Anda di halaman 1dari 89

Laporan Mini Project

PENDATAAN KELUARGA
SEHAT
DI RT 001 RW 005
KELURAHAN JENGGOT
dr. Nadya Marcia
dr. Nourma Yustia Sari
dr. Harits Hammam Adhadi
dr. Sri Mulyani
dr. Lili Delpiani
PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA
PUSKESMAS JENGGOT
Pembimbing: dr. Aditiya Pramudya W, MMR KOTA PEKALONGAN
2018
1
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG TUJUAN PENELITIAN
RUMUSAN MASALAH MANFAAT PENELITIAN

2
LATAR BELAKANG
 Program Indonesia Sehat merupakan salah satu upaya
peningkatan derajat kesehatan dan status gizi
masyarakat.
 Program Indonesia Sehat termasuk dalam agenda ke-5
Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia
Indonesia.
 Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan
menegakkan tiga pilar utama, yaitu: (1) penerapan
paradigma sehat, (2) penguatan pelayanan kesehatan,
dan (3) pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN).
3
LATAR BELAKANG (2)

 Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang


menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM)
dan upaya kesehatan perorangan (UKP) tingkat pertama
dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan
preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tinggi di wilayah kerjanya.
 Menurut Pedoman Umum Program Indonesia Sehat,
Puskesmas merupakan pelaksana terdepan dari Program
Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga

4
LATAR BELAKANG (3)

 Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas


untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan
mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesehatan
di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga.
 Dengan melakukan kunjungan keluarga, puskesmas akan
dapat mengenali masalah-masalah kesehatan yang
dihadapi oleh keluarga secara menyeluruh (holistik).

5
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimanakah Indeks Keluarga Sehat masyarakat RT 1 RW
5 Kelurahan Jenggot?
2. Apakah yang menjadi permasalahan kesehatan pada
masyarakat RT 1 RW 5 Kelurahan Jenggot?
3. Apakah upaya yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan
permasalahan kesehatan tersebut?

6
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan
yang terdapat pada masyarakat RT 1 RW 5 Kelurahan Jenggot serta
upaya menyelesaikan permasalahan kesehatan tersebut.
Tujuan Khusus
1. Melakukan pengumpulan data keluarga sehat melalui observasi dan
wawancara
2. Mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang terdapat pada
masyarakat RT 1 RW 5 Kelurahan Jenggot dan menentukan prioritas
masalah kesehatan yang ditemukan
3. Melakukan analisis penyebab permasalah kesehatan
4. Menyusun plan of action dari kegiatan intervensi yang direncanakan

7
MANFAAT PENELITIAN
1. Sebagai bahan masukan kepada puskesmas dan instansi
terkait mengenai masalah kesehatan yang terdapat pada
masyarakat RT 1 RW 5 Kelurahan Jenggot
2. Membantu menggali potensi dan peran keluarga dalam
memecahkan permasalahan kesehatan di lingkungannya.
3. Sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program indonesia
sehat dengan pendekatan keluarga di wilayah Puskesmas
Jenggot.

8
TINJAUAN PUSTAKA
Program Indonesia Sehat Penghitungan Indeks Keluarga Sehat
Konsep Keluarga Penentuan Prioritas Permasalahan Kesehatan

9
Program Indonesia Sehat
 Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program
dari agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas
Hidup Manusia Indonesia. Program ini didukung oleh
program sektoral lainnya yaitu Program Indonesia Pintar,
Program Indonesia Kerja, dan Program Indonesia
Sejahtera.
 Sasaran dari Program Indonesia Sehat adalah
meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi
masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan
masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial
dan pemerataan pelayanan kesehatan
10
 Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan
menegakkan tiga pilar utama, yaitu: (1) penerapan
paradigma sehat, (2) penguatan pelayanan kesehatan,
dan (3) pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN).
Kesemuanya itu ditujukan kepada tercapainya keluarga-
keluarga sehat.

11
Konsep Keluarga Sehat

12
Setiap keluarga memiliki Tim Pembina Keluarga
Setiap Tim Pembina memiliki Profil Kesehatan
Keluarga dan Rencana Pembinaan
Terdapat interaksi antara Tim Pembina dan Keluarga
13
Indikator Program Indonesia Sehat

1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB)


2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan
3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif
5. Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan
6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar
7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur
8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan
9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok
10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih
12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat

14
Indeks Keluarga Sehat

 Berdasarkan data 12 indikator keluarga sehat, dilakukan


penghitungan Indeks Keluarga Sehat (IKS) dari setiap keluarga.
 Keadaan masing-masing indikator mencerminkan kondisi PHBS
dari keluarga yang bersangkutan.

15
NILAI
KELUARGA ANAK KE-1 ANAK KE-2 ANAK KE-3
NO INDIKATOR AYAH IBU KELUARG
A >15TH 11BLN-5TH 11 BLN
A

A B C D E F G H I

16
Indeks Keluarga Sehat

Jumlah indikator keluarga sehat yang bernilai 1


IKS = -------------------------------------------------------------------------
12 – Jumlah indikator yang tidak ada di keluarga

Jumlah keluarga dengan IKS > 0,800


IKS RT/RW/Kelurahan/Desa = -----------------------------------------------
Jumlah seluruh keluarga di wilayah tsb

Jumlah keluarga bernilai 1 utk indikator ybs


Cakupan indikator = --------------------------------------------------------------------- x 100%
Jumlah seluruh keluarga yang memiliki indokator ybs*)

17
Indeks Keluarga Sehat

 Kategori keluarga sehat


 Nilai indeks > 0,800 : keluarga sehat
 Nilai indeks 0,500 – 0,800 : pra-sehat
 Nilai indeks < 0,500 : tidak sehat

18
Penentuan Prioritas Masalah

 Data yang sudah diolah selanjutnya dianalisis untuk


mengidentifikasi masalah kesehatan, masalah sumber daya, dan
masalah-masalah lain yang berkaitan.
 1. Di tingkat Keluarga
 2. Di tingkat RT/RW/Kelurahan/Desa
 3. Di tingkat Kecamatan
 Selanjutnya dari hasil olahan data umum dan khusus serta data
Profil kecamatan, Puskesmas dapat mengidentifikasi masalah-
masalah kesehatan tambahan, masalah-masalah kesehatan lain,
dan potensi kecamatan untuk mengatasi masalah-masalah
kesehatan yang dihadapi
19
 Setelah beberapa masalah ditemukan, selanjutnya menentukan
prioritas masalah dengan mempertimbangkan faktor-faktor
berikut:
1. Tingkat urgensinya (U), yakni apakah masalah tersebut penting
untuk segera diatasi
2. Keseriusannya (S), yakni apakah masalah tersebut cukup parah
3. Potensi perkembangannya (G), yakni apakah masalah tersebut
akan segera menjadi besar dan/atau menjalar
4. Kemudahan mengatasinya (F), yakni apakah masalah tersebut
mudah diatasi mengacu kepada kemampuan
keluarga/RT/RW/Kelurahan/Desa/Kecamatan/Puskesmas. 20
METODE PENELITIAN
RUANG LINGKUP PENELITIAN Materi/Alat Penelitian
Jenis Penelitian Metode Pengumpulan Data
Populasi dan Sampel ANALISIS DATA

21
RUANG LINGKUP PENELITIAN
 Ruang Lingkup Keilmuan
Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah
bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat.
 Ruang Lingkup Tempat
Penelitian ini dilaksanakan di RT 1 RW 5 Kelurahan
Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan.
 Ruang Lingkup Waktu
Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober s.d.
November 2018.
22
JENIS PENELITIAN
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan
teknik survei yang bertujuan untuk menyajikan gambaran
lengkap mengenai suatu hal baik sosial maupun eksplorasi
dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan.

23
POPULASI DAN SAMPEL
PENELITIAN
 Populasi: seluruh warga yang tinggal di wilayah RT 1 RW 5 Kelurahan
Jenggot.
 Sampel : warga pada wilayah tersebut yang memenuhi kriteria
inklusi.
Kriteria inklusi
1. Seluruh warga dengan semua usia di kelurahan jenggot.
2. Warga yang tinggal di wilayah kelurahan Jenggot setidaknya 6 bulan
terakhir atau berencana tinggal menetap di kelurahan Jenggot
selama 6 bulan kedepan.
3. Warga yang tinggal di tatanan keluarga rumah tangga, dan/atau
rumah kos.
Kriteria eksklusi
1. Warga yang menolak dilakukan survei.
2. Warga yang telah pindah tempat tinggal diluar kelurahan Jenggot
atau berencana tinggal menetap diluar kelurahan Jenggot.
24
MATERI/ALAT PENELITIAN
1. Formulir pendataan keluarga sehat
2. Tensimeter
3. Alat tulis
4. Flyer Paket Informasi Kesehatan Keluarga (Pinkesga)
5. Stiker keluarga sehat
6. Fotocopy KK dan JKN
7. Peta bangunan rumah RT 1 RW 5 Kelurahan Jenggot
8. Gawai untuk input data online (tablet, smartphone)
9. Tas, rompi, dan papan jalan

25
METODE PENGUMPULAN DATA

 Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data


primer.
 Data primer diperoleh melalui metode wawancara
langsung kepada masing-masing anggota keluarga dengan
menggunakan formulir pendataan keluarga sehat dan
meminta fotokopi kartu keluarga dan kartu JKN.
Instrumen wawancara didapatkan dari Dinas Kesehatan.
 Metode observasi untuk melengkapi data yang tidak
didapatkan dari hasil wawancara.
26
METODE PENGUMPULAN DATA
(2)

Dari hasil wawancara dan observasi kemudian dilakukan skoring untuk memperoleh
indeks keluarga sehat, yang meliputi indikator-indikator sebagai berikut.
1. Keluarga mengikuti program kb
2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan
3. Bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap
4. Bayi mendapatkan asi eksklusif
5. Balita dipantau pertumbuhannya
6. Penderita TB paru mendapatkan pengobatan sesuai standar
7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur
8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan
9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok
10. Keluarga sudah menjadi anggota jaminan kesehatan nasional (JKN)
11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih
12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat

27
ANALISIS DATA
 Data yang dikumpulkan dilakukan penghitungan Indeks
Keluarga Sehat (IKS) untuk masing-masing keluarga,
sekaligus untuk menentukan IKS wilayah.
 Dilakukan pula penghitungan cakupan indikator keluarga
sehat untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan.
 Permasalahan kesehatan yang ditemukan dibuat urutan
prioritas. Permasalahan dengan prioritas pertama
dilakukan analisis penyebab masalah kesehatan untuk
menggali potensi pemecahan masalah.

28
HASIL PENELITIAN
KARAKTERISTIK DASAR
INDIKATOR KELUARGA SEHAT
MASALAH KESEHATAN DAN ANALISIS PENYEBAB MASALAH

29
A. KARAKTERISTIK DASAR

 1. DISTRIBUSI BERDASARKAN JENIS KELAMIN


Jenis Kelamin

Laki-laki Perempuan Jumlah

Jiwa Jiwa Jiwa


141 JUMLAH
150 141 150 291

48% 52% 100%

L P

30
 2.
80
DISTRIBUSI BERDASARKAN USIA
70

60

50  Rerata usia 27 tahun dengan usia


termuda 6 bulan dan usia tertua 76
40
USIA tahun.
30

20

10

0
118

163
100
109

127
136
145
154

172
181
190
1
10
19
28
37
46
55
64
73
82
91

31
 3. DISTRIBUSI BERDASARKAN STATUS PERKAWINAN Status Perkawinan
0 12

Status Jumlah Presentase (%)


Perkawinan
Kawin 132 45
132
Belum Kawin 147 51

Cerai Hidup 0 0
147
Cerai Mati 12 4

Jumlah 291 100

KAWIN BELUM KAWIN CERAI HIDUP CERAI MATI

32
Sales
 4. DISTRIBUSI BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN
TIDAK/BELUM
Tingkat Jumlah Presentase (%) SEKOLAH
Pendidikan BELUM TAMAT SD
TIDAK/BELUM SEKOLAH 51 18
TAMAT SD
BELUM TAMAT SD 43 15 0%
15% 0% 18%
TAMAT SD 94 32 SLTP
20
SLTP 57
20% 15%
15 SLTA
SLTA 44
D1 0 0
32% D1
D2 0 0
D3 1 0 D2

S1 1 0
D3
S2 0 0
Jumlah 291 100%
33
 5. DISTRIBUSI BERDASARKAN PEKERJAAN
Chart Title
Pekerjaan Jumlah Presentase (%)
TIDAK/BELUM BEKERJA
TIDAK/BELUM BEKERJA 56 19

PELAJAR/MAHASISWA 67 23 PELAJAR/MAHASISWA
2%
0%
16% 19%
MENGURUS RUMAH TANGGA 43 15 MENGURUS RUMAH
0%
TANGGA
BURUH HARIAN LEPAS 72 25
BURUH HARIAN LEPAS
25% 23%
PNS 1 0,5
PNS
WIRASWASTA 45 15 15%

PETANI 0 0 WIRASWASTA

KARYAWAN SWASTA 7 1,5


Jumlah 291 100

34
B. INDIKATOR KELUARGA SEHAT

 1. KELUARGA YANG MENGIKUTI KB KB

KB Jumlah Presentase

Ya 41 46

Tidak 35 54 YA
46%
54% TIDAK
N - -

Jumlah 76 100%

Terdapat 74 orang yang memenuhi kriteria indikator dari


291 orang yang disurvei untuk indikator tersebut.
Cakupan Keluarga yang mengikuti program KB adalah 46
%

35
 2. IBU YANG MELAKUKAN PERSALINAN DI FASILITAS KESEHATAN
Persalinan di Ya Tida Total TIDAK BERSALIN DI FASKES
0%
Faskes k
Jumlah 45 0 45
Presentase 100% 0% 100% YA
TIDAK

YA
100%

Terdapat 45 KK yang memenuhi kriteria indikator dari 45 KK yang


disurvei untuk indikator tersebut.
Cakupan ibu yang menjalani persalinan di fasilitas kesehatan adalah
100%

36
 3. BAYI MENDAPATKAN
Imunisasi Dasar Lengkap IMUNISASI
Ya DASAR LENGKAP
Tidak Total IMUNISASI DASAR LENGKAP

Jumlah 21 4 3
16%
Presentase (%) 67% 33% 100%
YA
TIDAK

84%

Terdapat 21 KK yang memenuhi kriteria indikator dari 25


KK yang disurvei untuk indikator tersebut.
Cakupan balita yang mendapatkan imunisasi dasar
lengkap dengan 84%
37
 4. BAYI MENDAPATKAN ASI EKSLUSIF ASI EKSKLUSIF
ASI Ya Tidak Total

Jumlah 22 3 25
12%
Presentase (%) 88% 12% 100%
YA
TIDAK

88%

Terdapat 22 KK yang memenuhi kriteria indikator dari 3


KK yang disurvei untuk indikator tersebut.
Cakupan bayi mendapatkan ASI Ekslusif adalah 88%.

38
 5. BAYI DIPANTAU PERTUMBUHANNYA BALITA DITIMBANG
Bayi ditimbang Ya Tidak Total

Jumlah 24 1 25
4%

Presentase (%) 96 4% 100%


YA
% TIDAK

96%

Terdapat 24 KK yang memenuhi kriteria indikator


dari 1 KK yang disurvei untuk indikator tersebut.
Cakupan bayi yang mendapatkan ASI Ekslusif
adalah 96%.

39
 6. PENDERITA TB PARU MENDAPATKAN PENGOBATAN SESUAI STANDAR
TIDAK TB PARU DENGAN
TB Paru dengan Ya Tidak Total 0%
PENGOBATAN
pengobatan lengkap
Jumlah 1 0 1
Presentase (%) 100 0% 100%
%

Terdapat 1 KK yang memenuhi kriteria indikator dari 1 KK yang


disurvei untuk indikator tersebut. Cakupan indikator 100%. YA
100%

40
7. Penderita hipertensi melakukan
pengobatan secara teratur

ART Hipertensi Hipertensi Total HIPERTENSI BEROBAT RUTIN


berobat tidak
rutin berobat
rutin 22%

YA
Jumlah 2 7 9
TIDAK
Presentase 22% 78% 100%
78%

Terdapat 2 KK yang memenuhi kriteria indikator dari 25 KK yang disurvei


untuk indikator tersebut. Cakupan penderita hipertensi dengan pengobatan
teratur adalah 22%
41
 8. PENDERITA GANGGUAN JIWA MENDAPATKAN PENGOBATAN DAN TIDAK
DITELANTARKAN
Gangguan jiwa Ya Tidak Total GANGGUAN JIWA
dengan
pengobatan
0%
Jumlah 0 0 0
YA
Presentase (%) 0% 0% 0% TIDAK

Dari 79 KK yang disurvey tidak ada seorangpun ART yang


menderita gangguan jiwa. Cakupan ART yang mengalami
gangguan jiwa dan tidak ditelantarkan adalah 0%

42
9. ANGGOTA KELUARGA TIDAK ADA YANG MEROKOK
ART YANG MEROKOK
Merokok Ya Tidak Total
Jumlah 29 50 79
Presentase (%) 37% 63% 100%
37%
YA
TIDAK
63%
Terdapat 29 KK yang memenuhi kriteria indikator dari 79
KK yang disurvei untuk indikator tersebut.
Cakupan keluarga yang tidak merokok mencapai 37%

43
 10. KELUARGA SUDAH MENJADI ANGGOTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN)

Anggota JKN Ya Tidak Total


ANGGOTA JKN
Jumlah 21 58 79
Presentase (%) 27% 73% 100%

Terdapat 21 KK yang memenuhi kriteria 27%


indikator dari 79 KK yang disurvei untuk YA

indikator tersebut. TIDAK

Cakupan keluarga yang sudah menjadi 73%

anggota JKN adalah 27%

44
 11. KELUARGA MEMPUNYAI AKSES SARANA AIR BERSIH
ART DENGAN AIR BERSIH
ART dengan air Ya Tid Total
bersih ak
Jumlah 79 0 79
0%
Presentase (%) 100% 0% 100%
YA
Terdapat 79 KK yang memenuhi kriteria indikator TIDAK

dari 79 KK yang disurvei untuk indikator tersebut.


Cakupan keluarga yang mempunyai sarana air bersih 100%

adalah 100%.

45
 12. KELUARGA MEMPUNYAI AKSES ATAU MENGGUNAKAN JAMBAN SEHAT

ART dengan Ya Tidak Total


jamban sehat AKSES JAMBAN SEHAT
Jumlah 79 0 79
Presentase (%) 100% 0% 100%
0%

YA
Terdapat 79 KK yang memenuhi kriteria indikator TIDAK
dari 79 KK yang disurvei untuk indikator tersebut.
100%
Cakupan keluarga yang menggunakan jamban
sehat
adalah 100%.

46
Rekapitulasi Data Profil Kesehatan Keluarga
RT 01/RW 05 Kelurahan Jenggot

Akses air bersih


Tidak merokok
Balita timbang

Akses jamban
Keluarga JKN
ASI eksklusif
Program KB

HT berobat
TB Berobat
Bersalin di

Imunisasi

Ggn. jiwa
berobat
lengkap

teratur
faskes

sehat
No. Urut No. Urut

BB
NO NAMA KK
Bangunan Keluarga

1 1 1 ABDUL WAHAB Y Y T Y T N N N T T Y Y
2 2 1 SAIFULLAH Y Y Y Y Y N N N T T Y Y
3 3 1 SAFI'I Y N N N N N N N T T Y Y
4 4 1 TASURUN T N N N N N N N Y T Y Y
5 5 1 M. KHOIRUL Y Y T Y Y N N N T T Y Y
6 6 1 SUHANDI T Y Y Y Y Y N N T T Y Y
7 7 1 MUSTAIN Y N N N N N N N Y T Y Y
8 8 1 MURTADHO T Y Y Y Y N N N T T Y Y
9 9 1 HISOM Y N N N N N N N T T Y Y
10 14 1 SLAMET Y N N N N N N N T Y Y Y
11 15 1 WAHID Y N N N N N N N Y Y Y Y
12 16 1 WAHYU MULYONO Y N N N N N N N T T Y Y
13 17 1 AHMAD TURMUDZI Y Y Y Y Y N N N T T Y Y
14 18 1 SITI SAPARIYAH T N N N N N Y N T Y Y Y
15 19 1 KASMURI T N N N N N N N Y Y Y Y
16 20 1 NASRUDIN Y Y Y Y Y N N N T T Y Y
17 21 1 MUTHOHIRIN T N N N N N N N T T Y Y
18 22 1 AMAT ROZALI T N N N N N N N T Y Y Y
19 23 1 MUDHOFAR T N N N N N N N Y Y Y Y
20 24 1 MUDASIR Y N N N N N N N T Y Y Y
21 25 1 AINURROHMAN Y N N N N N N N T T Y Y
22 25 2 M. DAWAM Y Y Y Y Y N N N T T Y Y
23 26 1 NUR HAMID T N N N N N N N Y T Y Y
24 26 1 KISJANTO T N N N N N N N Y T Y Y
25 27 1 ZAINAL ABIDIN T N N N N N T N Y T Y Y
26 27 1 ARIF KHAMDAN T N N N N N N N Y T Y Y
27 28 1 SHOLEH MABRUR T Y T Y Y N N N 47 T T Y Y
28 29 1 MABRUROH T N N N N N T N Y T Y Y
29 29 2 MUHAMMAD ARIEF FAHMI T N N N N N N N T T Y Y
30 30 1 ZAINUL IBAD Y Y Y Y Y N N N T T Y Y
31 31 1 SLAMET T N N N N N T N Y T Y Y
32 32 1 AHMAD DURI T N N N N N N N Y Y Y Y
33 32 1 ABDUL SYUKUR T N N N N N N N Y T Y Y
34 33 1 ABDUL ROFEK T N N N N N N N T Y Y Y
35 34 1 SHODIQIN T N N N N N T N Y T Y Y
36 36 1 MAR'ATUN T N N N N N N N T Y Y Y
37 37 1 HASAN MUKMIN T N N N N N N N T Y Y Y
38 38 1 KHOLIDIN T N N N N N N N T T Y Y
39 39 1 SAMSURI Y N N N N N N N T T Y Y
40 39 2 ADI KURNIAWAN Y Y Y T Y N N N Y T Y Y
41 40 1 AHMAD GHUZAINI Y N N N N N N N T T Y Y
42 41 1 TUSIYAH Y N N N N N N N T T Y Y
43 41 2 AGUS CIPTONO Y Y Y Y Y N N N Y Y Y Y
44 42 1 BASRONI Y Y Y Y Y N N N T T Y Y
45 43 1 ZAKIRON T N N N N N T N T T Y Y
46 44 1 RIZA FAHLAH Y Y Y Y Y N N N Y T Y Y
47 45 1 SOCHIBIN Y Y Y Y Y N N N T T Y Y
48 46 1 MUHADI Y N N N N N N N Y T Y Y
49 47 1 BUKHORI T Y Y Y Y N N N Y T Y Y
50 48 1 SRI MONAH Y N N N N N T N Y Y Y Y
51 48 2 AMIN KAHFI Y Y Y T Y N N N T T Y Y
52 49 1 BUDI HERI T N N N N N N N T T Y Y
53 50 1 ABDUL KHAKIM Y N N N N N N N T T Y Y
54 51 1 FAUZI T N N N N N N N T T Y Y
55 52 1 MAHSUN Y N N N N N N N Y Y Y Y
56 53 1 ALFA QOMARUN Y Y Y Y Y N N N Y Y Y Y
57 54 1 ASLIKHA Y N N N N N N N 48
Y T Y Y
58 55 1 MURA'AH Y N N N N N N N Y T Y Y
59 55 2 AMAT KAERON Y N N N N N N N T Y Y Y
60 56 1 NGARWAN Y N N N N N N N T Y Y Y
61 56 2 SAIFUL AMRI Y Y Y Y Y N N N T T Y Y
62 57 1 AKHMAD NASIKHIN T N N N N N N N T T Y Y
63 58 1 UMI KULSUM T N N N N N Y N Y T Y Y
64 58 2 MUHAMMAD ZAMRONI T Y T Y Y N N N T T Y Y
65 59 1 MUHTAROM T N N N N N N N T Y Y Y
66 60 1 FAUZI T Y Y Y Y N N N Y T Y Y
67 61 1 NUR ROHMAN N N N N N N N N T T Y Y
68 61 2 NUR ROKHIM Y Y Y Y Y N N N T T Y Y
69 62 1 SHOBIRIN Y N N N N N N N T T Y Y
70 63 1 FAUZAN Y N N N N N T N T Y Y Y
71 64 1 MARWIYAH Y N N N N N N N Y T Y Y
72 64 2 SAMUDRO T Y Y Y Y N N N T T Y Y
73 65 1 KAMALI T N N N N N N N T Y Y Y
74 66 1 ROHMAT N N N N Y N N N Y T Y Y
75 67 1 MUSTOFA Y Y Y T Y N N N T T Y Y
76 68 1 HANA FUDDIN Y N N N N N N N T T Y Y
77 69 1 DECKY RAHMAN Y N N N N N N N 49 T T Y Y
78 70 1 ZAENAL ABIDIN N N N N N N N N T Y Y Y
79 71 1 AHMAD BUDI T Y Y Y Y N N N Y T Y Y
INDEKS KELUARGA SEHAT (IKS)

 Indeks keluarga sehat dinilai dengan kategori kesehatan masing-masing


keluarga dengan mengacu pada ketentuan berikut:
 Nilai indeks > 0,800 : keluarga sehat
 Nilai indeks 0,500 – 0,800 : pra-sehat
 Nilai indeks < 0,500 : tidak sehat
 Dari 79 keluarga, didapatkan 6 keluarga dengan IKS sehat, 67 keluarga IKS pra
sehat dan 6 keluarga tidak sehat. Dengan IKS tertinggi 1,00 dan terendah
0,33.

50
INDEKS KELUARGA SEHAT (IKS)

IKS Jumlah Presentase Chart Title


Sehat 6 7%
Pra sehat 67 85 %
Tidak sehat 6 8% 8% 7%
79 100% Keluarga Sehat
Jumlah Pra Sehat
Tidak Sehat

85%
Berdasarkan data diatas, IKS Wilayah RT 001 RW 005
Kelurahan Jenggot adalah 0.076 yang termasuk kategori
tidak sehat.

51
C. MASALAH KESEHATAN DAN ANALISIS
PENYEBAB MASALAH
 1. Identifikasi masalah

20%

54% 100% 84% 88% 96%


52
1. Identifikasi masalah

100% 22% 0% 37% 27% 100% 100%

53
• Penderita hipertensi tidak berobat teratur
• Keluarga yang belum menjadi anggota JKN
• Anggota keluarga banyak yang merokok
5 masalah • Keluarga yang mengikuti program KB
• Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
utama

54
2. Prioritas Masalah

FAKTOR-FAKTOR PENENTU

Urgensinya (U) Keseriusannya (S)


penting untuk segera diatasi  cukup parah

Kemudahan mengatasinya (F)


Potensi perkembangannya (G)  mudah diatasi mengacu kepada
kemampuan keluarga
 masalah tersebut akan segera
RT/RW/Kelurahan/Desa/Kecamata
menjadi besar dan/atau menjalar
n/
Puskesmas
55
TABEL PRIORITAS MASALAH
No Indikator Nilai Keluarga Nilai U Nilai S NIlai G Nilai F Nilai Total Prioritas
(cakupan)

skala likert
1. Bayi mendapat imunisasi dasar 84% 5 5 4 2 16 2
lengkap
5=sangat besar
2. Penderita hipertensi yang melakukan 22% 5 5 3 5 18 1 4=besar
pengobatan secara teratur 3=sedang
2=kecil
1=sangat kecil

3. Keluarga yang mengikuti program KB 54% 3 3 3 5 14 4

4. Keluarga yang menjadi anggota JKN 26% 4 3 2 3 12 5

5 Anggota keluarga yang tidak merokok 37% 4 4 4 3 15 3 56


PEMECAHAN MASALAH
PRIORITAS MASALAH DAN ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TINGKAT RT

57
1. HIPERTENSI

58
Diagram Tulang Ikan
Man (SDM) /
Mother Mind (Pikiran)
Nature/ Material
Lingkungan
Kurangnya informasi mengenai
penyakit, komplikasi hipertensi Kurangnya
Pengetahuan,kesadaran,
Enggan berobat karena sikap dan motivasi dari
sibuk bekerja pasien dan keluarga
Kurangnya akses
Rendahnya latar
dan jumlah faskes Gaya hidup tidak sehat,
belakang
PPK seperti merokok,kurangnya
pendidikan
aktifitas fisik dan rendahnya
mengatur pola makan penduduk yang
rendah garam berusia tua (> 50 Penderita
tahun) Hipertensi
tidak
melakukan
pengobatan
secara rutin
Anggapan berobat ke
tenaga kesehatan
mahal
Alat media promosi
mengenai hipertensi perlu Keterbatasan penghasilan
ditingkatkan
dan belum memiliki JKN
Kurangnya
pengetahuan IT
tentang akses
informasi

Measurement
Method/proce Machine/ 59
/
ss teknologi
money
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH HIPERTENSI
Masalah Penyebab Tujuan Sasaran Alternatif pemecahan masalah

Hiperte Lingkungan: Gerakan “Darah Tinggi keliling” (POS DARLING) berupa


nsi Latar belakang pendidikan pengukuran tensi, pendataan dan pemberian surat
kontrol yang berisi control hipertensi.
Material:
=>Mirip seperti puskling atau posbindu, dimana petugas
 Kurangnya akses dan jumlah faskes PPK Meningkatkan akses  Mendekatkan akses
kesehatan melakuakan setiap bulanya untuk memeriksa
untuk periksa hipertensi masyarakat periksa (puskesmas jeggot) ke
dan datang ke suatau tempat yang disepakati (rumah
hipertensi pasien hipertensi
kader , rumah pak RT atau musolah) atau petugas
keliling mendatangi warga yang terdata PISPK hipertensi
(7 orang). Pasien hioertensi akan diberikan informasi
saat konseling kapan pasien harus kembali, bisa dalam
bentuk surat control agar pasien mudah mengingatnya.
Menurunkan angka  Meningkatnya
Man/Mind:
kejadian hipertensi pengetahuan warga RT
 Kurangnya informasi mengenai
dan komplikasi 1 RW 5 Kelurahan
penyakit dan komplikasi hipertensi • Penyuluhan dalam gedung dan luar gedung mengenai
hipertensi jenggot mengenai
 Enggan berobat karena sibuk kerja pengetahuan , komplikasi,pencegahan gaya hidup
hipertensi dan
 Gaya hidup tidak sehat seperti sehat, dan motivasi pasien dan keluarga tentang
komplikasinya.
merokok, kurangnya mengatur pola HIPERTENSI.
 Menurunnya jumlah
makan rendah garam dan aktifitas fisik
warga yang memiliki • Melatih kader dan petugas puskesmas yg belum
 Kurangnya,Pengetahuan,kesadaran
kebiasaan tidak sehat. berkompetensi untuk mengedukasi pengetahuan ,
,Sikap dan motivasi dari pasien dan
 Meningkatnya motivasi komplikasi,pencegahan gaya hidup sehat, dan
keluarga
dan kesadaran motivasi pasien dan keluarga tentang HIPERTENSI.
 Penduduk yang berusia tua > 50 thn
masyarakat tentang
pentingnya proses
pengobatan hipertensi
yang kontinyu
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH HIPERTENSI
Masala Penyebab Tujuan Sasaran Alternatif pemecahan masalah
h
Hipert Method/ process:  Memaksimalkan peran posyandu lansia dan
ensi  Alat media promosi perlu posyandu balita dengan mengedukasi tentang
ditingkatkan hipertensi
 Memberbanyak leaflet dan brosur posyandu
balita maupun lansia.

Machine/ technology
 Kurangnya pengetahuan IT tentang akses
informasi.  7 orang pasien hipertensi di RT 1 RW 5 yg
telah didatangi POS DARLING akan dibuatkan
group WA POS DARLING untuk akses
Measurement/ money: informasi.
 Sebanyak 73% warga RT 1 RW 5
Kelurahan Jenggot belum memiliki
JKN.  Memberitahukan peramsalahan tentang
warga yang tidak mempunyai JKN ke LINSEK.
 Anggapan berobat ke tenaga  Memberikan informasi tentang puskesmas
kesehatan mahal. jenggot akan tarif yang diambil bagi warga
jenggot atau luar kota di forum LINSEK dan
penyuluhan dalam gedung dan luar gedung.
2. IMUNISASI

62
63
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH IMUNISASI
DASAR TIDAK LENGKAP
Masalah Penyebab Tujuan Sasaran Alternatif pemecahan
masalah
Imunisasi dasar Lingkungan: • Meningkatkan • Memberikan penyuluhan
tidak lengkap • Masyarakat takut terhadap KIPI. Meluruskan hal – hal yang pengetahuan masyarakat dalam Gedung dan luar
• Masyarakat masih menganggap salah tentang imunisasi tentang KIPI gedung di puskemas
semua vaksin imunisasi haram. • Meningkatkan tentang imunisasi,
• Kurangnya peran anggota keluarga pengetahuan masyarakat manfaatnya, KIPI dan
yang lain untuk memotivasi ibu tentang fiqih imunisasi tidak semua vaksin
membawa anaknya ke sarana • Meningkatkan motivasi haram.
kesehatan untuk di imunisasi. dan peran ibu beserta
• Penyuluhan bersama
• Ibu merasa tidak sempat untuk keluarga untuk
dengan tokoh agama
membawa anaknya diimunisasi. membawa anaknya
imunisasi setempat tentang tidak
semua vaksin itu haram
di forum – forum
masyarakat ( pengajian,
tahlilan, dan pertemuan
masyarakat lainnya.

64
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH IMUNISASI
DASAR TIDAK LENGKAP
Masalah Penyebab Tujuan Sasaran Alternatif pemecahan
masalah
Imunisasi dasar Material:
tidak lengkap • Jumlah Posyandu di daerah Membuat kegiatan baru yang
tersebut masih kurang bernama :
• Jumlah praktek dokter / bidan di
“MUNI-JEK” ( Imunisasi Ojek ).
daerah tersebut masih kurang Balita di daerah kerja Meningkatkan akses
puskesmas jenggot mendapat imunisasi masyarakat Konsepnya adalah mendekatkan
Machine/ technology imunisasi dasar lengkap terhadap pelayanan akses imunisasi ke masyarakat.
imunisasi
 Tidak ada yang mengantar ke Dengan cara petugas puskesmas
merencanakan di luar jadwal
sarana kesehatan
posyandu atau saat jadwal
posyandu rutin, mengunjungi RT
1 RW 5 menggunakan sepeda
motor dengan spesifikasi :
1. Sepeda motor matik/bebek
2. Sidebox motor
3. Coolbox vaksin
4. Vaksin
5. Safetybox
6. Pengeras Suara/megapone
7. Poster dan leaflet
65
8. Rompi dan nametag
Masalah Penyebab Tujuan Sasaran Alternatif pemecahan
masalah
Imunisasi dasar Man/Mind:
tidak lengkap 1. Memberikan
 Pengetahuan Masyarakat tentang
penyuluhan dalam
imunisasi masih kurang.
Gedung dan luar
Method/ process: gedung di puskemas
 Belum ada metode khusus untuk tentang imunisasi,
Masyarakat menjadi paham Meningkatkan pengetahuan manfaatnya, KIPI dan
membuat masyarakat sadar akan pentingnya imunisasi dan masyarakat tentang
pentingnya imunisasi tidak semua vaksin
mau membawa anaknya imunisasi
haram.
 Penggunaan Buku Pink masih imunisasi sesuai jadwal dan
tercatat di buku pink KIA. 2. Memberi penyuluhan
kurang optimal tentang manfaat buku
Measurement/ money: pink KIA khususnya
buat imunisasi.
 Kurangnya informasi masyarakat 3. Memberikan informasi
tentang biaya imunisasi yang tentang tarif imunisasi
gratis yang gratis di setiap
pertemuan masyarakat.

