Anda di halaman 1dari 23

PENGAWASAN USAHA KETENAGALISTRIKAN

Untuk Kepentingan Sendiri

Pendampingan Pelaksanaan Pengujian dan Inspeksi


Ketenagalistrikan

Oleh :

DINAS ESDM
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

1
LANDASAN HUKUM TENTANG
KETENAGALISTRIKAN

 UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan;

 UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

 Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan


Usaha Penyediaan Ketenaga Listrik;

 Peraturan Pemerintah No. 62 Tahun 2012 tentang Usaha


Jasa Penunjang;

 Permen ESDM No. 35 Tahun 2013 tentang Tata Cara


Perijinan Usaha Ketenagalistrikan;

 Permen ESDM No. 05 Tahun 2014 tentang Tata Cara


Akreditasi dan Sertifikasi Ketenagalistrikan

 Permen ESDM No. 10 Tahun 2016 tentang Perubahan atas


Permen No. 05 Tahun 2014 tentang Tata Cara Akreditasi
dan Sertifikasi Ketenagalistrikan
2
USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK
(Pasal 9 UU 30/2009)

A. UNTUK KEPENTINGAN UMUM

Dibangkitkan, disalurkan, didistribusikan,


dan dijual kepada pihak lain (konsumen).

B. UNTUK KEPENTINGAN SENDIRI

Dibangkitkan dan disalurkan untuk digunakan


(dikonsumsi) sendiri.

3
USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK UNTUK
KEPENTINGAN SENDIRI 2
(Pasal 27 PP 14/2012)

 Pelaku usaha:
1. Instansi pemerintah;
2. Pemerintah Daerah;
3. BUMN
4. BUMD;
5. badan usaha swasta;
6. Koperasi;
7. Perseorangan; dan
8. lembaga/badan usaha lainnya.
 Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Sendiri
dilaksanakan setelah mendapatkan IO (Izin Operasi)

4
Perizinan Ketenagalistrikan
UU 30 Thn 2009 Ttg Ketenagalistrikan

1. Izin Usaha untuk Penyediaan Tenaga Listrik terdiri :


a. Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
b. Izin Operasi
2. Pemerintah atau Pemerintah Daerah menetapkan Izin
operasi atau Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik sesuai
kewenangannya.
3. Izin operasi dimaksud ditetapkan setelah memenuhi
persyaratan administratif, teknis dan lingkungan
4. Pemegang Izin operasi dapat menjual kelebihaan Tenaga
Listrik di manfaaatkan untuk umum setelah mendapat
persetujuan dari pemerintah atau pemerintah daerah
sesuai dengan kewenanganya.
5
USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK UNTUK
KEPENTINGAN SENDIRI 1
(Pasal 27 dan 30 PP 14/2012)

 Jenis usaha:
1. pembangkitan tenaga listrik;
2. pembangkitan tenaga listrik dan distribusi tenaga listrik;
dan/atau
3. Pembangkitan tenaga listrik, transmisi tenaga listrik, dan
distribusi tenaga listrik.

 Sifat penggunaan:
1. penggunaan utama
2. penggunaan cadangan
3. penggunaan darurat
4. penggunaan sementara
6
Undang-Undang No. 30 Thn 2009 ttg Ketenagalistrikan
BAB XI LINGKUNGAN HIDUP & KETEKNIKAN

1. Setiap Kegiatan Usaha Ketenagalistrikan wajib memenuhi


ketentuan keselamatan Ketenagalistrikan mewujudkan Andal,
Aman dan Ramah Lingkungan.

2. Setiap peralatan Tenaga Listrik wajib memenuhi standart SNI.


3. Setiap tenaga teknik dalam Usaha Ketenagalistrikan wajib
memenuhi sertifikat Kopentensi.

7
PERATURAN PEMERINTAH NO. 14 TAHUN 2012

• Setiap kegiatan ketenagalistrikan wajib memenuhi ketentuan


keselamatan ketenagalistrikan
• Ketentuan Keselamatan Ketenagalistrikan tujuan
mewujudkan :
- Andal dan aman bagi instalasi,
- Aman bagai manusia dan mahluk hidup dan lainya
- Ramah lingkungan
• Pekerjaan instalasi ketenagalistrikan untuk penyediaan dan
pemanfaatan tenaga listrik harus dikerjakan oleh Badan
Usaha Penunjang Tenaga Listrik yang disertifikasi oleh
lembaga sertifikasi

