Anda di halaman 1dari 42

Pembimbing

Dr. H. Chamim, SpOG (K.Onk)

Presentan
Karnoman Thewakan
030.00.130
Opponen:
Karibaldi
Sri Heldayani
Irna Chandra
Mola hidatidosa
Suatu kegagalan konsepsi kehamilan yg ditandai
dgn:
• proliferasi trofoblas
• edema stroma vili
• abnormalitas dari vili chorialis
Frekuensi insiden di dunia
1:1000 kehamilan

Umur < 20 tahun


Umur > 40 tahun
Di Indonesia 1:51 s/d 1:141
Di RSF 2000 – 2005
1:66
PATOGENESIS

1. Teori Missed abortion


Kematian mudigah → akumulasi sel-
sel yang mengalami hiperplasia ke
dalam stroma vili → kista villi
2. Teori Neoplasma Park
Sel-sel trofoblast abnormal →
resorpsi cairan berlebihan →
gelembung
Gambaran Mola komplet Mola parsial
Kariotipe Paternal 46xx atau 46xy Paternal dan maternal
69xxy atau 69xxx
Fetus Tidak ada Kadang-kadang ada

Amnion, sel darah Tidak ada Kadang-kadang ada


merah janin
Edema villi Difus fokal

Proliferasi trofoblas Ringan-berat Ringan-sedang

Diagnosis Hamil mola Missed abortion

Ukuran uterus 50% > kecil

Kista theca lutein 25-30% jarang

komplikasi Sering terjadi jarang


Peny. Post mola 20% 5%
B-HCG > 50.000 < 50.000
• Faktor ovum : ovum memang telah patologik sehingga
mati tetapi terlambat dikeluarkan
• Imunoselektif dari trofoblas
• Keadaan sosio-ekonomi rendah
• Paritas tinggi
• Kekurangan protein (karoten)
• Infeksi virus dan faktor kromosom yang belum jelas.
• Suku bangsa ( ras ) dan faktor geografi yang belum jelas
Klasifikasi GTT WHO Scoring System.

Parameter 0 1 2 3

Usia (thn) < 39 > 39


Kehamilan sebelumnya Mola Abortus Aterm
Interval (bln) <4 4–6 7 – 12 > 12
βHCG sebelum terapi < 1000 1000 – 10000 – >
10000 100000 100000
ABO maternal-paternal OxA, AxO B, AB
Ukuran tumor terbesar 3–5 >5
(cm)
Lokasi metastase Limpa, GIT, hati Otak
ginjal
Jumlah metastase 1–4 4–8 >8
Kemoterapi terdahulu single >2

Total score:
0 – 4 resiko rendah 5 – 7 resiko sedang > 8 resiko tinggi
1. Teori mudigah
• Kematian mudigah pada usia kehamilan 3-5 minggu
gangguan peredaran darah.
• Sekresi dari sel-sel yang mengalami hiperplasia dan
menghasilkan substansi-substansi yang berasal dari sirkulasi
ibu diakumulasikan ke dalam stroma villi sehingga terjadi
kista villi yang kecil-kecil.
2. Teori neoplasma dari park
• sel-sel trofoblas dan fungsi abnormal
dimana terjadi resorpsi cairan yang
berlebihan ke dalam vili timbul
gelembung gangguan peredaran
darah dan kematian mudigah. Sebagian dari
vili berubah menjadi gelembung-gelembung
yang berisi cairan jernih.
• Perdarahan
• Ukuran uterus
• Aktifitas janin
• Hipertensi dalam kehamilan
• Hiperemesis
• Tirotoksikosis
• Emboli
• Kista lutein
• Gambaran Klinis
Perdarahan pervaginam/gelembung mola
Gejala toksemia pada trisemester I-II
Hiperemesis gravidarum
Tirotoksikosis
Emboli paru
• Inspeksi : muka : mola face
gyn : gelembung mola

• Palpasi : Uterus lembek


Besar tidak sesuai kehamilan
Tidak ada gerakan janin
• Auskultasi : tidak ada djj
• VT : Periksa konsistensi
Ada perdarahan,jaringan
Pembukaan serviks
Pemeriksaan Penunjang

• Laboratorium : Kadar ßHCG > normal


• USG : Gambaran badai salju
• Foto rontgen abdomen
• Amniografi  sarang tawon
• Uji sonde hanifa
• Foto thorax
• T3 dan T4
• Abortus
• Kehamilan normal
• Kehamilan ganda
• Kehamilan dengan mioma
• Koreksi dehidrasi, anemi, hipertiroid (beta
blocker), bila belum terjadi abortus.
• Evakuasi dengan kuret hisap yang
dilanjutkan dengan kuret tajam (setelah
dilakukan dilatasi serviks dengan
laminaria/hegar)
• Kuretase kedua dilakukan apabila
kehamilan > 20 minggu atau tidak yakin
bersih
• Berikan uterotonika (infus oksitosin bila
evakuasi sudah dimulai)
• Pasien disarankan untuk beristirahat atau ”pelvic rest”
selama 4-6 bulan.
• Mencegah kehamilan selama periode tindak lanjut –
minimal 1 tahun.
• Menilai kadar hCG dalam 48 jam pertama setelah evakuasi
11 dan kemudian setiap 2 minggu hingga kadar mencapai
range nilai
• Tidak memberikan penatalaksanaan seiring dengan
penurunan kadar serum.
– evaluasi ulang yang diiringi penatalaksanaan bila peningkatan atau
plateau persisten
• pemeriksaan setiap bulan selama 6 bulan dan
berikutnya setiap 2 bulan dengan total waktu 1
tahun
• Tindak lanjut dapat dihentikan dan kehamilan
diijinkan setelah 1 tahun.
• Pemberian kontrasepsi estrogen-progestin hCG.
• Evaluasi dini kehamilan berikutnya
Kurva regresi serum hCG normal diukur dengan
radioimmunoassay post molar.
Karena penyakit
– Perdarahan hebat
– Infeksi
– Perforasi uterus (mola destruens)
– Krisis tiroid
– Keganasan
Karena Tindakan
– Perforasi uterus
• Tingkat mortalitas mola telah dapat ditekan hingga
nol melalui diagnosis yang tepat dan terapi yang
akurat
• Sekitar 20% kasus mola hidatidosa akan
berkembang menjadi tumor trofoblastik gestasional
IDENTITAS

