Anda di halaman 1dari 18

SIRKULASI DARAH JANIN

OLEH:
KELOMPOK 2
Kelompok 2
Aulia Nurliadi
Emmy Wijaya
Hairun Nisa
Handriani
Nopita Ayu
Pinni Purnamasari
Siti Mutiah
Sirkulasi Darah
Janin
Sirkulasi darah janin
dalam rahim tidak sama
dengan sirkulasi darah pada
bayi, anak dan orang
dewasa. Pada janin organ
vital untuk metabolisme
masih belum berfungsi.
Organ tersebut adalah paru
janin dan alat
gastrointestinal yang
seluruhnya diganti oleh
plasenta.
Jalur peredaran darah janin
dapat digambarkan sebagai
berikut :
Plasenta – vena umbilicalis - hati – ductus venosus –
vena cava inferior – atrium kanan – foramen oval –
Atrium kiri – ventrikel kiri – aorta – kepala, tangan/
abdomen, thorax, kaki – arteri umbilicalis – plasenta.
Proses sirkulasi
darah janin dimulai dari
Darah kaya akan oksigen
dan nutrisi mengalir dari
plasenta ke janin melalui
vena umbilikalis yang
terdapat dalam tali pusat.

Jumlah darah yang


mengalir melalui tali
pusat sekitar 500 mL per
menit.
Melalui vena
umbilikalis menuju liver
melalui duktus venosus,
darah mengalir ke dalam
vena cava inferior,
bercampur darah yang
kembali dari bagian
bawah tubuh.
• Dari vena cava inferior
masuk ke atrium kanan
kemudian sebagian besar
darah akan dialirkan ke
atrium kiri melalui
foramen ovale.

• Sebagian kecil darah dari


atrium kanan masuk ke
ventrikel kanan bersama-
sama dengan darah yang
berasal dari vena cava
superior
• Darah yang berada di ventrikel
kanan masuk ke paru-paru,
tetapi karena paru-paru belum
berkembang maka darah yang
terdapat pada arteri
pulmonalis dialirkan menuju
aorta melalui ductus
arteriosus Bothalli. Darah
yang ke paru-paru bukan untuk
pertukaran gas tetapi untuk
memberi makanan kepada
paru-paru yang sedang
tumbuh.

• Darah yang terdapat pada


atrium kiri kemudian dialirkan
ke ventrikel kiri dan diteruskan
keseluruh tubuh melalui aorta
• Selanjutnya darah yang
berada di aorta darah kaya
akan karbondioksida kembali
ke plasenta melalui arteri
umbilikalis untuk
mengadakan pertukaran gas
selanjutnya.

• Selanjutnya sirkulasi darah


janin akan berulang kembali.
Menerima nutrisi dan O2 dari
plasenta melalui ductus
venousus aranthii, menuju
vena cava inferior yang kaya
akan O2 dan nutrisi.
a. Foramen Ovale

b. Duktus Arteriosus Bothali

Faktor-
c. Duktus venousus Aranthii

faktor
d. Vena Umbilcalis

yang
e. Arteri Umbilicalis

Menentukan
f. Palsenta

Sirkulasi
Darah
Janin
Foramen ovale
Lubang antara atrium dekstra dan atrium
sinistra. Lubang ini akan tetutup sesudah bayi lahir.
Duktus arteriosus botali
Pembuluh darah yang menghubungkan
arteri pulmonalis dengan aorta.
Duktus venosus
Pembuluh darah yang menghubungkan
umbilikalis dengan vena kava inferior.
Vena umbilikalis
Pembuluh darah yang membawa darah dari
plasenta ke peredaran darah janin. Darah yang
dibawa banyak mengandung zat makanan dan
oksigen.
Arteri umbilikalis
Pembuluh darah yang membawa darah
janin ke plasenta, banyaknya dua buah. Kedua
pembuluh darah ini membawa zat sisa makanan
dan kerbondioksida dari tubuh bayi ke dalam
plasenta. Arteri dan vena umbilikalis terbungkus
menjadi satu dalam satu saluran yang disebut
duktus umbilikalis (tali pusat).
Plasenta
Jaringan dinding Rahim yang banyak
mempunyai jonjot mengandung pembuluh darah
tempat pertukaran zat yang diperlukan, yang diambil
dari darah ibu dan yang tidak berguna dikeluarkan.
Plasenta yang menempel pada endometrium dan
terikat kuat sampai bayi lahir. Fungsi plasenta
menyediakan makanan untuk bayi dalam kandungan
yang diambil dari darah ibu yang bekerja sebagai
paru fetus dengan menyediakan oksigen,
menyingkirkan sisa pembakaran dari janin,
menghalangi mikroorganisme penyakit masuk ke
dalam janin.
Sirkulasi Darah Janin
Setelah Lahir
Pada saat persalinan sebahagian besar bayi langsung menangis
maka akan terjadi perubahan besar terhadap sirkulasi darah,
diantaranya adalah :
1. Paru-paru berkembang • Arteri pulmonalis kini langsung mengalirkan darah ke paru
dengan sempurna dan sehingga ductus arteriosus Bothalli akan menutup .
langsung dapat berfungsi • Perkembangan paru-paru menyebabkan tekanan negatif pada
untuk pertukaran O2 dan atrium kiri,karena drah diserahkan langsung oleh ventrikel
CO2. Akibat kanan dan dialirkan menuju paru-paru yang telah berfungsi
perkembangan paru-paru • Akibat tekanan negatif pada atrium kanan, foramen ovale
terjadi perubahan akan menutup dengan sendirinya,dan tidak lagi menjadi
sirkulasi darah tempat aliran darah menuju atrium kiri.
diantaranya adalah:

• Tali pusat di potong setelah bayi menangis dengan


nyaring sehingga akan menambah jumlah darah bayi
2.Pemotongan sekitar 50 % .
Tali Pusat • Dengan dilkaukannya pemotongan tali pusat berarti
perubahan sirkulasi pada bayi telah berubah menjadi
sirkulasi orang dewasa.
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai