Anda di halaman 1dari 26

Media Pembelajaran Fisika

ELASTISI
TAS

Ragil Mery Yaniska, S.Pd


 Menganalisis sifat elastisitas bahan dalam
kehidupan sehari hari

 Melakukan percobaan suatu bahan berikut


presentasi hasil percobaan dan pemanfaatannya
tentang sifat elastisitas
1. Menjelaskan karakteristik benda elastis dan tidak elastis
2. Menentukan tegangan, regangan, dan modulus elastisitas
3. Menentukan konstanta pegas melalui percobaan Hukum Hooke
4. Menyimpulkan percobaan Hukum Hooke
5. Menentukan konstanta pegas susunan seri dan susunan paralel
6. Menyimpulkan percobaan susunan seri dan susunan paralel pegas

1. Melakukan percobaan Hukum Hooke


2. Mengolah dan menyajikan data percobaan hukum Hooke
3. Menyajikan hasil percobaan hukum Hooke
4. Melakukan percobaan susunan seri dan paralel pegas
5. Mengolah dan menyajikan data percobaan susunan seri dan
paralel pegas
6. Menyajikan hasil percobaan susunan seri dan paralel pegas
Pendahuluan

Apabila gaya yang diterapkan terhadap suatu bahan


dihilangkan, bahan tersebut akan kembali ke bentuknya
semula, contohnya pegas dan karet. Ada juga benda yang
mengalami bentuk secara permanen jika dikenai gaya,
contohnya tanah liat dan lilin. Untuk membedakan
karakteristik kedua jenis benda ini, benda dikatakan memiliki
sifat elastis
Tegangan
Ada tiga jenis perubahan bentuk benda: rentangan, mampatan,
dan geseran

rentangan geseran mampatan

Perubahan bentuk benda terjadi karena gaya yang bekerja pada


benda, disebut tegangan.
Tegangan didefinisikan sebagai gaya per satuan luas

F
 F = gaya (N)
A
A = luas (m2)
 = Tegangan (N/m2)
Modulus Young (Elastis)

Modulus (E ) merupakan perbandingan antara tegangan dengan


regangan

E

Pada benda elastis, dikenal sebagai modulus Young

 FA
Y 
 L L 0

F .L0
Y
A.L
Bila suatu pegas diberikan beban (w) maka
pegas akan bertambah panjang (x) :
maka berlaku hubungan :

Tanda negatif menunjukkan bahwa gaya yang


bekerja pada pegas justru berlawanan dengan gaya
yang kita berikan (misal : jika pegas kita tarik ke
bawah maka menimbulkan gaya pegas ke atas) dan
bila hanya ditanya nilainya saja maka tanda negatif
tersebut boleh tidak dicantumkan.
Bila pertambahan panjang pegas disebabkan oleh beban (w)
yang digantungkan pada salah satu ujungnya, maka berlaku
hubungan :
Gaya (F) = Berat Beban (w)
Sedangkan beban tersebut dapat dicari dengan rumus :

w  m.g
Keterangan :
w = berat beban (N)
m = massa beban (kg)
g = percepatan grafitasi (m/s2)
besarnya percepatan grafitasi biasanya = 10
m/s2 atau 9,8 m/s2. Biasanya dalam soal sudah
dicantumkan dan seandainya belum maka biasanya
percepatan grafitasi yang dipakai yang 10 m/s2.
Besar energi potensial pegas dapat dihitung dengan
rumus :

atau

Hubungan antara gaya dan pertambahan panjang


dapat digambarkan dalam grafik sebagai berikut :
Susunan Pegas

Untuk memperoleh konstanta pegas sesuai yang diinginkan,


pegas dapat disusun seri, paralel, dan seri-paralel (campuran)
Susunan Seri

Pada susunan pegas seri, gaya tarik yang


dialami pegas sama besar
F1  F2  F3  ...  Fseri
x1  x2  x3  ...  xseri
F
F kx  x
k
F
F kx  x
k

xs  x1  x2  x3  ...
Fs F1 F2 F3 1 1 1 1
    ...     ...
k s k1 k 2 k3 k s k1 k2 k3
Lanjutan
Susunan Seri

1 1 1 1
    ...
k s k1 k2 k3

setelah mendapat nilai 1/ks jangan lupa dibalik untuk


mendapatkan nilai ks.
jika nilai k1 = k2 = k3 = .... maka :

k
ks 
n
Susunan Paralel
Pada susunan pegas paralel, gaya pegas sama dengan jumlah
gaya masing-masing pegas
F1  F2  F3  ...  Fparalel
x1  x2  x3  ...  x paralel
Fp  F1  F2  F3  ...
k p x p  k1 x1  k2 x2  k3 x3  ...
k p  k1  k2  k3  ...

k p  n.k
Bila susunan pegas terdiri dari gabungan susunan seri dan paralel
maka harus ditentukan dahulu bagian yang digabung terlebih
dahulu. jika diibaratkan aliran sungai maka bagian cabang yang
terumitlah yang digabung terlebih dahulu, baru kemudian hasil
gabungan tersebut digabung dengan bagian yang lain....intinya
penggabungan secara seri dan paralel mempunyai rumus yang
berbeda sehingga tidak mungkin dikerjakan bersama-sama, di dalam
rangkaian paralel bisa jadi ada bagian yang harus diseri terlebih
dahulu dan sebaliknya dalam rangkaian seri bisa jadi ada bagian yang
harus diparalel terlebih dahulu, seperti contoh di bawah ini :
Aplikasi Pegas

Aplikasi Pegas pada suspensi Mobil


Soal Latihan
1. Kawat piano dari baja panjangnya 1,6 m dengan
diameter 0,2 cm dan modulus Young 2 x 1011 N/m2.
Ketika dikencangkan kawat meregang 0,3 cm. besarnya
gaya yang diberikan.... N
A 1.177
B 1.177,5
C 1.771,5
D 1.777,5
E 1.788,5 Next
2. Percobaan menggunakan pegas yang digantung menghasilkan
data sebagai berikut:
Dapat disimpulkan pegas memiliki tetapan pegas sebesar ... N/m
A 800
B 80
Perc. F (N) x (cm)
C 8 1 88 11
2 64 8
D 0,8 3 40 5

E 0,08

Next
3. Sebuah pegas yang panjangnya 15 cm digantungkan
vertikal. Jika diberikan gaya 0,5 N, panjang pegas menjadi
25 cm. panjang pegas jika diregangkan oleh gaya 0,6 N
adalah.... m

A 5
B 12
C 15
D 27
E 54 Next
4. Tiga buah pegas identik dengan konstanta gaya 300 N/m
disusun seperti gambar. Jika pegas diberi beban bermassa 6
kg, pertambahan panjang masing-masing pegas.... m (g = 10
m/s2)

A 0,1 dan 0,1


B 0,1 dan 0,3
C 0,2 dan 0,1
D 0,1 dan 0,2
E 0,2 dan 0,2 Next
5. Grafik disamping menunjukkan pertambahan panjang
pegas ( x ) , akibat pengaruh gaya (F ) yang berbeda-beda.
Besarnya konstanta pegas tersebut adalah ... N/m
F

A 50 4N k

B 40
C 30
D 20
E 10
8 cm x