Anda di halaman 1dari 34

ELLIPS

Program Studi Pendidikan Matematika


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Yogyakarta
Kelompok 3 :
1. Tri Wahyu Nurjanah (15301241010)
2. Nanik Sulistiyo Rini (16301241013)
3. Dicky Salmon Utomo (16301241025)
4. Ashma Nur Hanifah H P (16301241)
5. Zsazsa Nabila Salsabila (16301244017)
INDIKATOR PENCAPAIAN

A. Menjelaskan pengertian ellips


B. Menentukan unsur-unsur ellips
C. Menentukan persamaan ellips
D. Menentukan karakteristik ellips
E. Menentukan persamaan garis singgung ellips
F. Menggunakan sifat-sifat ellips untuk menyelesaikan masalah
G. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang terkait ellips
Pengertian Ellips

Secara geometri, ellips didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik-titik


dalam bidang yang jumlah jarak dari dua titiknya konstan terhadap titik
tertentu (fokus).
Atau dengan kata lain,
Suatu ellips ialah himpunan titik yang titik-titiknya memenuhi syarat, bahwa
jumlah jaraknya dari 2 titik tertentu tetap (“constant”).
Keterangan: jumlah jarak itu harus lebih besar dari pada d, jika d jarak
kedua titik tetap tersebut.
Unsur-unsur Ellips
P : titik pusat ellips
A1P = PA2 : a (setengah sumbu ellips)
B1P = PB2 : b (setengah sumbu ellips)
F1P = PF2 :p
𝐴1 𝐴2 : sumbu mayor/sumbu panjang = 2a
𝐵1 𝐵2 : sumbu minor/sumbu pendek = 2b
F1 dan F2 : titik-titik api atau titik fokus
A1 dan A2 : titik puncak atau titik ujung sumbu mayor
Catatan: B1 dan B2 : titik ujung sumbu minor
 Lotus rectum : garis yang melalui titik fokus DE : Latus Rectum
dan tegak lurus dengan sumbu simetri. A1, A2, B1, B2 : Titik puncak ellips
• Puncak ellips : titik potong sumbu-sumbu simetri
dengan ellips. Perbandingan jarak dari suatu titik pada ellips ke titik fokus
• Untuk sembarang titik Q pada ellips, dengan garis direktris (garis-garis arah) disebut eksentrisitas,
berlaku hubungan: QF1 + QF2 = 2a di singkat e.
Hubungan antara a, b, dan p
Lihat F1B2P

F1B22 = FIP2 + PB22


Karena titik B2 terletak pada ellips, berlaku hubungan
= p2 +b2 .....(i)
B2F1 + B2F2 = 2a, sedangkan B2F1 = B2F2 sehingga
B 2 F1 = a ......(ii)
Dari persamaan (i) dan (ii) diperoleh a2 = p2 + b2
Eksentrisitas
𝑥2 𝑦2
Misalkan fokus ellips 𝑎2 + 𝑏2 = 1 adalah di (-c,0)dan (c,0), dimana c diperoleh dari c= 𝑎2 − 𝑏2 .
Titik puncak ellips nya adalah (-a,0), (a,0), (0,b), (0,-b).

Eksentrisitas ellips e berhubungan dengan a dan b dan diberikan oleh persamaan 𝑏2 = 𝑎2 (1 − 𝑒 2 )


Sehingga
𝑎2 −𝑏2 𝑐 𝑐
e= = (eksentrisitas numerik, jadi e = 𝑎 < 1 )
𝑎 𝑎
Dengan demikian, jarak ae dari fokus ke pusat adalah FO = ae = 𝑎2 − 𝑏2 .

Jika eksentrisitasnya besar, maka ellips lebih panjang, Semakin kecil nilai eksentrisitas, ellips akan
semakin bulat.
Jika a=b, maka persamaan ellips menjadi 𝑥 2 + 𝑦 2 = 𝑎2. Ini adalah persamaan lingkaran dengan jari-
jari a.
Jadi, Lingkaran adalah keadaan istimewa dari ellips yaitu saat eksentrisitas 0.
Lotus Rectum (Focal Width)
Lihat DF1F2
DF22 = DF12 + F1F22
Karena titik D terletak pada ellips, berlaku hubungan
DF1 + DF2 = 2a
DF2 = 2a - DF1
jika kedua ruas dikuadratkan:
DF22 = 4a2 – 4a.DF1 + DF12
ubah DF22 menjadi DF12 + F1F22
DF12 + F1F22 = 4a2 – 4a.DF1 + DF12
4p2 = 4a2 – 4a.DF1
a.DF1 = a2 – p2 , ingat a2 = p2 + b2
b2
DF1 = a
b2 a2
Titik potongnya y ± , direktrisnya x= ±c
a
2b2
Maka panjang Latus Rectum (LR) = DE = 2.DF1 = a
2b2
∴ Panjang Latus Rectum LR =
a
Sifat-sifat Kurva Ellips
𝑏
Persamaan ellips dapat ditulis 𝑦 = ± 𝑎2 − 𝑥 2
𝑎
Terlihat bahwa
1. Intersep-x adalah a dan –a.
2. Intersep sumbu y adalah b dan –b.
3. Karena 𝑒 < 1 dan 𝑏 2 = 𝑎2 (1 − 𝑒 2 ), maka 𝑏 < 𝑎.
4. Ordinat y bernilai real untuk −𝑎 < 𝑥 < 𝑎 dan imaginer untuk x
lainnya.
5. Kurva simetri terhadap sumbu-sumbu ordinat.
Contoh Tentukan koordinat puncak dan focus elips
𝑥2 𝑦2
+ =1
100 64
Dari sini diketahui bahwa a=10 dan b =8, karena keduanya lebih dari
nol maka titik puncaknya (-10,0),(10,0), (-6,0),(6,0). Maka nilai c
adalah
𝑐 = 𝑎2 − 𝑏 2
𝑐 = 102 − 62
𝑐 = 36
𝑐=6
Jadi, focus elips di -6,0 dan 6,0
Persamaan Ellips yang sumbu
utamanya sumbu-x

QF1 = F1 R2 + QR2 = 𝑝 + x1 2 + y1 2 Kedua ruas dikuadratkan


𝑎4 + 2𝑎2 𝑝𝑥1 + 𝑝2 𝑥1 2 = 𝑎2 𝑝2 + 2𝑎2 𝑝𝑥1 + 𝑎2 𝑥1 2 + 𝑎2 𝑦1 2
QF2 = F2 R2 + QR2 = x1 − 𝑝 2 + y1 2
𝑎4 − 𝑎2 𝑝2 = 𝑎2 𝑥1 2 − 𝑝2 𝑥1 2 + 𝑎2 𝑦1 2
Karena titik 𝑄 x1 , y1 terletak pada ellips, maka berlaku hubungan
𝑎2 𝑎2 − 𝑝2 = 𝑎2 − 𝑝2 𝑥1 2 + 𝑎2 𝑦1 2
QF1 + QF2 = 2𝑎
𝑎2 𝑏 2 = 𝑏 2 𝑥1 2 + 𝑎2 𝑦1 2
𝑝 + x1 2 + y1 2 + x1 − 𝑝 2 + y1 2 = 2𝑎 𝑏 2 𝑥1 2 + 𝑎2 𝑦1 2 = 𝑎2 𝑏 2
x1 − 𝑝 2 + y1 2 = 2𝑎 − 𝑝 + x1 2 + y1 2 Kedua ruas dibagi 𝑎 𝑏2 2
Kedua ruas dikuadratkan 𝑥1 2 𝑦1 2
𝑥1 2 − 2𝑝𝑥1 + 𝑝2 + 𝑦1 2 = 4𝑎2 − 4𝑎 𝑝 + x1 2 + y1 2 + 𝑝2 + 2𝑝𝑥1 + 𝑥1 2 + 𝑦1 2 + 2 =1
𝑎2 𝑏
−4𝑝𝑥1 = 4𝑎2 − 4𝑎 𝑝 + x1 2 + y1 2 𝑥1 dan 𝑦1 , dijalankan menjadi
𝑥2 𝑦2
𝑎2 + 𝑝𝑥1 = 𝑎 𝑝 + x1 2 + y1 2 + =1
𝑎2 𝑏 2
Contoh Akan dicari persamaan ellips yang titik-titik apinya terletak pada sumbu x,
simetris terhadap O dan yang memenuhi syarat jarak kedua titik apinya 2c=4
dan jarak kedua direktrisnya 5.
Penyelesaian :
5
Jarak kedua direktrisnya 5, maka x= ± 2
a2 5 a2
x= ±c ; ±2 = ±c ; 5 =a2 atau a = 5
Dari hubungan a, b dan c diperoleh,
𝑎2 = 𝑏2 + 𝑐 2
5 = 𝑏2 + 2
𝑏=1

∴ 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑒𝑙𝑙𝑖𝑝𝑠𝑛𝑦𝑎 𝑦𝑎𝑖𝑡𝑢 ∶


𝑥2 𝑦2
+ =1
100 64
Persamaan Ellips yang sumbu
utamanya sumbu-y
Jika sumbu utama ellips adalah sumbu-y maka fokus
terletak pada sumbu-y sehingga persamaan ellips
menjadi,
𝑥2 𝑦2
2
+ 2=1
𝑏 𝑎
Dimana a>b
Dari persamaan ini diperoleh,
𝑎2 = 𝑏 2 1 − 𝑒 2
𝑏 2 − 𝑎2
e=
𝑏
𝑏
Dan 𝐹 ′ 𝑂 = 𝑏𝑒 = 𝑏 2 − 𝑎2 , KO =
𝑒
Contoh Akan ditentukan persamaan ellips yang sumbu minornya 8 dan salah satu
puncaknya di (0,-5)
Penyelesaian :
sumbu minornya 8 dan salah satu puncaknya di (0,-5), maka a=5 dan b=4
Karena rumus persamaan ellips yang sumbu utamanya di sumbu y :
𝑥2 𝑦2
+ =1
𝑏2 𝑎2
Sehingga,

∴ 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑒𝑙𝑙𝑖𝑝𝑠𝑛𝑦𝑎 𝑦𝑎𝑖𝑡𝑢 ∶


𝑥2 𝑦2
+ =1
16 25
Persamaan ellips dengan pusat O(0,0) dan sumbu mayor berimpit sumbu x
𝑥2 𝑦2
+ 2 =1
𝑎2 𝑏

Apabila rumus yang didapat dianalogikan,


Jika pusat ellips O(0, 0) dan sumbu mayor berimpit sumbu y
𝑥2 𝑦2
2
+ 2=1
𝑏 𝑎
Jika pusat ellips O(, ) dan sumbu mayor sejajar sumbu x
𝑥−𝛼 2 𝑦−𝛽 2
2
+ 2
=1
𝑎 𝑏
Jika pusat ellips O(, ) dan sumbu mayor sejajar sumbu y
𝑥−𝛼 2 𝑦−𝛽 2
2
+ 2
=1
𝑏 𝑎
Persamaan Ellips dengan
pusat (h,k)

Analog dari persamaan umum ellips dengan sumbu


utama sumbu-x, jika pusat ellips adalah (h,k)
simetrinya tetap sejajar dengan sumbu x dan sumbu y
pusatnya adalah (h,k) maka persamaan ellips tersebut
(𝑥 − ℎ)2 (𝑦 − 𝑘)2
2
+ 2
=1
𝑎 𝑏
Contoh
(𝑥−1)2 (𝑦+2)2
Diketahui persamaan ellips + =1
252 92

