Anda di halaman 1dari 18

Guru : Sri Novalinda

A. Pengertian Getah , Damar dan Malam


Getah adalah istilah umum yang
digunakan untuk menyebut cairan kental yang
keluar dari organ tumbuhan maupun hewan. Istilah
teknis farmasi untuk getah dari tumbuhan adalah
eksudat tanaman. Eksudat tanaman adalah isi sel
yang secara spontan keluar dari tanaman. Dalam
farmakognosi zat-zat yang dikeluarkan oleh tanaman
sebagai eksudat umumnya berupa damar dan gom.
Damar atau resin adalah eksudat tanaman
yang sukar larut dalam air. Resin umumnya
terbentuk dari kelenjar schizogen atau schizolisigen
(rongga-rongga dari tanaman). Resin ditemukan
juga sebagai campuran dengan minyak atsiri
(oleoresin), campuran dengan gom (gom-resin) dan
campuran dengan gikosida (glukoresin). Salah satu
resin yang khas adalah balsam, yaitu Balsam Peru
dan Benzoin. Contoh gom-resin adalah myrrha,
sedangkan contoh oleoresin adalah terpentin dan
copaiba.
Gom adalah hidrokoloid tanaman yang
berupa garam-garam dari polisakarida maupun
polisakarida inonik atau anionik. Zat ini berupa massa
amorf bening yang seringkali dikeluarkan tumbuhan
sebagai penutup luka. Dibidang farmasi, gom
digunakan untuk bahan tambahan dalam pembuatan
obat seperti lasaktifa, pengikat tablet, gelating agent,
emulgator, suspending agent atau bahan pengental.
Contoh gom yang sangat dikenal adalah arab dan
tragakan. Gom yang lain adalah agar, natrium alginat,
dan lain-lain.
Malam berupa suatu lipid, yaitu zat yang
terbentuk dari asam lemak dengan alkohol. Lipid yang
umum dikenal ialah gliserida, yaitu minyak dan
lemak. Gliserida terbentuk dari asam lemak dengan
gliserol. Sedangkan malam terbentuk dari asam lemak
dengan alkohol alifatis rantai panjang. Contoh malam
dari hewan yang banyak dipakai di bidang farmasi
adalah cera dan cetaceum. Malam dari tumbuhan
adalah cera foliorum atau carnauba wax yang
diperoleh dari daun copernicia prunifera (mueller)
H.E Moore yang termasuk dalam famili Arecaceae.
B. Contoh Getah, Damar dan Malam
1. BALSAMUM PERUVIANUM

Nama lain : Balsam Peru


Tanaman asal : Myroxylon pereirae Royle
Keluarga : Papilionaceae
Zat berkhasat : Sinamein (campuran benzil bensoat danbensilsinamat)
Penggunaan : Obat gudik, obat luka, obat wasir dan obat batuk.
Sediaan : Peruviani unguentum (F.N) Balsamum papillare (FOI).
Pemerian : Cairan kental tidak lengket, bebas dari serat warna coklat tua, lapisan tipis
transparan berwarna coklat kemerahan, bau khas, rasa pahit dan getir, bau
aromatik khas.
Bagian digunakan : Eksudat kental yang diperoleh dari batang yang telah dihanguskan dan dilukai.
Cara memperoleh : Mulai umur 5-30 tahun atau lebih dapat diambil balsemnya. Pada awal
November / Desember batang dipukul – pukul (tanpa mengelupaskan kulitnya). Setelah 5-6 hari, kulit
yang rusak itu dibakar dan seminggu kemudian kulit itupun lepas. Dari kayunya keluar cairan,
ditampung dengan kain yang ditutupkan, jika kain sudah penuh dengan balsem lalu dicelupkan ke dalam
air mendidih, balsam yang lebih berat akan mengendap dan dipisahkan. Eksudat pertama (Tagauzonte).
Aliran balsam yang kedua timbul 7-10 hari kemudian, ini dikumpulkan seperti di atas (Balsamo de
trapo). Setelah itu luka diserut dan keluarlah aliran balsam yang ketiga (Balsamo decontrapique). Kulit
yang rusak itu akan sembuh dalam waktu 2 tahun setelah itu dapat diperlakukan seperti semula
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
2. BENZOINUM / BENZOE

