Anda di halaman 1dari 29

DISUSUN OLEH

VARLIN A KUMENDONG
Pengertian luka bakar adalah luka yang
disebabkan oleh kontak dengan suhu tinggi seperti
api, air panas, listrik, bahan kimia dan radias ; juga
oleh sebab kontak dengan suhu rendah. Luka bakar
ini dapat mengakibatkan kematian, atau akibat lain
yang berkaitan dengan problem fungsi maupun
estetik.
Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan
jaringan yang disebabkan oleh energy panas atau
bahan kimia atau benda-benda fisik yang
menghasilkan efek baik memanaskan atau
mendinginkan.
1. Api
2. Luka bakar cair
3. Luka bakar kimia
4. Luka bakar listrik
5. Luka bakar kontak
 Berbagai faktor dapat menjadi penyebab lika
bakar. Beratnya luka bakar juga dipengaruhi
oleh cara dan lamanya kontak dengan
sumber panas (missal suhu yang membakar,
jenis pakaian yang terbakar, sumber panas
:api, air panas dan minyak panas), listrik,
zatkimia, radiasi, kondisi ruangan saat terjadi
kebakaran dan ruangan yang tetutup.
1. Respon sistemik
2. Respon kardiovaskuler
3. Respons pulmoner
Kedalaman luka bakar
Luka bakar dapat diklasifikasikan menurut
dalamnya jaringan yang rusak dan disebut sebagai
luka bakar superficial partial thickness, deep partial
thickness.
1. Luka bakar derajat satu, epidermis mengalami
kerusakan atau cedera dan sebagian dermis
turut cedera. Luka tersebut bisa terasa nyeri,
tampak merah dan kering seperti luka bakar
matahari, atau mengalami lepuh.
2. Luka bakarderajatdua, meliputidestruksi
epidermis sertalapisanatas dermis
dancederapadabagian dermis lebihdalam.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk
menunjang diagnose adalah :
1. Hitung darah lengkap
2. Seldarahputih
3. GDA
4. CO Hbg
5. Elektrolit serum
6. Natrium urine random
7. Glukosa serum
8. Albumin serum
9. BUN kreatinin
10. Urine
 Infeksi
 Curling’s ulcer (ulkus curling)
 Gangguan jalan nafas
 Konvulsi
 Kontraktur
 Gangguan kosmetik akibat jaringan parut
Pengkajian
a. Identitaskliendankeluarga
1. Identitasklien
2. Identitas penanggung jawab

b. Riwayat kesehatan
1. Keluhan utama
2. Riwayat kesehatan sekarang
3. Riwayat kesehatan dahulu
4. Riwayat kesehatan keluarga
5. Struktur keluarga
1.pola persepsi dan tata laksana hidup sehat pada kasus
luka bakar akan timbul ketakutan akan terjadinya
kerusakan pada kulitnya dan harus menjalani
penatalaksanaan kesehatan untuk membantu
penyembuhan kulitnya.
2.Pola Nutrisi dan Metabolisme Pada klien luka bakar
adanya anoreksia, mual atau muntah
3. Pola Eliminasi Untuk kasus luka bakar tidak ada
gangguan pada pola eliminasi, tapi walaupun begitu
perlu juga dikaji frekuensi, konsistensi, warna serta bau
feces pada pola eliminasi alvi. Sedangkan pada pola
eliminasi urin dikaji frekuensi, kepekatannya, warna,
bau, dan jumlah. Pada kedua pola ini juga dikaji ada
kesulitan atau tidak.
4. Pola Tidur dan Istirahat klien luka bakar timbul
rasa nyeri, karena keterbatasan gerak di daerah
luka, sehingga hal ini dapat mengganggu pola dan
kebutuhan tidur klien. Selain itu juga, pengkajian
dilaksanakan pada lamanya tidur, suasana
lingkungan, kebiasaan tidur, dan kesulitan tidur
serta penggunaan obat tidur.
5.Pola aktivitas dan latihan biasanya berhubungan
dengan olahraga, pengisian waktu luang dan
rekreasi, berpakaian, makan, mandi, dan toilet.
Pada pasien luka bakar terjadi keterbatasan rentang
gerak pada area yang sakit
6. Pola Hubungan dan Peran Klien akan kehilangan
peran dalam keluarga dan dalam masyarakat.
Karena klien harus menjalani rawat inap
(Ignatavicius, Donna D, 1995).
7. Pola Persepsi dan Konsep Diri Dampak yang
timbul pada klien luka bakar yaitu timbul
ketitakutan akan kecacatan akibat luka bakar, rasa
cemas, untuk melakukan aktivitas secara optimal,
dan pandangan terhadap dirinya yang salah
(gangguan body image) (Ignatavicius, Donna D,
1995).
8. Pola Sensori dan Kognitif Pada klien luka bakar
selalu berhati-hati pada area yang sakit
9. Pola Reproduksi Seksual Dampak pada klien luka
bakar yaitu, klien tidak bisa melakukan hubungan
seksual karena harus menjalani rawat inap dan
keterbatasan gerak serta rasa nyeri yang dialami
klien. Selain itu juga, perlu dikaji status
perkawinannya termasuk jumlah anak, lama
perkawinannya (Ignatavicius, Donna D, 1995).
10. Pola Penanggulangan Stress Pada klien luka
bakar timbul rasa cemas tentang keadaan
dirinya, yaitu ketitakutan timbul kecacatan pada
diri . Mekanisme koping yang ditempuh klien
bisa tidak efektif (Ignatavicius, Donna D, 1995).
11. Pola Tata Nilai dan Keyakinan Untuk klien
luka bakar tidak dapat melaksanakan
kebutuhan beribadah dengan baik terutama
frekuensi dan konsentrasi. Hal ini bisa
disebabkan karena nyeri dan keterbatasan
gerak klien (Ignatavicius, Donna D, 1995).
1. Keadaan umum
2. Sistem pernafasan
3. Sistem kardiovaskuler
4. Sistem pencernaan
5. System urinaria
6. System persyarafan
7. System musculoskeletal
8. System integument
1. Hitung darah lengkap
2. Elektrolit
3. Rontgen dada
4. EKG
Data yang sudah ada dikumpulkan kemudian
dikelompokkan berdasarkan masalahnya
kemudian dianalisa sehingga menghasilkan
masalah keperawatan yang nantinya akan
terjadi diagnose keperawatan
DATA ETIOLOGI MASALAH
DS: Cedera luka bakar Kekurangan
volume cairan
-klien mengatakan sering
haus
Kerusakan kapiler
DO:
- TD rendah
Permeabilitas kafiler
- Takikardi dan
takipneu
Kehilangan H2O
- Penurunan haluan
urine