Penyelesaian:
Dari persamaan terlihat bahwa ellips berpusat di (1,-2).
Panjang sumbu utama adalah 10 (karena a=5) dan panjang sumbu
minornya adalah 6 (karena b=3).
Bentuk Umum
A. Jika sumbu mayor sejajar sumbu x B. Jika sumbu mayor sejajar sumbu y
2 2
𝑥−𝛼 2 𝑦−𝛽 2 𝑥−𝛼 𝑦−𝛽
+ =1 + =1
𝑎2 𝑏2 𝑏2 𝑎2
𝑏 2 𝑥 2 − 2𝛼𝑥 + 𝛼 2 + 𝑎2 𝑦 2 − 2𝛽𝑦 + 𝛽 2 = 𝑎2 𝑏 2 𝑎2 𝑥 2 − 2𝛼𝑥 + 𝛼 2 + 𝑏 2 𝑦 2 − 2𝛽𝑦 + 𝛽 2 = 𝑎2 𝑏 2
𝑏 2 𝑥 2 + 𝑎2 𝑦 2 − 2𝑏 2 𝛼𝑥 − 2𝑎2 𝛽𝑦 + 𝑏 2 𝛼 2 + 𝑎2 𝛽 2 − 𝑎2 𝑏 2 = 0
𝑎2 𝑥 2 + 𝑏 2 𝑦 2 − 2𝑎2 𝛼𝑥 − 2𝑏 2 𝛽𝑦 + 𝑎2 𝛼 2 + 𝑏 2 𝛽 2 − 𝑎2 𝑏 2 = 0
2 2
Dinyatakan dalam bentuk 𝐴𝑥 + 𝐵𝑦 + 𝐶𝑥 + 𝐷𝑦 + 𝐸 = 0, dimana
Dinyatakan dalam bentuk 𝐴𝑥 2 + 𝐵𝑦 2 + 𝐶𝑥 + 𝐷𝑦 + 𝐸 = 0, dimana
2
𝐴=𝑏
𝐴 = 𝑎2
𝐵 = 𝑎2
𝐶 = −2𝑏 2 𝛼 𝐵 = 𝑏2

𝐷 = −2𝑎2 𝛽 𝐶 = −2𝑎2 𝛼

𝐸 = 𝑏 2 𝛼 2 + 𝑎2 𝛽 2 − 𝑎2 𝑏 2 𝐷 = −2𝑏 2 𝛽

𝐸 = 𝑎2 𝛼 2 + 𝑏 2 𝛽 2 − 𝑎2 𝑏 2

Jika persamaan 𝐴𝑥 2 + 𝐵𝑦 2 + 𝐶𝑥 + 𝐷𝑦 + 𝐸 = 0 diubah ke bentuk 𝐴(𝑥 − ℎ)2 +𝐵(𝑦 − 𝑘)2 = 𝐺 , dan G


bertanda sama dengan tanda A dan B, maka ellips berjenis real, yaitu x dan y bernilai real. Jika G=0, grafik
hanya dipenuhi oleh satu titik, yaitu (h,k), dan ellips yang terjadi disebut ellips titik. Jika G berbeda tanda
dengan A dan B, maka tidak terdapat titik bernilai real pada grafik dan ellipsnya merupakan ellips imaginer.
Contoh Akan ditunjukkan bahwa persamaan 4𝑥 2 + 3𝑦 2 − 8𝑥 + 12𝑦 − 32 = 0
adalah persamaan ellips dan cari koordinat-koordinat titik pusatnya, setengah
sumbu-sumbunya, eksentrisitasnya, dan persamaan direktrisnya.
Penyelesaian :
Persamaan ellips pusat 𝛼, 𝛽 yaitu:
𝑥−𝛼 2 𝑦−𝛽 2
+ =1
𝑎2 𝑏2
Diperoleh,
𝑏2 𝑥 2 + 𝑎2 𝑦 2 − 2𝑏2 𝛼𝑥 − 2𝑎2 𝛽𝑦 + 𝑏2 𝛼 2 + 𝑎2 𝛽 2 − 𝑎2 𝑏2 = 0
Persamaan diatas sebanding dengan 4𝑥 2 + 3𝑦 2 − 8𝑥 + 12𝑦 − 32 = 0
Sehingga, 𝑏2 =4 𝑎2 =3
b=2 𝑎= 3
−2𝑏 2 𝛼 = −8
2.4. 𝛼 = 8
𝛼=1