8
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

• Menteri, Gubernur sesuai kewenangannya


melakukan pembinaan dan pengawasan .
• Pengawasan terhadap :
- Penyediaan, pemanfaatan sumber energi
pembangkit tenaga listrik.
- Pemenuhan kecukupan pasokan ten. Listrik
- Pemenuhan persyaratan keteknikan
- Aspek lindung ling. hidup, mengutamakan barang
jasa dalam negeri
- mutu pelayanan dan keandalan tenaga listrik dll

9
Perizinan Penyediaan Tenaga Listrik
 Usaha penyediaan tenaga listik terdiri dari :
a. Usaha penyediaan ten listrik utk kepenting sendiri kapasitas :
1). 25 - 200 KVA
2). 200 KVA keatas
b. Usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum
 Sifat penggunaan tenaga listrik meliputi :
a. Penggunaan utama adalah penggunaan tenaga listrik yang dibangkitkan
secara terus menerus untuk melayani sendiri tenaga listrik yang diperlukan.

b. Penggunaan cadangan adalah penggunaan tenaga listrik yang


dibangkitkan sewaktu- waktu dengan maksud untuk menjamin keandalan
penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan sendiri.

c. Penggunaan darurat adalah penggunaan tenaga listrik yang dibangkitkan


hanya pada saat terjadi gangguan penyediaan tenaga listrik

d. Penggunaan sementara adalah penggunaan tenaga listrik yang


dibangkitkan untuk kegiatan yang bersifat sementara (jenis portable).
10
IZIN OPERASI Penyediaan tenaga listrik
 0

 Permohonan untuk mendapatkan IO harus mengajukan


secara tertulis kepada Gubernur CQ Badan Perijinan dengan
mengisi formulir permohonan

 IO harus dilaksanakan Uji Laik Operasi, terdiri dari :


a. Uji laik operasi pembangkit
b. Uji laik jaringan distribusi
c. Uji laik operasi adalah pemeriksaan dan pengujian
pembangkit, jaringan distribusi, tenaga listrik untuk
memenuhi Aman, Andal dan ramah lingkungan

11
 Permohonan untuk mendapatkan IO harus
melengkapi persyaratan sebagai berikut :

a. Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan;


b. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak NPWP;
c. Gambar lokasi Instalasi termasuk tata letak (gambar situasi)
d. Gambar diagram satu garis (single line diagram)
e. Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Upaya
Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan
Lingkungan (UPL)
f. Form Data Ketenagalistrikan yang telah diisi lengkap
g. Sertifikat Laik Operasi

12
PERPANJANGAN IZIN OPERASI

 Masa berlaku untuk IO adalah paling lama 5 tahun dan dapat


diperpanjang atas permohonan pemegang IO.

 Permohonan untuk mendapatkan perpanjangan IO harus diajukan


secara tertulis kepada Gubernur Cq Kepala Badan Perijinan.

 Perpanjangan IO harus melengkapi persyaratan sebagai berikut :


a. Fotokopi KTP pemimpin;
b. Akte Pendirian Perusahaan
c. NPWP.
d. IO Pembangkit yang akan mohon;

13
BAGAN ALUR PROSEDUR PEMOHON Izin Operasi

Pemohon
Untuk Dilengkapi
Pemda Provinsi

Meneliti
Persyaratan Tidak Lengkap

Tim Penijau lapangan

Uji Laik
Operasi/Lingkungan
Tdk Laik
Pemda Ditolak

Izin Operasi
14
Kewajiban pemegang IO :

a. Menanggung segala akibat yang timbul dari


pelaksanaan ijin usaha penyediaan tenaga listrik
yang diberikan.

b. Melaksanakan ketentuan teknik, keamanan,


Keslamatan, dan kelestarian fungsi lingkungan sesuai
dengan peraturan yang berlaku.

15
Sertifikat Laik Operasi (SLO)

SLO Adalah bukti pengakuan formal suatu


instalasi tenaga listrik telah berfungsi
sebagaimana kesesuaian persyaratan yang
di tentukan dan dinyatakan siap
dioperasikan

16
UU No. 30 Thn 2009 Ttg Ketenagalistrikan
pasal 44 Point 4

Setiap Instalasi Tenaga Listrik yang beroperasi Wajib


memiliki SLO (Sertifikat Laik Operasi)

Instalasi Tenaga Listrik Terdiri Dari :


• Instalasi Pembangkit Tenaga Listrik
• Instalasi Penyaluran Tenaga Listrik
• Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik Tegangan Tinggi dan
Menengah

17
• SIAPA PELAKSANA UJI LAIK OPERASI

BADAN USAHA :

- LEMBAGA INSFEKSI TERAKREDITASI

- LEMBAGA INSPEKSI TELAH MENDAPAT IZIN JASA


PENUNJANG TENGA LISTRIK DARI PEMERINTAH
DAERAH
Permen No. 5 Thn 2014, Pasal 15, ayat 1

- LEMBAGA INSPEKSI YANG DI TUNJUK OLEH :


PEMERINTAH
GUBERNUR,
BUPATI / WALIKOTA

18
• Pedoman teknis kegiatan uji laik operasi pembangkit dan jaringan
• distribusi tenaga listrik dengan mata uji test , Permen 05 Thn 2014 :
A. Review dokumen :
- Spesifikasi teknis
- Spesifikasi material
- Dokumen Amdal atau UKL/UPL
B. Review Design :
- Sistem pertanahan titik netral
- Short circuit level
- Sistem pengamanan electrical
- Sistem pengukuran
- Sistem relay yang berkaitan dengan grid
C. Evaluasi hasil uji :
- Pengukuran tahanan sistem pembumian
- Pengujian individual utama
- Pengujian fungsi peralatan dan proteksi kontrol
- Pengujian unjuk kerja
D. Pemeriksaan dan pengujian :
- Pemeriksaan visual/ fisik
- Pengujian fungsi peralatana pengaman
- Pengujian unjuk kerja
- Pemeriksaan dampak lingkungan 19
PROSEDUR SERTIFIKAT LAIK OPERASI (SLO)
DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI PROV. KALTIM

Permohonan SLO Persyaratan SLO


Rekom Teknis

Tdk • Persyaratan Administratif:


Lengkap 1.Identitas pemohon;
Verifikasi 2.Akta pendirian perusahaan;
Permohonan 3.Profil perusahaan;
Lengkap
4.Nomor Pokok Wajib Pajak
(NPWP);
Pelaksanaan Uji Laik 5.AMDAL (UPL/UKL)
Operasi oleh
Perusahaan Lembaga Tdk Laik • Persyaratan Teknis:
1.Data Pembangkit
Inspeksi
Laik
2.Lokasi Instalasi (Gambar Situasi)
3.Studi Kelayakan Awal (bila baru)
4.Single Line Diagram Instalasi
Berita Acara/Teknis
Di Lokasi
Distribusi

Penerbitan SLO
Peraturan Pemerintah :
Sangsi Administratif
Sebagai berikut :

• Teguran tertulis
• Pembekuan kegiatan sementara
• Penjabutan izin usaha penyediaan tenga listrik atau izin
operasi

• Sangsi Administratif di tetapkan oleh Mentri, Gubernur


Walikota/bupati sesuai kewenagannya

• Teguran tertulis dimaksud diberikan paling banyak 3 kali


dalam jangka waktu satu tahun

21
UU No. 30 Thn 2009 Tentang Ketenagalistrikan
BAB XV KETENTUAN PIDANA

1. Setiap orang yang melakukan UPTL untuk umum tanpa Izin di


kenakan saksi Pidana Penjara Paling lama 3 Tahun dan denda
paling banyak 2 Miliar.
2. Setiap orang yang melakukan UPTL tanpa Izin Operasi di pidana Penjara
paling lama 5 Tahun dan denda 4 Miliar.
3. Setiap orang menjual kelebihan Tenaga Listrik untuk di manfaatkan bagi
kepentingan umum tanpa persetujuan pemerintah di Pidana Penjara Paling
Lama 2 Tahun dan denda 2 Miliar.
4. Setiap orang yang mengoperasikan Instalasi tanpa Sertifikat Laik Operasi
di Pidana Penjara paling lama 5 Tahun dan 500 Juta.

24
25