Anda di halaman 1dari 39

INSECT BITE

STATUS PASIEN
I. IDENTITAS
Nama : Miftah
Umur : 20 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Status :-
Pekerjaan : pelajar/mahasiswa
Bangsa/suku : Melayu
Agama : Islam
Alamat : Pasar kwala mencirim, Binjai

II. ANAMNESA
A. Keluhan Utama : Gatal pada kedua kaki dan tangan, dirasakan sejak ± sejak 3 hari
B. Telaah :Mula-mula gatal timbul di kaki kiri lalu meluas kekaki kanan sejak 1 minggu yang
lalu
C. Keluhan Tambahan : -
Lesi pada kaki pasien pada saat pasien berobat ke poliklinik kulit dan kelamin RSUD
D.R R.M Djoelham Binjai
D. Riwayat Pemakaian Obat :-
E. Riwayat Penyakit Terdahulu :-
F. Riwayat penyakit Keluarga :-
G. Status Gizi dan Kebiasaan : Baik
H. Keadaan Lingkungan : Lingkungan baik dan bersih

III. PEMERIKSAAN/STATUS DERMATOLOGI


A. Lokasi : kaki kanan dan kiri
B. Distribusi : regional
C. Bentuk : Tidak teratur
D. Susunan : Tidak khas
E. Batas : di atas permukaan kulit
F. Ukuran : Miliar dan lentikular
G. Efloresensi : Primer : makula eritema, papul, nodu

H. Sekunder : krusta
H. Palpasi kulit : Kasar

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG:


Pemeriksaan lab
(Tidak di lakukan pemeriksaan)
V. RESUME
Seorang anak perempuan umur 20 tahun di antar ibunya datang
ke poliklinik kulit dan kelamin RSUD D.R R.M Djoelham
dengan keluhan gatal pada kaki kanan dan dijumpai bercak
kemerahan serta sisik halus pada kaki sejak ± seminggu yang lalu
, mula-mula ruam timbul di kaki kiri meluas ke kaki kanan sejak
1 minggu yang lalu
VI. DIAGNOSA SEMENTARA
- insect bite
VII. DIAGNOSIS BANDING
1. dermatitis kontak alergi
2. Tinea pedis
VIII. PENATALAKSANAAN
UMUM :
- Menjaga higiene kulit harus ditingkatkan
- Menghingdar faktor pencetus
KHUSUS :
sistemik
- Antihistamin
- Kortikosteroid
- Antibiotik
topikal
- Kortikosteroid
- Betametason Dipropionat
IX. PROGNOSIS
Baik, apabila faktor pencetus dapat dihindari dan menjaga higiene kulit
INSECT BITE
DEFINISI

Insect bite atau gigitan


serangga adalah kelainan
akibat gigitan atau tusukan
serangga yang disebabkan
reaksi terhadap toksin atau
alergen yang di keluarkan
orthopoda penyerang.
EPIDEMIOLOGI

Bayi dan anak anak lebih rentan terkena


gigitan serangga dibandingkan orang dewasa.
Salah satu faktor yang mempengaruhi
penyakit ini yaitu terjadi pada tempat tempat
yang banyak serangga, seperti diperkebunan,
sawah.
ETIOLOGI

Secara Umum gigitan serangga di bagi menjadi 2 yaitu:

Venomous (beracun) Non venomous (tidak beracun)


Biasanya menyerang dengan cara Menggit dan menusuk kulit dan masuk
menyengat, misalnya tawon lebah menghisap darah, misalnya nyamuk
MANIFESTASI KLINIS
Pada awalnya muncul prasaan yang sangat gatal di sekitar gigitan
dan kemudian munvul papul papul yang mengalami eksoriasi dapat
muncul dan dapat menjadi prurigo nodularis. Vesikel dan bula dapat
muncul menyerupai pempogoid bullosa, dan reaksi yang timbul
tergantung dari imun penderita.
Reaksi yang timbul berupa:
-gatal
-rasa panas
-bercak bercak kemerahan
-bengkak
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan dengan laboratorium dimana


terjadi peningkatan jumlah eosinofil dalam
pemeriksaan darah.
PENATALAKSANAAN

Terapi digunakan biasanya untuk menghindari rasa


gatal dan mngontrol terjadinya infeklsi sekunder
pada kulit, gatal merupakan keluhan utama,
campuran menthol, fenol, atau camphor gel atau
lotion dapat mengurangi rasa gatal, dan dapat juga
diberikan antihistamin untuk mengurangi rasa
gatal.
DERMATITIS KONTAK ALERGI
DEFISI

Dermatitis kontak alergi ialah dermatitis yang


disebabkan oleh bahan (Substansi) yang
menempel pada kulit.
JENIS DERMATITIS KONTAK

Dikenal dua macam jenis dermatitis


kontak yaitu dermatitis kontak iritan
dan dermatitis kontak alergik;
keduanya dapat bersifat akut maupun
kronis
ETIOLOGI

Bahan yang bersifat iritan, misalnya:


bahan pelarut, detergen, minyak
pelumas, asam, alkali, dan serbuk kayu
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Perbedaan ketebalan kulit


Lama kontak
diberbagai tempat
menyebabkan perbedaan
Kekerapan (terus menerus permeabilitas
atau berselang)
Usia (anak dibawah 8 tahun
lebih mudah teriritasi))
Adanya oklusi menyebabkan
kulit lebih permeabel
Jenis kelamin (wanita > laki-
laki)
Gesekan dan trauma fisis
Penyakit kulit yang pernah atau
Suhu dan kelembaban sedang dialami (misalnya
lingkungan dermatitis atopik)
EPIDEMIOLOGI

Dermatitis kontak iritan dapat


diderita oleh semua orang
dari berbagai golongan umur,
ras, dan jenis kelamin
MANISFESTASI KLINIS

Kulit tersa Kelainan kulit kulit kering

DKI AKUT LAMBAT

DKI KRONIS
DKI AKUT

pedih baru terlihat eritema


eritema setelah 12-24
jam atau lebih skuama
vesikel lambat laun
bula kulit tebal (
sebatas hiperkeratosis
daerah yang ) dan
terkena likenifikasi
berbatas batas
tegas kelaianan
tidak tegas
Diagnosis Banding

• Dermatitis kontak
iritan
DD • Dermatitis Atopik
• Dermatitits
Seboroik
TINEA PEDIS
• Tinea pedis juga disebut ”Athlete’s foot”
merupakan dermatofitosis pada kaki
terutama pada sela-sela jari dan telapak
Definisi tangan.

• Trichophyton rubrum (60%)


• Trichophyton mentagrophytes (20%)
Penyebab • Epidermophyton floccosum (10%)
INSIDEN
Infeksi jamur Umumnya Sering
menyerang
yang paling banyak orang dewasa
sering terjadi terjadi pada yang banyak
diseluruh bekerja di
dunia.
laki – laki. tempat basah/
orang –orang
yang setiap hari
harus memakai
sepatu tertutup.
FAKTOR PREDISPOSISI

HIV/AIDS,
transplantasi
organ, Usia lanjut,
kemoterapi, obesitas, DM
steroid, gangguan
nutrisi

Risiko
Tinea
Pedis
MANISFESTASI KLINIS

Bentuk interdigitalis

Bentuk hiperkeratosis
(moccasin foot)

Bentuk vesikular
bullosa subakut
BENTUK KLINIS

1. Bentuk interdigitalis
• Sering terjadi di antara jari ke IV dan V
• Infeksi bisa menjalar ke bagian kaki lainnya.
Terdapat 2 jenis:
a. Berskuama dan kering
b. Maserasi, terkelupas, membentuk fisura pada
kulit di sela-sela jari
2.Moccasin foot
• Makula eritem berbatas jelas dengan papul
miliaris pada tepinya, dengan skuama
halus, hiperkeratosis.
• Sering ditemukan pada tumit, telapak kaki,
hingga tepi kaki. Dapat terjadi pada satu
kaki atau lebih sering pada kedua kaki.
3. Tipe yang meradang/ Bula (sub akut)
• Terdapat vesikel ataupun bula yang berisi cairan bening.
• Jika terdapat nanah mengindikasin infeksi dari S.
Aureus
• Setelah pecah, vesikel meninggalkan sisik kasar yang
berbentuk lingkaran yang disebut koleret
• Dapat terjadi pada telapak dan punggung kaki
4. Tipe ulserasi/ akut
• Lesi meluas dari tinia pedis interdigitalis ke
bagian dorsal dan plantar kaki.
• Gambaran lesi akut, eritema, edema, berbau.
Kondisi hiperhidrosis, maserasi, serta ulserasi
pada kaki, stasis vaskular, dan bentuk sepatu
yang kurang baik merupakan predisposisi untuk
mengalami infeksi
• Sering disertai superinfeksi oleh S. aureus
Pemeriksaan
•Mikologik
–Sediaan basah : KOH 10% ; gambaran
terlihat adalah hifa, sebagai dua garis
sejajar, terbagi oleh sekat dan bercabang
maupun spora berderet(artrospora).
–Pembiakan : menyokong sediaan basah
dan menentukan spesies jamur.
Pencegahan

•Edukasi pasien
–Menjaga kebersihan kaki
–Pengeringan kaki
–Perawatan kuku kaki
–Memakai kaos kaki bersih saat
mengenakan sepatu
•Penatalaksanaan terhadap faktor
predisposisi.
Penatalaksanaan

• Obat antifungal topikal


– Obat fungisidal (terbinafine, butafine dan naftifine)
lebih sering pilih daripada obat fungistatik  angka
kesembuhan tinggi.
• Obat antifungal oral
– Obat baru (triazole, fluconazole, itraconazole dan
allylamine)  aktivitas broad spectrum
THAN K YOU