66
Safety Box

Sidebox :
1. Coolbox chain
2. Spuit
3. Vaksin
4. Dan lainnya

Poster Tenteng
1. Jadwal imunisasi
2. Pelayanan
3. MUNI-JEK

67
3. MEROKOK

68
Tidak ada tempat
Konseling Berhenti
Merokok yang dekat
dengan warga.
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH MEROKOK
Masal Penyebab Tujuan Sasaran Alternatif pemecahan masalah
ah
Mero Lingkungan: Merubah perilaku  Menurunkan  Sosialisasi / kampanye di tempat-
kok  Sosial budaya masyarakat perokok merokok perilaku merokok tempat umum, berupa :
 Perilaku merokok di tempat umum masyarakat. di tempat umum “KANKER BEROK” (Kampanye Keranda
 Tingginya perilaku merokok di dalam rumah dan di dalam Berhenti Merokok) di lokasi-lokasi
rumah. strategis seperti poskamling,
posyandu, mesjid atau mushola, dan
rumah Ketua RT.

Material:
Tidak ada tempat Konseling Berhenti Merokok (KBM) Mencegah dan  Meningkatkan  Membuat tempat Konseling Berhenti
yang dekat dengan warga. menurunkan akses tempat Merokok yang dekat dengan warga,
perilaku merokok Konseling Berhenti seperti di posyandu/posbindu, dengan
Measurement/ money: warga RT 1 RW 5 Merokok. nama “KOBER-SI-MAS” (Konseling
Harga rokok variatif dan terjangkau oleh masyarakat Kelurahan Jenggot. Berhenti Merokok Partisipasi
semua kalangan. Masyarakat).

Kurikulum KOBER-SI-MAS adalah


1. Kerugian ekonomi merokok, konversi
harga rokok dengan harga kebutuhan
lain.
2. Dampak merokok bagi kesehatan dan
lingkungan.
3. Cara berhenti merokok dari diri
sendiri.
Masal Penyebab Tujuan Sasaran Alternatif pemecahan masalah
ah
Mero Man/Mind: Pengetahuan  Meningkatnya  Penyuluhan dalam gedung Puskesmas
kok  Kurangnya pengetahuan tentang perokok aktif dan masyarakat pengetahuan Jenggot tentang rokok, dampaknya
perokok pasif meningkat. warga RT 1 RW 5 bagi tubuh dan lingkungan, serta cara
 Kurangnya pengetahuan tentang dampak merokok Kelurahan Jenggot untuk berhenti merokok.
terhadap tubuh dan lingkungan tentang rokok dan  Penyuluhan di luar Puskesmas Jenggot,
 Rendahnya rasa sayang terhadap diri sendiri dampaknya. seperti pertemuan warga, posyandu,
 Tidak mengetahui adanya klinik berhenti merokok  Meningkatnya dan di sekolah-sekolah tentang rokok,
di Puskesmas Jenggot motivasi dan dampaknya bagi kesehatan, dan cara
kesadaran warga untuk berhenti merokok.
untuk berhenti
merokok.

Method/ process: Mencegah dan  Mencegah generasi  Pelatihan dan Pelantikan Duta Berhenti
Metode kampanye berhenti merokok belum cukup menurunkan muda untuk tidak Merokok dari Konselor Sebaya di setiap
efektif dan belum tepat sasaran. perilaku merokok merokok. sekolah.
warga RT 1 RW 5
Kelurahan Jenggot.
4. KB
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH KB
Masalah Penyebab Tujuan Sasaran Alternatif pemecahan
masalah
Lingkungan: Meningkatkan angka • Meningkatnya • Memberikan
• Adanya faktor pemikiran kebudayaan kuno akseptor KB di pengetahuan warga RT penyuluhan mengenai
yang masih di anut oleh sebagian besar PUS RT.1/RW.5 001 RW 005 Kelurahan pentingnya
bahwa “ banyak anak banyak rezeki, “tiap anak jenggot mengenai menggunakan metode
membawa rezeki sendiri sendiri”,dan ” anak pentingnya KB KB dalam
kelak sebagai tempat bergantung di hari tua” meningkatkan kualitas
• Sebagian masih beranggapan bahwa islam • Meningkatnya motivasi hidup.
melarang beberapa metoda kontrasepsi. dan kesadaran
masyarakat tentang • Memberikan konseling
Material: pentingnya metode KB dan pemahaman kepada
• Kurangnya praktek jejaring seperti praktek dalam menekan jumlah PUS tentang salahnya
bidan yang merupakan sumber informasi pertumbuhan penduduk. stigma kuno yng beredar
terkait jenis KB dan kegunaannya sesuai Dan meningkatkan selama ini.
dengan kondisi wanita usia subur tersebut. angka kualitas hidup.
• Gerakan “kontak kader
Man/Mind: tingkat RT dan RW
• a. Kurangnya kemampuan SDM untuk mengenai sosialisasi
menerima informasi terbaru dan nilai baru tentang KB yang gratis
yang di perkenalkan dikarenakan rendahnya
tingkat pendidikan rata-rata di lingkungan RT • Membuat grup WA
01. dengan beranggotakan
WUS yang tidak ber KB
yang berisi informasi
terkait KB
Masalah Penyebab Tujuan Sasaran Alternatif pemecahan
masalah
• Kurangnya motivasi dari pasangan untuk mengikuti KB. • Memaksimalkan peran
• Mempunyai pemahaman yang salah terkait KB. Kb membuat posyandu dalam
peranakan kering dan susah untuk mendapatkan keturunan kembali menyampaikan informasi
jika ingin punya program mempunyai keturunan kembali. tentang KB
• Keengganan untuk rutin kontol KB ke petugas kesehatan terutama • Pemberdayaan kader
untuk KB suntik dan IUD. posyandu untuk turut aktif
dalam sosialisasi
Method/ process: pentingnya KB dengan
• Sosialisasi yang yang kurang melalui leaflet dan penyuluhan yang menyelenggarakan
dilakukan oleh tenaga kesehatan atau prakterk jejaring di sekitar RW.. SAFARI KB
Fasilitas seperti posyandu di lingkungan tidak memberikan informasi • Konsepnya adalah :
terkait KB. petugas bidan
menjadwalkan rutin (
Machine/ technology 1bulan, 2 bulan, 3
• Berupa sarana prasarana, baik kuantitas maupun kualitas. Dalam hal bulan,dst) ke tempat yang
ini tidak adanya media informasi yang terjangkau dan mudah sudah di sepakati (
dipahami semua informasi terkait KB. posyandu / rumah RT)
untuk sosialisasi alat
Measurement/ money: kontrasepsi berupa pil,
• Pemahaman bahwa metode KB memerlukan biaya yang banyak suntik atau kondom.
5. JKN
Diagram Tulang Ikan
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH JKN
Masalah Penyebab Tujuan Sasaran Alternatif pemecahan masalah
JKN Man/Mind :  Meningkatnya  Memberikan penyuluhan luar gedung
 Masyarakat tidak memahami pengetahuan warga mengenai promosi JKN, seluk beluk JKN,
tentang JKN Jenggot RT 001 RW 005 manfaat JKN dan pentingnya JKN SKTM.
 Masyarakat tidak menyadari mengenai JKN
pentingnya JKN  Memberikan penyuluhan dalam gedung
 Tingkat pendidikan masyarakat mengenai promosi JKN, seluk beluk JKN,
yang rendah manfaat JKN dan pentingnya JKN Mandiri
 Masyarakat selalu bergantung pada
perangkat desa untuk minta JKN  Kampanye Rutin Terpadu “Tabunglah
 Masyarakat tidak butuh JKN karena rokokmu untuk BPJSmu” KARTU TRUB
merasa belum sakit melalui nonton bareng (nobar) video
 Masyarakat tidak mau repot dalam  Meningkatkan edukasi tentang pentingnya JKN bagi
administrasi JKN keikutsertaan masyarakat, poster yang dipasang di
masyarakat posyandu, puskesmas, klinik, RS, stiker
sebagai peserta dan leaflet yang dibagikan ke
JKN masyarakat.
Material :
 Kurangnya kualitas sarpras faskes
PPK JKN membuat masyarakat
enggan ikut JKN
 Meningkatnya jumlah  Sosialisasi untuk pemberdayaan
Lingkungan : kepesertaan JKN warga masyarakat di penyuluhan
 Isu yang beredar di masyarakat Jenggot RT 001 RW 005
bahwa kemanfaatan JKN tidak ada
(gotong royong kurang)
 Kebiasaan masyarakat umum
menginginkan sesuatu yang gratis
tanpa membayar (JKN mandiri)
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH JKN
Masalah Penyebab Tujuan Sasaran Alternatif pemecahan masalah
JKN Method/Process:
 Belum adanya sosialisasi dari pihak
BPJS tentang sistem JKN (rujukan,
gadar, dll)
 Buruknya penentuan peserta JKN
KIS yang miskin
 Kurangnya peran serta institusi,
perusahaan, pabrik, pemilik usaha
dalam mendaftarkan pekerjanya  Sosialisasi di forum-forum linsek, agara
sebagai peserta JKN  Meningkatkan  Meningkatnya kesadaran Puskesmas bisa Bermitra dengan pihak
keikutsertaan masyarakat tentang ketiga dalam pendanaan BPJS/JKN :
Machine/Teknologi masyarakat pentingnya JKN
 Aplikasi Primary Care BPJS sering sebagai peserta 1.Dana CSR sektor privat (RS, kantor,
mengalami gangguan JKN pabrik, perusahaan)
 Kurangnya pengetahuan IT 2. Dana apbn/apbd/desa dari
masyarakat dalam administrasi JKN kelurahan/kecamatan
3. SKTM dari Dinsos
Measurement/Money:
 Kurangnya lapangan pekerjaan
 Pendapatan masyarakat yang
rendah
80
81
82
SIMPULAN DAN SARAN

83
SIMPULAN
Masalah yang ada pada RT 1 RW 5 Kelurahan Jenggot
Pekalongan adalah
1. Keluarga yang mengikuti program KB.
2. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap.
3. Penderita hipertensi tidak berobat teratur.
4. Keluarga yang belum menjadi anggota JKN.
5. Anggota keluarga banyak yang merokok.

84
SIMPULAN
 Berdasarkan analisis dengan mempertimbangkan urgensi,
keseriusan, potensi perkembangan, kemudaham mengatasinya,
didapatkan prioritas masalah yakni:
1. Hipertensi
2. Imunisasi
3. Merokok
4. KB
5. JKN

85
SIMPULAN
Dengan pemecahan masalah unggulan/inovasi :
1. Hipertensi  POS DARLING (Darah Tinggi Keliling)
2. Imunisasi  MUNI-JEK
3. Merokok  KANKER BEROK & KOBER-SI-MAS
4. KB  SAFARI KB
5. JKN  KARTU TRUB

86
SARAN
1. Kepada Kepala Desa, Ketua RT,RW dan Tokoh Masyarakat
 Agar lebih motivasi warganya untuk hidup sehat.
 Mendukung program kegiatan puskesmas supaya dapat berjalan secara maksimal
2. Kepada Kader Kesehatan
 Memotivasi untuk warga untuk hidup sehat
 Menggerakkan warga untuk aktif dalam kegiatan puskesmas
3. Masyarakat
 Agar lebih aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan dalam rangka meningkatkan
kesehatan masyarakat
 Lebih memperhatikan kesehatan diri dan menambah pengetahuan tentang
kesehatan
4. Puskesmas Jenggot
 Puskesmas Jenggot ikut memfollow up program yang telah direncanakan.
87
DOKUMENTASI

88
TERIMA KASIH

89