- Hematokrit meningkat Hipovolemia


DO: Perpindahan energi Resiko tinggi
dari sumber panas ke terhadap
- Adanya luka bakar
tubuh infeksi
- Adanya tanda-
tanda infeksi (kalor,
dolor, tumor, rubor dan Luka bakar
fungsiolaesa)
- Leukosit lebih dari
Barier kulit rusak
normal

Respon imun menurun

Part de entre
mikroorganisme

Infeksi
DS: Adanya cedera luka Gangguan
bakar rasa nyaman
- Klien
nyeri
mengatakan nyeri
DO: Ter[putusnya
continuitas jaringan
- Wajah meringis
- Postur tubuh
tegang Merangsang
pelepasan enzim
- TTV...
histamin, bradikinin,
- Skala nyeri ... serotinin dan
dari (1-5) prostatglandin

Merangsang serabut
syaraf

Medula spinalis

Talamus

Cortex serebri
1. Kurangnya volume cairan berhubungan
dengan peningkatan permeabilitas kapiler
dan kehilangan lewat evaporasi dari luka
bakar
2. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan
kehilangan integritas kulit
3. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan
dengan cedera luka bakar
a. Kekurangan volume cairan berhubungan
dengan peningkatan permeabilitas kapiler dan
kehilangan lewat evaporasi dari luka bakar
Tujuan : tidak terjadi kekurangan volume cairan
Kriteria hasil :
 - tanda – tanda vital normal
 - haluaran urine individu adekuat
intervensi rasional

1. awasi tanda vita 1. memberikan pedoman untuk


menggantikan cairan dan
mengkaji respon kardiovaskuler
1. awasi haluaran urine dan 2. secara umum, penggantian cairan
observasi warna urine harus difiltrasi untuk meyakinkan
rata-rata haluarann urine. Urine
dapat tampak hitam kemerahan,
pada kerusakan otot massif
sehubungan dengan adanya
kolaborasi darahdan myoglobin

1. pasang / pertahankan kateter 1. memungkinkan observasi ketat


urine fungsi ginjal dan mencegah urine
statis
2. memungkinkan infus cairan cepat
1. pasang / pertahankan infus 3. larutan pembersih yang kurang
2. berikan obat sesuai dengan lebih sama dengan cairan jaringan
indikasi dapat meminimalkan perpindahan
cairan osmotik
b. resiko tinggi infeksi berhubungan dengan
kehilangan integritas kulit
tujuan : infeksi tidak terjadi
kriteria hasil :
 area luka bakar mulai pulih secara adekuat
 tidak ada tanda-tanda infeksi
 suhu tubuh normal
intervensi rasional
1. tekankan pentingnya teknik 1. mencegah kontaminasi silang dan
mencuci tangan sebelum dan menurunkan resiko infeksi
sesudah kontak dengan pasien
2. gunakan teknik septik antisptik 1. mencegah pasien terpajan pada
ketat selama perawatan luka organisme penyebab infeksi
berlangsung
3. awasi/batasi pengunjung 1. mencegah kontaminasi silang dari
pengunjung
1. awasi tanda vital 2. untuk mengetahui suhu tubuh
pasien
1. kaji tanda infeksi 3. untuk mengetahui jika ada tanda
infeksi
c. gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan
dengan cedera luka
tujuan : rasa nyaman terpenuhi
kriteria hasil :
 klien melaporkan rasa nyeri hilang atau
berkurang
 wajah tenang dan rileks
intervensi Rasional
1. tutup luka sesegera mungkin 1. suhu berubah dan gerakan
kecuali perawatan luka bakar udara dapat menyebabkan
metode pemajanan pada nnyeri hebat pemajanan pada
udara terbuka ujung saraf
2. tinggikan ekstremitas luka
bakar secara periodic 1. peninggian mungkin
diperlukan di awal untuk
menurunkan pembentukan
edema, setelah perubahan
posisi dan peninggian
1. ubah posisi dengan sering menurunkan
dan rentang gerak pasif dan ketidaknyamanan serta
aktif sesuai indikasi resiko kontraktur sendi
2. gerakan dan latihan dapat
1. kaji keluhan nyeri menurunkan kekuan sendi
dan kelelahan otot. Latihan
tergantung pada lokasi dan
luas cedera
3. nyeri hamper selalu ada pada
1. lakukan penggantian balutan beberapa derajat beratnya
keterlibatan
jaringan/kerusakan tetapi
biasanya palingb berat
 Selama tahap implementasi, perawat
melaksanakan rencana asuhan keperawatan.
Instruksi keperawatan diimplementasikan
untuk membantu klien memenuhi kebutuhan
yang telah direncanakan
Hasil yang diharapkan :
 tidak terjadi kekurangan volume cairan
 tidak terjadi infeksi
 rasa nyaman terpenuhi
TERIMA KASIH