−2𝑎2 𝛽=12
−2.3. 𝛽=12
𝛽 = −2
Namun penyelesaian diatas kurang valid.
Selanjutnya, bisa menggunakan penyelesaian sebagai berikut :
4𝑥 2 + 3𝑦 2 − 8𝑥 + 12𝑦 − 32 = 0
4 𝑥 − 1 2 + 3 𝑦 + 2 2 = 32 + 4 + 12
4 𝑥 − 1 2 + 3 𝑦 + 2 2 = 48
4 𝑥−1 2 3 𝑦+2 2
+ =1
48 48
𝑥−1 2 𝑦+2 2
+ =1
12 16
Diperoleh persamaan ellips seperti diatas, dan merupakan ellips vertikal karena 16>12

𝑥−1 2 𝑦+2 2
Ellips + = 1 memiliki karakteristik sebagai berikut
12 16
• 𝑃(1, −2)
• 𝑎2 < 𝑏2
• 𝑎2 = 12, 𝑎 = 12
• 𝑏2 = 16, 𝑏 = 4
• 𝑏2 = 𝑎2 +𝑐 2
• 16 = 12 + 𝑐 2
• 𝑐 2 = 4; 𝑐 = 2
𝑐 2 1
• 𝑒=𝑏=4=2
b2 16
• 𝑦= ± c = ± 2 = ±8
Karena pusatnya 𝑃 1, −2 , maka garis direktrisnya yaitu 𝑦 + 2 = ±8, 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑦 = 6 𝑑𝑎𝑛 𝑦 = −10
Kemiringan Ellips
𝑥2 𝑦2
Akan dicari kemiringan ellips + = 1 di titik P1(x1,y1) pada ellips.
𝑎2 𝑏2
Misal diambil titik kedua pada ellips Q(x1+h, y1+k), dengan PR=h, RQ=k. Maka kemiringan garis potong P1Q adalah
𝑘
. Karena titik P1(x1,y1) dan Q(x1+h, y1+k) pada ellips, maka

𝑏2 𝑥12 + 𝑎2 𝑦12 = 𝑎2 𝑏2 ......................................(1)
Dan 𝑏2 (𝑥1 + ℎ)2 +𝑎2 (𝑦1 + 𝑘)2 = 𝑎2 𝑏2 .................(2)

Dengan mengurangkan (1) dan (2), diperoleh


𝑘 2𝑎2 𝑦1 + 𝑎2 = −ℎ(2𝑏2 𝑥1 + 𝑏2 ℎ)

