Anda di halaman 1dari 16

Kromatografi Kertas

Sejarah Kromatografi Kertas


• Kromatografi kertas ditemukan pada tahun 1943
oleh Martin dan Synge, yang untuk pertama kalinya
memisahkan dan mengidentifikai konstituen
tanaman. Metode ini laris manis setelah tahun
1945
Perngertian Kromatografi Kertas

• Kromatografi Kertas adalah kromatografi yang


menggunakan kertas selulosa murni yang
mempunyai afinitas besar terhadap air atau pelarut
polar lainnya.
• Kromatografi Kertas digunakan untuk memisahkan
campuran dari substansinya menjadi komponen-
komponennya.
Prinsip Kerja Kromatografi Kertas

• Pemisahan senyawa berdasarkan perbedaan


distribusi senyawa fasa diam dan fasa gerak,
campuran akan terpisah disebabkan adanya proses
migrasi yang dinamis dalam suatu sistem yang
terdiri dari 2 fase.
• Pemisahan kromatografi kertas terjadi karena
perbedaan kelarutan zat-zat dalam pelarut serta
perbedaan penyerapan (adsorbsi) kertas terhadap
zat-zat yang akan dipisahkan
Tujuan Kromatografi Kertas
• Tujuan kromatografi kertas adalah memisahan
campuran dari substansinya menjadi komponen-
komponennya berdasarkan distribusi suatu
senyawa pada dua fase, yaitu fase diam dan fase
gerak.
• Fasa diam dalam kromatografi berupa air yang
terikat pada selulosa kertas, sedangkan fasa
geraknya berupa pelarut organik non polar (pelarut
yang sesuai).
Metode Kromatografi Kertas
1. Metode Penaikan (Ascending).
• Kertas digantungkan sehingga bagian bawah kertas tercelup
pada pelarut yang terletak didasr bejana.
• Noda diusahakan tidak sampai tercelup karena dapat larut
dalam pelarut
• Pelarut akan naik melalui serat serat kertas oleh gaya kapiler.
Metode Kromatografi Kertas

2. Metode Penurunan (Descending)


• Pada metode penurunan, eluen (pelarut yang
digunakan untuk memisahkan analit) ditempatkan
di bagian atas kemudian perambatan noda dan
eluen memiliki arah menuruni kertas.
Metode Kromatografi Kertas
3. Metode Mendatar (Radial)
• Kertas dibentuk bulat yang tengahnya diberi sumbu
dari benang atau gulungan kertas.
• Noda ditempatkan pada pusat kertas kemudian
akan naik melalui sumbu sehingga membasahi
kertas untuk kemudian mengembang melingkar
membawa komponen yang dipisahkan.
Nilai Rf ( Retardation Factor)
• Rf merupakan perbandingan jarak antara migrasi
komponen dengan jarak migrasi eluen.
• Nilai Rf menunjukkan identitas sesuatu senyawa
karena nilai ini karakteristik untuk suatu senyawa
pada pelarut tertentu.

• Rf =
Faktor yang mempengaruhi harga
Rf
• Pelarut
perubahan yang sangat kecil dari komposisi pelarut akan
menyebabkan harga Rf berubah.
• Suhu perubahan
suhu menyebabkan perubahan koefisien partisi dan
kecepatan alir.
• Ukuran bejana,
volume bejana mempengaruhi homogenitas atmosfer
sehingga mempengaruhi kecepatan penguapan pelarut
dari kertas.
• Jenis kertas
Pori-pori kertas dan ketebalan kertas akan
mempengaruhi perambatan sehingga berpengaruh
terhadap nilai Rf.
• Sifat campuran
Karakteristik komponen yang akan dipisahkan
mempengaruhi nilai Rf sebab kelarutan dalam eluen dan
partisi komponen-komponen tersebut di antara fasa
tetap dan fasa gerak berbeda-beda sehingga nilai Rf dari
masing-masing komponen akan berbeda pula.
Pelaksanaan Kromatografi Kertas

1. Kertas dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang


diinginkan, diberi tanda garis awal dan garis akhir
pada ujung-ujung kertas.
2. Sampel ditotolkan pada salah satu ujung kertas (garis
awal)
3. Lakukan eludasi (pengembangan) dalam bejana yang
telah dijenuhkan dengan uap fasa gerak. Waktu
eludasi berkisar mulai dari 30 menit hingga 12 jam
4. Lembaran kertas diangkat, dikeringkan dan noda
ditampakan dengan pereaksi yang cocok.
Hal yang Perlu Diperhatikan dalam
Kromatografi Kertas
• Metoda
• Jenis Kertas
• Jenis pelarut
• Bejana kesetimbangan
• Pembuatan sampel
• Waktu eludasi/pengembangan
• Metoda deteksi dan identifikasi
Aplikasi Kromatografi Kertas
Kromatografi kertas banyak digunakan sebagai alat dalam
penelitian dan analisa. Beberapa penerapan dari kromatografi
kertas adalah sebagai berikut:
• Penemuan senyawa-senyawa dalam tanaman
• Analisa logam-logam dalam tanah
• Pemisahan alkaloid (senyawa yang mengandung substansi
dasar nitrogen basa, biasanya dalam bentuk cincin
heterosiklik, banyak terdapat pada tanaman)
• Pemisahan asam lemak
• Analisa bahan tambahan makanan pada makanan
• Pengujian rutin urine dan cairan-cairan lainnya yang
mengandung asam-asam amino dan gula (untuk diagnosa
suatu penyakit)
Kelebihan Kromatografi Kertas
Kromatografi kertas merupakan metode analisa
kualitatif senyawa sederhana. Kelebihan
kromatografi kertas adalah sebagai berikut:
• Tidak diperlukan peralatan yang teliti dan mahal
• Dapat diperoleh hasil yang baik walaupun dengan
peralatan dan materi yang sederhana
• Senyawa yang terpisah dapat dideteksi pada kertas
dan diidentifikasi
Kekurangan Kromatografi Kertas

Kromatografi kertas juga memiliki kekurangan-


kekurangan di antaranya adalah sebagai berikut:
• Banyaknya permasalahan menyangkut cara
pemasukan fasa gerak, perambatan fasa gerak, dan
penggumpalan
• Membutuhkan waktu lama
• Keterbatasan parameter senyawa yang diuji