Anda di halaman 1dari 23

ANGGOTA :

ERMA (12)
ERVIOLA (14)
FAID F. (16)
FENIDA MAR’ATUS (19)
FITRI NUR AINI (23)
IVANA LISA A.P (31)
Layout didalam bahasa memiliki arti tata letak.
Sedangkan menurut istilah, layout merupakan
usaha untuk menyusun, menata, atau
memadukan elemen-elemen atau unsur-unsur
komunikasi grafis (teks, gambar, tabel dll)
menjadikan komunikasi visual yang komunikatif,
estetik dan menarik.
1. Kesederhanaan
Prinsip ini berhubungan dengan kemampuan daya tangkap rata-
rata manusia di dalam menerima informasi.
2. Kontras
Amat diperlukan guna menarik perhatian, memberi penekanan
terhadap elemen atau pesan yang ingin disampaikan.
3. Keseimbangan
Suatu hal yang amat penting dalam penyampaian suatu informasi.
Keseimbangan dapat merupakan keseimbangan yang formal, dengan
susunan yang simetris.
4. Keharmonisan
Maksud dari harmoni ialah memiliki keselarasan antara satu elemen
dengan elemen grafis yang lain. Harmoni dapat diwujudkan dalam 2
bentuk, yaitu:
a. Harmoni dari segi bentuk
Harmoni yang dilihat dari bentuk ialah dimana adanya keserasian
dalam
penempatan elemen grafis
b. Harmoni dari segi warna
Warna memiliki pengaruh yang amat besar, karena
tiap-tiap warna
memiliki sifatnya masing-masing, seperti merah yang
memiliki arti
berani, biru yang memiliki kesan tenang dan lain
sebagainya.
5.Stressing
Dalam pengertian bahasanya disebut sebagai
sebuah penekanan, memiliki fungsi untuk
memberikan titik-titik tertentu yang memperoleh
fokus perhatian.
 Tidak terletak searah dengan arah mata angin
Hal ini sangat penting diperhatikan karena arah mata angin atau arah
kemana angin bertiup akan mempengaruhi aktivitas di ruang
laboratorium.
 Jarak terhadap sumber air
Keberadaan sumber air akan sangat membant kelancaran kegiatan di
laboratorium. Dengan demikian, para pengguna laboratorium tidak
akan
merasa kesulitan jika sewaktu-waktu mereka membutuhkan air atau
ingin melakukan sesuatu yang berhubungan dengan air.
 Saluran pembuangan
Maksudnya adalah penataan laboratorium harus memperhatikan
apakah saluran pembuangan, baik yang berasal dari ruang/gedung
laboratorium maupun dari luar.
 Jarak dengan gedung lain
Pertimbangan jarak jauh dan dekat didasarkan pada
urgensi dari
gedung lain karena dapat mengganggu aktivitas disana.
 Mudah dikontrol

 Luas ruangan per personel


Ruang laboratorium perlu didesign sesuai dengan daya
tampungnya yang diinginkan.
 Terdapat ventilasi (jendela) yang bisa terbuka lebar dan
mengarah keluar

