Anda di halaman 1dari 15

Dari Tukang Kredit Jadi Tukang

Bobol
Disusun Oleh Kelompok 2
PT SNP FINANCE
A. Kronologi Kasus
B. Pihak – Pihak yang terlibat
C. Sanksi yang di jatuhkan
D. Analisa pendapat
A. Kronologi Kasus
1. SNP Finance usaha ritel yang menawarkan
pembelian barang rumah tangga secara kredit
atau cicil.
2. Pada 2016, perusahaan mengajukan
restrukturisasi kredit kepada Bank Mandiri.
3. Restrukturisasi diperlukan unuk menambah
kepercayaan dari bank lain, sehingga mereka
bisa mendapakan kucuran tambahan dana
lagi.
A. Kronologi Kasus
4. Beberapa bulan setelah, SNP Finance
mengajukan restrukurisasi, malah terjadi pailit
5. Bank Mandiri mengatakan bahwa SNP Finance
sedang terjadi kredi macet.
6. Tetapi SNP Finance mengatakan bahwa oal
hutang mereka dalam PKPU tidak lebih dari
Rp4 triliun.
A. Kronologi Kasus
7. PKPU yang diterbitkan 4 mei 2018
menyatakan bahwa total tagihan PT SNP
Finance mencapai Rp4,07 triliun dari 14 bank
dengan jaminan Rp2,2 triliun dan sura utang
senilai dengan Rp1,85 triliun.
8. Akhir 2017, SNP Finance dinyatakan sebagai
kelompok 1 staus lancar oleh Sistem Informasi
Debitur (SID) Bank Indonesia.
A. Kronologi Kasus
9. Tapi, Januari 2018, terjadi peralihan dan di
bawah kontrol OJK, dan SNP Finance
dinyatakan masuk dalam kelompok 2.
10. Kasus ini terungkap saat adanya laporan dari
Bank Panin awal Agustus 2018.
A. Kronologi Kasus
11. Salah satu tindakan yang dilakukan oleh SNP
Finance untuk mengatasi kredit macetnya
adalah menerbitkan surat utang berbentuk
Medium Term Notes (MTN), yang diperingkat
oleh Pefindo, lembaga pemeringkat,
berdasarkan laporan keuangan yang diaudit
oleh KAP DeLoitte.
12. Karena MTN merupakan surat utang yang
bersifat private, maka penerbiannya tidak
melalui OJK
A. Kronologi Kasus
13. biro kredit independen Pefindo, mendapuk
SNP Finance dengan peringkat idA- (single A
minus) sejak Desember 2015-November 2017.
14. Lalu, peringkat itu naik menjadi idA (single A)
pada Maret 2018.
15. Dua bulan setelahnya, OJK mengeluarkan
sanksi Pembekuan Kegiatan Usaha (PKU)
terhadap SNP Finance .
A. Kronologi Kasus
13. Pefindo pun buru-buru menyematkan
peringkat idCCC (triple C) atau credit watch
negative sebelum akhirnya menarik peringkat
terhadap SNP Finance.
14. SNP Finance dilarang melakukan kegiatan
usaha pembiayaan, jika melanggar, OJK dapat
langsung mengenakan sanksi pencabutan izin
usaha.
A. Kronologi Kasus
15. OJK akan terus memonitor perkembangan
kasus SNP Finance dan karena kasus ini OJK
juga melarang penerbitan MTN tanpa seizin
OJK .
16. Selain memberikan sanksi kepada SNP
Finance, Kemenkeu juga memberikan Sanksi
kepada KAP DeLoite beserta akunan publik
mereka.
B. Pihak – Pihak yang Terlibat
1. Pefindo sebagai biro kredit independen.
2. KAP DeLoite sebagai akunan publik yang
mengaudit laporan keuangan SNP Finance.
3. 2 Akuntan Publik yang melanggar kode etik
standar audit profesional , yakni Akuntan
Publik Marlinna dan Merliyana Syamsu.
C. Sanksi yang Dijatuhkan
1. Sanksi PKU (Pembekuan Kegiatan usaha) untuk
SNP Finance
2. Sanksi Pembatalan pendaftaran untuk KAP
DeLoite dan akunan publiknya.
S
A
N
K
S
I ADMINISTRASI

(KAP) Satrio, Bing, Eny,


Rekan :
PEMBATALAN
PENDAFTARAN ATAS KAP

AP Marlinna dan AP melanggar POJK Nomor


Merliyana Syamsul : 13/POJK.03/2017 tentang
PEMBATALAN Penggunaan Jasa Akuntan Publik
PENDAFTARAN EFEKTIF dan Kantor Akuntan Publik :
UNTUK SEKTOR
PERBANKAN, PASAR 1. OPINI tidak sesuai
MODAL, IKNB 2. Menimbulkan kerugian besar
D. Analisa Pendapa
1. SNP Finance tidak memberikan bukti
sesungguhnya ke KAP DeLoite unuk di audit.
2. Akuntan Publik melanggar kode etik karena
tidak cermat dan seksama dalam mengaudit
sisem informasi data nasabah SNP Finance.
3. Dan juga akuntan publik tidak menunjukan
ketidakkonsistenan laporan keuangan SNP
Finance
4. Adanya piutang tidak tertagih yang melebihi
tahun –tahun sebelumnya
Ada pertanyaan?