𝑘 2𝑏2 𝑥1 +𝑏2 ℎ 𝑘 2𝑏2 𝑥1 𝑘


Dengan = − 2𝑎2𝑦 +𝑎2ℎ Jika Q→P1, h→0 dan k→0; maka lim = − 2𝑎2𝑦 dan lim ℎ = 𝑚,
ℎ 1 ℎ 1
kemiringan garis singgung di P1(x1,y1). Dengan demikian
𝑏2 𝑥1
𝑚= − 2
𝑎 𝑦1
yang juga merupakan kemiringan ellips di P1(x1,y1).
Garis Singgung Ellips di suatu Titik
𝑥2 𝑦2
Akan dicari Persamaan garis singgung ellips + = 1 di titik P1(x1,y1). Kemiringan garis
𝑎2 𝑏2
𝑏2 𝑥1
singgung di titik P1 adalah − 𝑎2 𝑦 , sehingga persamaan garis singgung ellips di P1 adalah
1
𝑏2 𝑥1
𝑦 − 𝑦1 = − 2 𝑥 − 𝑥1
𝑎 𝑦1
Yaitu 𝑎2 𝑦1 𝑦 + 𝑏2 𝑥1 𝑥 = 𝑏2 𝑥12 + 𝑎2 𝑦12
Karena (x1,y1) pada ellips, maka 𝑎2 𝑦12 + 𝑏2 𝑥12 = 𝑎2 𝑏2 dengan demikian, 𝑏2 𝑥1 𝑥 + 𝑎2 𝑦1 𝑦 =
𝑎 2 𝑏2 atau
𝑥1 𝑥 𝑦1 𝑦
+ =1
𝑎2 𝑏2

Persamaan garis singgung ini diperoleh dengan mengganti 𝑥1 𝑥 untuk 𝑥 2 dan 𝑦1 𝑦 untuk 𝑦 2 .
𝑥−ℎ 2 𝑦−𝑘 2
Analog : untuk ellips → + =1
𝑎2 𝑏2
Persamaan garis singgung dengan titik singgung (h,k) adalah
(𝑥1 −ℎ)(𝑥 − ℎ) (𝑦1 −𝑘)(𝑦 − 𝑘)
+ =1
𝑎2 𝑏2
𝑥2 𝑦2
Akibat 1 : Persamaan normal ellips + 2 = 1 di titik P1(x1,y1) adalah
𝑎2 𝑏
𝑎2 𝑦1
𝑦 − 𝑦1 = 𝑏2𝑥 𝑥 − 𝑥1
1
Akibat 2 : Perpotongan garis singgung dan normal di titik P1(x1,y1) pada ellips adalah
𝑎2
a. Intersep-x garis singgung adalah 𝑥 = 𝑥
1
𝑏2
b. Intersep-y garis singgung adalah 𝑦 = 𝑦
1
𝑎 −𝑏2
2
c. Intersep-x garis normal adalah 𝑥 = 𝑎2 𝑥1 = 𝑒 2 𝑥1
𝑏2 −𝑎2
d. Intersep-y garis normal adalah 𝑦 = 𝑏2 𝑦1
Garis Singgung Ellips Bergradien m
Misalkan persamaan garis yang gradiennya m adalah y = mx + n ...(1) Sehingga
𝑥2 𝑦2
dan persamaan Ellips adalah 2 + 2 = 1 D=0
𝑎 𝑏
Absis titik-titik potong garis dan ellips diperoleh dari: 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 = 0
𝑥2 𝑦2 (2𝑎2 𝑚𝑛)2 −4(𝑏2 +𝑎2 𝑚2 )(𝑎2 𝑛2 − 𝑎2 𝑏 2 ) = 0
+ =1 4𝑎4 𝑚2 𝑛2 − 4𝑎2 𝑏2 𝑛2 + 4𝑎2 𝑏4 − 4𝑎4 𝑚2 𝑛2 + 4𝑎4 𝑏2 𝑚2 = 0
𝑎2 𝑏 2
 𝑏 2 𝑥 2 + 𝑎2 𝑦 2 = 𝑎2 𝑏2 ..........................................................(2) −4𝑎2 𝑏2 𝑛2 + 4𝑎2 𝑏4 + 4𝑎4 𝑏 2 𝑚2 = 0
Substitusikan pers (1) ke pers (2) 4𝑎2 𝑏2 (−𝑛2 + 𝑏 2 + 𝑎2 𝑚2 ) = 0
𝑏 2 𝑥 2 + 𝑎2 (𝑚𝑥 + 𝑛)2 = 𝑎2 𝑏2 −𝑛2 + 𝑏 2 + 𝑎2 𝑚2 = 0
𝑏 2 𝑥 2 + 𝑎2 (𝑚𝑥 + 𝑛)2 −𝑎2 𝑏2 = 0 𝑛2 = 𝑏 2 + 𝑎 2 𝑚2
𝑏 2 𝑥 2 + 𝑎2 (𝑚2 𝑥 2 + 2𝑚𝑛𝑥 + 𝑛2 ) − 𝑎2 𝑏2 = 0 𝑛 = ± 𝑏2 + 𝑎2 𝑚2 ....(3)
𝑏 2 𝑥 2 + 𝑎2 𝑚2 𝑥 2 + 2𝑎2 𝑚𝑛𝑥 + 𝑎2 𝑛2 − 𝑎2 𝑏2 = 0 Substitusikan persamaan (3) ke persamaan (2)
(𝑏2 +𝑎2 𝑚2 )𝑥 2 + (2𝑎2 𝑚𝑛)𝑥 + (𝑎2 𝑛2 − 𝑎2 𝑏2 ) = 0
𝑦 = 𝑚𝑥 ± 𝑏2 + 𝑎2 𝑚2
Garis menyinggung ellips jika titik-titik potongnya berimpit. Hal ini
terjadi apabila persamaan kuadrat diatas mempunyai dua akar yang 𝑥−ℎ 2 𝑦−𝑘 2
Analog : untuk ellips → + 2 =1
𝑎2 𝑏
sama atau apabila diskriminannya sama dengan nol. Persamaan garis singgung dengan kemiringan m yang berpusat (h,k)
adalah