 Lantai rata dan tidak licin


Lantai laboratorium harus rata dan tidak licin agar tidak
mengganggu aktivitas di dalam laboratorium.
 Ruang untuk kegiatan belajar mengajar harus
memiliki rasio minimal 2,4 m2/peserta didik.
 Ruang persiapan adalah tempat guru dan staff
laboratorium melakukan persiapan sebelum
melakukan suatu kegiatan. Luas ruangan yang harus
disediakan kurang lebih 20 m.
 Ruang gudang adalah tempat untuk menyimpan
persediaan alat-alat atau bahan-bahan yang ada di
laboratorium. Minim luas gudang yang harus
disediakan adalah kurang lebih 20 m.
 Ruangan harus memiliki pintu, jendela dan lantai.
Pintu laboratorium harus lebar agar mudah
memasukkan perabot dan pintu juga harus ada dua
yaitu pintu masuk dan pintu darurat, pintu ini
digunakan untuk jalan lain apabila terjadi
kecelakaan,misalnya kebakaran,kecelakaan kerja,dll.
Jendela dan ventilasi harus dapat membuka keluar
(jika ruangan tanpa AC) agar tidak mengganggu
kegiatan didalam laboratorium. Lantai laboratorium
harus rata dan tidak licin agar tidak mudah tebakar.
 Meja yang digunakan untuk kegiatan siswa dilaboratorium.
Ukuran minim tingginya 70 cm, ini dibuat agar
mempermudah siswa jika sedang menggunakan
mikroskop
 Kursi siswa tanpa sandaran dengan tinggi kursi 50 cm
agar mudah dipindahkan dan memungkinkan siswa mudah
bergerak.
 Meja demonstrasi dengan ukuran tinggi meja 90 cm,
dengan panjangnya 190 -200 cm yang dilengkapi dengan
listrik dan bak cuci. Fungsi meja demonstrasi untuk
melakukan kegiatan jika guru mengajar dengan metode
demonstrasi.
 Meja dinding dibuat secara permanen dengan bagian atas
terbuat dari keramik dan bagian bawah dibuat lemari
dengan pintu kecil yang berlubang agar tidak lembab.
 Meja kerja guru dengan ukuran minimal tinggi 90 cm, lebar
100 cm, panjang 120 cm.
 Lemari untuk menyimpan barang-barang dan menjaga
agar peralatan lab tidak lemba
Instalasi Listrik
Kebutuhan instalasi listrik dalam laboratorium adalah untuk :
memberikan penerangan di semua ruangan laboratorium yaitu di
ruang
praktikum, di ruang guru, di ruang persiapan, dan di ruang
penyimpanan atau gudang
memfasilitasi proses pembelajaran di laboratorium yaitu demonstrasi
eksperimen dan penelitian, atau penggunaan OHP, LCD, dan
ampliffier
memfasilitasi pekerjaan administrasi laboratorium yaitu untuk
pemasangan mesin tik elektronik atau komputer
Komponen instalasi listrik laboratorium dapat terdiri dari jaringan
kabel,
sikring, lampu, saklar dan stop kontak. Lebih baik kalau dilengkapi
dengan stabiliser.
Jaringan instalasi listrik di laboratorium dapat dipasang pada
langitlangit ruangan, dinding ruangan, lantai, meja praktikum, meja
demonstrasi, dan meja persiapan.
 Instalasi Air
Kebutuhan instalasi air di laboratorium adalah untuk keperluan
proses pembelajaran yaitu eksperimen dan demonstrasi,
merawat dan memelihara alat-alat laboratorium yang dapat
dibersihkan dengan air, memelihara kebersihan laboratorium,
dan untuk mencuci tangan.
 Instalasi Gas
Instalasi gas di laboratorium dibutuhkan untuk
percobaan-percobaan yang menggunakan
kompor/pemanas bunsen seperti untuk memanaskan air
dan sebagainya. Dengan adanya instalasi gas ini, harus
diperhatikan instalasi udara yang cukup di tempat yang
tepat untuk membuang kebocoran gas yang mungkin
terjadi.

Terselenggaranya pemanfaatan ruang berwawasan
lingkungan yang berlandaskan wawasan nusantara
dan ketahanan nasional.
 Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang
kawasan lindung dan kawasan budi daya.
 Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas
 Suatu usaha untuk menilai antara pelaksanaan
rencana tata ruang pada kurun waktu tertentu setelah
disahkan dengan perkembangan menurut kenyataan
yang terjadi (antara keinginan dengan kenyataan).
 Untuk menilai kemajuan kegiatan pemanfaatan ruang
dalam mencapai tujuan rencana tata ruang.
 Mengoptimalkan penggunaan ruang yang ada
secara efektif.
 Mengembangkan lingkungan kerja yang nyaman
bagi pegawai.
 Memberikan kesan yang positif terhadap
pelanggan perusahaan.
 Menjamin efisiensi dari arus kerja yang ada.
 Meningkatkan produktivitas kerja pegawai
 Mengantisipasi pengembangan organisasi di
masa depan dengan melakukan perencanaan
layout yang fleksibel.
peralatan/mesin-mesin laboratorium itu harta negara maka keberadaannya harus
dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan atau kebijakan yang berlaku, diantaranya
ialah bahwa semua peralatan yang masuk ke laboratorium harus dilengkapi dengan
dokumen pendukungnya, yang merupakan lampiran dari berita acara serah terima barang
yang pada intinya berisi : hari/tanggal barang tersebut diterima di bengkel, dalam keadaan
lengkap jumlahnya, benar spesifikasinya, dan sesuai kualitasnya.
Setelah barang diterima dan berita acara sudah ditandatangani oleh pihak pengirim, pihak
penerima, maka peralatan/mesin-mesin tersebut dicatat dalam buku inventaris bengkel,
dan dibuat laporannya setiap 3 bulan ke instansi yang lebih atas.
Berdasarkan hal di atas maka sebagai pengelola laboratorium dituntut untuk selalu mengetahui
dengan pasti semua peralatan, yang berada dalam tanggung jawabnya tanpa harus melihat
dulu dokumen -dokumennya terutama peralatan portable dan peralatan multi fungsi yang
dalam pemakainnya bisa dipindah-pindah, sesuai keinginan si pemakai. Agar semua
peralatan mudah didteksi banyak cara yang dapat dilakukan. Salah satu diantaranya ialah
dengan menata semua peralatan pada tempat-tempat tertentu, dengan prinsip :
- Mudah dilihat
- Mudah dijangkau
- Aman untuk alatnya
- Aman untuk pemakainya
berbagai cara dapat dilakukan, diantaranya :
a. Peralatan ditempatkan, ditata dalam satu ruang khusus, biasa disebut tool room,
penataannya dapat dilakukan dengan menggunakan panel, rak, lemari besi, shadow
board.
b. Peralatan disimpan dan ditata di dalam kabinet. Kabinet ditempatkan didalam
maupun di luar tool room .
c. Peralatan disimpan dan ditata di dalam kabinet. Kabinet ditempatkan didalam atau
diluar tool room.
d. Lemari khusus yang dapat diatur temperaturnya.
Disamping cara penataan diatas beberapa hal yang perlu juga diperhatikan bagi
pengelola peralatan laboratorium :
a). Semua peralatan dipusatkan di suatu ruang dan semua siswa tahu kemana mereka
harus mencari untuk mendapatkannya.
b). Bengkel, laboratorium/ tempat alat harus selalu dikunci, tetapi jangan sampai
kuncinya
hilang/ lupa sehingga terpaksa harus didobrak.
 c). Setiap pelajaran praktek bengkel, perlu ditunjuk salah satu siswa
secara bergantian
sesuai (dengan jadwal pembagian tugas) untuk menjadi toolman,
yang diberi tanggung
jawab melayani dan pengembalian alat sehingga selesai jam praktek.
d). Dalam situasi sehari –hari , ruang alat juga berfungsi melindungi
peralatan yang
dipinjam secara tidak sah oleh staf laboratorium (staf pemeliharaan).
e). Ruang alat hanya digunakan untuk keperluan kegiatan belejar
mengajar praktek.
f). Pengecekan extra perlu dilakukan untuk peralatan khusus yang
dilakukan sewaktu –
waktu , untuk pekerjaan tertentu seperti alat – alat instrumen.
g). Bila diperlukan dapat mengangkat orang seperti penjaga ruang
yang bertanggung
jawab tidak hanya dalam hal pelayanan keluar masuk peralatan tetapi
juga untuk
perawat
ruang praktikum (practicals room)
ruang persiapan (preparation room),
 ruang penyimpanan bahan kimia (chemicals storage