Nama lain : Kemenyan Sumatra,Kemenyan, Benzoe


Tanaman asal : Styrax benzoin (Dryand), Styrax paralleloneurus
Keluarga : Styracaceae
Zat berkhasiat : Lubanol benzoat ( Koniferil benzoate ) , benzoresinol (sumatre
sinol), asam sinanamat dan asam benzoate, vanillin, fenil propil
Penggunaan : Bahan pengawet, antitusif, tinctur untuk antiseptikum.
Pemerian : Massa keras, rapuh, tersusun atas butiran agak putih yang terbenam
dalam massa bening, berwarna coklat keabuan hingga coklat
kemerahan, bau khas enak, rasa agak getir.
Bagian digunakan : Diperoleh dengan penorehan batang.
Cara memperoleh : Kemenyan ini keluar akibat patologis, Setelah pohon mencapai umur 6
tahun dibuat luka dekat asal cabang yang terendah. Cairan yang pertama
keluar adalah yang terbersih, menghasilkan kemenyan yang paling
putih, dan bau yang paling enak. Pembuatan luka dapat diulangi tiap
tahun.
Sediaan : Benzoes Tinctura
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
3. GUMMI ACACIAE

Nama lain : Gom Arab, Acacia, Gummi Mimosae


Tanaman asal : Species Acacia seperti, Acacia Senegal (Wild)
Keluarga : Papilionaceae
Zat berkhasiat : Arabian (garam Ca,K dan Mg dari asam arabinat), enzim tipe
oksidase
Penggunaan : Suspending agent, emulgator, perekat pil, basila.
Pemerian : Hampir tidak berbau, rasa tawar seperti lendir.
Bagian digunakan : Diiperoleh dari penorehan batang dan dahan.
Cara panen : Eksudat keluar sendiri dari retakan kulit batang dan mengeras di
udara. Tanaman yang telah berumur 6 tahun mulai dapat diambil
gomnya. Untuk memperbanyak produksi, kulit batang diiris(dibuat
luka).
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Jenis-jenis : A. Gom Arab atau gom Kordofan
Gom dengan mutu terbaik, berasal dari kordofan provinsi sudan. terdapat 2 macam :
1. Bleached gum
Berupa butir-butiran bulat telur atau potongan bersudut-sudut, putih atau agak
kuning, luarnya retak.
2. Natural gum
Lebih tembus cahaya dengan retak yang tidak begitu banyak, warna lebih kuning
atau berwarna merah jambu
B. Gom dari Senegal (Gom Afrika Barat)
Berasal dari Senergel, daya rekannya bagus sehingga banyak digunakan dalam
industri. Umumnya barupa butir-butiran jorong atau bulat utuh atau berupa
potongan-potongan bentuk bumbung yang lurus atau terpilin. Jenis yang terbaik
berwarna agak putih (tidak berwarna) tetapi umumnya tampak kekuningan, kemerahan
atau merah coklat
C. Gom Arab bebas enzim (gummi arabici Desenzymatum)
Gom Arab initelah dihilangkan enzimnya. Caranya , sebanyak 1 bagian gom arab
dicampur dengan 1,5 bagian air , campuran dipanaskan dalam aliran uap air selama 1
jam atau dalam uap air bersuhu 107C selama 30 menit. Campuran kemudian diratakan
sebagai lapisan-lapisan tipis, kemudian dikeringkan.
4. O P I U M
Nama lain : Opium mentah, candu, Thebaicum, Meconium
Tanaman asal : Papaver Somniferum (L).
Keluarga : Papaveraceae
Zat berkhasiat : Alkaloida morfin, narkotin, kodein, tebain, papaverin dan
narsein. Alkaloid-alkaloid ini terikat pada asam sulfat, asam
laktat, dan asam mekonat.
Persyaratan kadar: Kadar morfin tidak kurang dari 10,0 % .
Penggunaan : Pengobatan diare, antitusif, sudorifika, narkotikum.
Pemerian : Masa padat, coklat, bau khas kuat, rasa sangat pahit.
Bagian digunakan: Diperoleh dengan penorehan buah tua (belum masak).
Cara memperoleh: Beberapa hari setelah daun mahkota gugur, dan buah
menjadi tua, pada buah ditorehkan garis mendatar, tegak
lurus atau berpilin seperti kumparan. Getah yang keluar
dibiarkan mengering 1 hari kemudian dikupas dengan pisau
tumpul. Buah candu hanya menghasilkan getah 1 kali. Jika
udara panas dan kering, getahnya yang terkumpul sedikit
dan kental. Jika udara lembab, hasilnya lebih banyak tetapi
kadar airnya juga lebih tinggi.
Jenis-jenis : a. Opium Turki disebut juga Opium
Smirna, Opium Asia kecil atau Opium
Konstatinopel
Luarnya keras, dalamnya lunak, cokelat
kemerahan. Untuk mencegah lengketnya satu sama
lain, sebelah luar ditempeli sisa-sisa daun candu dari
tanaman Rumex. Baunya sangat khas dan pahit.
b. Opium Macedonia ( Opium S
aloniki )
Berasal dari hibrida antara papaver somniferum v ar.
album dan jenis yang abu-abu ungu.
c. Opium Iran ( Opium Persia )
Getah opium yang terkumpul di campur dengan gom
sampai sama rata, dipotong bentuk batu bata, dijemur,
dibungkus dengan kertas merah ( jarang kertas putih )
dan diikat dengan tali merah dan kuning. Kadar air lebih
kecil dari opium Turki, bau apek dan rasanya sangat pahit
d. Opium India
Kadar morfin rendah, kadar narseia lebih tinggi dari kadar
morfin, warna cokelat tua atau kehitaman jika masih
menyerupai pasta.
e. Opium Tiongkok
Berupa bulat pipih, dibungkus kertas putih
f. Opium Mesir
Mutu rendah, yang terbaik hanya berisi 6-7% morfin,
sering dipalsukan .
Sediaan : a. Opii Extractum (FI)
b. Opii Pulvis (FI),
c. Opii Pulvis Compositus atau Pulvis Doveri (FI)
d. Opii Tinctura (FI)
e. Tinctura Opii Crocata (FI) atau Opii Tinctura
Aromatica.
f. Opialum

Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya,


dalam lemari yang terkunci karena obat narkotik.

Keterangan : Opium dianggap bermutu rendah jika :


Warna kehitam-hitaman
Rasa manis, kurang pahit, dan agak memualkan
Konsistensi lunak seperti lemak
Jika dipotong, halus atau berisi benda asing
Tidak memberi warna cokelat tua pada ludah
Tidak membentuk cairan kental dengan air
Tidak meninggalkan bekas setelah digoreskan pada
kertas
5. PAPAINUM
Nama lain : Papaina
Tanaman asal : Carica papaya (L.)
Keluarga : Caricaceae
Zat berkhasiat : Enzim proteolitik
Penggunaan : Membantu pencernaan zat putih telur, &diberikan dalam bentuk serbuk, pil, tablet, eliksir.
Pemerian : Putih kelabu, bau khas, rasa lemah mirip pepsin, sangat mudah terurai.
Bagian digunakan : Getah buah mentah / hijau dan getah daun.
Cara memperoleh : Dibuat pengendapan getah segar dengan etanol 95% kemudian dilarutkan dalam air dan
diendapkan kembali dengan penambahan etanol 95% dan dikeringkan.

6. TRAGACANTHA
Nama lain : Tragakan
Tanaman asal : Astragalus gummifer
Keluarga : Papilionaceae
Zat berkhasiat : Zat lendir yang pada hidrolisa menghasilkan arabinosa, metil pentosa, galaktosa dan
asamgalturonat.
Penggunaan : Untuk membuat emulsa, perekat pil dan juga untuk pelicin alat-alat kedokteran.
Bagian digunakan : Diperoleh dengan menoreh batang.
Sediaan : Pulvis gummosus (FOI) Confectio Barii Sulfatis et usum internum (FOI)
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
A.Pengertian Pengolahan Nabati
Pengolahan bahan nabati adalah simplisia dari pengolahan
(bukan dari proses pengeringan seperti pembuatan simplisia pada umumnya)
bahan dasar tanaman (bisa berupa akar, batang, dahan, daun, bunga, buah,
atau beberapa bagian dari tanaman bahkan keseluruhannya).

B. Contoh Hasil Pengolahan Nabati


1. ALOE
Nama Lain : Jadam, aloes
Tanaman Asal : Aloe dapat berasal dari berbagai spesies
tanaman Aloe, yaitu :
* Aloe perryi Baker
* Aloe barbadensis Miller
* Aloe ferox Miller
* Aloe africana Miller
*Aloe spicata Baker
Keluarga : Liliaceae
Zat berkhasiat : Damar, aloin, air, dan abu. Sifat purgatif
disebabkan oleh 3 pentosida, yaitu barbaloin
(aloin), isobarbaloin, dan betabarbaloin.
Penggunaan : Pencahar
Pemerian : Sangat pahit dan menimbulkan rasa mual
Bagian digunakan : Cairan yang keluar dari potongan daun segar
Penyimpanan : Wadah tertutup baik
Cara Memperoleh : 1. Jadam Curacoa
Berasal dari Aloebarbadensis, Aloe vera, Aloe vulgaris. Batang sangat
pendek dan mengayu, bunga kuning terang. Pada permulaan musim
semi, daun-daun dipotong pangkalnya, diletakkan miring dalam lubang
bentuk V. Cairan yang keluar ditampung dalam tong, dibiarkan menguap di
udara atau direbus dalam panci sampai
kental, dimasukkan cetakan dan dibiarkan menjadi keras.

2. Jadam Cape
Berasal dari Aloe ferox, Aloe africana, Aloe Spicata. Batang tinggi
sampai 5 meter, daunnya sebanyak 30-50 helai, bunga putih. Daun yang
telah dipotong ditampung cairannya dalam kapas atau kulit
kambing. Cairan ini dikumpulkan dalam drum atau kaleng, direbus
selama 4-5 jam dengan dituang ke dalam cetakan dan dibiarkan menjadi
keras.

3. Jadam Sekotrin
Massa yang licin, mengkilap warna hitam kemerahan sampai hitam
kecoklatan, kadang lunak. Mudah dipatahkan, patahan berbentuk kerang
dengan tepi yang tajam, jadam yang segar disimpan lama, bau mirip
campuran putik krokus dan mira.
2. CAMPHORA
Nama lain : Kamfer
Tanaman Asal : Cinnamomum camphora (L.)
Keluarga : Lauraceae
Zat Khasiat : Kamfer
Penggunaan : Karminativa, analgesic, anti iritansia.
Pemerian : Hablur butir , berwarna atau putih, bau khas tajam, rasa pedas dan aromatik.
Cara Memperoleh : Potongan akar, batang dan cabang dialiri uap air, uap yang berisi minyak ditampung dalam kamar
pendingin dan di bawah terdapat minyak dan air. Minyak disaring untuk memisahkan kamfer
tersebut. Kamfer yang diperoleh masih kotor berwarna agak jambon.
Sediaan : * Lotio Kummerfeldi (Form.nas)
* Solutio Camphora spirituosa (F.N)
* Tabulae Acidi acetylosalicylici compositum (FOI)

3.CARBO ADSORBENS
Nama lain : Karbo adsorben, arang penyerap.
Tanaman Asal :Arang yang dibuat dari bahan tumbuh-tumbuhan tertentu, telah diaktifkan untuk mempertinggi
daya serap.
Penggunaan : Antidotum
Pemerian : Serbuk sangat halus, bebas dari butiran, warna hitam, tidak berbau, tidak berasa
Sediaan : Tablet Norit
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
3. CATECHU
Nama lain : Gambir
Tanaman Asal : Uncaria Gambier (Hunter Roxb)
Keluarga : Rubiaceae
Zat Khasiat : 25–50% asam katekutanat, 2-8% isokatekin dan akakatekin, kuersetin,.
Bagian digunakan : Sari air kering yang diperoleh dari daun dan ranting muda.
Pemerian :Tidak berbau, rasa mula-mula pahit dan rasa kelat-sepat, kemudian agak manis.
Penyimpanan : Wadah tertutup baik

4. GALLAE
Nama lain : Jenitri, Nutgall
Tanaman Asal : Quercus infectoria (Oliver)
Keluarga : Fagaceae
Zat Khasiat : Asam penyamak 50-75 %, asam galat 2-4 %, damar, pati, kalsium oksalat
Penggunaan : Obat wasir (sebagai salep), bagian dari jamu singset.
Pemerian : Bau lemah, rasa sangat kelat dan agar manis.
Cara Memperoleh : Serangga Cynips tinctoria menaruh telur pada pucuk dan batang muda(dahan),
larva yang keluar dari telur tersbut mengeluarkan cairan berisi enzim yang dapat
merubah pati yang terdapat dalam sel-sel disekitar larva tersebut menjadi gula.
Sediaan : Acidum Tannicum (F.I)
Penyimpanan : Wadah tertutup baik
5. GLYCYRRHIZAE SUCCUS
Nama lain : Sari akar manis, Succus
Liquiritiae
Tanaman Asal : Glycyrrhiza glabravarietas
glandulifer
Keluarga : Papilionaceae
Zat Khasiat : Gliserizin sampai 15 %,
gula, lendir zat putih telur, air, zat yang
dapat disari 49%dan yang tidak dapat
larut dalam air 5%
Penggunaan : Ekspektoran, Pengikat pil
Pemerian :
Batang berbentuk silinder/bongkah besar,
licin agak mengkilap warna hitam, coklat
tua, atau serbuk berwarna coklat, bau khas
lemah, rasa manis khas
Bagian digunakan
:Akar yang masih segar disari dengan air
mendidih, sari diuapkan dan
dikeringkan hingga bebas air
Penyimpanan : Wadah tertutup baik