𝑦 − 𝑘 = 𝑚(𝑥 − ℎ) ± 𝑏2 + 𝑎2 𝑚2
𝑥2 𝑦2
Akan dicari persamaan garis singgung pada ellips + 5 = 1 yang
20
titik singgungnya berabsis 2.
Contoh Maka, titik-titik yang berabsis 2, ordinatnya didapat
4 𝑦2
+ 5 = 1 atau
20
𝑦 2 =4, jadi, 𝑦1,2 = ±2
Titik-titik itu ialah P(2,2) dan Q(2,-2).
Garis singgung di P persamaannya
2𝑥 2𝑦
+ = 1atau 𝑥 + 4𝑦 − 10 = 0
20 5
Garis singgung di Q persamaannya
2𝑥 −2𝑦
+ = 1atau 𝑥 − 4𝑦 − 10 = 0
20 5

(𝑥−2)2 (𝑦−1)2
Akan ditentukan garis singgung pada ellips + 12 = 1 di
16
titik potong sumbu y.
Maka, kita cari dulu titik potong dengan sumbu y.
4 (𝑦−1)2
Untuk x=0, terdapat + = 1 atau (𝑦 − 1)2 =9,
16 12
sehingga 𝑦1 = 4 dan 𝑦2 = −2.
Jadi titik-titik potong itu 𝑇1 0,4 𝑑𝑎𝑛 𝑇2 (0, −2)
Garis singgung di T persamaannya
(0−2)(𝑥−2) (4−1)(𝑦−1)
+ = 1atau 𝑥 + 2𝑦 + 4 = 0
16 12
Sifat Garis Normal