• Nama : Ny. E
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Umur : 23 tahun
• Pendidikan : SMP
• Pekerjaan : IRT
• Agama : Islam
• Suku/bangsa : Jawa/indonesia
• Alamat : Lebak bulus
• Tgl. Masuk RSF : 1 Maret 2007
ANAMNESA

• A. Keluhan Utama
Keluar darah dari kemaluan sejak 2
bulan yang lalu SMRS.
RIW.PENY.SEKARANG

• Pasien datang dengan rujukan dari dr.SpOG


dengan diagnosis mola hidatidosa. Pasien
mengeluh keluar darah dari kemaluan sejak
2bulan SMRS banyaknya > 5x ganti
pembalut/hr, gelembung2 (+),jaringan
(sedikit), mules2 (+), lemas (+).Pasien
mengeluh merasa mual dan muntah sejak ± 1
½ bulan yang lalu. Muntah spontan dan
kadang-kadang setelah makan. Jantung terasa
berdebar-debar dan berkeringat banyak,
badan juga terasa pegal. Perut dirasakan
makin membesar,nyeri perut (-).
• C. Riwayat Penyakit Dahulu
-
• D. Riwayat Penyakit Keluarga
-
RIW MENSTRUASI

• Menarche :12 tahun


• Siklus :28 hari teratur
• Lamanya :7 hari
• Banyaknya :3 softex/ hari
• Dismenore :Tidak ada
• HPHT :17 November 2006
Riwayat Perkawinan
1 kali, 1tahun.
Riwayat Kehamilan, Kelahiran
-
Riwayat Kehamilan Saat ini
mual +, muntah + sejak 1,5 bln y.l,
perdarahan 2 bln y.lI.
Riwayat KB
-
Riwayat Penyakit Sistemik
T.A.K
Riwayat Operasi
-
Riwayat Kebiasaan Diri Pribadi
T.A.K
PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis
TD : 130/70 mmHg
N : 80 x/menit
S : 36,5 ºC
RR : 20 x/menit
Mata: CA +/+
Lainnya dalam batas normal
Status ginekologikus
ABDOMEN
Inspeksi : membuncit ,striae(-)
Palpasi : supel,FUT sepusat
Perkusi : shifting dullness (-),
NT(-) NL(-)
Auskultasi : djj (-), bising usus + N
ANOGENITAL
I : perdarahan (+), tampak
gelembung darah keluar dari
vagina ± 300 cc
Io : porsio livid, terbuka, fluxus (+),
Fluor (-)
VT : CUT sepusat, nyeri goyang
portio (-) ostium terbuka
Cavum douglasi tidak menonjol
• USG
honey comb appearance
Adnexa: Tak tampak massa tumor
Penilaian: Mola Hidatidosa
• Pemeriksaan laboratorium
• Hb : 6,7 g/dl
• Ht : 20 %
• Leukosit : 11.500 u/l
• Trombosit : 206.000 u/l
DIAGNOSIS

MOLA
HIDATIDOSA
PENATALAKSANAAN

Evakuasi mola dengan suction


curretage
LAPORAN OPERASI
• Tanggal 1 Maret 2007
• Operator/asisten: /Dr. Nurhadi
• Pasien terlentang di meja operasi dalam anestesi umum
• A dan antisepsis daerah operasi dan sekitarnya
• Portio ditampakan dengan inspekulo sims atas bawah
• Portio dijepit dengan tenakulum pada jam 13
• Dilakukan sondase 16 cm
• Dilakukan kuretage suction dalam perlindungan oksitosin 20 iu
drip
• Dikeluarkan jaringan mola sebanyak 300 cc kesan mola
hidatidosa-PA
• Dilanjutkan dengan sendok kuretage tajam dilakukan secara
sistematis
• Diyakini tidak ada perdarahan
• Tindakan dihentikan
FOLLOW UP
• 2/3/07
• S: (-)
• O: KU/kes: Baik/CM
• TV: TD 120/80 N 80x/’ RR 24x/’ S 36,5°C
• St. gen:
• mata: CA-/-, SI -/-
• St. Obstetrik:
• I : V/U tenang
• Lab: Hb 8,1 Ht 24 leu 8100 tro148.000
• A: post kuret mola
• P: obs TNP/jam S/4jam
• Obs kontraksi, perdarahan
• Asam. Mefenamat 3x500
• Amox 3x500 mg
• Metergin 3x1
• Hematinik 2x1
3/3/07
S: (-)
O: KU/kes: Baik/CM
TV: TD 120/70 N: 96x/’ RR 20x/’ 36,5°C
St. gen:
mata: CA-/-, SI -/-
St. Obstetrik:
I : V/U tenang, perdarahan aktif (-)

A: post kuret mola


P: Asam. Mefenamat 3x500
Amox 3x500 mg
Metergin 3x1
Boleh pulang, kontrol poliklinik