
keluara.
ANTECEDENT BEHAVIOR CONSICUENT

Ibu memerintahkan subjek Subjek menulis satu kalimat Orang tua memberikan hadiah
menulis 1 paragraf dengan
iming-iming hadiah

Ibu memerintahkan anak Subjek tidak dapat duduk tenang dan orangtua membiarkan dan tidak tegas dalam menegur
untuk duduk tenang sering keluar masuk ruangan

orang memerintahkan untuk Anak tetap bermain Orangtua membiarkan


mandi

Orangtua tidak menuruti Anak menangis dan marah-marah sambil Ibu memberikan uang untuk anak membeli
keinginannya untuk dibelikan menarik baju ibunya keinginnay
benang layangan
Prognosis
No Kategori Keterangan
Baik Buruk
1. Diagnosis / jenis gangguan Gangguan sikap menentang 

2. Onset Sejak usia 7 tahun 


3 Riwayat gangguan Kronis 
4. Stresor Jelas 
(ketidak konsistenan pola asuh)
pendidikan

5. Riwayat gangguan dalam keluarga Tidak tahu 

6. Pola asuh Tidak konsisten 


7. Dukungan keluarga/lingkungan ada 
(orangtua, guru)

8. kapasitas kognitif IQ 79 (borderline) 


9. Status sosial ekonomi/ dukungan Menengah 
sarana untuk berkembang

Kesimpulan : Dubia et bonam (Prognosis Cukup Baik) 5 4


Menurut APA (2000) Gangguan sikap menentang (Oppositional Deviant
Disorders) ditandai dengan adanya perilaku menentang dan melanggar aturan.
Biasanya muncul dalam bentuk perilaku menolak mengikuti aturan dan otoritas
dari orang dewasa seperti orangtua, guru, ataupun orang dewasa lainnya.

paradigma behaviorisme. Behaviorisme dapat didefiniskan sebagai suatu


pendekatan yang berfokus pada studi terhadap perilaku yang dapat diamati
dan bukan pada kesadaran (Davidson, Neale & Kring, 2006).

Menurut Ayllon (Fahrudin, 2012) token ekonomi, yaitu pemberian pengukuh


sementara berupa kepingan atau kartu segera setelah perilaku yang
diinginkan terjadi dan setelah terkumpul dalam jumlah tertentu akan
ditukarkan atau diuangkan dengan pengukuh yang diharapkan (pengukuh
idaman).
HASIL INTERVENSI

1. Subjek mampu mempertahankan kegiatan yang berhubungan bermain


2. Subjek dapat mengikuti TPA
3. Subjek dapat hadiah nomor 3
4. Subjek tidak marah-marah saat dibangunkan pagi-pagi
REKOMENDASI

PUSKESMAS melakukan kontrol rutin terhadap terapi aktivitas yang diberikan


kepada subjek, supaya subjek dapat konsisten dalam .menjalalaninya.

ORANGTUA dapat memberikan apresiasi pada perkembangan aktivitas subjek


supaya subjek selalu bersemangat dalam beraktivitas terutama saat subjek dapat
mengikuti TPA..

SUBJEK mampu mengontrol emosi bukan hanya sekedar saat dibangunkan


waktu pagi hari akan tetapi saat bermain bersama saudara atau teman-temannya
maupun saat keinginannya tidak segera dipenuhi
TERIMAKASIH