Dalam ∆𝐹1 𝐹2 𝑄, garis normal adalah garis bagi sudut 𝐹1 𝑄𝐹2


Terdapat sifatnya :
1. Garis Normal di titik P1(x1,y1) pada ellips membagi dua sama besar sudut
Yang dibentuk oleh jari-jari fokus di titik P1.
2. Sumbu-sumbu ellips merupakan normal ellips yang melalui pusat ellips.
Penerapan dan contoh nyata
Ellips
a. Orbit satelit (termasuk bumi dan bulan) berbentuk ellips
b. Beberapa bangunan dan jembatan berbentuk ellips
c. Salah satu sifat ellips adalah bunyi (atau radiasi sinar) yang dipancarkan dari salah satu
fokus ellips akan dipantulkan sedemikian sehingga terdengar jelas di fokus lain.
d. sifat-sifat dari titik fokus elips, digunakan untuk mengumpulkan gelombang ultrasonik
pada satu titik fokus untuk dikirimkan ke batu ginjal yang terletak di titik fokus lainnya.
Bumi mengelilingi matahari menurut lintasan yang berbentuk elips,
dimana matahari berada di salah satu fokusnya. (ditemukan oleh
Keppler pada tahun 1610). Setengah panjang sumbu utama diambil
sebagai astronomis (Astronomical unit, AU), yaitu
~ 149.597.871 km. Nilai dari 𝑐/𝑎 orbit bumi adalah 1/60.
1. Berapakah jarak terjauh dan terdekat bumi ke matahari?
2. Berapa jauh matahari ke fokus lainnya?
3. Tentukan persamaan elips dan orbit bumi.
PEMBAHASAN :
1. Jarak terdekat dan terjauh bumi ke matahari terjadi ketika bumi beraada dititik
puncak orbit. Gambar berikut melukiskan orbit bumi dalam satuan juta kilometer.
Nilai 𝑎 = 𝑂𝐴 = 149.597.871 adalah setengah panjang sumbu utama elips. Misalkan
matahari berada di fokus sebelah kanan dititik (c, 0).
Puncak elips adalah 𝐴 149.597.871, 0 dan 𝑃(−149.597.871, 0)
Nilai c, diperoleh
𝑎
𝑐=
60
149.597.871
=
60
= 2.493.298
Sehingga fokusnya adalah (-2.493.298, 0) dan (2.493.298, 0). Jarak terdekat bumi ke
matahari adalah
𝑎 − 𝑐 = 149.597.871 − 2.493.298 = 147.104.573 km
Jarak terjauh bumi ke matahari adalah (jarak P ke matahari) :
𝑂𝑃 + 𝑐 = 𝑎 + 𝑐 = 149.597.871 + 2.493.298 = 152.091.169 𝑘𝑚
PEMBAHASAN :
2. Jarak kedua fokus adalah 2 × 𝑎 = 2 × 2.493.298 = 4.986.596 𝑘𝑚
3. Persamaan elips diperoleh dengan terlebih dahulu menghitung nilai b :
𝑏 = 𝑎2 − 𝑐 2
= 149.597.8712 − 2.493.2982
= 149.577.092
Persamaan elips orbit bumi
𝑥2 𝑦2
2
+ 2
=1
149.597.871 149.577.092
Orbit bumi hampir berbentuk lingkaran karena eksentrisnya sangat kecil yaitu 1Τ60.
Jika lithotripter tersebut memiliki
panjang (sumbu semi mayor) 16 cm dan
berjari-jari (sumbu semi minor) 10 cm,
seberapa jauh dari titik puncak
seharusnya batu ginjal tersebut
diposisikan agar diperoleh hasil yang
maksimal?
PEMBAHASAN :
Dari soal, kita dapatkan panjang sumbu semi mayornya adalah q = 16, sehingga q2 =
162 = 256 dan panjang sumbu semi minornya adalah p = 10, sehingga p2 = 102 = 100.
Dengan menggunakan persamaan fokus,
𝑓 2 = 𝑝2 − 𝑞 2
= 100 − 256
= 156
𝑓 = 12.49 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑓 = −12.49
Sehingga, jarak titik puncak dengan titik fokus di mana batu ginjal diposisikan dapat
ditentukan sebagai berikut.
𝑑 = 𝑞 + 𝑓 = 16 + 12.49 = 28.49
Jadi, agar diperoleh hasil yang maksimal, batu ginjal tersebut seharusnya terletak
pada jarak 28,49 dari titik puncak lithotripter.
REFERENSI

Lestari, Himmawati Puji. 2015. Handout GEOMETRI ANALITIK. Halaman 42 – 50.


Hadiwidjojo, Moeharti. 1974. Ilmu Ukur Analitik Bidang bagian 2. Bab VII.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai