Anda di halaman 1dari 25

Memilih kata

• Standar
• Makna yang tepat = sesuai dengan ide
• Bentukan yang tepat (sesuai dengan
morfologi)
• Lugas
Bahasa Standar/Baku
• Karateristiknya:
• Cendekia (intellect)
• Luwes (flexible)
• Ajeg (consistent)
• Ragam bahasa tinggi
Kata-kata standar
Makna tepat
• Sesuai dengan maksud yang dikemukakan.
Contoh
Dia sangat emosi.
Emosi = berarti ‘perasaan’ berjenis kata
benda, bukan kata sifat (tidak diberi kata
sangat di depannya)
Di sini berarti emosi berarti ‘marah’.
Bentuk yang tepat
Makna lugas

berkembang beranak pinak

cantik bunga desa

(nyiur) bergoyang (nyiur) melambai-lambai

berpikir memutar otak

bertengkar bersilat lidah


Kata dan Istilah
Proses Penyerapan Kata

• a. Adopsi
• Adopsi adalah penyerapan yang dilakukan
secara utuh tanpa melakukan perubahan atau
penyesuaian.
– novel
– program
– bonus
– radio
– dialog
• Khusus penyerapan dari kata-kata bahasa
serumpun, biasanya dapat dilakukan adopsi
penuh, misalnya
– tuntas
– lugas
– wibawa
– wawas
– ruwet
– bodor
– ceroboh
• Kata-kata asing yang digunakan sebagai istilah
internasional dapat diadopsi. Seperti kata-kata di
bawah ini. Penulisan kata-kata seperti di bawah
ini harus diberi garis bawah atau cetak miring.
Contoh

allegro moderato 'kecepatan sedang' dalam musik
ceteris paribus 'jika hal-hal lain tetap tidak berubah'
esprit de corps 'rasa kesetiakawanan dalam kelompok'
vis-a-vis 'terhadap' atau 'yang berhadapan dengan'
status quo 'dalam keadaan yang sekarang'

• b. Adaptasi
Adaptasi adalah penyerapan yang disesuaikan
dengan kaidah yang berlaku, baik kaidah
bunyi maupun kaidah penulisan. Contoh

nonton -----> menonton


mbacok -----> membacok
nganggur -----> menganggur
nyukur -----> mencukur
Pembentukan Istilah

• a. Sumber istilah
(a) kosakata bahasa Indonesia sendiri,
(b) kosakata bahasa serumpun (maksudnya
bahasa-bahasa daerah), dan
(c) kosakata bahasa asing.
• Syarat pembentukan istilah yang baik seperti berikut.
(1) Kata yang digunakan dapat mengungkapkan makna
atau konsep, keadaan atau sifat yang dimaksudkan
dengan tepat, misalnya istilah tunak untuk kata steady,
kendala untuk konsep kata constraint dsb.
(2) Kata yang digunakan lebih singkat daripada ungkapan
lain yang mempunyai acuan yang sama, misalnya istilah
gulma dengan tumbuhan pengganggu, suaka (politik)
dengan perlindungan.
(3) Kata yang digunakan tidak mempunyai nilai rasa atau
konotasi buruk dan enak didengar, misalnya pramuria
dengan kata hostes. Kata pramuria rupanya lebih enak
didengan dari pada hostes. Di Indonesia kata hostes
mempunyai asosiasi yang negatif, yaitu 'pelacur yang
melayani setiap tamunya (biasanya berada di hotel
atau tempat lain sejenis penginapan)'.
Prioritas penggunaan sumber istilah
1. Kata dalam bahasa Indonesia yang lazim dipakai
saat ini.
2. Kata dalam bahasa Indonesia yang lama yang
tidak lazim dipakai.
3. Kata dalam bahasa daerah yang lazim.
4. Kata dalam bahasa daerah yang lama (tak lazim
dipakai).
5. Istilah dalam bahasa Inggris .
6. Istilah dalam bahasa asing yang lain.
Proses Pembentukan Istilah

• Pertama, penerjemahan yaitu menerjemahkan


istilah asing atau daerah yang mempunyai atau
mewadahi konsep tertentu.
input masukan
editor penyunting
study belajar
assembling rakitan
valid sahih
image citra
scope cakupan
working paper makalah
upgrading course penataran
• Kedua, proses penyerapan yaitu memungut istilah
asing dengan prosedur tertentu.
Proses penyerapan istilah harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut.
(1) Istilah serapan lebih cocok karena konotasinya lebih
baik.
(2) Istilah serapan yang dipilih hendaknya lebih singkat
jika dibandingkan dengan terjemahan dalam bahasa
Indonesia.
(3) Istilah serapan yang dipilih dapat mempermudah
tercapainya kesepakatan makna, jika terjemahan dalam
bahasa Indonesia memiliki banyak sinonimnya.
Istilah asing Istilah yang Istilah yang dihindari
dianjurkan

anus anus lubang pantat, bol


amputation amputasi pemotongan anggota badan
dysentry disentri sakit murus, berak darah
horizon horizon kaki langit, ufuk
• Ketiga, penyerapan dan penerjemahan yaitu mengambil
unsur dengan memungut dan menerjemahkan sebagian
unsur yang dapat diterjemahan. Contoh

clay colloid koloid lempung
bound morpheme morfem terikat
clearance volume volume ruang bebas

• Yang perlu diperhatikan dalam menterjemahkan istilah
adalah (1) istilah yang diterjemahkan diutamakan bentuk
tunggal, (2) terjemahan memudahkan atau tidak
menyulitkan bagi pembelajar, dan (3) terjemahan
mempertimbangkan kepraktisan.
Makna Kata

• a. Makna Leksikal dan Makna Gramatikal


• Berdasarkan hubungan unsur bahasa yang satu dengan
yang lain dalam penggunaan bahasa, makna kata dapat
dibedakan menjadi makna leksikal dan gramatikal. Makna
leksikal ialah makna kata secara lepas, tanpa kaitan dengan
kata lainnya dalam sebuah struktur (frase, klausa, atau
kalimat).
• Contoh:
rumah 'bangunan untuk tempat tingal manusia'
makan 'mengunyah dan menelan sesuatu' (nasi, pisang, jagung, dan
sebagainya)
makanan 'segala yang boleh dimakan' (seperti penganan, kue-kue, dan
sebagainya)
ayah 'orang tua laki-laki; bapak'
• Makna leksikal kata-kata tersebut biasanya dapat
dilihat pada dalam kamus.
• Makna gramatikal (struktural) ialah makna baru yang
timbul akibat terjadinya proses gramatikal yaitu proses
penggabungan dengan unsur lain baik dalam proses
morfologis maupun proses sintaktis. Contoh:
berumah 'mempunyai rumah' (proses morfologis)
berumah tangga ‘menikah’ (proses sintaksis)
rumah-rumah 'banyak rumah' (proses morfologis)
rumah-rumahan 'yang menyerupai rumah' (proses morfologis)
rumah makan 'rumah tempat makan' (proses sintaksis)
rumah ayah 'rumah milik ayah' (proses sintaksis)
rumah kayu 'rumah yang dibuat dari kayu' (proses sintaksis)
b. Makna Denotatif dan Makna
Konotatif
• Makna denotatif ialah makna yang mengacu
langsung pada benda atau hal yang menjadi
makna dasarnya.
• Makna konotatif ialah makna tambahan
terhadap makna dasarnya yang berupa nilai
rasa atau gambaran tertentu.
• Makna Dasar Makna Tambahan
• (denotatif) (konotatif)

babi 'binatang' 'haram/najis'
mampus 'mati' 'mati dengan kasar' (jelek)
merah 'warna' 'berani'; 'dilarang'
ular 'binatang' 'menakutkan/berbahaya'
• Konotasi Positif Konotasi Negatif

berkenan mau, suka


buang air besar berak
jenazah mayat, bangkai
mohon minta
orang desa orang udik
pegawai/karyawan buruh/pekerja
pria laki-laki
suami istri laki bini